
Mengungkap Sebuah Kebenaran Part 4
Vitalia pun lalu menjelaskannya lagi dengan berkata, "Awal mula terjadi kesalahan pahaman ini adalah karena dokter Melisha yang merawat ku waktu pertama kali Aku diketemukan Dia memanggilku dengan nama Amelia, padahal Aku sendiri saat itu sedang mengalami amnesia dan dengan mudahnya Aku mempercayainya, karena saat itu Aku benar-benar tak mengingat siapakah Diriku."
"Lalu...??
"Lalu..., dokter Melisha mengabarkan jika Putrinya telah ditemukan, karena dokter Melisha sendiri adalah Sahabat dari Amelia Hirata, Aku berpikir bahwa mereka adalah keluargaku, tapi ternyata Aku salah.. dan Aku pun juga merasakan rasa yang berbeda ketika bersama keluarga Hirata, meskipun begitu Aku berusaha menepis pikiran negatifku yang sempat berpikir bahwa Aku ini bukan Anak mereka, dan pada akhirnya Aku di ajak oleh dokter Mirna ke rumahnya lalu Aku mengedarkan pandangan ke segala arah, ternyata ada foto yang berwajah mirip denganku tapi Aku tak menggubrisnya ketika Mereka bilang jika wajahnya memang mirip denganku, dan untuk kedua kalinya kesana, justru ingatanku kembali pulih dan Aku mulai mengingat ingatanku, dari situlah Aku menjadi Amelia bukan karena menyamar tapi memang dari awal sepengetahuanku adalah Amelia, dan ketika Aku sudah mulai mengingat ingatanku Aku berusaha mencari Amelia yang asli tak berselang lama Aku pun menemukannya" Vitalia menjelaskan dengan santainya pada kedua orangtua Chandra tanpa ada rasa bersalah.
Nyonya Dhea yang mendengarkan cerita dari Dhea pun tiba-tiba meneteskan air matanya, Ia begitu terharu dengan perjuangan Vitalia yang berusaha mengingat ingatannya. Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Nak Vitalia.., Kau tahu tidak sejak dulu Aku sangat berharap bahwa Kau adalah menantu idamanku.." ucapnya sambil berjalan menghampiri ke arah Vitalia.
Chandra yang mendengarkan Mamanya yang justru malah membela Vitalia pun lalu berkata, "Mama... apa yang Mama katakan... ??!" tanyanya dengan nada meninggi. Nyonya Dhea lalu membalasnya, "Chandra Kau tahu sendiri bukan, bahwa selama ini yang menyembuhkan adikmu dan yang membantu pemulihan Mama adalah Vitalia..??, Kau seharusnya itu berterimakasih padanya, bukan malah memarahinya, Chandra" tutur Nyonya Dhea pada Putranya.
Dan Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Iya Ma.., tapi apa Mama lupa jika Papanya sudah membunuh Kakek Chandra Ma..." ucapnya berlawanan dengan perkataan sang Mama. Seketika saja Tuan Zhu yang mendengarkannya dan berkata, "Chandra.., apa yang Kau katakan..??, dari dulu Papa sudah bilang bukan, kalau Kau belum ada bukti, jangan menuduh orang sembarangan... !!" tegasnya.
Chandra pun seketika terdiam, karena memang benar yang di ucapnya oleh Papanya, bahwasanya Dia tak kunjung juga menemui titik terang atau belum menemukan bukti jika Papa dari Vitalia telah melakukan pembunuhan terhadap Kakek tercintanya.
Sedangkan Vitalia hanya tersenyum sinis mendengarkan kedua orangtua Chandra yang sedang menasehatinya. "Chandra.. Chandra, Kau itu seorang Mafia kejam tapi pikiranmu masih seperti anak kecil.., lihat saja nanti setelah ini Aku akan membuatmu menyesal Chandra, karena Kau telah menuduh Papaku yang bukan-bukan, dan menjadikan Aku sebagai alat balas dendam, padahal Aku sendiri sudah mengurungkan niatku untuk membalaskan dendamku padamu, karena Kau sudah menghabisi anggota geng kalajengking dengan begitu sadisnya.., tapi setelah Aku berpikir lagi, Kau harus menerima apa yang telah Kau perbuat Chandra Zhu..., tak lama lagi bisnismu akan hancur Chandra." guman Vitalia pelan.
__ADS_1
*****
Sementara di kediaman keluarga Feng nampak Tuan Feng sangat terkejut ketika mendengar kabar bahwa Vitalia kini sedang dibawa oleh Chandra ke rumahnya. Ya Mirna Feriska lah yang telah mengabari Tuan Feng. Tuan Feng pun lalu membuka suaranya dengan berkata pada Mirna yang baru saja datang, "Mirna cucuku, Kita nampaknya harus berbuat sesuatu, sebelum Chandra menabuh genderang perang."
