Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 19


__ADS_3

Permintaan Sisi pada Amelia.


Setelah sehari Amelia tidak diizinkan bekerja, tapi hari ini Amelia sudah diperbolehkan lagi bekerja, karena sebuah alasan yang dilontarkan Amelia pada sang Daddy agar mengizinkannya bekerja kembali, dengan alasan mau membuat ramuan khusus untuk Sisi Adik Kandung dari Chandra Zhu.


" Dad... Ma..., kalau begitu Amel berangkat dulu ya.., kebetulan teman Amel sudah menunggu di depan...." ucap Amelia berpamitan ke pada kedua orangtuanya.


" Ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan..." tutur sang Daddy.


" Siap boskuh....jawab Amelia seraya memberi normal, dan mendapatkan gelengan kepala dari sang Daddy.


" Jangan lupa bekal yang Mama siapin nanti di makan..." ucap Mama Tiri Amelia mengingatkan.


" Ok bestie..." jawab Amelia sambil tersenyum manis ke arah Mama Tirinya.


" Ameel...." balas sang Mama.


" Heheheh iya iyaaa Ma... lagian Mama kan bestie ku juga... ya nggak sih..." ucap Amelia menaikkan alisnya menggoda Mama Tirinya, dan disambut gelak tawa diantara mereka.


Sementara Sherlyn dan Chan yang melihat pun merasa aneh dengan tingkah Amelia yang semakin akrab dengan Mama Tirinya, berbeda dengan tuan Hirata, Ia merasa senang karena Istri keduanya telah berubah menjadi sosok penyayang pada Amelia.


" Mama.. issshhh nyebelin deh... terus saja begitu, lihat saja nanti Mel, akan kubalaskan semuanya padamu, Kami sudah merebut semua yang menjadi milik ku" batin Sherlyn menatap sinis Amelia yang masih bercanda dengan sang Mama.


" Mel..., kakak senang melihatmu berubah tidak seperti dulu lagi yang sangat membenci Mama, dan sekarang Mama bisa berubah menjadi baik padamu juga karena Dirimu.., kakak berharap agar kalian tetap seperti ini setiap hari..." batin Chan Hirata.


" Oh ya..., Dik... Kak... Amel berangkat dulu ya..." ucap Amelia berpamitan pada kedua Saudaranya.


" Hmm..." jawab Sherlyn dengan deheman saja, sambil memutar bola matanya malas.


" Eh tunggu dulu Mel kakak ikut...." ucap Chan Hirata.


" Lahh kakak apaan sih..., orang Amel bareng sama teman kok..." sambung Amel, menolak ajakan sang Kakak.


" Iyaaa, tapi Kakak harus mengawasimu dari belakang..." tutur sang Kakak memberi penjelasan.


" Benar Nak..., ada baiknya Kamu diawasi oleh Kakakmu..." sambung tuan Hirata.


" Issshhh... ya sudah terserah deh..." ucap Amelia sambil memanyunkan bibirnya kesal, lalu berjalan keluar, diikuti sang Kakak.


*****


Sementara di luar gerbang kediaman Hirata, tampak seorang wanita cantik yang sedang menunggu Amelia yang sejak tadi belum keluar-keluar, Ya Dia adalah dr.Mirna Feriska, bahkan saking lamanya menunggu Ia turun dari mobilnya sambil bersender di mobil, dan melihat jam tangan yang melingkar ditangannya.


" Isshh lama banget sih Amel..." gerutu Mirna pelan, sambil melihat ke arah pintu kediaman Hirata, dan tak lama pun akhirnya Amelia muncul juga, lalu menghampiri Mirna.


" Maaf mbak sudah menunggu terlalu lama.." ucap Amelia sambil menekuk mukanya.


" Ya sudah ayo cepetan masuk..., kita sudah hampir terlambat..." ucap Mirna pada Amelia, dan mendapatkan anggukan darinya, lalu mereka pun masuk kedalam mobil, tapi belum sampai Mirna membuka pintu, Mirna pun di panggil oleh seseorang.


" Hey tunggu dok..." panggil seseorang, seketika Mirna pun mengurungkan niatnya untuk membuka knop pintu mobilnya, sementara Amelia yang sudah masuk ke dalam mobil pun heran menatap Mirna dari dalam yang tidak jadi masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Ada apa Kau memanggilku...??" tanya Mirna Feriska dingin.


" Hmm jadi Kamu teman dari Adikku..." ucap Chan Hirata menatap dengan seksama Wanita yang dihadapannya sekarang.


