Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 105


__ADS_3

Permintaan Maaf Chandra


Sementara di sisi lain Vitalia kini berjalan cepat menyusuri lorong RS dengan menangis tersedu-sedu, sambil mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipi, bahkan Ia tak menghiraukan jika banyak orang yang sedang menatapnya. Entah mengapa hatinya begitu sakit ketika melihat sang Suami berada dihadapannya dengan wajah aslinya.


Tanpa Vitalia sadari ada seseorang yang melihat Vitalia dari arah kejauhan, dan tanpa menunggu lama orang tersebut pun segera berlari menghampiri Vitalia.


“Vitalia, kenapa Kau menangis .. ??” tanya seseorang bersuara bariton tersebut pada Vitalia. Seketika itu pula Vitalia mengarahkan pandangan menatap seseorang tersebut.


Tanpa berpikir panjang Vitalia pun lalu berlari dan berhambur memeluk seseorang tersebut.


Greepp ...


“Hiks ..., hiks ..., hiks .., Hans ..., biarkanlah Aku memelukmu seperti ini ..” ucap Vitalia sambil memeluk Hans, dan Hans pun membalas pelukan tersebut dengan penuh kasih sayang. ‘Ya seseorang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Hans, seorang Pria tampan yang selalu melindungi Vitalia sejak kecil. Hans pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sssttt ..., sudah Vitalia jangan menangis lagi .., katakan padaku sebenarnya ada apa denganmu .. ??” tanya Hans pada Vitalia.


Vitalia pun lalu melepaskan pelukannya dan berkata, “Hans ..., Suamiku Dia ada disini .., bawa Aku pergi dari sini, Hans .., Aku benar-benar benci sama Chandra Aku benci .. !!” ucapnya mendongakkan kepala menatap Hans yang sangat tinggi dibanding dengannya. Hans pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi Vitalia, itu tidak mungkin ... !!” tandasnya.


“Ku mohon Hans, tolong Aku ... !!” ucap Vitalia lagi memohon pada Hans.


“Itu tidak bisa Vitalia, kalau Grandpa tahu akan hal ini, Aku bisa dimarahi olehnya ... !!” tegas Hans menolak permintaan dari Vitalia yang sudah Ia anggap sebagai Adiknya sendiri. Meskipun sebenarnya Ia sendiri masih menyimpan rasa suka dalam hatinya, sebisa mungkin Ia harus melupakannya, karena biar bagaimanapun Vitalia sudah menikah dengan Pria lain, yang sangat dicintai Vitalia, ditambah lagi dengan hubungan Mereka sudah membuahkan hasil  yang membuat Dirinya mundur.


Hanya saja Hans heran dengan sikap Vitalia, kenapa bisa Vitalia sampai sebenci itu dengan Chandra, padahal dulunya Vitalia sangat mencintai Chandra, sampai-sampai hal yang tidak masuk akal pun Ia lakukan hanya demi Chandra tanpa memikirkan Dirinya sendiri yang tersakiti oleh Chandra.


‘Ya, Hans tak mengetahui alasannya jika Vitalia sedang bertengkar hebat dengan Suaminya, namun Hans tidak menyerah begitu saja, Ia berusaha mencari tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi pada hubungan  Vitalia dan juga Chandra.’


Sementara Vitalia pun hanya terdiam setelah mendengarkan pernyataan dari Hans. Vitalia lalu segera melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Hans dengan begitu saja tanpa berkata apa-apa.


*****


Sedangkan di sisi lain Amelia kini sedang menunggu seseorang di salah satu hotel tepatnya dimana dokter Mirna menginap, dokter Mirna sengaja memberi tahu pada Amelia, jika Dirinya sebenarnya belum kembali ke Indonesia.


“Amelia, ada apa Kau datang kemari .. ??” tanya Mirna to the point. Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Mbak ...,Ku mohon kembalilah ke  rumah kontrakan!!” ucap Amelia sambil mengatupkan kedua telapak tangannya seraya memohon pada Mirna Feriska.


“Tidak, Mel ..., selama Vitalia belum menyadari kesalahannya, Aku tidak akan kembali ke kontrakan itu!!” jawab Mirna dingin.


“Tapi Mbak, Kau harus tahu ini ... !!” seru Amelia tak menyerah dengan begitu saja. Mirna pun lalu menghembuskan nafas kasarnya dengan berkata, “Hufft, baiklah .., cepat katakan padaku .. !!” ucapnya.


“Mbak, baru saja Aku mendapatkan informasi jika Vitalia dengan bertengkar hebat dengan Chandra di FireField Hospital tempat dimana Vitalia bekerja,” terang Amelia menjelaskan pada Mirna.


