Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 189


__ADS_3

Melahirkan Anak Kembar.


Hari berhari sudah terlewati, bulan berbulan setelah kebenaran terungkap di depan publik dan keluarga Wijaya, Vitalia akhirnya melahirkan dua orang anak kembar yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dan dua hari ini ia melewati pasca persalinan di RS.


Bahkan, kelahiran putra-putri dari Chandra dan Vitalia membuat seluruh keluarga turut berbahagia, karena melahirkan buah hati dua sekaligus. Selain pihak keluarga, publik juga ikut berbahagia karena mendengar kabar bahwa putri dari seorang mafia sekaligus dokter misterius kini telah lahir ke dunia dengan sehat dan selamat.


Kabar itu juga didengar oleh keluarga Wijaya yang sampai detik ini masih bungkam mengenai berita tersebut. Mengingat Aditya kini sudah tak menganggap Vitalia adik lagi. Namun, berbeda dengan kedua orang tua dan istrinya yang begitu senang mendengar kabar tersebut.


"Honey, lihatlah! Baby kita sangat lucu-lucu sekali!" seru Chandra dengan raut muka bahagianya melihat anak-anaknya yang terlihat begitu menggemaskan.


Vitalia yang melihat sangat suami mencubit pipi putra dan putrinya pun tak terima, "Bee, jangan dicubit dong, kasihan Baby Girl!" ujarnya memberi peringatan kepada sang suami sambil memukul lengan sang suami.


"Hehehe, iya iyaa.. habisnya Mas gemes banget liatnya..." ucap Chandra sambil menggendong Baby girl miliknya.


"Tapi lucu juga sih, Mas yang notabene kejam kini terlihat unyu-unyu di mataku, ckkakak..." ucap Vitalia terkekeh geli melihat ekspresi wajah sang suami yang terlihat berbeda dari biasanya, sambil melepas asinya yang sedang ia berikan kepada Baby Boy.


"Apa kau bilang? Mas unyu-unyu? Emangnya Mas boneka apa, seenaknya bilang unyu-unyu!" sahut Chandra tak terima dengan ucapan sang istri yang menertawainya sambil mengendong Baby Girl.


"Hehehe, memang kenyataannya gitu, Mas. Tanya saja sama Mommy, iya kan Mom?" tanya Vitalia mengalihkan pandangan pada sang Mommy, lalu memberikan Baby Boy kepadanya.


"Hehe iyaa.., oh ya Aunty mereka mana?" tanya Mommy Gabby pada Chandra dan Vitalia.


"Nggak tau Mom, dari tadi kita cuma berdua .." jawab Vitalia apa adanya, karena memang sedari tadi hanya mereka berdua berada di kamar.


"Oh, ya sudah. Chandra sebaiknya kau kabari keluarga Wijaya jika..." belum sampai Mommy Gabby menyelesaikan ucapannya, Vitalia menyahutnya dengan berkata, "Tidak Mom, kalian tidak perlu mengabari mereka!" tandasnya.


"Tapi kenapa, Sayang?" tanya Mommy Gabby dengan menatap putrinya heran sambil mengayun-ayunkan Baby Boy di dalam gendongannya.


"Apa Mommy pikir dengan mengabari mereka, mereka akan bisa menerima kedua anakku? Tidak Mom, mereka tidak akan pernah bisa menerima kehadiran dua buah hatiku. Apalagi mereka adalah anak hasil dari hubunganku dengan Mas Chandra." jawab Vitalia dingin.


"Tapi sayang, mereka berhak mengetahuinya, Nak! Bahkan, Tuan Wijaya dan istrinya saja merestui hubungan kalian, kenapa kau masih bisa berkata seperti itu?" tanya Mommy Gabby pada Vitalia.


"Mereka pasti sudah mengetahuinya, Mom. Tak mungkin mereka tak mengetahuinya. Apalagi setelah kejadian itu, publik tau tentang diriku dan Mas Chandra. Lalu mengenai Papa, dan Mama merestui hubunganku aku tak peduli, karena Mereka masih menuruti perkataan dari Aditya yang sudah ku anggap dia sebagai kakak. Padahal jelas-jelas perbuatan kakak sudah membuatku sakit hati, meskipun aku sadar bahwa aku bukan bagian dari keluarga mereka, tapi mereka tak menghargai perasaanku!" ucap Vitalia dengan penuh penekanan.


