
Aku harap dia tak akan mengusirku setelah ini
Keesokan harinya setelah perdebatan panjang yang terjadi semalam, kini Vitalia tempak sedang duduk sendirian di sebuah bangku taman RS dengan duduk terpaku dengan pemikirannya. Vitalia memang memutuskan untuk menenangkan diri sejenak, tanpa ditemani oleh siapapun, termasuk dengan sang suami.
“Mimpi itu? Ya Tuhan, mengapa mimpi itu seperti nyata?” batin Vitalia bertanya-tanya dalam hati memikirkan mimpi itu.
Flashback On :
Di dalam mimpi tersebut, Vitalia tampak sedang sedang berjalan menyusuri koridor RS, tanpa diduga olehnya, tiba-tiba saja ada seorang dokter paruh baya yang masih terlihat cantik datang-datang lalu memeluknya.
Greepp ....
“Putriku, kau putri Mommy, Thalia! Hiks ... hiks ...” teriak dokter Gabby sambil menangis histeris memeluk Vitalia.
Sementara di dalam mimpi tersebut, Vitalia hanya terdiam di tempat mendengar pernyataan dokter Gabby yang tiba-tiba saja memeluknya. Setelah sekian detik berlalu, Vitalia menggelengkan kepalanya pelan dan berkata, “Apa? Darimana anda tau kalau aku adalah putrimu? Sementara hasilnya saja belum keluar, kenapa anda bisa berkata bahwa aku adalah putrimu?” tanyanya dengana mode dingin, tanpa membalas pelukan dari dokter Gabby.
Dokter Gabby pun akhirnya melepas pelukannya, kemudian berkata, “Sayang, lihat dan bacalah baik-baik! Hiks ... hiks ..., hasilnya sudah keluar, dan ternyata benar kau adalah anak Mommy, Nak! Hiks ... hiks ..., kau anak Mommy yang menghilang 30 tahun yang lalu, hiks ... hiks ..” ujar dokter Gabby dengan menangis sesenggukan sambil menyerahkan selembar kertas berisikan tentang hasil tes DNA pada Vitalia.
Vitalia yang menerima selembar kertas tersebut pun terbelalak ketika melihat hasil tes DNA yang diberikan oleh dokter Gabby kepadanya.
Flashback Off :
“Ya Tuhan, mengapa aku terus memikirkan mimpi itu? Bahkan mimpi itu terasa seperti nyata dan benar-benar terjadi. Apa benar aku adalah bagian keluarga Hirata, yang tak lain adalah saudari kembar Amelia sekaligus putri kandung Daddy Hirata?”
“Tapi .., tapi bagaimana mungkin?”
“Tidak, itu tidak mungkin!” seru Vitalia berteriak histeris menutupi kedua telinganya dengan menggunakan kedua telapak tangannya, sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara dokter Gabby yang baru saja datang dengan menyusuri koridor RS, sangat terkejut melihat Vitalia yang sedang sendirian di taman RS. Cahaya dengan berteriak histeris seperti orang depresi.
“Thalia ...” gumam dokter Gabby pelan, dan seketika itu pula dengan berjalan cepat dokter Gabby menghampiri Vitalia yang sedang duduk di bangku taman yang dalam kondisi seperti tidak baik-baik saja.
“Dokter Thalia, kenapa kau sendirian di sini?” tanya dokter Gabby pada Vitalia baik-baik. Namun siapa sangka pertanyaannya justru mendapatkan jawaban tak enak dari Vitalia.
__ADS_1
“Untuk apa kau kesini dokter Gabby? Hiks ... hiks .., cepat pergi dari sini!” usir Vitalia berteriak histeris sambil menangis sesenggukan.
“Tapi, Nak ...”
“Jangan memanggilku dengan sebutan anak! Aku bukan anak anda dokter Gabby!” bentak Vitalia tiba-tiba tersulut emosi mendengar dirinya di sebut ‘Nak’ oleh dokter Gabby.
“Sayang, dengarkan Mommy apakah kau ...”
“Cukup Mom! Hiks ... hiks ..., mungkin benar aku telah menganggapmu seperti Mommy ku sendiri, namun bukan berarti aku mau menerima jika aku adalah anak kandung Mommy yang juga kembaran dari Amelia .., hiks ... hiks ..”
Sementara Chandra, dan Mama Renita yang sedang menebus obat pun melihatnya dengan membelalakkan matanya terkejut ketika mendapati Vitalia yang sedang ribut di taman RS bersama dengan dokter Gabby.
“Kumohon dok, pergilah dari sini, aku ingin menenangkan diri sejenak!” pinta Vitalia pada dokter Gabby agar segera pergi meninggalkannya sendirian.
“Tapi Nak, kondisimu ..”
“Jangan hiraukan aku! Aku tak butuh perhatianmu! Hiks ... hiks ...” balas Vitalia dengan menangis histeris. Dengan cepat Chandra yang baru tiba pun segera memeluk sang Istri.
Greepp ...
