Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 134


__ADS_3

Merubah Sherlyn


Sementara di lain tempat, Vitalia dan juga Chandra masih berada di dalam ruangan milik Vitalia memutuskan untuk beristirahat sebentar. Bahkan di ruangan tersebut sepasang Suami Istri tampak terdiam tak ada yang membuka suara sama sekali. Entah apa yang ada dipikiran Mereka berdua saat ini, sehingga Mereka hanya terdiam duduk di atas sofa dengan berdampingan mesra.


Flashback On :


Plaaakkk...


Tamparan keras melayang begitu saja di pipi mulus milik Amelia. Seketika saja seluruh orang yang melihat pun terkejut dibuatnya, termasuk juga dengan Amelia, yang tak menyangka jika sang Daddy akan berbuat kasar kepadanya.


"Cukup Mel, dia bukan Kakakmu, Kakakmu sudah meninggal!" ucap Tuan Hirata memberi sebuah peringatan kepada Amelia.


Namun bukannya membuat Amelia menyerah, justru perkataan sang Daddy membuat Amelia bersemangat untuk mengungkapkan sebuah kebenaran yang ada, "Terserah Daddy mau berkata seperti apa, tapi yang jelas suatu saat akan ketahuan jika Vitalia adalah Kakakku, Saudari kembarku, ingat itu Dad!" balas Amelia dengan penuh penekanan.


Flashback Off :


"Yaa Tuhan ..., mengapa Aku jadi memikirkan perkataan Amelia tadi?" batin Vitalia dengan muka gusarnya, sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Kasian sekali Istriku, Aku benar-benar tak tega melihatnya, bagaimana kalau bukti kebenaran tentang Istriku terungkap di hadapannya? Aku bahkan tak bisa membayangkan betapa hancurnya hatinya nanti setelah mengetahui kebenaran itu," batin Chandra sambil membelai rambut sang Istri yang kini tepat berada di sampingnya dengan merangkulnya.


"Mas!" panggil Vitalia pada Chandra mulai membuka obrolan.


"Hmmm, ada apa, Honey??" jawab Chandra


"Mas merasa aneh nggak sih, kok Daddy sama Mama Renita ke Australia nggak membawa Gadis sialan itu, ya??" tanya Vitalia pada Chandra.


"Gadis Sialan??" sahut Chandra yang justru malah berbalik tanya dengan mengerutkan keningnya bingung.


Vitalia pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Aduuuhhh gimana Mas.., siapa lagi kalau bukan Sherlyn!" tandasnya.


"Oh Wanita jal*ng itu? Dia sekarang ada bersamaku, Honey. Memangnya kenapa?"


Sontak saja Vitalia yang mendengarkan pernyataan dari sang Suami pun memelototkan matanya tak percaya.


"Apaa ... ??" tanya Vitalia dengan nada keterkejutannya.

__ADS_1


"He'emmb .., iya Honey, dia sekarang sedang kuberi pelajaran agar tak mengulangi perbuatannya lagi," sahut Chandra menjawab pertanyaan dari sang Istri.


"Maksud Mas?" Lagi-lagi Vitalia melontarkan sebuah pertanyaannya.


"Maksud Mas, dia sekarang sedang ku sekap bersama dengan Arnold dan Matsugi di markas Geng Tengkorak yang ada di negara ini," jawab Chandra menjelaskan.


Seketika saja Vitalia yang mendengarkan penjelasan dari sang Suami pun terkejut terbangun dari tempat duduknya.


"Whaattt...??" ucapnya dengan nada keterkejutannya berdiri dari tempat duduknya.


"Astaga Mas ..., kenapa Mas tidak bercerita kepadaku, sih?" tanya Vitalia dengan tatapan heran menatap sang Suami.


"Bagaimana mau cerita, Honey, kau saja selalu disibukkan dengan urusanmu yang bukannya selesai malah bertambah, apalagi urusanmu lebih penting daripada berita ini," ucap Chandra beralasan.


"Tapi Mas, ini juga sangat penting bagiku! Ck, sudahlah yang terpenting nanti Mas harus membawaku ke markas itu! Karena Aku ingin bertemu dengan Sherlyn untuk membicarakan sesuatu yang penting sama dia mengenai Mama," ucap Vitalia.


Mendengar sang Istri ingin bertemu dengan Sherlyn, Chandra pun menyahutnya, "Apaaa?? Tidak Honey, kau tidak boleh ke sana," Chandra menolak permintaan dari sang Istri.


"Kenapa Mas??" tanya Vitalia dengan mengerutkan keningnya bingung. Tapi belum sampai Chandra menjawabnya Vitalia menyambungnya lagi dengan berkata, "Heh .., tidak Mas, tidak akan bisa! Aku akan tetap ke sana karena ini juga sangatlah penting bagiku, ini demi Mama, Mas!" tegas Vitalia.


Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Setangguh dan selicik apapun dia, Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Sherlyn bertekuk lutut kepadaku, apalagi ini semua juga karena demi kebaikan Mama, Bee..! Dan ya, Aku sangat setuju dengan ucapanmu tadi, Bee! Sherlyn harus bisa berubah, dan Aku sangat yakin, jika Aku bisa merubahnya!" tukasnya dengan penuh percaya diri.


"Bagus Istriku, Aku suka dengan semangatmu!" sahut Chandra menyemangati sang Istri.