"Hmmm, ya sudah. Maafkan Mommy yang selalu mengungkit tentang mereka! Mommy hanya bisa berharap, suatu saat nanti kalian bisa berkumpul kembali." balas Mommy Gabby menjawab pernyataan dari Vitalia.

__ADS_1


"Itu adalah harapan kami Mom, tapi sepertinya sangat mustahil! Bukankah begitu Mas Chandra?" ujar Vitalia mengalihkan pandangan pada sang suami dengan bertanya kepadanya.


"Honey, jangan berkata seperti itu! Semua masih ada harapan, apalagi adikmu Amelia juga praktek di RS.Wijaya." ujar Chandra membenarkan ucapan sang istri.


"Tak ada hubungannya dengan Amelia, Mas. Biarkan dia bekerja sesuka hatinya, lagi pula RS.Wijaya tak akan ada apa-apa nya jika tanpa bantuan dari Amelia." sahut Vitalia dengan penuh percaya diri.


"Kau benar, Nak. Namun, jangan pernah berpikir buruk tentang kedua orang tua yang dulu sudah membesarkanmu dan merawatmu dengan baik, hingga kau dewasa seperti saat ini. Mommy justru sangat berterima kasih pada mereka karena telah menjagamu dengan baik. Ya, meskipun Aditya tetaplah keras kepala tak mau menerimamu." ujar Mommy Gabby yang lagi-lagi membalas pernyataan dari Vitalia.


"Benar, Nak. Apa yang dikatakan Mommymu benar adanya." sahut seseorang yang berada di balik pintu.


Seketika saja semua orang yang ada di dalam ruang perawatan Vitalia mengarahkan pandangan ke arah pintu. Dilihatnya ternyata adalah Mama Renita yang datang bersama dengan Tuan Hirata.


"Mama," ucap Vitalia dan Chandra secara bersamaan. Begitu pula dengan Mommy Gabby yang tersenyum melihat kedatangan mereka berdua.


"Sayang, tak ada salahnya jika kau menemui mereka karena bagaimanapun mereka adalah kedua orang tua yang sudah membesarkanmu hingga kau tumbuh dewasa, dan menjadi seperti sekarang. Jangan sampai kau menyesal dikemudian hari, Vitalia!" ucap Mama Renita berjalan menghampiri Vitalia yang duduk bersandar di atas bed rumah sakit, dengan diikuti Tuan Hirata di belakangnya. 'Ya, yang datang adalah Mama Renita dan Tuan Hirata.'


"Tapi Ma..." ucap Vitalia. Sayangnya ucapan dari Vitalia terhenti karena dipotong oleh sang Daddy.


"Tidak ada tapi-tapian, Nak! Sekarang lihatlah, siapa yang Daddy bawa ke sini sekarang!" ucapnya sambil membuka jalannya dengan menoleh ke arah pintu.


Sontak saja Vitalia yang melihat kehadiran seorang wanita yang memakai jas kebesaraannya sedang tersenyum ke arahnya pun terkejut dibuatnya.


Tak sampai di situ saja, ternyata di belakang Erlin ada dua orang wanita cantik yang berprofesi sebagai seorang dokter dan suster yang ikut bersamanya.


Greeppp...


Seketika itu pula Erlin dan kedua orang dibelakangnya berlari kecil lalu memeluk Vitalia yang sedang duduk bersandar di atas bed RS dengan menangis sesenggukan.


"Hiks... hiks.. Vitalia, kami sangat merindukanmu, hiks.. hiks.." ucap mereka bertiga dengan menangis sesenggukan memeluk Vitalia. 'Ya mereka bertiga adalah Erlin, Vanya, dan juga Dina, yang merupakan sahabat dekat Vitalia.'


Vitalia yang dipeluk oleh ketiga sahabatnya pun meneteskan air matanya sambil membalas pelukan mereka.


