
Hampir Ketahuan
Sontak saja membuat Arnold terkejut, bukan hanya Arnold saja bahkan Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia pun ikut terkejut melihat siapa orang yang telah menyelamatkannya. Ia pun lalu berkata, “Ka.. Kau..” ucap Vitalia tergagap melihat wanita itu. Wanita itu pun berkata, “Sudah Vitalia..., Kita tidak punya banyak waktu, KIta harus segera pergi dari sini..” ucap Amelia pada Vitalia sambil menarik Vitalia agar segera naik ke atas speed boat yang Ia gunakan untuk mengarungi lautan.
Sementara Arnold sangat terkejut melihat sosok wanita yang mirip dengan Amelia berada tepat di depannya yang terlihat sedang berbincang-bincang dengan Amelia walaupun Ia melihatnya dengan pandangan kabur karena efek pukulan keras yang dilayangkan di kepalanya.
Sedangkan Vitalia pun sebelum menaiki speed boat Ia berkata, “Amelia apa yang Kau lakukan, bagaimana jika Arnold mengetahui wajahmu yang mirip denganku??, bisa hancur rencana ku Mel..” ucapnya pelan. Dan Amelia yang sudah berada di atas speed boat pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Sudahlah Vit.., ini bukan waktunya buat kita berdebat, masalah itu Kita pikir belakangan, yang terpenting Kau selamamat dari si brengsek Arnold itu.” Vitalia pun hanya mengangguk mengiyakan Ia bingung harus bagaimana lagi, Amelia sudah terlanjur datang untuk menyelamatkannya, dan jika Amelia tidak datang bisa saja Arnold sudah mencuri keperawanannya. “Ya sudah ayo buruan naik.., tunggu apa lagi Vitalia, keburu si brengsek itu bangun dan yang lain datang kesini.” ucap Amelia memerintahkan Vitalia agar segera menaiki speed boat yang Ia gunakan. Vitalia pun lalu segera naik ke atas speed boat bersama dengan Amelia dan meninggalkan kapal milik Arnold.
Tanpa ada rasa takut Amelia membawa speed boatnya dengan baik, di atas speed boat Vitalia pun mulai membuka obrolan, “Amelia.., bagaimana nanti kalau Arnold melihat Kita..??”
“Yang terpenting kan bukan Tuan Chandra yang melihatnya.” Jawabnya santai. Sementara Vitalia hanya menepuk jidatnya merasa bingung dengan apa yang akan harus Ia lakukan setelah ini.
*****
Di lain tempat Chandra baru saja sampai di pantai karena pada saat perjalanan menuju ke pantai mobilnya mengalami mogok mesin selama 1 jam lebih. “Huh..., akhirnya sampai juga..”
__ADS_1
“Nampaknya Kita harus segera menyewa speed boat Tuan Chandra, mengingat keberadaan Amelia di tengah laut.” Ucap dokter Mirna Feriska memberi arahan pada Chandra. Tanpa banyak bicara, Chandra pun akhirnya menuruti saran dari Mirna Feriska. Ia pun lalu segera menuju ketepian pantai untuk menyewa dua buah speed boat.
Dan disaat Mereka sedang bersiap untuk menaiki speed boat, Amelia melihat ke arah mereka dari kejauhan, lalu berbalik arah lagi untuk menghindar. Sementara Vitalia yang merasa Amelia berbalik arah pun bertanya-tanya, “Amelia..., kenapa malah muter sih..??” tanya Vitalia heran pada Amelia. Amelia pun lalu menjawabnya, “Astaga..., masa’ Kau nggak lihat sih Vit..., tadi di sebelah sana ada Tuan Chandra beserta Mbak Mirna..” tutur Amelia menjelaskan sambil menyetir speed boat pelan. Seketika saja Vitalia membelalakkan matanya terkejut lalu berkata, “Apaaa..??, apa Kau yakin kalau itu Mereka Mel..??” ucapnya bertanya.
“Sudah Kau tenang saja Vitalia, Kita berhenti disebelah sana saja, dekat Villa mu, Aku jamin tidak akan ada yang melihat Kita jika sedang berjalan bersama.” balas Amelia. Dengan pasrah Vitalia pun menjawabnya, “Hufftt, baiklah..., kalau gitu ayo buruan ke sana.” serunya.
Amelia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Okey..., pegangan yang erat ya..” ucap Amelia memerintah Vitalia agar berpegangan erat ketika menaiki speed boat. Vitalia pun menuruti perintah dari Amelia.
