Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 145


__ADS_3

Nomor Misterius


"Iya kak, ini Aku!" jawab Sherlyn dengan lantang. Bahkan sampai menggema di seluruh ruangan.


"Aku setuju dengan yang dikatakan oleh Chandra! Bunuhlah Aku, jika Aku tak bisa menepati janjiku!" seru Sherlyn membalas pernyataan dari Chandra. Sontak saja pernyataan dari Sherlyn berhasil membuat Vitalia dan Chandra tercekat dengan apa yang barusan mereka dengar.


Chandra pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Ok, Aku akan pegang kata-katamu!" balas Chandra tegas, dengan menatap takam Sherlyn.


Vitalia yang melihat sang Suami memelototi Sherlyn pun tak tinggal diam. Ia pun lalu mencubit pinggang sang Suami.


Cekiiiitttt....


"Aduuuhhh ... !!" teriak Chandra mengaduh kesakitan sambil memegangi pinggangnya.


"Rasain tuh! Makanya jangan suka memelototi orang seperti itu!" ucap Vitalia.


"Tapi kan biar tegang, Honey! Kalau nggak gitu nggak tegang dong dia," jawab Chandra sehalus mungkin berbicara dengan sang Istri.


"Tegang .., tegang ..., apanya yang tegang?"


"Orang nya lah, masa' itunya." jawab Chandra sekenanya..


"Bee... !!" bentak Vitalia sambil memelototkan matanya ke arah sang Suami. Dan


Weeerrrr...


Vitalia menjewer kuping Chandra.


"Aduhhh ... duh.. duh... Honey.. sakit... !!" lagi-lagi Chandra mengaduh kesakitan karena ulah sang Istri yang menjewer kupingnya.


"Makanya, lain kali kalau mau ngomong itu dipikir dulu dong, Bee! memangnya tak malu apa, ada banyak orang disini!" ucap Vitalia sambil mengedarkan pandangan ke arah semua orang yang sedang berada di situ dengan tatapan malu-malu, mengingat sang Suami telah mengatakan sesuatu padanya dengan hal yang tidak baik


"Hehehehe enggak juga sih, ngapain malu, Honey? Lagi pula kan sudah wajar dong Aku bilang seperti tadi, kan Aku Pria.." jawab Candra jujur


"Bee!!" bentak Vitalia dengan menatap sang Suami dengan menatapnya tajam. Merasa sang Istri menatapnya, Chandra pun membuka suaranya dengan berkata, "Ehhh iyaa iyaa .., nggak jadi deh, maaf! Tadi cuma bercanda, Honey!" jawab Chandra beralasan sambil memegangi kedua telinganya. Sementara Vitalia yang telah mendengarkan alasan dari sang Suami pun hanya menggelengkan kepalanya pelan karena heran dengan tingkah sang Suami yang selalu bikin rusuh.


"Ya Tuhan, bisa-bisanya mempunyai Suami seperti ini.." gumam Vitalia pelan sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Honey kak bilang gitu sih!" protes Chandra.


"Terserah Aku dong, Bee ..." jawab Vitamin sambil memutar bola matanya malas.


Di sisi lain, Sherlyn, Risma dan juga Dinda sedari tadi hanya terkikik geli menyaksikan adegan dari Vitalia dan Chandra.

__ADS_1


"Wkwkwk..."


"Kenapa kalian tertawa?" tanya Vitalia dan Chandra secara bersamaan. Bukannya menjawab pertanyaan dari sepasang Suami Istri tersebut. Namun Risma malah membuka suaranya dengan berkata, "Eh sudah .. sudah! Daripada kalian ribut, mending makan dulu gih! Sebelum kalian ke rumah sakit," ucapnya.


"Iya benar, lebih baik kalian makan dulu kak! Kebetulan Sherlyn sudah meyiapkan semuanya di bantu Risma dan Dinda," sambung Sherlyn memerintahkan keduanya untuk makan.


"Waahh, kebetulan sekali, udah laper nihh!" seru Vitalia. Ia pun lalu menyambungnya lagi dental berkata, "Ayo Sher, temenin kakak makan!" titahnya sambil menarik tangan Sherlyn untuk ikut ke ruang makan tak menggubris sang Suami. Sementara Chandra yang melihat sang Istri mencuekinya pun tak terima.


"Loh, Honey! Kok gitu!" ucap Chandra sambil mengejar sang Istri yang sedang menarik Sherlyn. Sementara Risma Dan Dinda hanya terkekeh melihat kelakuan Chandra yang berubah drastis semenjak menjadi suami dari Vitalia, begitu pula dengan Vitalia.


