
Bertemu Mommy Gabby
Sementara Vitalia yang sudah berada di ruangannya, ia pun lalu mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang, namun ia tak menemukannya.
"Mas ..., kau dimana?" teriak Vitalia memanggil sang suami namun panggilannya justru tak ada yang lalu menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan baju scrub yang ia bawa.
Saat ia akan membuka pintu kamar mandi, betapa terkejutnya Vitalia melihat sang Suami muncul di balik pintu kamar mandi tersebut.
Ceklek ...
“Astaga Mas, kau itu mengagetkanku saja!” ucap Vitalia dengan nada keterkejutannya. Sedangkan Chandra hanya terkikik geli melihat ekspresi sang istri.
“Honey kaget ya?” tanya Chandra memastikan.
“Udah jelas kaget, masih saja tanya ...” ucap Vitalia menggerutu kesal dengan ulah sang suami. Vitalia pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Ya sudah sana minggir, aku mau ganti baju dulu!” usirnya.
Sementara Chandra pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Ikut dong,” ucapnya bertanya.
“Enggak!” tolak Vitalia dengan memutar bola matanya jengah lalu mendorong tubuh sang suami agar tak menghalanginya untuk masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Chandra hanya terkikik geli karena berhasil menggoda sang istri.
“Lihat saja nanti ...” ucap Chandra sambil tersenyum penuh arti. Tak di sangka Vitalia pun lalu membuka pintu kamar mandinya kembali, mengurungkan niatnya untuk ganti baju.
Klekkk...
"Honey mending minggir deh, sana pergi nanti takut ada yang curiga!" usir Vitalia pada sang Suami.
"Kau mengusirku?" tanya Chandra memastikan.
"Bukan mengusir tapi ini demi kebaikan, Bee!" seru Vitalia sambil berjalan keluar kamar mandi lalu memegang tangan sang Suami.
"Huh ...., bagaimana kalau ku tunggu lima menit, setelah itu aku baru pergi dari sini .." tawar Chandra pada sanga Istri.
"Tapi Bee.." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya jari Chandra sudah menempel di bibir Vitalia. Seketika saja ucapan Vitalia terhenti.
"Ssstttt.., ya sudah sana ganti baju! aku akan pergi dari sini ..." ujar Chandra datar.
"Marah? Mafia kejam marahnya lucu banget sih! Nih alamat hotel tempatku menginap bersama Maya." ucap Vitalia sambil menyodorkan sebuah kartu nama.
"Honey serius di hotel?" tanya Chandra memastikan.
"Iya Bee, kalau di apartment aku takut kalau ketauan bagaimana? Kan bisnis terbesar kakak disini memang itu..." ujar Vitalia menjelaskan.
"Benar juga ya! Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu ya..., jaga dirimu baik-baik!" perintah Chandra.
__ADS_1
"Iya Bee ..." balas Vitalia dengan tersenyum manis lalu bersalaman dengan sang suami dengan mencium tangannya.
Cup...
Chandra pun lalu mengecup kening Vitalia lalu pergi meninggalkan Vitalia.
Namun saat ia akan membuka pintu, Chandra menoleh ke belakang, dilihatnya sang istri yang masih setia memandanginya. Dengan cepat Chandra pun berbalik Dan melangkahkan kakinya kembali memeluk Vitalia. Mereka pun kini kembali berci*man.
****
Sementara di luar ruangan tampak dokter Gabby sedang gusar dengan mondar-mandir kesana-kemari tepat di depan ruangan Vitalia.
“Yaa Tuhan, apakah benar dia adalah putriku, sedangkan aku belum melihatnya dengan jelas .., tapi kenapa tadi dokter Hari bilang namanya adalah dokter Thalia, bukan Amelia .., tapi kalau itu tadi beneran bukan Amelia, lalu siapa dokter tadi? Kenapa dia mirip sekali dengan Amelia? Apakah mungkin dia adalah saudari kembar Amelia sekaligus Putriku yang dulu hilang entah kemana keberadaannya?” batin dokter Gabby dengan berbagai pertanyaan yang muncul dalam benaknya.
“Dokter Gabby ada apa? Kok dokter mondar-mandir di depan ruangan dokter Thalia?”
“Iya nih.. Saya ingin menemuinya tapi takut ganggu saja, karena kan habis melakukan tindakan operasi kan?"
"Dokter tenang saja, dokter Thalia baik kok orangnya..."