Sontak saja penjelasan dari Amelia Hirata membuat Mirna Feriska membelalakkan matanya terkejut mendengarnya, “Apa ... ??, tapi bagaimana bisa Chandra mengetahuinya, Mel ??” tanya Mirna bingung dengan apa yang terjadi.


“Aku tak tahu Mbak, tapi Mbak jangan khawatir Aku sudah meminta Frans untuk kemari setelah meeting selesai .., Dia akan menjelaskan semua pada Kita,” ucap Amelia.


“Baiklah, Mel ..., lebih baik Kita menunggu saja, lagi pula Mbak juga mau mengenalkan mu dengan seseorang yang sangat dekat dengan Vitalia ..” balas Mirna. Amelia pun lalu mengangguk mengiyakannya, “Hmmm, ok ...” jawabnya.


“Sebenarnya siapa yang dimaksud dengan Mbak Mirna, ya ... ??, apa mungkin Hans yang sering disebut oleh Vitalia akhir-akhir ini ... ??, atau  ... ??” batin Amelia dengan berbagai pertanyaan yang muncul dalam benaknya.


...****************...


Di FireField Hospital


Kini tampak Chandra kebingungan mencari Istrinya, bahkan Ia sudah mengerahkan seluruh pihak keamanan FireField Hospital tapi tetap saja tak menemukan Istrinya. Dan pada akhirnya Chandra diberi tahu oleh salah seorang Perawat yang melihat Vitalia berada di sebuah taman pinggiran kota Sydney seorang diri, Chandra yang mendengar informasi tersebut pun langsung menuju taman yang dimaksud oleh Perawat tersebut.

__ADS_1


Tanpa menggunakan mobilnya Chandra berjalan menyusuri jalan setapak yang ada di pinggiran kota, karena kebetulan taman yang di maksud Perawat tersebut tak jauh dari FireField Hospital. Ia tak menghiraukan banyak mata memandang ke arahnya, Ia tak peduli dengan statusnya sekarang, yang terpenting saat ini adalah bisa bertemu dengan Istrinya untuk meminta maaf, Ia tak peduli jika saja Ia tak di maafkan sang Istri, bagaimanapun caranya akan Ia lakukan agar sang Istri mau memaafkannya.


“Maafkan Aku, Istriku ..., Aku benar-benar menyesal telah berbuat semauku sendiri, bahkan Aku sangat tak menyangka jika kejadian seperti ini akan terjadi ...” gumam Chandra dalam hati sambil berlari kecil dengan menengok ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari seseorang yang Ia cari.


Sesampainya Ia di taman, Chandra pun mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang Ia cari sambil berteriak, “Vitalia, Sayang ..., Kau dimana ... ?!” teriaknya keras sambil berjalan masuk ke dalam taman, sayangnya teriakannya tak ada seorang pun yang menyahutnya.


Chandra pun tak menyerah dengan begitu saja, dan Ia berteriak sekali lagi, “Vitalia, keluarlah ..., jangan sembunyi Vitalia ..., Aku mencintai ..” belum sampai Chandra menyelesaikan ucapannya Ia melihat seseorang yang Ia cari sedang duduk termenung di pinggiran kolam.


Chandra yang melihatnya pun segera berlari menghampiri sang istri.


Greeppp ...


Peluk Chandra dari belakang sontak saja membuat Vitalia membulatkan matanya sempurna, melihat siapa yang sedang memeluknya dari belakang.


“Lepaskan Aku, Mas ..., lepaskan ... !!” teriak Vitalia sambil berusaha melepaskan pelukan Chandra, namun sayangnya pelukan dari Chandra sangatlah kuat sehingga Vitalia pun tak bisa lepas dengan begitu saja.


“Tidak Vitalia, Aku tak akan melepaskanmu, biarkanlah seperti ini dulu,” tolak Chandra masih dengan posisi memeluk Vitalia dari belakang, sedangkan Vitalia hanya diam meneteskan air matanya yang sudah tak dapat dibendung lagi.


Chandra pun lalu membuka suaranya lagi dengan berkata, “Maafkan Aku Istriku, maafkan Aku ..” ucapnya sambil memeluk Vitalia, dan Vitalia pun menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya pelan lalu berkata, “Tidak mas, Aku tidak akan pernah memaafkanmu .., hiks .. hiks .., Kau jahat Mas .. !!” ucap Vitalia dengan menangis tertahan.


“Maafkan Aku, Vitalia ..., Aku mencintaimu, Aku benar-benar mencintaimu, Aku berjanji akan selalu menjagamu dan tidak akan bertindak kasar kepadamu lagi Vitalia,” ucap Chandra dengan penuh penyesalan sambil melepaskan pelukannya dengan begitu saja.


