Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 202


__ADS_3

Revan Adiguna.


Hari demi hari telah berlalu, tiga hari sudah Chandra tak kunjung ditemukan oleh tim penyelamat atau dikenal dengan sebutan tim SAR. Bahkan, pencarian juga sudah dikerahkan dengan berbagai cara, dan berbagai pihak, namun sayangnya tetap saja tak membuahkan hasil. Alhasil pihak kepolisian menyatakan bahwa Chandra telah hilang, hanyut ke dalam sungai dan dipastikan tewas saat kejadian itu.


Di kediaman Chandra.


“Tuan, dan Nyonya, sebelumnya kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga anda sekalian, terutama anda Nyonya Chandra, kami


mohon maaf jika kami tak bisa menemukan suami anda yang diketahui hanyut ke dalam sungai, dan kami pastikan bahwa Tuan Chandra telah hanyut terbawa arus sungai yang begitu deras, Nyonya. Kami ..”


Belum sampai salah seorang kepala pihak kepolisian menyelesaikan ucapannya, Vitalia menyahutnya dengan berkata, “Jika memang anda tak bisa mencarinya, maka aku akan turun langsung untuk mencarinya!” serunya.


Seketika saja semua orang yang berada di situ tercengang mendengarnya. “Apaaa?!” ucap semua orang yang berada di kediaman Chandra Zhu dengan nada keterkejutannya mendengar pernyataan dari Vitalia.


“Tidak Vitalia, apa yang kau katakan, Nak?” ucap Mommy Gabby.


“Mommy tenang saja, Vitalia tak akan mencari di sungai itu, tapi Vitalia akan mencoba mencarinya sampai ke ujung sungai, karena perasaanku mengatakan bahwa Mas Chandra masih hidup, dia belum mati, Mom!” tegasnya dengan penuh penekanan, dan penuh percaya diri.


“Lebih baik pak polisi pergi dari sini sekarang juga, karena aku tidak ingin pusing melihat kalian ada di sini!” tegas Vitalia mengusir pihak kepolisian untuk pergi dari kediamannya.


“Vitalia, apa yang kau lakukan, Nak? Kenapa kau justru mengusir pak polisi?” sahut Mommy Gabby. Belum sampai Vitalia menjawabnya, salah seorang pihak kepolisian tersebut menjawabnya dengan berkata, “Sudah Nyonya, tidak apa-apa. Kalau begitu kami pergi dulu ..”


“Baik pak, silahkan pergi! Akan ku buktikan di kemudian hari bahwa Daddy dari putra-putriku masih hidup,” ucap Vitalia dingin, kemudian pergi dengan begitu saja meninggalkan semua orang yang berada di ruang tamu. Bahkan, semenjak kejadian itu. Vitalia bahkan berubah menjadi dingin terhadap semua orang, terkecuali jika ia berhadapan dengan kedua anaknya, dan suaminya.


“Maafkan putri saya pak, dia memang seperti itu,” ujar Tuan Hirata merasa tak enak pada pihak kepolisian.


“Sudah pak, tidak apa-apa. Mungkin Nyonya Chandra harus mendapatkan perhatian lebih dari kalian semua, karena kami mengetahui perasaan Nyonya Chandra saat ini,” ujar kepala Kepolisian tersebut.


“Baik, pak.”


“Kalau begitu kami permisi terlebih dahulu,” ucap polisi tersebut, kemudian pergi meninggalkan kediaman Chandra Zhu dengan diikuti anggota kepolisian yang lainnya.


***


Sementara di lain tempat tampak Chandra masih juga belum sadarkan diri selama tiga hari. Bahkan, Nenek dari Ratih juga tak kunjung pulang ke rumah setelah sang Nenek mengabarkan bahwa dirinya sedang sibuk melatih bela diri.


Saat Ratih sedang memberikan sebuah ramuan obat padavChandra, ia dikejutkan dengan sebuah suara batuk dari Chandra.

__ADS_1


“Uhuk .. Uhuuk ..”


Sontak saja suara tersebut membuat Ratih menoleh ke arah Chandra, dan berkata, “Mas Revan ..”


“Aa .. Aa .. Air ..” Ucap Chandra dengan terbata. Seketika saja Risa mengambilkan air sesuai yang Chandra minta. Dengan perlahan, Ratih membimbing Chandra untuk meminum air tersebut.


Seteguk demi seteguk, Chandra meminum air tersebut untuk melepas rasa dahaga. Setelah meminum air itu sampai habis, Chandra mengerutkan keningnya bingung menatap Ratih yang tepat berada di hadapannya.


“Kk .. Kau! Siapa kau?” tanya Chandra pada Ratih dengan tatapan penuh selidik..


“Aku Ratih, Mas. Masa’ Mas lupa sama istri sendiri?” jawab Ratih membalas ucapan Chandra yang ia pikir adalah suaminya.


Seketika saja Chandra yang mendengar penjelasan dari wanita yang ada di hadapannya pun, terkejut. “What?” ucapnya dengan nada keterkejutannya.


