Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 106


__ADS_3

Rencana Mirna Untuk Mengungkap Sebuah Kebenaran


Chandra pun segera berlari ke arah belakang menghampiri Vitalia yang sudah tak sadarkan diri. Bahkan Ia sudah berusaha membangunkan Vitalia, namun tetap saja tak ada respon. Tanpa menunggu lama Chandra pun segera membopong sang Istri dengan berlari menuju FireField Hospital yang kebetulan tidaklah jauh dari taman. Chandra berlari dengan terburu-buru memasang wajah yang gusar.


Sesampainya di FireField Hospital, Chandra pun berteriak sekencang mungkin meminta pertolongan tenaga medis.


“Suster .., dokter ..., cepat tolong Istriku ... !!” teriaknya meminta tolong.


Seketika saja semua orang yang berada di ruang Instalasi gawat darurat tersebut mengarahkan pandangan menatap Chandra. Bella yang baru sampai di ruang IGD pun juga ikut terkejut melihat Sahabatnya yang tampak tak sadarkan Diri dibopong Atasannya.


“Lia ... ??, Lia kenapa Tuan .. ??” tanya Bella sambil berlari menghampiri Chandra yang sedang membopong Istrinya. Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Dokter Bella, cepat tolong Istriku ... !!” teriaknya memerintah Bella agar menolong sang Istri.


Tanpa menunggu lama Bella pun lalu meminta Chandra untuk membaringkan sang Istri di atas bed pasien, setelah Chandra membaringkan Istrinya, Bella pun lalu memeriksa Sahabatnya yang sudah terkulai lemah tak berdaya.


Dengan telaten dokter Bella memeriksa Sahabatnya, setelah selesai melakukan pemeriksaan, Chandra pun membuka suaranya dengan bertanya kepada dokter Bella, “Dok ..., bagaimana keadaan Istriku .. ??”tanyanya.


Dan dokter Bella pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tuan, jangan khawatir Vitalia dan Bayinya tidak kenapa-kenapa .., dokter Lia hanya kelelahan saja, apalagi kondisi dokter Lia saat ini sedang hamil, jadi kondisi fisiknya juga perlu dijaga, agar tidak berpengaruh pada Bayinya ...” ucap Bella menjelaskan kondisi dari Vitalia.


Chandra pun menghembuskan nafas lega setelah mendengarkan penjelasan dari dokter Bella, Ia pun lalu berkata, “Huh ..., syukurlah ..., thanks ya dok ...”


“Kau benar-benar membuatku khawatir, Istriku .., Aku berjanji setelah ini Aku akan selalu menjaga dan merawatmu, dan Aku berjanji akan menerima hukuman apapun darimu, Istriku ..” tutur Chandra sambil memegangi kedua tangan Vitalia lalu menciumnya.


Sementara dokter Bella yang melihat pun merasa sangat terharu, melihat kemesraan yang diperlihatkan Chandra pada Vitalia Sahabatnya. “Aku sangat berharap Kau bisa kembali lagi dengan Tuan Chandra, Vitalia ..., setelah melihat seperti ini, Aku jadi yakin jika Suamimu sangatlah mencintaimu ...” batin Bella sambil tersenyum melihat perlakuan Chandra yang sangat perhatian pada Sahabatnya.


“Dok .., tolong pindahkan Istri Saya ke ruang perawatan yang nyaman untuknya, jagalah Dia, Aku akan pergi dulu untuk menemui seseorang terlebih dahulu, setelah itu Aku akan kembali lagi!!” perintah Chandra pada dokter Bella agar menjaganya.


Dokter Bella pun menganggukkan kepala mengiyakan perintah dari Atasannya dengan berkata, “Baik Tuan .., setelah dokter Lia sadar, Saya akan memindahkan dokter Lia ke ruang perawatan ..” balasnya.


“Okey, baiklah ..” ucap Chandra lalu segera beranjak pergi dari ruang IGD, namun ketika Ia akan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut, tiba-tiba saja tangan Chandra di cekal oleh Vitalia yang sedang mengigau.

