Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 05


__ADS_3

Pertemuan Amelia dan Mirna.


Sesampainya di Sunrise Hospital, tuan Hirata, bersama sang Istri kedua dan Chan Hirata, kini langsung menuju ke ruangan tempat Amelia di rawat.


Ceklekk...


dilihatnya Amelia sedang bersama Melisha. Seketika Amelia pun langsung menghampiri sang Daddy lalu memeluknya.


“ Daddy... akhirnya Daddy datang juga.., Amel sudah merindukan Daddy..” ucap Amelia.


“ Iyaaa, Nak..., Kamu tahu nggak Daddy kesini bawa siapa...” ucap tuan Hirata serius. Dan Amelia pun bertanya: “ Siapa Dadd....??”


“ Taraaa....., ini Mama Nak...” ucap seseorang itu, ya seseorang itu adalah Istri kedua dari tuan Hirata. sedangkan Amelia hanya mengerutkan keningnya bingung, lalu berkata: “ Mama...??, Mama siapa Dadd..??” tanyanya pada sang Daddy, tapi belum sempat Daddynya menjawab sudah di jawab oleh Chan Hirata: “ Ini Mama Tanu..., Dik...” terang sang Kakak.


“ Maafkan Aku Mah..., aku benar-benar lupa...” ucap Amelia sambil menundukkan kepala merasa bersalah. Yaa Nyonya Tanu merupan Mama Tiri dari Amelia, akan tetapi sikapnya justru sayang dengan Amelia, meskipun terkadang jika berurusan dengan saudari tirinya, Nyonya Tanu lebih memihak ke Sherlyn anak kandungnya sendiri. berbeda dengan Sherlyn, anak kandung dari Nyonya Tanu, Ia justru sangat membenci Saudara dan Saudari Tirinya, bahkan karna Dia lah Amelia sampai meninggalkan rumah.


“ Sudah Nak..., Mama sudah tau semuanya dari Daddymu..., Justru sekarang Mamah malah senang sekali, kamu sekarang kembali lagi, Nak... Mama berfikir kamu akan pergi meninggalkan Kami selamanya..., Namun kenyataannya Kamu masih hidup Nak..” ucapnya, sambil memeluk Putri Tirinya, Dan Amelia pun membalasnya, padahal Amelia yang biasanya tak pernah menanggapi Mama Tirinya jika berbicara, akan tetapi kali ini Dia membuka suara untuk pertama kalinya dengan Mama Tirinya, Ia pun lalu berkata: “ Ma... Mama tau nggak sih Ma... justru Amelia merasa bersalah sekali pada kalian semua..., entah mengapa waktu itu Aku pergi dari rumah, bahkan kisah masa laluku saja aku lupa.., mengenal diriku saja juga tidak..., apalagi mengenal kalian yang masih keluargaku..., Aku bahkan tidak dapat membayangkan.., bagaimana dengan masa depanku kelak...” terang Amelia, membuat seluruh orang yang ada di ruang perawatan Amelia pun terkejut, dengan pernyataan Amelia, Bahkan Mama Tirinya merasa senang karena baru kali ini, Putri Tirinya menanggapinya jika sedang berbicara, begitu pula sang Daddy, Ia sangat tak menyangka jika Putrinya menanggapi Istri keduanya, sedangkan Chan Hirata menatap sang Adik bingung, mengapa adiknya seperti bukan Amelia yang Ia kenal, begitu juga dengan Sahabatnya, yang menatap Amelia tak percaya, entah apa yang merasuki Amelia sehingga ia bisa luluh dengan Mama Tirinya yang bermuka dua itu.


“ Sudahlah,Nak yang terpenting sekarang kita sudah berkumpul kembali..., dan cobalah untuk membuka lembaran yang baru lagi..., ada hikmahnya dibalik semua ini...” ucap Tuan Hirata pada Amelia. Dan Amelia pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


“ Ya sudah deh Dadd, Mah... dari pada melow-melow kaya’ gini, mending kita pulang deh Dadd Maa..., Amel sudah pengen banget pulang kerumah...” ucap Amelia. Dan ucapan Amelia pun sontak membuat terkejut dengan pernyataannya, bahkan dirinya saja dulu sangat tidak senang berada di rumah,entah apa yang membuat diri Amel berkata seperti itu.


“ Ya sudah..., kalau begitu Ayo kita pulang...” ajak sang Mama Tiri pada Putrinya. Seketika dapat anggukan dari Amelia. Dan mereka pun lalu berjalan keluar meninggalkan ruang perawatan tersebut.


“ Adik..., Kenapa Kamu tidak seperti Amel yang aku kenal selama ini, bahkan sikapmu yang acuh pada Mama Tanu, sekarang mendadak ramah dengannya..., apakah ini karna efek dari amnesia..??, tapi mengapa Amel tidak mengingatnya sama sekali...” gumam Chan dalam hati, sambil mengikuti Amelia, Daddy, dan Mama Tirinya dari belakang. Setelah itu tuan Hirata bersama Istri keduanya sedang membayar admistrasi, sedangkan Amelia dan sang Kakak berjalan terlebih dahulu untuk keluar dari Sunrise Hospital, tak disangka ketika Amelia berjalan, tiba-tiba saja menabrak seorang dokter dari arah berlawanan, Dan...


Braaakkk...


seketika buku-buku seorang dokter cantik itu pun terjatuh berserakan di lantai.