Vitalia sangat terkejut, karena tiba-tiba saja Chandra bersimpuh di hadapannya. Ia pun lalu berkata, “Vitalia, katakan padaku, apakah Kau mau menerima permintaan maaf dariku .. ??” tanya Chandra lagi untuk memastikan. Dengan cepat Vitalia pun membalasnya dengan berkata, “Berdirilah, Mas ..., jangan seperti itu ..” pinta Vitalia pada sang Suami agar tidak bersimpuh di hadapannya.


“Tidak Vitalia, sebelum Kau memaafkan Aku, Aku tidak akan berdiri dari hadapanmu ...” Chandra menolak permintaan dari sang Istri. Vitalia pun menyahutnya, “Mas .., Kau sadar nggak sih, telah mempermainkan hati banyak orang??, apa dengan menyamar Kau bisa menguasai dan merebut FireField Hospital menjadi milikmu begitu .. ??, tidak ku sangka, Mas .., ternyata hanya karena itu lah Kau kesini.” ucapnya kesal. Entah mengapa hati Vitalia merasa kesal dengan apa yang dilakukan Chandra.


“Tidak Vitalia, Aku kesini bukan karena hal itu saja, namun Aku juga mencari mu ...” elak Chandra berusaha menjelaskan yang sebenarnya.


“Karena Kau tidak pernah menganggap ku, Vitalia ..., Kau bahkan sudah membuatku seperti orang gila hingga Aku berbuat nekat seperti itu ..” jawab Chandra apa adanya.


“Itu tidak seberapa dengan sakit yang Aku rasakan, Mas ..., kau telah merenggut harta yang selama ini Aku jaga dengan baik, ya memang Aku akui Aku mencintaimu, Mas ..., namun jika seorang Istri dipaksa melakukannya, apa itu baik .. ??, heh ... tidak Mas, Kau bahkan sudah membuatku terluka di sekujur tubuhku, dengan ulah mu yang kasar, apalagi yang ada di dalam pikiranmu hanyalah balas dendam dan balas dendam saja, tanpa memikirkan bagaimana perasaanku saat itu.” balas Vitalia panjang lebar.


“Dan mulai detik ini, dan hari ini juga jangan pernah menemui ku lagi .. !!” sambung Vitalia dengan sorot mata yang tajam menatap sang Suami. Meskipun sebenarnya Dirinya sangatlah rapuh namun Ia sekuat mungkin di hadapan Chandra.


“Cukup Vitalia, apa Kau tidak memikirkan anak Kita, ha ... ?!” bentak Chandra sambil menarik lengan Vitalia.


Seketika saja Vitalia terpekik karena ulah dari Chandra, Ia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Aku sangat memikirkannya, tapi Kau tak memikirkannya, Mas ..” ucapnya dengan nada bergetar menahan tetesan air matanya.


“Baiklah kalau itu mau mu, Aku akan menuruti kemauanmu, tapi dengan satu syarat, Aku tak akan pernah menyerah untuk merebut hatimu kembali, Vitalia ..., tak akan kubiarkan ada Pria yang mendekatimu selain Diriku .., camkan itu ... !!” tandasnya sambil melepaskan cengkeramannya. Chandra pun lalu dengan cepat melangkahkan kakinya meninggalkan Vitalia sendirian di taman.


Sebuah nyanyian pun berbunyi:


^^^Cerita Lama^^^


^^^by : Nike Ardilla^^^


^^^Tak perlu bertanya padaku^^^


^^^Tanyakan dirimu^^^


^^^Mengapa aku sampai begini^^^

__ADS_1


^^^Seharusnya kau tau^^^


^^^Tak usah kau berbasa basi^^^


^^^Tentang masa lalu^^^


^^^Ku tutup sudah^^^


^^^Lembaran lama^^^


^^^Ku akhiri cerita^^^


^^^Jangan datang lagi^^^


^^^Habis sudah^^^


^^^Tamat sudah^^^


^^^Masa masa yang lalu^^^


^^^Buang sudah^^^


^^^Kubur sudah^^^


^^^Indah kenangan lalu^^^


^^^Cerita lama ....^^^


...****************...


Sementara Vitalia pun hanya diam menatap kepergian Chandra dengan meneteskan air matanya, dan tiba-tiba saja,


Bruukkk ...


Sontak saja membuat Chandra yang hendak pergi meninggalkan Vitalia pun menoleh ke arah belakang dilihatnya Vitalia sudah ambruk tak sadarkan diri.


......................


^^^Chandra pov^^^


^^^Terkadang emosi dan kemarahan membuat kita lupa akan tindakan-tindakan yang kita lakukan, dan betapa bodohnya kesalahan yang kita lakukan saat itu.^^^


...----------------...


Waduuuhhh makin seru kan ya ..., readers disini kira-kira bakal dukung siapa nih, Chandra atau Vitalia ... ??


Jangan lupa tingalkan jejak Vote, Like, dan Komennya Ya ...


Biar Author rajin up hehehhe ....


Terima kasih ... 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2