Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 22


__ADS_3

Makan Malam dengan Keluarga Zhu


Kini dikediaman Zhu, Sisi tampak sedang menyambut kedatangan Amelia di depan teras rumahnya, bahkan Ia juga tidak sendirian menunggunya, Sisi menunggunya di teras bersama sang Mama. Tak berselang lama ada sebuah mobil mewah berwarna putih, mobil tersebut berhenti di depan gerbang pintu rumah kediaman Chandra Zhu, sementara Nyonya Zhu dan juga Sisi mengernyit bingung dengan siapa yang sudah berhenti di depan rumahnya menggunakan mobil mewah, selama ini hanya lah Chandra yang mempunyai mobil semewah itu, pikirnya.


" Siapa itu ya...??" Nyonya Zhu bertanya dalam benaknya.


" Sepertinya Kak dokter deh Ma.." ucap Sisi menimpali sang Mama yang berbicara sendiri melihat mobil yang berhenti di depan rumahnya.


" Ah masa' sih Dik... mana mungkin dokter Amelia menggunakan mobil semewah itu...." ucap Nyonya Zhu pada anak nya, seketika itu pula terlihat seorang wanita cantik menggunakan jas kebesarannya dengan rambut yang terurai membuat kecantikannya semakin bertambah, membuka pintu mobilnya lalu menuruni mobil dengan sangat hati-hati, sontak membuat Nyonya Zhu tercengang dengan apa yang Ia lihat.


" dokter Amelia... "


" Kak dokter..." ucap Ibu dan Anak tersebut secara bersamaan, seketika saja Amelia melihat kedua orang yang sedang berada di teras depan rumah, dan berkata:" Sisi... Nyonya Zhu..., kenapa kalian berada di luar...?? " tanya Amelia heran menatap keduanya.


" Eh dokter Amelia, ayo silahkan masuk..." ucap Nyonya Zhu mempersilahkan masuk tamunya.


" Sisi..., lain kali nggak usah nungguin di luar ya..., tidak usah khawatir kalau Kakak tidak datang.. okey...


" Okey Kak..." jawab Sisi tersenyum senang.


" Ya sudah ayo masuk..." ujar Amelia pada Sisi ramah lalu mendorong kursi roda Sisi.


*****


Sementara di dalam rumah kediaman Zhu, terlihat Chandra sedang sibuk menelpon seseorang dengan sangat serius, bahkan kabar kembalinya Vitalia pun sudah sampai ke telinganya.


" Kevin..., apa yang kamu katakan...!!


" Saya tidak berbohong tuan.., Saya yakin sekali kalau dokter Amelia adalah dokter Vitalia yang selama ini kita cari...


" Tidak Vin.. itu tidak mungkin, sudah ku katakan kalau itu mustahil..., kalau pun Dia masih hidup seharusnya Dia cacat... " ucap Chandra. sedangkan Amelia yang baru saja datang bersama Sisi pun mendengarkannya dengan samar-samar obrolan Chandra melalui telepon.


" Ehemmm... maaf mengganggumu Chandra...


" Amelia... Kau...??"


Chandra pun lalu mematikan teleponnya sebelah pihak, karena melihat kedatangan Amelia.


" Yaa..., maafkan Aku kalau Aku baru saja sampai.., dan Mama mu memintaku menyusul mu ke taman bersama Sisi..." ucap Amelia.


" Hmm tak apa..."


" Oh ya Chandra, kalau boleh tahu maksudmu di dalam telpon tadi apa ya...??, Ee.. hmm maksudku maaf Aku tak sengaja menguping pembicaraanmu tadi.." ucap Amelia tak enak sendiri dengan pertanyaan yang Ia lontarkan pada Chandra.


" Eemm tidak apa-apa kok Mel.., tadi hanya ada salah paham saja sama client.." bohong Chandra.

__ADS_1


" Client..??, tapi kalau dengan client pakai teriak-teriak cacat lagi..., Ahh bodo amat lah ngapain juga ngurusin urusan Dia... lagian nggak ada untungnya juga...., eh tapi tunggu dulu sepertinya ada yang disembunyikan Chandra dariku, terlihat sekali kalau Dia sedang membohongiku, tapi apa ya...?? " banyak pertanyaan dalam benak Amelia. sementara Chandra yang melihat Amelia hanya diam pun berkata:" Hey... dokter Misterius..." timpal Chandra sambil menyentil dahi Amelia.


" Aduuuh..., enak saja memanggilku dokter Misterius...." balas Amelia tak terima jika di panggil dengan nama itu.


" Makanya jangan bengong..."


" Siapa juga yang bengong, mending kita masuk ke dalam yuk Si... daripada disini ada orang yang sukanya bikin bete, nyebelin pula... " ucap Amelia kesal


" Hehehe.. iya Kak ..., awas lho Kak, nanti bisa-bisa Kakak Amel naksir Kak Chandra lho...." goda Sisi pada Amelia, sontak Amelia pun membulatkan matanya sempurna dengan pernyataan Sisi, sedangkan Chandra hanya terkekeh geli melihat gelagat Amelia seolah terkejut dengan pernyataan sang Adik.


" Ishh tertawa lagi ..." ucap Amelia yang melihat Chandra malah menertawai nya.


" Tidakk.. siapa juga yang menertawai mu dokter Misterius..., hanya saja..." ucap Chandra terhenti.


" Hanya saja apa...??, Awas Kau tuan Mafia Kejam..." balas Amelia kesal lalu pergi meninggalkan Chandra sendirian di taman belakang rumah dengan mendorong kursi roda yang diginakan Sisi.


*****


Sedangkan di kediaman keluarga Feng, terjadi perdebatan antara tuan Feng dan cucu sepupunya siapa lagi kalau bukan Mirna Feriska, keduanya kini berdebat mengenai Vitalia.


