Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 82


__ADS_3

Rencana Penyamaran Vitalia dan Chandra


Ya ternyata orang yang mata-matai Chandra adalah seorang Wanita cantik yang berprofesi sebagai seorang dokter, siapa lagi kalau bukan Vitalia Putri Wijaya istri dari Chandra Zhu. Dia tersenyum penuh arti karena Ia merasa bahwa Chandra sudah menyesal setelah Ia meninggalkannya. Meskipun begitu Ia tetap akan melanjutkan niatnya untuk pergi ke Australia, dan Ia tidak akan membatalkannya. Vitalia hanya ingin tahu bagaimana perjuangan Chandra untuk mendapatkannya lagi, dan seserius apa Ia benar-benar mencintainya. Vitalia tidak mau jika terulang untuk yang kedua kalinya lagi, Chandra memperlakukannya secara kasar, Ia ingin Chandra benar-benar berubah, meskipun begitu Ia masih menghargai profesi Chandra yang tersembunyi yaitu sebagai seorang mafia alat kesehatan dan senjata biologis.


Meskipun Vitalia berniat meninggalkan Chandra dan berusaha membuat Chandra menyesal, Ia masih memantau perusahaan sang Suami yang sedang diambang kebangkrutan. Bahkan Ia sangat memikirkan perusahaan Chandra yang niat awal akan Ia hancurkan, tapi Ia justru tidak ingin perusahaan sang Suami bangkrut, sayangnya tanpa Vitalia ketahui rencana yang sudah Vitalia rancang ternyata sudah dijalankan oleh Mirna kakak sepupunya dan para anak buah geng kalajengking beserta bawahan Vitalia lain, yang nyatanya berhasil menghancurkan perusahaan Chandra dengan baik. Vitalia benar-benar tak menyangka dengan cara yang semudah itu saja perusahaan Chandra sang Suami bisa tumbang.


Akan tetapi setelah berpikir lagi, Vitalia saat ini mencoba untuk membangun kembali perusahaan sang Suami yang telah Ia tumbangkan sendiri karena ini memang murni kesalahannya sendiri yang tidak memberi aba-aba kepada Kakak Sepupunya dan para anak buahnya dalam mengambil keputusan, selain itu Vitalia sebenarnya juga sudah ada cara tersendiri untuk mengembangkan perusahaan sang Suami tanpa sepengetahuan Chandra.


Sedangkan Chandra sendiri tidak mengetahui jika yang menumbangkan perusahaannya adalah Istrinya sendiri, padahal Frans sudah memberi tahunya jika yang menghancurkan perusahaannya adalah Istrinya sendiri.


Sayangnya Chandra tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Sahabatnya waktu itu, yang ada di pikiran Chandra saat ini hanyalah ingin membawa Istrinya pulang ke rumah, barulah Ia akan memikirkan Perusahaannya, dan akan mencari tahu tentang siapa yang membuat perusahaannya kolaps.


Dalam sambungan telepon:


“Halo Frans, tolong belikan Aku tiket pesawat ke Australia sekarang juga, karena Aku akan menyusul Istriku tercintaku di sana,” ucapnya pada Frans.


“Apa ..??, Kau gila ya, perusahaan belum pulih justru Kau malah pergi mencari Istrimu .. !!” jawab Frans dengan nada meninggi.


“Lebih baik Aku kehilangan perusahaanku dari pada kehilangan Istriku, Frans .. !!” tegasnya.


“Hmmm, terserah Kau saja, Kau tak perlu menyuruhku membelikan tiket pesawat, gara-gara seorang wanita Kau sampai melupakan jika Kau punya jet pribadi.” balasnya sebal mendengar pernyataan Chandra. Chandra pun hanya terkekeh menanggapi ucapan Sahabatnya itu, “Hehehe, kenapa Kau tidak bilang dari tadi sih, yasudah kalau begitu, Aku akan menggunakan jet saja, oh ya Frans selama Aku berada di Australia, Aku berniat untuk menyamar sebagai seorang Andreas, jadi tolong sampaikan pada anak buahku di sana Aku akan segera tiba .. !!” perintahnya pada Sahabatnya.


“Hmm, baiklah,” pungkasnya lalu menutup teleponnya sebelah pihak.