Seketika saja Vitalia meraih tangan sang Suami untuk di genggamnya. Ia pun lalu berkata, "Thank you Bee..., kau selalu ada dan menyemangati diriku ketika Aku lemah!"


"Pokoknya yakinlah kepadaku Mas, Aku akan membuat Sherlyn bertekuk lutut kepadaku! Risa Long Ai saja bisa ku taklukkan, apalagi Sherlyn!" sambung Vitalia dengan ucapan yang penuh percaya diri, sambil tersenyum menyeringai.


"Sayang, sudahlah kau tak perlu berterimakasih kepadaku, karena ini juga sudah tugasku menjadi seorang Suami yang baik, dan pengertian pada Istrinya," balas Chandra lalu mengecup tangan sang Istri. Vitalia pun tersenyum manis menatap ke arah sang Suami dengan penuh haru karena ia sangat bersyukur tidak salah memilih Suami.


Tiba-tiba saja Vitalia mengingat sesuatu, ia pun lalu melepaskan genggaman tangan sang Suami, dan berkata, "Eh ..., tapi tunggu dulu, Bee! Bukannya Mas gabungnya sama Geng Kobra ya? kok ini malah sama gengnya Exsel??" tanya Vitalia menatap Chandra dengan tatapan mengintrogasi.


Chandra pun lalu menghembuskan nafas kasarnya, lalu berkata, "Huhhh..., Honey, maafkan Mas ya! Mas sengaja tidak memberitahumu jika Mas sudah keluar dari geng Kobra, karena Mas tau jika Arnold telah berkhianat kepadaku," ucapnya memberi penjelasan kepada sang Istri.


"Berkhianat?? Tapi lebih baik begitu sih, daripada sama geng itu, Aku nggak suka!" tegas Vitalia.

__ADS_1


"Memangnya kenapa sih, Honey? Sampai segitu bencinya sama Geng Kobra?" tanya Chandra mencoba mencari tau alasan dari sang Istri.


"Itu kan dulu, Gengmu kan Mas! Heran aja, sudah tidak ada Mas, tapi kok ngirimin surat ancaman melulu sama Aku?? Biasanya kan Mas yang selalu ngirim ancaman itu!"


"Jadi Kau menuduhku?" sahut Chandra bertanya pada sang Istri dengan tatapan tajamnya.


Vitalia yang merasa di tatap pun bergidik ngeri melihatnya, ia pun lalu membalasnya dengan berkata, "Eh ..., emmmh enggak Mas, maksudkuuu... hehehe, kan dulu Suamiku Mafia ini Kejam sama Istri Misteriusmu ini." ucapnya mencari alasan dengan mentengir kuda.


"Hmmm begitu...?? kalau begitu sekali lagi maafkan Suamimu yang kejam ini, Istriku, Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu ..." ucap Chandra pada Vitalia dengan meraih tangan sang Istri untuk diciumnya secara bergantian.


"Aduuuhh, kenapa dengan jantung ku? heh Vitalia bisa-bisanya sama Suami sendiri segerogi ini!" batin Vitalia. Ia pun lalu mengalihkan perhatiannya dengan melepaskan genggaman tangan sang Suami dan berkata, "Awww, so sweettt banget sih Suami Mafia ku ini, baru kali ini Aku mendengarmu berbicara seromantis ini di depanku," ucap Vitalia sambil mencubit pipi Chandra gemas, menggodanya.


"Honey, apaan sih ..., nggak usah lebay lah," sahut Chandra memutar bola matanya malas. Vitalia yang melihat tingkah sang Suami pun justru malah tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha ...., apaan sih Mas, lagian siapa juga yang lebay..." ucap Vitalia terkekeh geli sambil berjalan ke arah lain.


"Ck..., ya sudah terserah kau saja, yang penting kau senang Istriku, Sini peluk!" titah Chandra pada sang Istri dengan merentangkan kedua tangannya. Vitalia pun lalu menoleh ke arah sang Suami, ia pun lalu ikut merentangkan tangannya dengan berjalan ke arah Chandra untuk menerima pelukan dari sang Suami.


Greeppp...


Kini sepasang Suami Istri tersebut saling berpelukan.


"Thanks Mas, kau selalu ada untuk ku, Aku tidak tau jika kau tidak ada di sisiku, mungkin Aku sudah menyerah. Aku tak tau sampai kapan ketakutanku ini akan terus menghantui ku jika mengingat perkataan Amelia tadi," batin Vitalia.


"Istriku, kau mungkin bisa menjinakkan wanita itu, tapi Aku tak yakin jika dia akan membiarkanmu pergi kembali dengan keluargamu yang berada di Indonesia, karena Aku memenjarakannya bukan karena dia ikut andil dalam penghancuran perusahaan, tapi karena ia telah mengetahui identitasmu yang sebenarnya, dan berusaha membocorkan semua pada keluarga Hirata, berbeda dengan Mama Renita yang sebenarnya mengetahui, akan tetapi dia tak berani menyampaikan kepadamu, karena ia sayang padamu, Aku yakin jika setelah ini Mama Renita akan mencegahmu untuk pergi," batin Chandra sambil memeluk sang Istri dengan pelukan mesranya.


Bersambung...


...****************...


...----------------...


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen, dan Favorite


Terima kasih 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2