"Astagaaa, pasangan lawak memang!" seru Risma


"Tomcat sama Catwoman memang beda!" ucap Dinda menimpali. Seketika itu pula mereka pun tertawa lepas lali segera berjalan menyusul Chandra dan yang lain untuk ke ruang makan.


...****************...


Sementara di FireField Hospital Amelia terlihat sudah terbangun dari tidurnya. Ia yang melihat Mama Tirinya sedang tertidur lelap pun lalu berjalan menghampirinya.


Saat ia Alan ia mendudukkan pantatnya di kursi, tiba-tiba saja Amelia mendapat notif pesan dari orang tak dikenal.


Ting..


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Amelia. Amelia pun lalu segera membuka pesan tersebut.


.


Sontak saja Amelia yang menerima pesan tersebut pun, melebarkan matanya terkejut dengan apa yang ia baca.


"Astagaaa, siapa dia! Mengapa Dia mengancamku?" berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya. Karena memang nomer yang mengirim pesan ke nomer Amelia, sangat asing baginya.


"Vitalia, ya.., Aku harus bilang sama dia!" ucapnya lali segera menggeser later ponselnya untuk menghubungi Vitalia.


Tut...


Sambungan telepon pun terhubung. Amelia pun lalu berjalan keluar untuk berbicara di luar ruangan. Ia tak mau jika Mama Tirinya mengetahui, karena Amelia tak ingin membuatnya khawatir jika mendengarnya.


"Halo..." ucap seseorang yang berada di seberang sana. 'Ya, siapa lagi kalau bukan Vitalia.'


"Halo Vitalia, kau dimana?"


"Aku sedang bersama Mas Chandra Mel! Memangnya kenapa sih, kok seperti ada yang aneh denganmu?" tanya Vitalia pada Amelia.


"Vitalia, Aku mendapatkan sebuah pesan WhatsApp yang berisi ancaman Vit! Tapi Aku nggak tau pengirimnya siapa, sepertinya itu nomer Australia," jelas Amelia menjelaskan. Sontak saja Vitalia yang sedang berada di seberang sana terkejut mendengar pernyataan dari Amelia.

__ADS_1


"Apaaa?" ucap Vitalia dengan nada keterkejutannya.


"Memangnya pesan dia seperti apa??" tanya Vitalia.


"Dia bilang, 'Lepaskan Bos kami! Atau kalian sekeluarga akan ku bunuh!' Begitu isinya Vit,"


"What's?" ucap Vitalia. Dan seketika itu pula Vitalia mematikan telponnya sebelah pihak. Sementara Amelia berdecak kesal karena Vitalia malah mematikan telponnya, padahal dia belum menyelesaikan ucapannya.


"Ck, malah dimatikan lagi!" ucap Amelia.


Sementara Vitalia yang sedang melakukan ritual makan siangnya di markas geng tengkorak pun terdiam seketika, setelah menerima telpon dari Amelia.


"Apaaa?? Sebenarnya siapa dia? Mengapa dia mengancam Amelia?" berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya. Sementara Chandra dan yang lain merasa heran dengan sikap Vitalia yang tiba-tiba saja berubah setelah menerima telpon.


"Honey, ada apa?" Tanpa menjawab pertanyaan dari sang Suami, Vitalia justru malah berdiri dari tempat duduknya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan.


Chandra dan yang lainnya melihat Vitalia berjalan ke arah sel tahanan bawah tanah pun tak tinggal diam.


"Honey, tunggu!!"


"Vitalia, tunggu!" seru Chandra dan semua orang yang berada di meja makan secara bersamaan, mereka pun lalu berdiri dari tempat duduknya dan mengejar Vitalia.


Ketika Vitalia berjalan memasuki sel bawah tanah, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Seketika saja Vitalia segera membukanya.


"Vitalia ini screen shot nya, sekaligus nomer si pengirim" ucap Amelia dalam pesan tersebut.


Sementara Vitalia pun lalu segera mengecek nomer tersebut. Betapa terkejutnya Vitalia melihat nomer yang tertera di sana.


"Jack ..."


"Apaaa? Sebenarnya ada apa ini? Kenapa nomer Jack??" ucapnya terhenti seketika karena ia mengingat sesuatu.


"Ya Tuhan, ternyata benar dugaanku! Hans, ya ini pasti ulah Hans!" ucap Vitalia sambil mengepalkan tangannya geram, segera berjalan cepat menghampiri sel tahanan dimana Hans di tahan.


Bersambung....


...****************...


...----------------...


Bakalan seru nih... !!


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komennya Ya.... Terima kasih 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2