“Dokter Gabby kumohon padamu, pergilah dari sini! Hiks .. hiks ..” ucap Vitalia dengan menangis terisak di pelukan sang Suami sambil menudingnya pergi. Sementara dokter Gabby hanya terdiam dengan meneteskan air matanya yang lolos dengan begitu saja. Entah mengapa hatinya begitu hancur ketika Thalia mengusirnya.
Melihat sang Istri yang terus menerus menangis, akhirnya Chandra angkat bicara, “Dokter Gabby, turutilah permintaan istriku, dok! Kumohon!” pintanya agar dokter Gabby pergi.
Dokter Gabby yang mendengar perkataan dari Chandra pun lalu menghapus air matanya yang membasahi pipi dan berkata, “Baiklah, saya akan pergi dari sini, namun sebelum pergi, saya mau menyampaikan sesuatu pada dokter Thalia. Jangan lupa hari ini juga kita akan melakukan tes DNA.”
Vitalia yang mendengar penuturan dari dokter Gabby pun lalu melepas pelukan sang suami dan menghapus air matanya, kemudian berkata, “Baiklah aku setuju ..” ujarnya yang kali ini berusaha tetap tegar di hadapan dokter Gabby.
“Bee, lebih baik kita pergi dari sini, jangan hiraukan dia ...” sambung Vitalia lagi dengan menarik tangan Chandra yang sedang memegangi selang infusnya.
Pada akhirnya Vitalia dan Chandra melangkahkan kakinya pergi dengan meninggalkan dokter Gabby dan Mama Renita yang hanya diam menatap kepergian mereka. Namun saat Mama Renita akan melangkahkan kakinya pergi menyusul keduanya, langkah kakinya dihentikan oleh dokter Gabby.
“Tunggu, Renita!” teriak dokter Gabby memanggil mama Renita. Seketika itu pula mama Renita menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang.
__ADS_1
Dokter Gabby pun lalu membuka suaranya lagi dengan bertanya, “Kenapa kau bisa seakrab itu dengannya? Apa yang sudah kau lakukan hingga dia bersikap dingin terhadapku, Renita? Jangan bilang jika kau yang telah mempengaruhinya!”
“Kau salah Gabby! Justru Akulah yang terpengaruh olehnya, dan mengenai aku bisa seakrab itu dengannya, itu bukan urusanmu ...” jawab Mama Renita dingin dan melangkahkan kakinya pergi. Namun lagi-lagi tangan dari Mama Renita di cekal oleh dokter Gabby.
Sreeghhh ...
“Mau kemana kau? Jawab pertanyaanku Renita!” pintanya agar menjawab pertanyaan yang dilontarkan olehnya.
“Kalau kau ingin mengetahuinya, tanya saja Vitalia! Hanya dialah yang mengetahui isi hatiku, dan hanya dialah yang mengerti akan perasaanku, sehingga dirinya bisa merubahku seperti saat ini ...” balas Mama Renita dingin.
“Apa? Jadi kau berubah baik itu karena ..” belum sampai dokter Gabby menyelesaikan ucapannya, mama Renita menyahutnya dengan berkata, “Ya, kau benar! Vitalia lah yang telah merubah diriku ..” ujarnya dengan penuh rasa haru, mengingat Vitalia yang sudah merubah jati dirinya.
Dengan tersenyum remeh dokter Gabby pun berkata, “Heh .., tapi kau lupa Renita, kaulah yang membuang bayi itu Renita!”
“Aku akui jika akulah yang membuang bayi itu! Namun aku harap dia tidak akan mengusirku setelah ini ..” ucap Renita melemah lalu melepaskan cengkeraman tangan dokter Gabby yang hanya diam mematung di tempat mendengar pernyataan dari Mama Renita.
“Ya Tuhan .., benar apa kata Renita, bagaimana jika dokter Thalia itu adalah putriku? Aku tak dapat membayangkan betapa hancurnya perasaan Thalia ketika ia terbukti putriku, meskipun baru dugaan tapi aku yakin jika Thalia adalah putriku yang menghilang 30 tahun yang lalu ..” gumam dokter Gabby dalam hati sambil menatap kepergian Mama Renita yang sudah menghilang tak terlihat lagi.
***
Sementara Vitalia kini sedang sibuk disuapin sarapan oleh sang suami. Bahkan tanpa disadari oleh keduanya Mama Renita melihat mereka dengan tatapan penuh arti.
“Terima kasih, Nak. Selama ini kau sudah membuat banyak perubahan pada mama. Ya, meskipun kau tak percaya dengan ucapan mama dan dugaan Amelia, tapi mama tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah ketika kalian tes DNA nanti. Jika hasilnya kau adalah anak tiri mama, maka mama akan pergi sejauh mungkin sampai kau tak menemukan mama lagi. Mama tidak berharap banyak kepadamu, Nak! Mama hanya ingin melihatmu bahagia bersama dengan keluarga hirata dan keluarga kecilmu. Maafkan mama yang sudah membuangmu ...” gumam Mama Renita dalam hati.
***
^^^Vitalia POV :^^^
^^^Mimpi itu terus saja menghantuiku seolah-olah seperti nyata. Aku tau itu hanyalah bunga tidur, namun entah mengapa hatiku sangat sakit ketika mengingatnya.^^^
Bersambung .....
...****************...
__ADS_1
...----------------...