*****
Sementara di sisi lain Kakek dari Vitalia sangat mencemaskan keberadaan Vitalia yang saat ini sedang diculik oleh Arnold. Ya Tuan Feng sendiri menerima informasi tersebut dari anak buah geng Kalajengking. “Kau benar-benar sangat mengkhawatirkan ku cucuku, meskipun Kau menguasai ilmu bela diri, dan Kau seorang yang pemberani, tapi yang Grandpa takutkan adalah jika identitasmu yang akan terbongkar setelah kejadian ini, apalagi Kau tidak memberi tahu Grandpa tentang keberadaan Amelia Hirata yang asli padaku.” gumamnya berbicara sendiri sambil menatap ponsel yang menampakkan foto Vitalia.
“Sudah Ma..., Kau tenang saja, Tuan Chandra dan para sahabat Putri Kita sedang mencarinya.” Ucap Tuan Hirata berusaha menenangkan sang Istri. Akan tetapi Nyonya Renita tetap saja merasa khawatir lalu berkata, “Tapi Dadd..., kau tahu sendiri bukan jika Arnold itu sangat berbahaya, Mama saja jika mengingat masa lalu itu jadi takut terjadi sesuatu sama Amelia lagi Dadd...”
“Mama... sudah tenangkan pikirmu, Kau tahu bukan jika Amelia yang sekarang itu berbeda dengan Amelia yang dulu.” Tutur Tuan Hirata pada Istrinya. Dan Istrinya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Iya Dadd..., Mama tahu tapi kan tetap saja khawatir Dadd.., apalagi ponsel milik Amelia dihubungi tidak bisa.” ucapnya. Tuan Hirata pun lalu membalas sang istri dengan berkata, “Maka dari itu Ma..., Kita tunggu saja kabar terbaru dari Tuan Chandra dan dokter Mirna Feriska..”ucapnya.
__ADS_1
“Chan... apa kamu tak ada niatan untuk membantu mencari Adikmu..??” sambung Nyonya Renita bertanya pada Putra Tirinya. Seketika saja Chan Hirata pun menjawabnya dengan santai, “Mama tenang saja, bukannya Chan nggak mau, lagi pula sudah ada Chandra dan para anak buahnya yang sedang mencarinya.” jawabnya lalu mengelus punggung sang Mama agar tenang.
****
Sementara Vitalia dan Amelia kini pun sudah sampai di tepian pantai untuk memarkirkan speed boatnya. Mereka pun lalu menuruni speed boat engan hati-hati. Dan pada saat Mereka berdua sedang berjalan akan melangkahkan kakinya untuk menuju ke Villa, Mereka berdua dikejutkan oleh suara bariton yang memanggilnya, “Hey..., dokter Misterius...” ucap seseorang itu dari arah belakang. Sontak saja membuat Vitalia dan Amelia menghentikan langkahnya terkejut karena mereka berdua sangat mengenal sekali suara itu. Vitalia pun lalu bergumam dalam hati, “Astagaaa..., ternyata Chandra benar-benar disini.” batinnya.
“Ya Tuhan..., bagaimana ini, bukannya itu suara dari Tuan Chandra..??” batin Amelia sambil menatap ke arah Vitalia yang sedang memejamkan matanya. Sementara Chandra pun lalu mendekat ke arah mereka berdua. Dan disaat Chandra melangkahkan kakinya mendekati mereka, Vitalia pun memberanikan dirinya dengan membalikan badannya, sementara Amelia tanpa menoleh ke arah belakang, Ia terus berjalan pergi meninggalkan Vitalia. “Hufftt..., hampir saja...” batin Vitalia bernapas lega karena Chandra tak mengetahui Wanita yang sedang bersamanya.
“Hey..., dokter Misterius kenapa diam saja.., hmm..??, kau tidak kenapa-kenapa kan..??” Chandra melontarkan banyak pertanyaan pada Vitalia yang kini sedang menyamar sebagai Amelia. Belum sempat Vitalia menjawabnya Chandra berkata, “Astaga..., Amelia bajumu..” ucapnya melihat ke arah baju yang dipakai oleh Vitalia. Vitalia pun lalu berkata, “Chandra.., Aku tadi sempat..” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya Chandra berkata, “Brengsek Kau Arnold, beraninya Kau menyentuh Wanitaku... !!” ucap Chandra geram lalu segera menutupi tubuh Vitalia menggunakan jas yang Ia kenakan.
******
Hadehhh... hampir saja ya guys....
Bagaimanakah kisah selanjutnya..??, akankah kedok dari Vitalia dan Amelia akan terbuka..??
__ADS_1
Jangan lupa Tabung Ijoooo...
Gasss... Vote, Like, Komen... Terimakasih... ^-^