
Kau adalah Saudari Kembar ku!
Saat Mereka sedang berdebat hebat, tak lama kemudian ada seorang Nenek tua sang pemilik rumah kontrakan datang memecah perdebatan tersebut.
"Ada apa ini??" tanya Nenek Bernadeth pada Tuan Hirata beserta Istri keduanya Renita. 'Ya, Nenek Elisabeth kini menyamar kembali menjadi seorang Nenek bernama Bernadeth, yang juga sang pemilik rumah kontrakan yang ditempati Vitalia. Namun meskipun Ia sedang menyamar, Tuan Hirata dan Nyonya Renita mengetahui jika Nenek Tua itu adalah orangtua Mereka. Selain itu Mereka juga mengetahui jika rumah yang Mereka tempati adalah rumah dari Orangtua Mereka, lebih tepatnya peninggalan dari Suami dari Nenek Elisabeth yang juga merupakan Kakek dari Amelia sekaligus Ayah dari Tuan Hirata.'
Seketika saja semua mata tertuju ke arah seseorang yang datang dari balik pintu.
"Mama ... !!" ucap Tuan Hirata dan Nyonya Renita secara bersamaan.
"Hmmm, Saya mau tanya sama Kalian, kenapa Kalian bisa kemari?" tanya Nenek Elisabeth dengan tatapan menyelidik.
"Kenapa hanya diam menatapku? ayo jawab!" bentak Nenek Elisabeth pada Putranya dan Menantunya.
"Tapi Ma, kenapa Mama tidak bilang kepada Kami kalau Mama disini dan mengontrakkan rumah ini pada Kakaknya Amelia?" jawab Nyonya Renita yang justru malah berbalik tanya pada Nenek Elisabeth. 'Ya, Nyonya Renita sangat yakin jika Vitalia adalah Saudarimu kembar Amelia, maka dari itu Ia begitu lepas dan percaya diri mengutarakan ucapannya.
Tuan Hirata yang mendengarkan pernyataan dari sang Istri pun tak terima, Ia pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Vitalia bukan Kakak Amelia, Ma..!!"
"Pa .., jelas-jelas Mama mengetahuinya! apalagi waktu itu juga dokter Mirna pernah mengatakan jika Vitalia di adopsi, dan Keluarga Wijaya juga menemukannya di tempat sampah, apa Papa masih kurang percaya, jika Vitalia adalah kembaran Amelia?? ha.. !!" sahut Nyonya Renita dengan nada meninggi, tak terima dengan apa yang dinyatakan oleh sang Suami.
"Sudah ku katakan, Aku tak akan pernah mempercayainya sebelum ada bukti!" seru Tuan Hirata tak mau kalah. Ia belum sepenuhnya percaya dengan apa yang diucapkan sang Istri, karena bagi Tuan Hirata, Istrinya hanya mengetahui jika Matsugi dan Arnold hanya membuang Bayinya di tempat sampah saja. Ia tak mungkin bisa mengakui sebagai Putrinya tanpa bukti, jika Putri dari Sahabatnya adalah Putrinya sendiri.
"Kau akan mengetahuinya suatu saat nanti, Hirata!" sahut Nenek Elisabeth memotong perdebatan diantara keduanya.
Tuan Hirata yang mendengar pernyataan dari sang Mama pun lalu berkata, "Tapi Ma .., Vitalia bukan ..." belum sampai Tuan Hirata menyelesaikan ucapannya, Nenek Elisabeth pun menyahutnya lagi.
"Cukup Hirata! Istri dan Anakmu saja tak Kau dengarkan, apa lagi Aku sebagai Ibumu?!" ucap Nenek Elisabeth dengan nada meninggi.
Amelia yang mendengarkan keributan di lantai bawah pun merasa risih. Ia pun memutuskan untuk melangkahkan kakinya turun Kembali ke lantai bawah.
"Sudah cukup! kenapa Kalian malah ribut sih??" tanya Amelia yang muncul dari lantai atas dengan menuruni tangga.
Amelia pun lalu mengedarkan pandangannya. Dilihatnya sang Nenek yang berada di tengah kedua Orangtuanya yang sedang berdebat.
"Nenek ..." panggilnya sambil berjalan menuruni tangga untuk menghampiri sang Nenek.
"Cucuku..., sini Sayang!" titah Nenek Elisabeth pada sang Cucumber dengan merentangkan kedua tangannya agar sang Cucu memeluknya.
Greppp..
Amelia pun lalu memeluk sang Nenek, dan berkata, "Nenek, kenapa jika Nenek disini tak memberitahu Kami, Nek?" tanyanya.
__ADS_1
"Tidak Sayang, Nenek hanya menjalankan tugas Nenek saja, hanya saja Nenek heran dengan sikap Daddymu yang masih tidak percaya bahwa Vitalia adalah Saudarimu,
"Jadi Nenek sudah tahu mengenai Vitalia?" tanya Amelia pada sang Nenek. Nenek Elisabeth pun lalu men jawabnya dengan berkata, "Iyaa Cucuku Sayang, karena Nenek selama ini sedang memata-matai Vitalia,"
"Jadi Mama disini hanya karena??" tanya Nyonya Renita terhenti karena terpotong oleh ucapan Nenek Elisabeth.
"Kau benar Renita, tapi Suamimu masih saja tak percaya dengan kenyataan yang ada," sahutnya seolah mengetahui maksud pertanyaan dari Menantunya. Sedangkan Tuan Hirata sudah melangkahkan kakinya pergi ke taman belakang rumah menghiraukan obrolan dari Mama, Istri dan Anaknya.
