
Bukti Cinta Chandra Pada Vitalia.
Melihat Amelia yang bersimpuh dihadapannya, Tuan Feng pun menjawabnya dengan berkata, "Amelia, bangunlah, Nak! Jangan seperti itu!" pinta Tuan Feng agar tidak bersimpuh dihadapannya.
Bukannya terbangun, Amelia malah tetap berada di tempat, masih dengan posisi bersimpuh dihadapan Tuan Feng. "Tidak Tuan! Aku akan tetap seperti ini, jika anda tidak mau berkata jujur kepadaku, bahwa Vitalia adalah saudari kandungku," ujar Amelia.
Mendengar pernyataan dari Amelia semua orang berada di situ tersentak mendengarnya. Termasuk Vitalia yang tak kalah terkejut mendengarnya.
"Cukup Amelia! Kau tau kan hasilnya sudah keluar, buka matamu Amelia, hasilnya negatif! Aku bukan anak kandung dari Mommy Gabby dan Daddy Hirata! Tapi aku adalah anak kandung dari Papa Wijaya!" seru Vitalia dengan penuh penekanan, sambil menatap tajam Amelia.
"Aku tidak percaya, kalau hasil itu asli," sahut Amelia menjawab pernyataan dari Vitalia dengan santai.
"Terserah apa katamu, Amelia! Bilang saja kalau kau tak bisa menerima kenyataan jika aku bukanlah bagian dari keluarga Hirata.." sahut Vitalia.
"Justru kau yang tak bisa menerima kenyataannya Vitalia! Sekarang aku bertanya kepadamu, apakah kau ada sebuah tanda lahir di leher dan di lenganmu?" tanya Amelia memastikan dengan tersenyum penuh kemenangan. Karena ia tau betul bahwa Vitalia mempunyai tanda lahir itu.
Betapa terkejutnya Vitalia yang mendengar pertanyaan dari Amelia. "Apa..." ucap Vitalia dengan nada keterkejutannya sambil menggelengkan kepalanya menatap tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan Amelia barusan.
"Apa Vitalia? Kenapa kau terkejut? Aku sudah mengetahui jika kau mempunyai tanda lahir di sana, dan perlu kau tau lihatlah ini!" Amelia pun kemudian menyerahkan foto masih bayinya bersama dengan kembarannya yang menunjukkan di sana ada tanda lahir itu.
"Nggak Amelia, ini bukan aku! Kau tau kan, bukti lebih akurat tes DNA daripada foto, ingat itu!" bentak Vitalia masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Amelia.
"Kenapa kau mengelak Vitalia? Sampai kapan kau akan bisa menerima kenyataan jika kau adalah saudariku?" tanya Amelia pada Vitalia.
Tak terasa air mata Vitalia lolos dengan begitu saja, bahkan ia sampai tak bisa berkata-kata setelah mendengar berbagai pernyataan dari Amelia.
Chandra yang melihat Istrinya hanya terdiam pun mulai berpikir. "Ini saat yang tepat untuk mengungkapkan sebuah kebenaran tentang identusa istriku." batinnya.
Setelah semuanya terdiam tak ada yang bersuara, Chandra membuka suaranya dengan berkata "Honey, aku rasa benar apa yang dikatakan Amelia, mungkin saja tes DNA itu dipalsukan atau.." belum sampai Chandra menyelesaikan ucapannya Vitalia sudah menyerobotnya.
"Oh begitu? jadi Mas selama ini ternyata masih belain mereka? Ok, baiklah. Itu tak masalah bagiku!" ujar Vitalia.
"Aku akan pergi dari sini sekarang juga!" sambungnya lagi dengan nada penuh penekanan.
Saat Vitalia akan melangkahkan kakinya pergi, tiba-tiba saja Chandra menarik tangannya. "Tapi Vitalia, kondisimu sedang hamil, apakah kau tak memikirkan anak kita?"
"Mas, selama aku hidup, dan selama bayiku masih berada di dalam kandungan. Aku akan tetap menjaga dan merawatnya sebaik mungkin! Dan jika..."
Belum sampai Vitalia melanjutkan perkataannya, tiba-tiba saja ada musuh menyerang Chandra dari arah berlawanan.
Jleeebbbb...
"Arrrhhh..." erang Chandra kesakitan.
"Rasakan Chandra! Ini yang terbaik untukmu..." ucap orang itu lalu pergi dengan begitu saja dengan berlari.
Sementara Vitalia membelalakkan matanya terkejut melihat suaminya di serang musuh karena masih tak percaya dengan yang ia lihat. Begitu pula dengan yang lainnya yang tak kalah terkejut melihat Chandra tertusuk pisau.
"Mas Chandra ..."
"Chandra..." teriak Vitalia dan yang lain secara bersamaan.
__ADS_1
"Kakak, cepat kejar orang itu, kak!" teriak Vitalia menyuruh Chan Hirata untuk mengejarnya. Entah apa yang membuat dirinya tersentuh, Chan Hirata pun menuruti perintah dari Vitalia.