" Hmm.. maaf tuan..., kalau sekiranya tidak ada hal yang penting, tolong jangan mengulur waktu ku..." ucap Mirna dingin. sementara Amelia lalu turun dari mobil, memotong pembicaraan, dan berkata:" Ayo mbak kenapa malah nggak jadi masuk sih..., katanya sudah terlambat..." ucapnya, belum sempat Mirna menjawab Chan Hirata oun berkata.


" Saya minta tolong, jagain Adikku baik-baik..., kalau sampai terjadi apa-apa Aku tidak akan melepaskanmu...!!" tegas Chan dingin.


" Apaaa...???" ucap Mirna Feriska terkejut dengan perkataan Kakak dari Amelia tersebut.


" Eh tunggu sebentar... apa kalian saling kenal...??" tanya Amelia menyelidik.


" Tidak..." jawab Chan dan Mirna Feriska kompak.


" Lalu...??, kenapa Kakak menitipkanku pada Mbak Mirna sih, eh maksudku Mbak Feriska.." tanya Amelia bingung.


" Ya... karena Aku percaya pada ya Dik..." jawab Chan Hirata, sementara Mirna Feriska hanya diam saja menyimak pembicaraan.


" Kok bisa...???, nggak kenal kok percaya sama Dia..., gini nih kalau sudah kenal tapi bohong..." ucap Amelia tak percaya dengan pernyataan mereka.


" Isssh ck sudahlah Mel, ayo kita berangkat kita sudah tidak punya banyak waktu lagi..." tutur Mirna Feriska dingin.


" Tapi Mbak..." ucap Amelia terhenti, karena terpotong oleh ucapan Mirna.


" Sudah ayo..." sambung Mirna sambil menarik tangan Amelia untuk masuk ke dalam mobil.


" Iyaaa iyaaa....., tapi ingat kalian masih hutang penjelasan padaku..." ucap Amelia sambil menunjuk Mirna Feriska, dan Chan Hirata secara bergantian.


*****


Sedangkan Sisi sudah terlihat mengantri di depan poli anak bersama sang Kakak, siapa lagi kalau bukan Chandra, Ya hari ini yang menemani adiknya berobat adalah Chandra, karena Mamanya tidak diperbolehkan Chandra untuk beraktifitas banyak, jadi Ia yang menemaninya.


" Tuan Chandra..., mohon tunggu sebentar ya..., dokter Amelia kebetulan belum datang, dan masih diperjalanan, Dia terjebak macet katanya..." ucap dokter Rena.


" Hmm..., baiklah.. " jawab Chandra dingin, sementara dokter Rena kembali dengan pekerjaannya.


" Kak Chandra...., kak Amel mana sih kok lama banget...?? tanya Sisi khawatir pada Amelia yang sejak tadi belum datang juga.


" Sebentar ya Si..., harus sabar... dia memang sukanya begitu..." jawab sang Kakak seadanya seketika ada seseorang yang memotongnya dengan berkata:" Apaaa...??, enak saja kalau ngomong, Aku terlambat karena jalanan macet tauk..." sambung Amelia yang tiba-tiba saja datang tanpa permisi.


" Hmmm... alasan..." balas Chandra dingin.


" Sudah ya Dik... jangan dengerin omongan Kakakmu itu..." ucap Amelia ketus.


" Kakak memang begitu Kak dokter..." jawab Sisi.


" Hehehe iyaa..., oh ya kenalin ini ada dokter Mirna Feriska temannya Kak Amel..., Dia yang membantu kakak membuatkan ramuanmu..." ucap Amelia mengenalkan dokter Mirna Feriska pada Sisi.


" Salam kenal cantik..." ucap dokter Mirna Feriska pada Sisi.

__ADS_1


" Salam kenal dok..." balas Sisi sambil tersenyum ramah.


" Nah sekarang ikut kakak yuk masuk ke dalam ini ada satu ramuan yang kakak dokter buatkan khusus untukmu..." ucap Amelia sambil tersenyum manis ke arah Sisi, lalu membantu Sisi mendorong kursi rodanya, diikuti Mirna Feriska di belakangnya. sementara Chandra yang hanya diam mematung ditempat menyaksikan, tiba-tiba saja lengan Chandra di cubit oleh Amel.


Ckittt....


" Aduhh... dokter Amelia apa yang Kau lakukan...!!" erang Chandra kesakitan.


" Makanyaa... tuan Mafia jangan bengong dong... ayo masuk..." jawab Amelia menarik tangan Chandra tanpa sadar.