“ Upss... mmm maafkan Saya, dok..., Saya benar-benar tak sengaja menabrakmu...” ucap Amelia, seketika orang yang ditabrak oleh Amelia pun, langsung membereskan berkas-berkasnya tanpa menghiraukan ucapan Gadis yang menabraknya, akan tetapi Amelia pun lalu berjongkok untuk membantunya membereskan berkas-berkas yang jatuh tersebut, sambil berkata: “ Maaf, dok Aku tak sengaja menabrakmu...” ucap Amelia. Dan ucapan Amelia membuat Mirna mendongkakkan kepalanya, dan berkata: “ Iya..., Nona tidak ap......” belum sampai selesai mengucapkan Mirna pun terkejut menatap Gadis yang menabraknya, Ia benar-benar tak percaya melihat siapa yang telah menabraknya. Yaa Seseorang yang Amelia tabrak adalah Mirna Feriska, Mirna kini tak menyangka jika ia kini bertemu dengan Vitalia/Adik Sepupunya di Sunrise Hospital. Sontak Mirna pun berkata: “ Vitalia...Kau...” ucapnya dengan terkejut, lalu tiba-tiba saja Ia refleks memeluk tubuh Amelia begitu saja, sedangkan Amelia hanya diam mematung di tempat, karna Ia bingung mengapa dirinya justru di peluk oleh orang yang Ia tabrak.


“ dok...mmm maksud Anda apa...??” tanya Amelia bingung, sambil dipeluk oleh Mirna. Dan Mirna pun menjawab: “ Vitalia..., ini Aku Mbak Mirna..., apa Kamu melupakanku..?? hmm.., bahkan aku sangat merindukanmu Vit..., Kau kemana saja...??, Kau tahu tidak, bahwa semua orang mencarimu..” ucapnya dengan penuh penekanan dan penuh semangat, sambil melepaskan pelukannya. Sedangkan Amelia mengerutkan keningnya bingung, berusaha mencerna kata-kata wanita yang sekarang berada tepat di depannya.


“ Tapi..., Kak....Akuuu....” ucap Amelia terhenti, karna dipotong oleh seseorang.


“ Tunggu dulu..., Kau mungkin salah orang Nona...” ucap Chan yang muncul dari arah belakang Amelia. Sontak Amelia dan Mirna pun menatap ke arah sumber suara, lalu berdiri, dan Mirna pun membuka suara “ Apaaa...??, itu


mustahil Tuan...”

__ADS_1


“ Oh...jadi Kau seorang dokter.., perkenalkan nama Saya Chan Hirata...” ucap Chan sambil mengulurkan tangan ke arah Mirna, sayangnya uluran tangan tersebut tidak ditanggapi oleh Mirna.


“ Hmmm..., tolong jawab pertanyaanku...!!, maksud Anda apa..?? kenapa berkata seperti itu...??, jelas-jelas Dia adalah Adikku...” ucap Mirna tak terima, akan tetapi belum sampai Chan menjawab, Amelia pun lalu menyela ucapan dari Mirna, dan berkata: “ Benar apa kata Kaka’ku, Kak..., mungkin Kakak salah orang..., namaku Amelia..., bukan Vitalia...” ucap Amelia, sambil memegang tangan Mirna.


“ Apaaa...??, Tapi Vitaaa....” ucap Mirna terpotong.


“ Sudah jelas bukan..., jika Dia bukan Vitalia yang Kau maksud, Nona...!!” seru Chan dengan penuh penekanan. seketika pernyataan dari Chan pun membuat Mirna meneteskan air matanya yang tiba-tiba saja lolos begitu saja. sementara Amelia yang melihat Mirna meneteskan air matanya pun hendak menghapusnya, dan berkata: “ Kakak... kenapa Kau menangis...?? “ tanya Amelia bingung, begitu pula dengan Chan: “ Dia, mengapa menangis...?? batin Chan Hirata.


“ Mmm Ma’afkan Aku..., Kau benar.., mungkin Aku salah orang...” ucap Mirna sambil melepas tangan Amelia. “ Permisi....” sambungnya, lalu Ia pun beranjak pergi meninggalkan Amelia dan Chan Hirata. Setelah kepergian Mirna entah mengapa hati Amelia begitu sedih.


“ Mengapa Aku seperti tidak asing dengannya...?? , Dan ya... sudah kedua kalinya, dengan dua orang yang berbeda, menyebutku dengan nama Vitalia..., lantas siapa Vitalia itu..??” batin Amelia.


“ Adik..., Kenapa Kau melamun..??, Hmmm...” tanya sang Kakak membuyarkan lamunan Amelia, Dan Amelia pun menjawab: “ Ehh..., emm..., enggak kok Kak..., Amelia hanya kasihan saja melihat Kakak tadi...” ucap Amelia.


“ Sudahlah..., tak usah Kau pikirkan Dik..., mungkin karna wajahmu mirip dengan Adiknya..” ucap Chan, berusaha memberi pengertian.


“ Kenapa dengan diriku..??, entah mengapa ketika sama Kakak tadi... aku merasa nyaman, dan..., sebenarnya aku ini siapa...?? tanya Amelia dalam hati.


“ Kalau begitu.., Ayo... kita sudah ditunggu Daddy sama Mama di mobil, karna tadi Daddy mengabariku jika Daddy sama Mama lewat pintu lain...” ucap Chan pada sang Adik, Amelia pun mengangguk setuju dengan ucapan sang Kakak, dan mereka pun kini keluar menuju tempat parkir.

__ADS_1


*****Selamat Membaca


Jangan Lupa Vote, Like, Komen dam Favorit, Yaaa...Terimakasih....


__ADS_2