" Mirna... apa yang Kau lakukan dengan mengijinkan Amelia ke tempat itu.., bagaimana jika nanti terjadi sesuatu dengan Amelia, seperti tadi...??" tanya tuan Feng.


" Bukankah tadi Grandpa juga mengijinkannya??, Tidak Grandpa..., Amelia adalah Vitalia jadi jangan mencemaskannya..." jawab Mirna Feriska.


" Justru karena Grandpa juga mencurigai jika Dia adalah Cucu Grandpa yang menghilang..., Kau harus berhati-hati Mirna jika Chandra mengetahui Kau adalah orang terdekat dari Vitalia..." balas tuan Feng.


" Misi...??" tanya tuan Feng mengerutkan keningnya bingung.


" Yaa.. Misi yang seperti Grandpa sarankan pada Vitalia..., yaitu untuk mencari buktikan kebenaran tentang pembunuhan itu, dan untuk membalaskan dendamnya pada Chandra karena sudah menghabisi anggota Geng Kami Grandpa..." jelas Mirna.


" Apaaa??, balas dendam??, tapi Grandpa tidak pernah menyuruhnya untuk balas dendam Cu..., jika ingatan Amelia pulih bisa jadi Vitalia akan menyamar menjadi Amelia, lalu bagaimana dengan keadaan Amelia yang asli...??" tuan Feng bertanya-tanya.


" Mirna yakin suatu saat Amelia yang asli juga pasti akan kembali, tapi itupun jika Vitalia akan mencari tahu tentangnya..." jawab Mirna sambil mondar mandir di ruang tamu.


" Kita tunggu sampai waktu yang tepat Cu..." tutur tuan Feng.


" Tapi Grandpa..., apa Grandpa tidak sadar jika tadi Amelia saja berteriak Chandra, Mirna curiga Grandpa jika Amelia mengira bahwa Vitalia sedang berhubungan dekat dengan Chandra..." sambung Mirna.


" Yaa Cu... Grandpa mendengarnya, dan kecurigaanmu itu juga sama dengan kecurigaan Grandpa..."


" Lalu apa yang harus Mirna lakukan Grandpa...??" tanya Mirna bingung dengan apa yang harus Ia lakukan.


" Kita tunggu sampai Amelia benar-benar pulih ingatannya..., lalu ingatannya sudah kembali pulih, Grandpa yakin Dia akan menyelesaikan misinya dengan tangannya sendiri, dan membuat semua orang tak percaya dengan apa yang terjadi.." tutur Grandpa.


" Pantau terus pergerakan dari Chandra dan Amelia, Grandpa takut jika terjadi apa-apa dengan Amelia... karena dia adalah Cucuku.." sambungnya lagi.

__ADS_1


" Baik Grandpa...." jawab Mirna.


*****


Dilain tempat Amelia sedang makan malam di kediaman Zhu, Sisi tampak senang melihat Amelia duduk berdekatan dengan Chandra di meja makan.


" Habiskan makanannya dokter Amelia.." titah tuan Zhu pada Amelia, dan Amelia pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya


" Iya tuan.., terimakasih..." jawabnya.


" Ma... Sisi sudah kenyang, Sisi mau pamit ke kamar ya.., Sisi ngantuk..." sambung Sisi disela-sela mereka sedang menikmati hidangan makanan.


" Kalau begitu biar Kak dokter yang mengantarmu ke kamar ya... kebetulan makanan Kakak juga sudah habis..." ucap Amelia menawarkan diri pada Sisi, dan Sisi ohn menjawab:" Okey Kak, ayok..." ajak Sisi, lalu mereka berdua pun naik ke lantai atas menggunakan lift, sementara tuan Zhu beserta sang Istri menatap senang melihat Amelia yang sangat perhatian pads Sisi, begitu pula dengan Chandra.


" Lihatlah Ndra..., betapa senangnya Sisi ketika bersama dokter Amelia..." terang Tuan Zhu pada Chandra.


" Kalau menurut Mama sih Ndra, turuti saja kemauan Adikmu, lagi pula kalau Mama lihat Kamu juga menyukainya..." ucap Nyonya Zhu.


" Tapi bagaimana dengan Sherlyn Ma..." ucap tuan Zhu.


" Memangnya Kamu masih berhubungan dengan ular keket itu Ndra..???" tanya sang Mama memastikan.


" Tidak Ma..., Chandra sebenarnya menganggap Sherlyn hanya sebagai teman, tapi..." ucap Chandra terhenti karena sebuah suara seseorang yang memotongnya.


" Tapi apa Chandra Zhu...." ucap seseorang yang tiba-tiba datang tanpa permisi.


" Sherlyn....!! seru Chandra, sambil berdiri dari kursi meja makan.


" Untuk apa Kau kesini...??"


" Untuk munemuimu dan menemui calon mertua Aku dong Ndra..." ucap Sherlyn, sontak membuat Nyonya Zhu menatap sinis ke arah Sherlyn.


" Maaf Om tante... jika mengganggu kalian..." sambungnya lagi.


" Sudah bicaranya??" tanya Chandra dingin, dan mendapatkan anggukan dari Sherlyn gang bergelayut manja di lengannya.


" Pelayan..., cepat usir Dia dari sini..." titah Chandra pada pelayan yang bekerja di rumahnya.


" Apa...??, Chandra kumohon jangan mengusirku dari sini.." ucap Sherlyn seraya memohon.


" Setelah perbuatanmu di cafe, Saya sudah tak sudi lagi untuk bertemu denganmu Sherlyn Fukushima..., Saya kecewa dengan perlakuanmu...!!" tegas Chandra.


*******


Waduhh.... makin seru nih..., makin banyak teka-teki...

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2