Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 116


__ADS_3

Ancaman Hans


Saat Sepasang Suami Istri tersebut sibuk berciuman, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang ke ruang perawatan Vitalia tanpa mengetuk pintu.


Ceklek....


Seketika itu pula aktifitas Sepasang Suami Istri tersebut terhenti.


Sementara Orang yang datang itu pun salah tingkah melihat Sepasang Suami Istri tersebut.


"Eh..., upss maaf mengganggu.., Aku keluar saja lah," ucap dokter Bella salah tingkah sendiri, dan berbalik akan keluar ruangan lagi.


Namun saat Dirinya berbalik badan ingin keluar, Vitalia mencegahnya.


"Eh, tunggu La.. mau kemana sih? sudahlah nggak usage malu-malu, periksa saja.." ucap Vitalia sambil menahan tawanya melihat Sahabatnya yang salah tingkah melihat Dirinya dan Suaminya berciuman mesra.


"Yaa habisnya, Kau sih kalau gituan itu liat-liat situasi dong, Li!" seru dokter Bella memanyunkan bibirnya kesal.


"Hehehe, iyaa iyaa .. maaf Kami khilaf, dokter Bella sayang ... hi hi hi.." sahut Vitalia dengan terkikik geli. Sementara Chandra juga ikut terkikik geli mrlihat tingkah Sahabat dari sang Istri.


"Lia, apaan sih?" ucap dokter Bella sambil mencubit lengan tangan Vitalia. Vitalia pun mengaduh kesskitan, " Aduhh, apaan sih, La?"


"Apaan .. apaan, jangan ngetawain dong, malu tauk .." protes Bella pada Vitalia. Yang justru malah disambut gelak tawa Vitalia.


"Ya sudah, mana tangannya Tuan, jangan ikut tertawa, awas kalau ikut tertawa, nanti Saya aduin sama pacar Saya .., baru tahu rasa Anda!" ucap dokter Bella pada Chandra dengan nada penuh ancaman.


Chandra pun seketika terkesikap mendengar penuturan dari Bella. Sementara Bella yang melihat Chandra tiba-tiba berubah dingin pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Eh.. hehe, maaf Tuan, tadi Saya sedang emosi maaf banget," ucapnya sambil mengecek tensi.


"Hahaha, astaga La, sudahlah jangan bersandiwara di depan Suamiku, lagian sejak kapan Kau punya pacar? yang benar saja? emang kalau ada pacar, pacarmu berani sama Suamiku??" sahut Vitalia dengan melontarkan berbagai pertanyaan menggoda Sahabatnya.


"Sandiwara apanya yang sandiwara? emang beneran kok, eh emmh berani saja, kan Dia pacarku!" seru Bella tak mau kalah begitu saja dengan Vitalia yang terus saja menggodanya.


"Oh begitu .., emmh kalau begitu besok bawa pacarmu kesini ok, biar Aku sama Suamiku yang mengetes Dia!" titah Vitalia pada Bella agar membawa pacarnya ke hadapannya.


"Nggak perlu!" tegas Bella.


"Lagian nih ya, ngapain juga nunggu persetujuan Darimu??" sambung Bella bertanya pada Vitalia.


"Harus dong La ..." jawab Vitalia.


"Huhh ..., tidaak ya tidak Lili sayang..., pegel tauk ngeladenin Elo ..." sahut Bella lagi dengan menghembuskan nafas kasarnya dan memutar bola matanya jengah mendengar ocehan Sahabatnya.


Bella pun lalu segera membereskan peralatannya dan segera beranjak pergi. Vitalia yang melihat tingkah Sahabatnya seperti sedang marah pun tertawa, "Hahahaha... jangan marah wooyy...!!" seru Vitalia berteriak karena melihat Sahabatnya yang melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan.


Sementara Chandra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang Istri yang senang menggoda Sahabatnya.

__ADS_1


"Sayang, jangan godain dokter Bella lagi, kasihan Dia!" ucapnya memberi peringatan kepada sang Istri.


"Hehehe, habisnya lucu tauk, Mas. Lagi pula Bella mana mungkin punya pacar, Bella mah nggak berani pacaran selama Aku berada di negara ini," ucap Vitalia sambil tersenyum menyeringai.


"Memangnya kenapa, Sayang??" sambung Chandra bertanya pada sang Istri.


"Karena Aku tak akan membiarkan Bella jatuh cinta dengan orang yang salah, Mas!" tandasnya.


"Mas tahu kan jika di negara ini pergaulannya terlalu bebas?" sambung Vitalia dengan berbalilik tanya.


"Hmm Kau benar, tapi dokter Bella itu sudah dewasa, Sayang ..." balas Chandra pada sang Istri.


"Iya Mas, Aku tahu. Tapi Mas tidak tahu jika banyak yang menyukai Bella, bahkan selama Aku berada disini, banyak juga yang menyukaiku," ucap Vitalia berkata jujur.


"Apaa?? tidak Sayang, Kau tetap milikku! tak akan ku biarkan para pria mendekatimu kecuali dengan Diriku saja!" seru Chandra menatap manik mata sang Istri dengan memegangi kepala sang Istri dengan kedua tangannya.


Vitalia pun lalu membalasnya dengan berkata, "Iya Sayang, Aku tidak akan berpaling dari yang lain," ucapnya dengan mendekatkan wajahnya ke wajahnya Suaminya, dengan menempelkan hidungnya ke hidung Suaminya.


...****************...