" Hmmm....


" Issshh dasar manusia es..." gerutu Amelia pelan, tapi masih terdengar oleh Chandra.


" Apa katamu?? tanya Chandra menyelidik.


" Bukan apa-apa..."jawabnya.


*******


Setelah perdebatan panjang antara Amelia dan Chandra, Amelia pun menjelaskan tentang ramuan yang akan diberikan pada Sisi, Ia menjelaskan bahwa ramuan yang Ia buatkan adalah ramuan yang sangat langka, dan ada baiknya jika Sisi menggunakannya dengan sebaik mungkin.


" Tuan Chandra..., Saya minta tolong, nanti berikan ramuan yang Saya buat ini pada Sisi secara rutin, karena cairan ini sangat membantu pemulihan Sisi..., apalagi ramuan ini terbuat dari tanaman langka yang Saya ramu menjadi sebuah obat, jadi Saya berharap agar Kalian bisa menyimpan ramuan ini secara baik-baik..." tutur Amelia menjelaskan panjang lebar.


" Hmmm, baiklah..." jawab Chandra seadanya. Ya Amelia sengaja memanggil Chandra dengan sebutan Tuan, karena Dia menghargai Chandra sebagai orang yang terhormat, apalagi sekarang ada dr.Mirna Feriska yang mendampinginya, setidaknya Ia bisa bersikap sopan dengan pasien, pikirnya.


" Oh ya.. untuk aturan pemakaiannya, Dua kali sehari setelah makan ya sayang..., nanti kalau sudah, seminggu sekali kakak akan datang ke rumahmu untuk mengontrolmu, jadi Sisi tidak perlu lagi datang kemari..." terang Amelia ramah, sambil memberikan ramuan itu pada Sisi, lalu mendapatkan anggukan dari Sisi, dan Sisi pun menjawab:" Wahh..., benar ya kak...?? tanya Sisi memastikan.


" Iyaa Sayang... Kakak nggak bohong, ya sudah sekarang Sisi sudah diperbolehkan pulang tanpa terapi lagi.." jawab Amelia sambil tersenyum ramah.


" Oh ya..., jangan lupa sebelum pulang, Sisi temui dokter Rena sebentar ya, bagaimana pun dokter Rena adalah dokter anak yang membantu Sisi juga..." sambung Amelia lagi, mencoba memberi arahan pada Sisi.


" Baik kak Amel..." jawab Sisi.


" Hmmm baiklah.., kalau begitu kita ke ruangan dokter Rena, Dik..." ucap Chandra pada sang Adik, dan akan mendorongnya keluar menggunakan kursi roda.


" Permisi dok... " pamit Chandra pada Amelia dan Mirna Feriska, dan mendapatkan anggukan dari mereka, akan tetapi belum sampai sang Kakak menggeser kursi roda milik Sisi, Sisi menghentikan sang Kakak.


" Tunggu dulu Kak..., Sisi mau ngomong sebentar dengan Kak Amel..." pinta Sisi pada sang Kakak, sontak membuat Chandra dan dokter Amelia mengerutkan keningnya bingung.


" Ada apa Sayang...?? " tanya Amelia sambil berdiri lalu menghampiri Sisi yang sedang duduk di kursi roda, dan menyamakan tingginya Sisi dengan berjongkok dihadapannya, sambil memegang tangan Sisi.


" Kak Amel.., boleh nggak jika Sisi minta satu permintaan ke Kak Amel...?? tanya Sisi dengan tatapan serius, sambil menggenggam tangan Amelia erat-erat, belum sampai dokter Amelia menjawab, Chandra memotongnya dengan berkata:" Sisi apa yang Kamu lakukan?!!" tegasnya.


" Tuan Chandra... tidak apa-apa kok..., memangnya apa yang Kamu minta Sayang...??" tanya Amelia sambil tersenyum ramah dan membalas genggaman tangan Sisi.


" Kak Amelia..., maukah Kau menjadi Kakak Iparku..???" sontak pertanyaan Sisi tersebut membuat Amelia tercengang, dan terdiam seketika, bahkan bukan hanya Amelia saja Chandra dan Mirna Feriska yang mendengarnya pun ikut tersentak kaget, dengan ungkapan Sisi.


******

__ADS_1


Waahhh... makin seru nih tampaknya... akankah Amelia mau menerima tawaran dari Sisi..?? simak di episode selanjutnya


Jangan lupa Vote, Like, Komen dan Favorite Yaa... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2