Melihat Putranya yang justru melangkahkan kakinya pergi, Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kalian berdua dengarkan Aku baik-baik," ucap Nenek Elisabeth sambil mendudukkan pantatnya di atas sofa ruang Keluarga.
"Ada apa Nek??" tanya Amelia pada sang Nenek, lalu duduk bersebelahan dengan Nenek Elisabeth.
"Jadi begini, sebenarnya kecurigaan Kalian testing Vitalia benar adanya!" tandasnya.
"Maksud Nenek??"
"Maksud Mama??" tanya Amelia dan Nyonya Renita bersamaan.
"Bukti mengenai Vitalia adalah bagian Keluarga Hirata sudah ada ditangan Chandra Zhu, Suami Vitalia," terang Nenek Elisabeth memberitahu kebenaran.
Betapa terkejutnya Amelia dan Nyonya Renita setelah mendengar pernyataan dari Nenek Elisabeth. "Apaaa??" tanya Amelia dan Nyonya Renita dengan apa yang barusan Mereka dengar.
"Kau benar Cucuku, dugaan dari Kalian selama ini benar jika Vitalia adalah Putri dari Keluarga Hirata, yang artinya Dia juga merupakan Saudari kembarmu Cucuku..."
"Apaaa??, Ya Tuhaaann, terima kasih Kau telah mengembalikan Putri Kami..." ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya dengan menatapku langit-langit seraya berucap syukur kepada sang pencipta karena telah menemukan kembali Putrinya. 'Ya meskipun bukan Putri kandungnya, tapi Ia bisa bernafas lega, setidaknya Ia bisa menebus kesalahannya dimasa lampau, pikirnya.
"Tapi tunggu dulu, Nek. Bagaimana Nenek tahu jika Chandra yang menyimpan bukti itu?" tanya Amelia pada sang Nenek penasaran.
"Chandra telah bercerita kepadaku, jika ternyata Dirinya sudah mencari tahu tentang identitas Vitalia sejak dulu sebelum Dia menikah dengan Cucuku Vitalia, dan Dia mencurigai identitas Vitalia ketika Chandra menghancurkan keluarga Matsugi," jelas Nenek Elisabeth mengungkapkan kebenaran.
"Ya Tuhan, terima kasih Kau telah mengembalikan Saudariku, Kau adalah Saudari kembarku Vitalia!" ucap Amelia pelan dengan penuh rasa syukur, masih terdengar oleh Nyonya Renita dan Nenek Elisabeth.
...****************...
Sementara di tempat lain tampak Tuan Zhu beserta Nyonya Dhea sudah berada di salah satu bandara ternama di Australia. 'Ya, setelah menerima kabar dari salah satu geng Kalajengking, Tuan Zhu beserta sang Istri bertolak ke Australia untuk menemui Putra Mereka yang dikabarkan sedang dalam perawatan.
"Pak, cepat antarkan Kami ke FireField Hospital!" titah Tuan Zhu pada sopir taxi yang Ia tumpangi bersama sang Istri.
"Baik, Tuan..."
**
__ADS_1
Saat Mereka sedang dalam perjalanan menuju FireField Hospital, tak sengaja Nyonya Dhea melihat seseorang yang sangat Ia kenal sedang mengendarai sepeda motor pria masih dengan menggunakan pakaian formalnya.
"Pa.., bukankah itu seperti Menantu Kita pa?? tapi kenapa Vitalia memakai motor seperti itu??" tanya Nyonya Dhea yang melihat seorang wanita yang mengendari sepeda motor pria.
"Mana sih, Ma?" tanya Tuan Zhu pada sang Istri, dengan menoleh ke arahnya.
"Lihatlah!" titah Nyonya Dhea sambil menunjuk ke arah kaca jendela.
Betapa terkejutnya Tuan Zhu melihatnya, "Astaga, Nak Vitalia!" ucapnya dengan melongo tak percaya dengan apa yang Ia lihat. 'Ya, Tuan Zhu tak percaya jika Menantunya sedang mengendarai sebuah motor ninja, begitu pula dengan Nyonya Dhea.'
"Pak .., tolong ikuti dokter wanita yang mengendarai sepeda motor ninja di depan, Pak! titahnya pada sopir taxi.
...****************...
...----------------...
Waduhhhhh Bu dokter Misterius baru hamil kok naik ninja sih??ππ bagaimana ceritanya??π§ terlalu tomboy dan keren sih menurutkuπ
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komen Ya.... Terima kasih... π₯°π₯°ππ
Oh ya sambil menunggu Author Up ke episode selanjutnya yang makin menegangkan yuk mampir dulu ke novel teman Author
Berikut Cuplikannya :
JURAGAN MUDA
(Ipah)
Reyhan adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Gambaran masa depan nya belum terbayang jelas dalam otaknya. Kebahagiaan terbesarnya adalah menjadi pemenang dalam setiap ajang perlombaan futsal.
Dan, sebuah kecelakaan maut yang mengakibatkan bapaknya meninggal telah berhasil merubah jalan hidupnya.
Kegigihannya dalam mencari kerja perlahan mulai membuahkan hasil.
Tapi sayangnya, keberhasilan nya dalam mendapatkan pekerjaan, tidak dibarengi dengan kisah cintanya yang justru sering kali kandas begitu saja.
Hingga setelah ia berada dititik keemasannya, semua wanita bagaikan terkena magnet dan gigih mendekati nya.
Akankah Reyhan berhasil menemukan cinta sejatinya? Simak selengkapnya di Juragan Muda
__ADS_1