"Maafkan aku.." ucap Vitalia mengeluarkan air matanya tanpa bersuara.


"Jangan berkata seperti itu Vitalia, kau tau tidak. Selama kejadian itu kami memikirkanmu, bahkan kami juga mengkhawatirkan kehamilanmu waktu itu, hiks.. hiks.." ucap Dina si suster cantik sahabat dari Vitalia.

__ADS_1


"Benar Vitalia, kami khawatir dengan kejadian itu akan berimbas dengan kehamilanmu..." ucap Vanya si dokter cantik yang juga sahabat dari Vitalia menimpali.


"Maafkan kakak, Vitalia. Kakak tidak bisa menasehati kakakmu dengan baik... hiks... hiks.. hiks.." ujar Erlin sambil menangis menunduk merasa bersalah atas segalanya yang telah terjadi.


Mendengar ucapan ketiga sahabatnya, Vitalia pun segera melepas pelukan mereka, kemudian membuka suaranya dengan berkata, "Hey, kalian kenapa, sih? Lihatlah, kasihan anak-anakku mereka cemburu melihat kalian memelukku!" seru Vitalia dengan tersenyum harus melihat kehadiran ketiga sahabatnya.


Seketika saja ucapan dari Vitalia membuat tiga sahabatnya menjatuhkan pandangan ke arah dua bayi mungil yang sedang digendong Chandra dan Mommy Gabby.


"Baby?" ucap mereka bertiga secara bersamaan.


"Iya, mereka keponakan kalian..." ujar Vitalia dengan tersenyum senang sambil menghapus air matanya yang jatuh membasahi pipi.


"Aaaa.... ponakan Aunty..." teriak Dina dan Vanya secara bersamaan dengan berlari kecil menghampiri Baby Girl dan Baby Boy. Sedangkan Vitalia, dan Erlin hanya tersenyum bahagia melihat tingkah kedua sahabatnya yang sangat heboh.


Melihat sang kakak ipar hanya diam sambil tersenyum, Vitalia kemudian meraih tangan kakak iparnya yang berada di sebelahnya, dan berkata, "Kak, maafkan aku.." ucapnya sambil menunduk di depan Erlin.


"Vitalia, ini semua bukan salahmu, ini semua justru salah kakak. Kakak tak bisa membujuk kakakmu agar sadar bahwa kau tak bersalah dalam hal ini.." balas Erlin sambil membalas uluran tangan Vitalia yang memegangnya.


"Kak, kakak tau kan ini semua bukan salah kakak. Vitalia hanya minta sama kakak, jaga Mama sama Papa dengan baik. Vitalia janji setelah proses persalinan selesai, Vitalia akan pulang ke rumah Wijaya dengan ditemani Mas Chandra dan dua ponakanmu yang lucu-lucu tentunya..." ujar Vitalia berusaha tersenyum di hadapan kakak iparnya.


"Kau serius?" tanya Erlin dengan bersemangat.


Tanpa ada rasa ragu, kini Vitalia mengangguk mengiyakan pertanyaan dari kakak iparnya. Seketika itu pula Erlin kembali memeluk adik ipar sekaligus sahabatnya dengan penuh rasa haru.


"Terima kasih Vit, hiks... hiks.. ku harap dengan kau pulang ke kediaman Wijaya, hubunganmu dengan Chandra akan mendapat restu dari Mas Aditya.." ujar Erlin.


"Ku harap begitu, kak." sahut Vitalia menjawab pernyataan dari kakak iparnya, sambil memeluknya. Kini Vitalia mulai berubah pikiran semenjak dirinya mendapatkan berbagai nasehat dari orang-orang yang berada di sekelilingnya.


**


Vitalia POV :


Kelahiran dua anakku membuat hidupku lebih warna, di satu sisi aku mempunyai begitu cinta yang sangat besar kepada keluarga kecilku, di sisi lain aku mempunyai cinta kepada para sahabatku yang hingga detik ini mereka masih sama seperti dulu. Meskipun semua itu masih terasa ada yang kurang, tapi setidaknya aku harus bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan kepadaku.


Bersambung....

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2