“Kenapa Mas ngomong begitu sih? Seperti tak mengenalku saja,” sahut Ratih dengan memanyunkan bibirnya kesal.


“Tidak, ini tidak mungkin! Sebenarnya aku di mana? Kenapa aku bisa ada di sini? Tidak, aku harus segera pulang, apalagi aku sudah punya anak istri. Apa mungkin dia yang sudah menolongku? Tapi .. tapi kenapa dia memanggilku dengan sebutan Mas? Siapa dia,” batin Chandra berbagai pertanyaan muncul di dalam otaknya.


Greep ...


Seketika itu pula Ratih memeluk Chandra dengan tiba-tiba, sontak saja Chandra membelalakkan matanya terkejut, dan membuyarkan lamunannya akibat perlakuan dari wanita yang tidak ia kenal.


“Revan? Siapa dia?” batin Chandra masih diam mematung tanpa membalas pelukan dari Ratih.


“Mas, kenapa seperti ini? Kenapa Mas tetap nggak mau membalas pelukan dari sih, Mas? Apa Mas nggak kangen sama aku? Hiks .. Hiks ..” balas Ratih dengan melontarkan berbagai pertanyaan pada Chandra yang di kira suaminya.


“Ini aku Ratih, Mas, istrimu!” sambungnya lagi dengan nada meninggi. Saking bingungnya akhirnya Chandra memutuskan untuk membuka suaranya. Namun siapa sangka ia justru tergagap saat ingin menjelaskan, “I .. itu, emmh, maafkan aku ..” jawabnya tak sesuai dengan apa yang seharusnya ia jawab.


Pada akhirnya Chandra pun membalas pelukan dari Ratih. “Maafkan aku, Vitalia. Aku bukan bermaksud melukai hatimu, tapi aku benar-benar tak tau ingin berkata apa, dia juga sudah menolongku,” batinnya tak terasa air matanya menetes dengan begitu saja.


“Loh, Mas. Kok nangis sih? Sudah nggak apa-apa,” ucap Ratih sambil tersenyum menghapus air mata dari Chandra. Seketika itu pula Chandra terdiam membeku.


“Oh ya Mas, masih ingat kan foto pernikahan kita waktu itu?” tanya Ratih pada Chandra.


“Mana?” jawab Chandra dengan berbalik tanya.


“Itu, lihatlah!” ucap Ratih sambil menunjuk ke arah dinding yang terpampang sebuah foto pernikahan antara dirinya dengan suaminya.

__ADS_1


“What? Bagaimana bisa aku semirip itu dengan pria yang ada di foto itu? Astaga, Ya Tuhan dia siapa?” batin Chandra dengan melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang sudah ia lihat.


“Tidak, ini mustahil! Sebenarnya siapa dia?” sambungnya lagi dalam hati sambil menggelengkan kepalanya pelan. Sementara Ratih yang merasa ada keanehan dari sang suai pun membuka suaranya dengan berkata, “Kenapa Mas menggelengkan kepala? Apa Mas nggak ingat?”


“Emmh, bukan begitu sih. Emmh, tapi Mas lupa, maafkan aku ..”


“Sudah tak apa, kalau begitu Mas di sini saja ya, kebetulan aku sudah siapkan makanan untuk Mas Revan ..”


“Hmm ..” jawab Chandra seadanya.


“Ya Tuhan, kenapa bisa seperti ini? Aku yakin Vitalia pasti sedang mencemaskanku saat ini. Maafkan aku istriku, aku benar-benar tak tau jika harus terjadi seperti ini ..” batin Chandra meratapi nasibnya saat ini.


“Ada baiknya seperti ini saja untuk sementara waktu. Aku harus mencari tau sebenarnya siapa Reva? Kenapa dia bisa semirip itu denganku?” sambungnya lagi dengan berbicara dalam hati.


...****************...


Sementara di lain tempat tampak seorang wanita cantik sedang duduk termenung di taman bersama dengan dua anak kembarnya yang sedang diayunkan di tempat ayunan bayi.


“Yaa Tuhan, kenapa semuanya harus terjadi pada diriku? Apa salahku sampai kau memberikan ujian terberat dalam hidupku?” batin Vitalia.


Namun, di saat ia sedang melamun tiba-tiba saja, ia justru malah dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang datang dari arah belakang.


Greep ...


Seketika saja Vitalia terkejut dan berkata, “Siapa ini? Kenapa mataku ditutup?” tanyanya sambil meraba tangan si pelaku karena menutupi matanya.


“Ini aku ..” ucap seseorang itu, seketika saja Vitalia


begitu terkejut mendengar suara bariton yang sangat tidak asing baginya.


***


Vitalia POV :


Mungkin orang lain boleh berkata kalau kau telah hilang dan sudah dipastikan meninggal, tapi tidak denganku. Aku yakin kau masih hidup! Aku yakin sekali jika kau masih bertahan hidup hingga detik ini. Entah itu di mana keberadaanmu, tapi yang jelas, tolong jaga cinta kita agar tetap utuh sampai maut menjemput kita.


Bersambung ...

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2