Sementara di lain tempat Mirna membawa Hans ke sebuah tempat tersembunyi dekat FireField Hospital, yang jarang diketahui banyak orang. Bahkan Mirna sudah menyiapkan berbagai pertanyaan yang sudah ada di dalam benaknya.


"Hans, katakan padaku, sebenarnya apa yang terjadi??" tanya Mirna pada Hans dengan tatapan penuh selidik.


"Ak.. akuuu..." ucap Hans dengan terbata, Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa.


"Aku curiga jika Kau telah membuat kesalahan pada Vitalia, sehingga Vitalia murka denganmu. Padahal setahuku Kalian tidak pernah berdebat sehebat ini, tapi kali ini berbeda,Vitalia seperti marah besar denganmu." sambungnya dengan sorot mata tajamnya menatap Hans.


Dengan memberanikan Dirinya Hans pun menjawabnya, "Hmmm, Kau benar dokter Mirna Feriska, Dia marah kepadaku karena Aku telah menyebarkan berita tentangnya melalui berbagai media di Indonesia, jika Vitalia telah diketemukan dan masih hidup!" tegasnya.


Plaaakkkk...


Tamparan keras melayang begitu saja di pipi sisi kanan Hans. Bahkan saking kerasnya tamparan dari Mirna, sudut bibir Hans sampai mengeluarkan darah segar.


"Apa katamu??, Kau benar-benar bodoh Hans! kenapa Kau melakukan itu semua, Ha...?!" bentak Mirna tersulut emosi mendengar pernyataan dari Hans.


Hans pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Tak ada cara lain lagi selain itu, Nona Muda!" tandasnya.


"Tak ada cara lain katamu? sangat keterlaluan Kau, Hans!" sahut Mirna dengan menggelengkan kepalanya heran dengan perubahan sikap Hans yang sudah bertindak di luar batas.


"Kau benar-benar membuat ku marah, Hans! bisa-bisanya Kau membuka rahasia sebesar ini di depan publik, yang akan membuat musuh terbangun dari tidurnya!" sambungnya.


"Tapi Nona Muda, Aku hanya ingin Nyonya Muda kembali ke Indonesia dan hidup damai, tidak seperti sekarang, hidupnya selalu terancam selama bersama Chandra Zhu," ucap Hans yang justru malah memojokkan Suami dari Vitalia.


Plaaakkk.....

__ADS_1


Sekali lagi tamparan keras melayang begitu saja di pipi sisi kiri Hans.


"Cukup Hans, katakan saja jika Kau cemburu dengan Chandra, iya kan?? ha.. !!" bentak Mirna dengan amarah yang sudah meledak-ledak.


"Ya, Kau benar, Nona Muda.., Aku sangat mencintai Vitalia, namun apa balasan Dia terhadapku?? tidak ada kan??" tanya Hans pada Mirna dengan tersenyum sinis.


"Cihh..., persetan dengan Cinta Mereka, Aku sama sekali tak peduli akan hal itu!" tandasnya.


Plaakkkk


Lagi-lagi tamparan dilayangkan oleh Mirna pada Hans yang tidak melawannya sama sekali.


"Hans, Aku benar-benar tak menyangka jika Kau bertindak sebodoh ini, dan jika Kau mencintai Vitalia, Kau tidak akan melakukan semua ini, Hans. Tapi ternyata Aku salah menduga, Kau melanggar perjanjianmu dengan Vitalia,"ucap Mirna.


"Perjanjian yang tak masuk akal dokter Mirna Feriska, dan Kau tahu perjanjian itu sudah membuat ku sakit hati," balas Hans sambil menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.


"Perlu Kau ingat dokter Mirna Feriska, Aku tidak akan membiarkan Vitalia jatuh ke tangan Chandra dengan begitu saja, camkan itu...!!" sambung Hans sambil menunjuk-nunjuk ke muka Mirna dengan nada penuh ancaman, lalu pergi meninggalkan Mirna yang hanya terdiam terpaku mendengar penuturan dari Hans. 'Ia benar-benar tak menyangka jika hal seperti ini akan terjadi.'


"Ya Tuhan, bagaimana ini? Aku harap dengan Hans bertindak seperti itu, tidak menyurutkan niat Vitalia untuk kembali ke Indonesia," batin Mirna mencemaskan Adik Sepupunya.


...----------------...


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, like, dan Komen Ya... Terima kasih 🥰🥰🙏🙏


Oh ya sambil menunggu lanjutannya, yukkk mampir ke novel teman Author


Berikut cuplikannya :



NERAKA DALAM PERNIKAHAN


(Elprida Wati Tarigan)



Anatasya hidup bagaikan di neraka dalam pernikahannya. Sifat suami Ana yang begitu manja dan pemalas bahkan memiliki tempramental yang tinggi membuat hidup Ana semakin menderita.


Siapa sangka sosok pria yang dulu berjanji akan membahagiakannya dan mau menerima kesalahannya di masa lalu akan selalu mengungkitnya dan membuat hidup Ana semakin menderita.


Hingga akhirnya Ana kembali bertemu dengan sahabatnya di masalalu saat keadaan Ana begitu tragis.


Hingga akhirnya Rangga sahabat Ana memilih untuk menolong Ana agar keluar dari Neraka yang di bangun oleh suaminya sendiri.


Tapi seseorang di masa lalu Ana kembali muncul.

__ADS_1


Apakah Ana memilih bertahan dengan suaminya yang kejam atau dia lebih melilih sahabat atau mantanya?



__ADS_2