__ADS_1


“Mas ..” ucapnya, seketika saja Chandra terperangah mendengar panggilan yang dilontarkan oleh sang istri. Ia pun lalu menengok ke arah sang Istri yang sedang mencekal tangannya, “Sayang ..., tidurlah Aku akan kembali setelah urusanku selesai ..”ucap Chandra lembut dengan membisikkannya tepat berada di telinga sang Istri, sambil membelai rambutnya. Ia pun lalu melepaskan pegangan tangan Vitalia dengan hati-hati, bermaksud agar tidak terbangun dari tidurnya, setelah itu Ia pun segera beranjak pergi untuk menemui seseorang.


...****************...


Setelah sekian lama menunggu kedatangan Frans yang tak kunjung datang, akhirnya Mirna Feriska dan juga Amelia Hirata memutuskan untuk pergi ke sebuah cafe yang jaraknya dekat dengan Hotel tempat Dirinya menginap.


Di Cafe


Setelah memesan hidangan makanan, Amelia Hirata pun mulai membuka obrolannya dengan berkata, “Oh iya Mbak, katanya Mbak mau mengenalkan Aku dengan seseorang, mana orangnya, Mbak ... ??” tanyanya pada Mirna yang sedang sibuk dengan ponselnya. Mirna pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Astaga, Aku hampir melupakannya, Mel .., sebentar Aku hubungi Dia dulu ya ..” ucapnya lalu segera menghubungi seseorang yang dimaksud oleh Mirna, tanpa menunggu persetujuan dari Amelia.


Ketika Mirna akan menghubungi seseorang, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan menyapa Amelia dengan sebutan Vitalia.


“Vitalia, Kau disini ... ??, bukankah Kau tadi di ..” belum sampai ucapan Seseorang itu selesai, secepat kilat Mirna mendongakkan kepala menatap kedatangan seseorang itu, betapa terkejutnya Mirna melihat Hans yang berada di depannya saat ini, Ia pun lalu berkata, “Hans ...” ucapnya. ‘Ya, seseorang yang datang itu ternyata adalah Hans, orang suruhan dari Keluarga Wijaya sekaligus pengawal pribadi Vitalia sejak kecil.


Begitu pula dengan Hans yang melihat ke arah Mirna tak kalah terkejutnya melihat Kakak Sepupu majikannya, “Loh ..., Nona Muda .. ??” ucapnya menatap tak percaya dengan siapa yang Ia lihat saat ini.


Mirna pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Emmh ya ..., ini Aku, dan yang Kau lihat itu bukanlah Vitalia, tapi Dia adalah wanita yang mirip dengan Vitalia !!” ucapnya menjelaskan pada Hans. Seketika saja Hans sama sekali tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh Mirna, Ia pun lalu menjawabnya dengan nada keterkejutannya, “Apa ... ??, tapi kenapa bisa semirip itu, Nona Muda .. ??”


Hans pun lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan wanita cantik yang ada di depannya saat ini sambil berkata, “Perkenalkan, namaku Hans, Aku orang suruhan Keluarga Wijaya, senang berkenalan denganmu,” ucapnya sambil tersenyum manis menatap ke arah Amelia. Amelia yang merasa Dirinya ditatap pun menjadi salah tingkah, sebisa mungkin Ia pun berusaha menetralisir keadaan dengan membalas uluran tangan dari Hans sambil berkata, “Senang berkenalan denganmu, Tuan Hans,” ucapnya sambil tersenyum manis ke arah Hans. Sementara Hans hanya terdiam terpaku menatap Amelia.


“Lalu untuk apa Kau kesini, Hans .. ??” sambung Mirna dengan melontarkan sebuah pertanyaan pada Hans, sontak saja pertanyaan tersebut membuat lamunan Hans buyar seketika.


Hans pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Eh ..., emm seperti biasa, Mbak ..., kebetulan Tuan Aditya menyuruhku untuk mendampingi Tuan Aldo dan Nyonya Muda Vanya untuk berbulan madu,” ucapnya salah tingkah karena Dirinya kepergok melamun memandangi Amelia.


Mirna yang merasa ada gelagat aneh dari Hans dan Amelia pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Oh, kalau begitu kebetulan sekali Hans, Aku juga akan melakukan pertemuan dengan Vanya dan juga Aldo, Aku mau bicara pada Mereka empat mata, dan hanya Mereka dan Kau lah yang tahu mengenai hal ini ...” ucapnya sambil menatap Amelia dan Hans secara bergantian.