"Bee, kumohon bangun bee.., bertahanlah.. hiks.. hiks.." ucap Vitalia sambil menahan tubuh sang suami yang tergeletak di lantai.
"Honey, kumohon lakukanlah tes DNA ulang, aku sangat yakin jika surat itu ada yang menggantinya...
"Tapi Bee, bagaimana bisa? itu tidak mungkin, pengamanan RS ini sangatlah terjamin, Bee."
"Kumohon Honey, ini semua demi kebaikanmu. Kk .. kk .. keluarga Wi .. wi.. jaya bu.. bu.. kan kk .. kk .. keluarga kandungmu, na .. na .. mun keluarga kandungmu ad .. adalah kk... kk.. keluar... ga Hi .. ra .. ta ..."
"Apa yang kau katakan, Bee? Hiks hik... itu tidak mungkin!" teriak Vitalia histeris sambil menangis sesenggukan menatap sang suami.
"Vi .. Vitalia sayang, percayalah padaku, kk.. kumohon! Me .. mengenai buk.. ti, aku telah mm .. menyimpan sebuah bb.. bukti jika kk kau adalah anak dd.. dari keluarga Hi.. ra.. ta.." ucap Chandra dengan terbata di atas pangkuan sang Istri.
Namun siapa sangka setelah panjang lebar Chandra menjelaskan kepada sang Istri, Chandra tiba-tiba memejamkan matanya tak sadarkan diri.
"Tidak Bee! Kumohon bangunlah! Please, come on Bee! Hiks.. hiks..." teriak Vitalia histeris karena melihat sang suami tak sadar.
"Kenapa kalian hanya diam saja? Cepat panggil dokter sama suster!" titahnya pada semua orang yang berada di situ dengan nada meninggi. Bahkan Vitalia sampai meneteskan air matanya dengan menangis tersedu-sedu.
Dengan berteriak sekencang mungkin dokter Gabby meminta bantuan para tenaga medis.
"Dokter.. suster.. cepat bawakan tandu untuk Tuan Chandra!" titahnya pada tenaga medis yang kebetulan berada di dekat ruangan tersebut.
"Baik dok!" jawab salah satu tenaga medis tersebut.
"Dokter, suster.. cepat bawa suamiku ke ruang operasi, beritahu tim dokter, karena aku yang akan mengoperasinya sendiri..." sahut Vitalia.
"Bee, kumohon bertahanlah, Bee! Hiks.. hiks.." ucap Vitalia sambil menggenggam tangan sang suami yang berlumuran darah.
Mereka pun kemudian membawa Chandra pergi ke ruang operasi. Sementara Vitalia berjalan ke ruangannya untuk mengganti pakaiannya tanpa menghiraukan yang lainnya.
Tak lama kemudian salah satu dari geng kalajengking berlari mengejar Vitalia yang akan memasuki ruang operasi.
"Nyonya Muda, gawat! Kondisi geng kita sedang tidak stabil. Mereka banyak yang terpengaruh oleh Hans, Nyonya! Apalagi kebanyakan dari mereka telah dihasut oleh Hans termasuk dengan Jack dan keluarga anda.."
"Cukup John! Aku tak butuh penjelasan darimu, yang terpenting sekarang adalah nyawa suamiku!" ujar Vitalia dingin. 'Ya, memang Vitalia sudah mengira bahwa perlakuan Hans terhadapnya akan sangat berdampak besar pada hubungannya dengan sang suami.'
"Tapi Nyonya.." Tanpa menghiraukan John berbicara, Vitalia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang operasi.
"John pergilah.. jangan mengganggu cucuku biarkan cucuku mengoperasi suaminya terlebih dahulu..." ujar Tuan Feng yang datang-datang menimpalinya.
"Tapi Tuan, ternyata Hans sudah mempengaruhi semuanya, dia telah menyampaikan kabar palsu kepada seluruh anggota geng kalajengking, termasuk keluarga Wijaya, seolah-olah Nyonya Muda telah disakiti dan dianiaya oleh Tuan Chandra selama ini." ujar anggota geng kalajengking itu memberitahu.
"Bahkan Hans juga telah menyampaikan kepada mereka jika Nyonya Muda menikah dengan Tuan Chandra atas dasar paksaan, bukan karena cinta. Maka dari itu mereka berniat untuk menjatuhkan Tuan Chandra agar berpisah dengan Nyonya Muda.." jelasnya lagi.
"Apaa? Tapi John, bagaimana bisa? Bukankah mereka sudah mengetahui tentang perjalanan cinta pemimpin kalian? Kenapa mereka bisa terhasut, John?" tanya Mirna menimpali.