"Maksud Grandpa...??
"Jadi begini, Kita harus mengambil langkah secepat mungkin agar Chandra tidak membalaskan dendamnya pada Vitalia, dengan memberikan bukti rekaman yang sekarang ada di tangan Vitalia."
"Tapi Grandpa Vitalia sudah melarangku untuk melakukan semua itu, katanya biar Dia saja yang bilang langsung pada Chandra."
"Apaaa...??, tapi mengapa justru Vitalia malah berkata seperti itu Cu...??
"Grandpa curiga jika Vitalia sudah menyukai Chandra, begitu pula sebaliknya Chandra juga menyukai Vitalia, tapi karena mereka hanya mementingkan gengsi jadi ya sudah lah.., biarkan saja mereka saling beradu, Grandpa yakin mereka berdua pasti akan menyesal setelah mereka beradu kekuatan dan akal pikiran." ucapnya. Seketika Mirna pun mengernyitkan kening mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Grandpanya.
"Ada benarnya yang dikatakan Grandpa, karena memang selama Vitalia diposisi Amelia, Mereka selalu saja bertemu." batin Mirna.
******
__ADS_1
Sedangkan Amelia kini telah kembali ke rumahnya, tepatnya kembali ke tempat tinggalnya yaitu di kediaman keluarga Hirata. Ya Amelia sendiri telah memutuskan untuk pergi ke kediaman Hirata karena mendengar penuturan dari Vitalia yang menasehatinya agar kembali ke rumahnya. Ia juga mengingat dengan apa yang dikatakan oleh Vitalia bahwa Dia harus bisa berubah seperti perlakuan Vitalia selama bersama keluarganya.
Cekleekkk...
"Nona Muda baru pulang ya...??" tanya Art yang bernama Sri pada anak majikannya yang sedang bekerja di kediaman keluarga Hirata. Amelia pun menjawabnya dengan tersenyum manis dan berkata, "Iya Mbak..., banyak kerjaan nih.." jawabnya. Tiba-tiba ada seseorang yang menimpali pembicaraan teraebut dengan berkata, "Yakin nih, banyak kerjaan.. ??" tanya Sherlyn sinis. Ya seseorang itu adalah Sherlyn yang merupakan Adik tiri dari Amelia Hirata. Sayangnya ucapan dari Sherlyn tak dihiraukan oleh Amelia yang justru melewatinya masuk ke dalam dengan cuek. "Amelia ingat Kau harus selalu mengingat kata-kata dari Vitalia." batin Amelia menyemangati dirinya sendiri.
Sesampainya Ia di ruang tengah tepatnya di ruangan keluarga terlihat kedua orangtuanya sedang menunggunya. Nyonya Renita yang melihat Putri Tirinya datang pun lalu segera menghampirinya dan berkata, "Astagaaa, anak kesayangan Mama, akhirnya Kau pulang juga, darimana saja Kau, Nak...??, apa Kau tidak apa-apa..??" beberapa pertanyaan di lontarkan oleh Mama Tiri Amelia Hirata sambil melihat Amelia dari at as hingga ke bawah. Dan Amelia pun menjawabnya, "Mama lihat sendiri bukan, jika Aku tidak kenapa-kenapa.., jadi Mama jangan khawatir lagi." ucapnya. Kemudian Tuan Hirata pun menimpalinya dengan berkata, "Lalu mana Tuan Chandra, Nak..??, kenapa tidak bersamamu??" tanya sang Papa apda Putrinya.
"Tadi Chandra sudah pulang kok Pa..., setelah menyelamatkan Amelia, Dia langsung pergi ke kantor." bohong Amelia pada kedua orangtuanya. "Astagaaa Mel.., apa yang sudah Kua katakan??, tidak.. tidak... Kau harus bisa menutupi Vitalia, Mel ingat itu." gumamnya dalam hati.
"Sudah.. sudahh..., jangan berdebat lagi, sekarang ayo buruan makan, Mbak Sri sudah memasak menu yang enak loh buat Putri Mama ini." ucap Renita. Dan mereka pun lalu menuruti perkataan darinya untuk segera menuju ke meja makan karena hidangannya sudah tersaji. Sementara Amelia pun bergumam dalam hati, "Huhh... ternyata benar ya apa kata Vitalia, Mama benar-bemar sudah berubah, Dan Aku harus selalu bisa membahagiakan Mama." batinnya.
*****
Tahan dulu bestie....
Setelah ini apakah yang akan terjadi..???
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like, Komen yaaaa....
Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