“Sebentar-sebentar maaf memotong, Mbak Mirna, kenapa melihatku seperti itu ... ??” ucap Amelia menimpali obrolan yang sama sekali di luar topik pembahasan karena merasa tak enak ditatap oleh MIrna. Mirna pun menjawabnya dengan terkekeh geli, “Hehehe, siapa juga yang melihatmu, hanya saja Mbak heran dengan sikap Kalian, yang sangat aneh itu ..”


“Lah bagaimana sih ... ??” tanya Amelia kesal dengan Mirna yang seolah-olah sedang menggodanya. Sementara Hans hanya tersenyum tipis melihat tingkah dari Amelia yang baginya sangat lucu.

__ADS_1


“Sudah, Mel .., ngomelnya ... ??, kalau sudah Mbak mau lanjutkan bicaranya dengan Hans .. ??’ tanya Mirna memastikan, namun sayangnya pertanyaan dari Mirna hanya dijawab deheman saja oleh Amelia Hirata.


...****************...


Setelah Mereka berdebat, akhirnya minuman hidangan yang Mereka pesan pun datang dan saat itu pula Mirna mulai menyambung obrolannya tadi yang sempat terpotong oleh Amelia. “Ini tentang Vitalia, Hans ..., dan tentunya Kau pasti tahu maksudku ...” ujarnya.


“Maksudnya tentang keberadaan Vitalia ... ??” tanya Hans memastikan lagi dengan apa yang dikatakan oleh Mirna. Dengan cepat Mirna pun menjawabnya, “Kau benar, Aku akan menyuruh geng Kalajengking untuk menyebarkan informasi jika Vitalia masih hidup, namun hanya pihak Keluarga saja yang mengetahui hal ini, dan satu lagi informasi ini harus menyebar di seluruh Keluarga besar Wijaya tanpa sepengetahuan Dari Vitalia .. !!” tandasnya.


“Apaa ....??, tapi bagaimana bisa, Nona Muda ..., itu terlalu resiko jika Kita memutuskan untuk memberitahu berita ini pada seluruh anggota Keluarga Wijaya ..” ucap Hans sambil menggelengkan kepalanya tidak menyetujui ucapan dari Mirna.


“Bisa Hans ..., selagi geng Kalajengking masih berada di naungan GrandPa ..., karena GrandPa lah yang menyuruhku untuk mengambil keputusan seperti ini ..., meskipun resikonya sangatlah besar, tapi tak ada salahnya Kita mencoba, Hans ...” tutur Mirna Feriska berusaha membujuk Hans.


“Hmmm, baiklah, kalau itu memang sudah keputusan GrandPa, Aku tidak bisa melarangnya, namun Aku tak tahu jika sampai para musuh dari geng Kalajengking tahu tentang hal ini, Aku tidak akan bisa membayangkan resiko yang akan dihadapi Vitalia sangatlah besar, mengingat ...” ucapan Hans pun seketika terhenti, Ia hampir kelepasan mengutarakan sesuatu yang seharusnya tidak Ia katakan di depan orang lain selain dokter Mirna Feriska.


“Kenapa berhenti, Hans ... ??” tanya Mirna Feriska pada Hans, seketika itu pula Hans pun memberi kode pada Mirna dengan menyenggol kaki Mirna. “Emhh, enggak .., nggak jadi ...” ujarnya.


“Kenapa nggak jadi Tuan, Aku menyimak loh ... ??” sahut Amelia Hirata menatap heran Hans. Hans pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tidak kok, Nona .., Saya mungkin hanya salah berbicara, makanya Aku menghentikan ucapanku ...” ucapnya.


“Iya, Mel ..., soalnya itu salah satu kebiasaan buruk dari Hans memang begitu ..” ucap Mirna menimpali, agar Amelia percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hans. Amelia yang merasa aneh pun hanya terdiam tak menjawab ucapan dari keduanya.


“Sangat aneh ..., sepertinya Aku harus mencari tahu sendiri, kebenaran tentang Vitalia, Aku yakin sekali jika Vitalia itu adalah Saudari Kembarku ..” batinnya.


...----------------...


^^^Tahan bentar Bestie ....^^^


^^^Hmmm makin seru ya...^^^


^^^Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like dan Komennya Ya ....^^^

__ADS_1


^^^Terima kasih .. 🥰🥰🙏🙏^^^


__ADS_2