"Bisa Nona, karena masih ada Jack. Memang mereka sudah mengetahuinya tapi Hans dan Jack telah memutar balikkan fakta jika selama ini rumah tangga Nyonya Muda tidak baik-baik saja.., dan mereka mengatakan kepada para anggota geng kalajengking, jika Nona berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa,"
"Brengsek! Hans, Jack... benar-benar kalian!" umpat Mirna mengepalkan tangannya geram
__ADS_1
"Nona tenangkan dirimu, memang mereka berdua yang sudah menyampaikan ke para anggota, tapi hanya sebagian saja yang terhasut oleh ucapan mereka termasuk Tuan Aditya!
"Apa? Aditya? Ba bagaimana bisa John? Kalau begitu benar jika Aditya tau mengenai Vitalia?
"Apakah Nona lupa berita mengenai Nyonya Muda sudah tersebar di berbagai media cetak maupun elektronik yang ada di Indonesia, jika dirinya masih hidup? Bahkan Nyonya Muda kesini karena hal itu.." jawab John mengingatkan.
"Astaga, aku melupakannya? Tapi kenapa Vitalia hanya diam saja?" tanya Mirna pada John.
Namun, siapa sangka Vitalia tiba-tiba muncul di balik pintu ruang operasi.
"Hmmm, mungkin aku sekarang diam, karena aku tidak akan pernah membuat rumah tangga ku hancur berkeping-keping, dan mengenai tes DNA itu, aku ingin mengetes ulang lagi." ujarnya dingin dengan meneteskan air matanya membasahi pipi.
"Vitalia, kau.." ucap Mirna dan Tuan Feng secara bersamaan dengan nada keterkejutannya melihat kedatangan Vitalia. Begitu pula dengan yang lainnya yang masih setia menunggu kabar dari Chandra.
"Apakah yang dikatakan suamiku itu benar atau tidak? Jika itu benar maka aku akan muncul di hadapan keluarga Wijaya dengan caraku! Mengapa jika beritaku mengenai diriku sudah menyebar, mereka tidak mencariku? Mereka justru mengincar suamiku yang sama sekali tak bersalah dalam hal ini..
"Tapi Vitalia, tolong dengarkan aku, ada Grandpa di sini..." sahut Mirna berusaha memberi pengertian pada adik sepupunya. Sayangnya ucapannya tak diindahkan oleh Vitalia yang menyahut nya dengan berkata, "Memangnya kenapa kalau ada Grandpa? Grandpa tak semunafik Papa dan Kakak, Mbak!"
"Tapi Vit..."
"Tidak mbak, aku tau jika diriku selama ini telah dibohongi. Aku bahkan sangat terkejut ketika Amelia bilang ada tanda lahir di lengan dan di leherku. Itu memang benar aku mempunyai tanda lahir di bagian lengan dan di leherku!"
Betapa terkejutnya semua orang yang berada di situ tanpa terkecuali mendengar pengakuan dari Vitalia.
"Apa..."
Dengan menitikkan air matanya, Vitalia menyambungnya lagi dengan berkata,
"Mungkin benar, aku sempat tidak percaya akan hal itu.., tapi apa boleh buat memang pada kenyataannya aku mempunyai tanda lahir di dua tempat itu.."
"Dan mengenai bukti yang dimaksud oleh suamiku, aku sudah menyuruh Frans untuk mengambil bukti itu, aku ingin melihatnya apakah benar aku bukan anak Papa Wijaya?" sambungnya lagi sambil berusaha menahan tangis yang terasa sesak di dada.
"Ya Tuhan, apa mungkin bukti rekaman yang dimaksud oleh Chandra adalah bukti ketika dia sedang memata-matai keluarga Wijaya? Benar-benar diluar dugaanku. Ternyata Chandra ingin membuktikan pada dunia jika dia benar-benar mencintai Vitalia!" batin Mirna dengan pemikirannya. Sementara Tuan Feng dan Nenek Elisabeth hanya saling pandang. Begitu pula dengan dokter Gabby dan Tuan Long Ai hanya diam menyimak perdebatan tersebut.
"Sebenarnya bukti apa yang dimaksud Tuan Chandra? Kenapa menjadi lebih rumit masalahnya?" gumam dokter Gabby juga dengan pemikirannya.
"Cucuku, kau memang sangat jenius. Bahkan dalam sekejap kau mampu merubah pikiranmu sendiri. Itu sebagai bukti bahwa kalian saling mencintai sama lain ku harap setelah ini kalian akan bisa melewati rintangan yang lebih besar lagi," gumam Nenek Elisabeth dalam hati.
Sementara Amelia hanya diam meneteskan air matanya tanpa mengeluarkan suara, dengan pemikirannya sendiri.
*****
^^^Chandra POV :^^^
^^^Sudah saatnya kau mengetahui kebenaran ini, Istriku. Aku bahkan sangat bersyukur sekali bisa mengatakan kepadamu yang sejujurnya jika kau adalah putri dari Keluarga Hirata. Meskipun itu kenyataan yang pahit bagimu. Tapi inilah yang terbaik bagimu.^^^
Bersambung....
...****************...
...----------------...
__ADS_1