Di saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba saja ada seorang pria yang keluar dari ruangan Vitalia dengan menggunakan kacamata hitam dan masker yang menutupi wajahnya.
Dokter Gabby yang melihat pun mengernyit lalu membuka suaranya dengan berkata, "Siapa dia Sus?Kok masuk ruangan orang sembarangan?"
"Lama tak jumpa suaminya?"
"Iya dok, suaminya kebetulan cerita sama Saya. Waktu dokter Thalia mengoperasi pasien."
"Oh begitu..., kalau begitu antarkan Saya masuk, Sus! Saya ingin bertemu dengannya,"
"Baik dok..."
Suster tersebut pun segera membuka kenop pintu ruangan dokter Thalia. Dilihatnya ternyata tidak ada orang.
"Loh, kok nggak ada?" tanya suster tersebut bingung sambil mengedarkan pandangan mencari sosok yang ia cari.
"Dok, dokter Thalia dimana?"
Sontak saja Vitalia yang berada ki kamar mandi mendengarnya, ia pun lalu menyahutnya dengan berkata, " Aku di kamar mandi, Sus! Tunggu sebentar!" serunya.
"Ok dok..., kebetulan ada yang mencari dokter nih..."
Klekkk...
__ADS_1
Vitalia yang berperan sebagai Thalia pun muncul dari balik pintu dengan menggunakan baju scrub yang ia bawa.
"Siapa Sus?"
"Dokter Gabby ingin bertemu dengan anda, dok!"
"Dokter Gabby .." ucap Vitalia dengan mengernyit bingung.
"Iya dok, Saya ingin bertemu dengan anda dokter Thalia..." ucap dokter Gabby yang duduk di atas sofa dengan memakai masker. Vitalia belum menuadari jika dokter tersebut adalah Mommy Gabby Herawati.
"Kalau begitu Saya pergi dulu ya dok..." ucap suster tersebut.
"Baik Sus..." jawab Vitalia mengiyakan perkataan suster tersebut.
Vitalia pun lalu beralih mengarahkan pandangan menatap ke arah dokter yang ingin menemuinya. Betapa terkejutnya Vitalia melihat siapa yang dilihatnya saat ini. Mengingat dokter Gabby sudah melepas masker yang ia gunakan.
"Mommy .." ucap Vitalia pelan, menatap tak percaya dengan siapa yang Ia lihat. Begitu pula dengan dokter Gabby yang melihat Vitalia pun terkejut melihatnya karena tak salah lagi jika yang dilihatnya tadi memang sosok yang sangat mirip dengan Amelia putrinya.
"Putriku ..." ujar dokter Gabby lalu berdiri dari tempat duduknya menatap Vitalia dengan tatapan penuh arti.
"Kau Thalia kan?"
"Iya Mom aku ..." belum sampai Vitalia menyelesaikan penjelasannya, dokter Gabby pun menyahutnya dengan berkata, "Kau putriku yang selama ini menghilang, Nak! Hiks... hiks..., kau Thalia kan?" tanya dokter Gabby memastikan dengan menatap mata Vitalia dalam-dalam sambil menggenggam tangan Vitalia.
Sementara Vitalia hanya diam terpaku, tak tau harus berkata apa, mendengar perkataan dari dokter Gabby yang tak lain adalah Mommy dari Amelia.
"Ya Tuhan, kenapa aku sampai lupa tak menggunakan tahi lalatku? Astagaaa, aku benar-benar tak tau ternyata kembaran Amelia bernama Thalia,"
"Kok bisa kebetulan banget sih Mommy di sini. Jadi dokter lagi..." gumam Vitalia dalam hati berperang dengan pikirannya.
Semetara dokter Gabby yang melihat Thalia hanya terdiam pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kenapa kau hanya diam saja, Nak? Bukankah kau putriku?
"Ya Tuhan bagaimana ini? Kenapa tanganku menjadi bergetar seperti ini? Aku bahkan sampai tak bisa berbuat apa-apa..., apa mungkin kalau aku ini adalah putri mommy yang sebenarnya? Tapi ahh entahlah..., itu tak mungkin Vitalia! Kau itu putri dari keluarga Wijaya bukan Hirata!" batin Vitalia sambil memejamkan matanya berperang dengan pikirannya.
Bersambung....
Vitalia pov :
^^^Serumit inikah hidup? Hingga aku terjebak dengan situasi dan kondisi. Bahkan aku tak menyangka jika nama samaranku ini justru membawaku ke jurang yang begitu teramat dalam.^^^
...****************...
...----------------...
__ADS_1