
Menerima Cinta sang Mafia Kejam
Setelah lima menit waktu berlalu, Chandra memutuskan untuk bertanya lagi pada Amelia, sedangkan Amelia yang merasa sudah lima menit pun mulai berfikir keras. "Amelia ada apa denganmu, mengapa Kamu begitu lemah di depannya, seharusnya Kau bisa menolaknya tapi malah justru Kau akan menerimanya dengan begitu saja..??, apa yang Kau pikirkan Mel" batin Amelia.
Sedangkan Chandra menatap Amelia dalam diam, Dia berfikir entah mengapa Dia sontak mengutarakan isi hatinya sendiri, baru kali ini Dia merasakan sesuatu yang berbeda, padahal Chandra di kenal sebagai player yang suka memainkan wanita. "Hey... dokter Misterius..., bagaimana??, apakah mau menerimaku sebagai kekasihmu...??" tanya Chandra yang tiba-tiba bersimpuh di hadapan Amelia, sedangkan Amelia yang merasa diperlakukan seperti itu pun menatap Chandra dengan gugup dan salah tingkah, lalu Amelia pun berkata:"Chand... Chandra.. berdirilah jangan seperti itu..." ucap Amelia merasa tak enak hati.
"Tidak Mel..., sebelum Kau menerima cintaku, Aku akan seperti ini terus memohon padamu agar Kau menerimaku..." tolak Chandra lembut, sambil memegang tangan Amelia. sedangkan Amelia masih berfikir keras dengan apa yang harus Ia lakukan, apalagi Amelia merasa jika Chandra ada di masa lalunya yang berhubungan dengannya.
"Aduhh bagaimana ini, apa Aku harus menerimanya, dan percaya padanya??, tapi entah mengapa dalam pikiranku Chandra tak pantas untukku, Aku berfikir Chandra masih menyukai Vitalia, tapi disisi lain kenapa jantungku berdetak kencang dan sepertinya Chandra sangat serius padaku...??" batin Amelia sambil menatap Chandra dalam-dalam, dilihatnya tidak ada suatu kebohongan didalamnya, dan berbagai pertanyaan muncul di dalam benak Amelia.
"Dokter Amelia..., kenapa Kau hanya diam saja..??" tanya Chandra menatap heran Amelia yang hanya diam terpaku, sontak membuyarkan lamunan Amelia. "Ehh... eemmm, Ak... Aku..." jawab Amelia gugup, Ia benar-benar diposisi yang bingung.
"Aku apa Mel..., katakan dengan jelas..." pontong Chandra tegas
"Chandra Aku..." ucap Amelia terhenti, kini Ia benar-benar tak tau harus berbuat apa, dan akhirnya, Amelia pun meneruskan perkataannya, dan..
*Flashback On:
"Vitalia ingatlah... Aku akan menikahimu...
"Itu tidak akan terjadi Chandra..., Kau menikahi ku karena akan mempermainkan ku saja.., tak lebih dari itu.. jangan mentang-mentang Kakakku adalah Sahabatmu, Kau seenak jidatnya sendiri memutuskan segala sesuatu..."
"Heh..., lagi pula memang Aku menikahimu bukan karena Cinta tapi Aku ingin membalaskan demdamku padamu..."
" Dendam??, cih... harusnya Aku yang membalaskan dendamku padamu, karena Kau telah membunuh banyak anggota gengku..."
" Balaskan saja kalau Kau bisa...
" Oh yaa... akan ku buktikan kebenarannya dan akan ku ungkap kebusukan bisnismu selama ini..."
"Apaaa...??, beraninya Kau mengancamku..."
Flashhh...
" Amelia Aku sudah bilang berkali-kali padamu jauhilah tuan Chandra..., Kau harus berhati-hati padanya...
__ADS_1
" Tapi Mbak..., Amel kan cuma berteman saja..."
" Tidak Ada tapi-tapian Mel..., ingatlah Kau harus fokus pemulihan dulu, bukankah Melisha sudah mengingatkanmu..??
" Hmmm... iyaaa iyaaa..."
Flashback Off*:
Seketika saja Chandra yang melihat Amelia hanya diam sambil memijat pelipisnya pun membuka suara, Dan bertanya: "Mel..., Kau kenapa diam saja..??, Mel..??" ucap Chandra sambil menyenggol tubuh Amelia, dan tiba-tiba saja Amelia mengaduh kesakitan, "Aduh.... Chan... draaa..." sambil memegang kepalanya yang terasa agak pusing
"Mel..., Kau tidak apa-apa kan??" tanya Chandra bingung.
"Eh.. emm.. Aku nggak kenapa-napa kok.., Chand hanya pusing sedikit.."
"Kau yakin...??" tanya Chandra dan dibalas anggukan oleh Amelia, "Kalau begitu Aku ambilkan minuman untukmu sebentar ya..." tuturChandra.
"Ehh... tidak usah Chand..., Aku tidak apa-apa kok...
"Sudah tak apa..." jawablah Chandra. "Pelayan..., cepat tolong bawakan segelas air untuk ku...." titah Chandra pada seorang pelayan, sedangkan Amelia yang merasa tak enak hati pun lalu berkata: "Ehmm..., Chandra maafkan Aku..., bolehkah Kau memberi waktu satu menit lagi untuk berfikir sekali lagi...??" tanya Amelia.
"Ya Tuhan... bagaimana ini.., tapi mengapa terlintas dipikiranku justru ada bayangan wanita yang bernama Vitalia??, lantas apa hubungan Chandra dengan wanita itu..??, nggak..., Aku nggak akan sia-siakan kesempatanku kali ini..., entah mengapa Aku sangat nyaman bersama Chandra..." batin Amelia.
*****
Tak terasa malam semakin larut, Chandra dan Amelia masih berada di kursi dekat taman belakang rumah Chandra pun tak ada yang membuka suara sama sekali, dan seiring berjalannya waktu satu menit telah berlalu, sudah waktunya Amelia untuk menjawab pertanyaan Chandra.
"Chand..."
"Hmmm..., Bagaimana Mel, apakah Kau sudah mempunyai jawaban dariku..??" tanya Chandra seraya bersimpuh memohon di hadapan Amelia, sambil memegang tangannya.
"Ehmm... Aku..., mau menjadi kekasihmu..." jawab Amelia canggung, sambil menundukkan kepalanya menatap Chandra menahan malu.
"Kau serius Mel...??" tanya Chandra dengan mata berbinar bahagia.
"Aku serius Chand..." jawab Amelia seraya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Terimakasih Mel.., Aku berjanji akan selalu menjagamu..., dan Aku berjanji Kita akan menikah secepatnya..." ucap Chandra sambil menciumi tangan Amelia, sedangkan Amelia yang diperlakukan Chandra dengan mesra pun berusaha menyetabilkan jantungnya yang sedari tadi berdetak kencang, dengan mengalihkan perhatian.
"Eh... emmm Chand..., nampaknya hari sudah malam, bolehkah Aku pulang sekarang takutnya nanti Papah mencariku..." ucap Amelia, dan Chandra pun menjawabnya, dengan berkata: "Sudah jangan khawatir, Aku sudah bilang sama Om Hirata tadi, jika Kau kesini dan menginap seharian dirumah Kami untuk merawat Sisi..." ujarnya.
"Hah... tapi Chand, Perempuan tak baik menginap di rumah Laki-laki..." kata Amelia menolak pernyataan Chandra, dan Chandra pun tersenyum ke arah Amelia sambil berkata: "Dokter misterius ku sayang..., Kau itu sekarang sudah jadi kekasihku, jadi Kau tenang saja..., okey..." ucap Chandra berusaha meyakinkan sang Kekasih.
"Huh... iyaaa deh iyaa...., bawel amat sih tuan Mafia Kejam ku yang satu ini..." ucap Amelia sambil mencubit hidung Chandra.
" Aduhh sakit...., Sayang..."
Blusshhh, pipi Amelia pun tiba-tiba memerah seketika, karena dipanggil dengan sebutan Sayang oleh Chandra.
"Chandraaa... nggak usah godain gitu kenapa sih.." balas Amelia menahan malu.
"Memangnya kenapa kalau Aku suka godain Kamu...??, hmmm" tanya Chandra pada sang Kekasih barunya.
" Isshhh mulai lagi deh..., dasar tukang gombal..., hihihi..." timpal Amelia sambil terkikik geli melihat Chandra yang tiba-tiba berubah 180° menjadi pria termanis di hadapannya.
"Sayang..., kok malah ketawa sih..??" tanya Chandra heran dengan tingkah Kekasih barunya, dan Amelia pun membalasnya: "Biarin..., habisnya Kamu lucu banget sih, Yang... eh ups..." ucap Amelia kelepasan menyebutkan sebutan Sayangnya pada Chandra, sontak Chandra pun tersenyum bahagia, dan bertanya: "Coba apa katamu tadi..??"
"Apaan sih..., Chandra..." balas Amelia dengan menahan malu.
"Hmm.., cepat ulangi sekali lagi Sayangku.." ucap Chandra sambil memeluk Amelia dari arah belakang.
"Ehmm..., Sayangkuuu..." jelas Amelia dengan begitu saja. sontak membuat hati Chandra begitu bahagia, dengan perkataan sang pujaan hatinya, "Nah gitu dong..., itu baru namanya kekasih dari Chandra Zhu..." tutur Chandra.
"Iyaaa Mister Mafia Kejam..., hehehe..." balas Amelia sambil terkekeh geli menyebut sebutan lain dari Chandra.
"Sayang..., jangan menggodaku atau akan Aku gelitiki nanti..." ucap Chandra sambil membalikkan badan sang Kekasih untuk berhadapan langsung dengannya, lalu memeluk pinggang Amelia erat-erat.
"Heheheh... siap Tuan Muda..." balas Amelia menyengir kuda, sambil melingkarkan pelukannya di leher Chandra.
******
Aww.... Aw.... Aw... so sweet banget nggak sih...??😍😍, lantas apakah hubungan mereka kedepannya akan bertahan lama sampai kejenjang pernikahan??, hmmm apalagi Amelia belum menyadari jika dirinya adalah Vitalia, bahkan Ia pun juga belum bisa mengingat ingatannya dengan sepenuhnya.
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