Sementara sedari tadi Vitalia masih saja mendengarkan percakapan sang Suami secara diam-diam. “Hmmm, jadi begitu, ok baiklah Mas, Aku tidak akan menghindar darimu lagi setelah apa yang Aku dengar barusan, akan tetapi Aku tidak bisa berjanji untuk kembali ke rumah, sebelum Kau merubah sikapmu yang sangat kejam itu.” gumamnya dalam hati sambil menatap ke arah Chandra dari belakang.


Sedangkan di sisi lain setelah Chandra menghubungi Frans, Ia pun segera


*****


Di Kediaman Keluarga Hirata.


Amelia kini tampak sedang memikirkan sesuatu di pinggiran kolam renang, Ia bahkan sejak tadi mondar-mandir nggak jelas, sampai-sampai Mama Tirinya pun menatap heran sang Putri dari kejauhan, lalu segera menghampirinya.


“Duh ..., Vitalia, Kau benar-benar menghawatirkan Aku, sedangkan Aku sendiri tidak tahu Mommy dimana ..” ucapnya mondar-mandir, sampai terdengar di telinga Renita (Mama Tiri dari Amelia) yang sedang melangkah menghampiri Dirinya, Ia pun mengerutkan keningnya lalu berkata, “Amelia, kenapa Kau terlihat gelisah, Nak ..??, lalu apa maksudmu dengan menyebut nama Mommy mu .., bukan kah Kau berjanji agar tidak menemuinya lagi .. ??”


“Astagaaa ternyata ucapanku di dengar sama Mama, aduh gimana nih .., apalagi kemarin Vitalia bilang jika Mama itu sebenarnya cemburu jika Aku dekat sama Mommy, tapi kan bagaimanapun juga Mommy juga Mama Kandungku, meskipun begitu Ia juga tak jauh berbeda dengan Mama.” gumamnya dalam hati.


Sementara Nyonya Renita yang melihat Putrinya hanya diam tak menjawab pertanyaannya seperti sedang berpikir pun lalu bilang,”Kenapa diam, Nak ..??” tanyanya. Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Emmhh, enggak kok Ma .., hanya mikirin Sahabat Amelia saja .. !!” tandasnya. Ya karena memang Dirinya sedang memikirkan Sahabatnya, meskipun sebenarnya Ia juga sedang memikirkan keberadaan Mommy nya.

__ADS_1


“Hmm, jadi benar nih, nggak ada hubungannya sama Mommy mu itu kan ...??” tanya Nyonya Renita memastikan. Amelia pun lalu menjawabnya dengan menghembuskan nafas kasarnya, “Huh..., ya enggak lah Ma, kalau misalnya ada hubungan sama Mommy, Amelia juga nggak akan seperti dulu lagi Ma, Mama tahu sendiri bukan jika Suami Mommy dan keluarganya sebegitu getolnya untuk mendapatkan harta dari Daddy, dan herannya kenapa Mommy hanya diam saja,” ucapnya.


Sang Mama pun lalu berkata, “Kau benar sayang, syukurlah jika Kau masih mengingatnya,” ucapnya. Dan Amelia menyambungnya dengan berkata, “Tapi Ma, sebenarnya ada yang ingin Amelia sampaikan pada Daddy dan Mama, tapi karena Amelia belum yakin, jadi mungkin lain kali saja lah Ma, jika semuanya sudah siap,” ujarnya.


“Hmm, memangnya apa sih yang ingin Putri Mama ini sampaikan, kok sampai-sampai Putri Mama ini berkata seperti itu ..??” tanya Nyonya Renita penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Putrinya.


Belum sampai Amelia menjawabnya, ada seseorang yang menimpalinya dengan berkata, “Dia mau bilang jika Dirinya bukanlah Amelia, Ma .., tapi Dia adalah Vitalia Istrinya Chandra ... !!” tegasnya datang dari arah belakang Nyonya Renita.


Sontak saja pernyataan dari seseorang itu pun membuat Nyonya Renita dan Amelia mengarahkan pandangan menatap seseorang itu, dan ternyata seseorang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sherlyn. Mama renita pun lalu menyahutnya dan berkata, “Apa maksudmu Sherlyn ..??” tanyanya.


Sedangkan Amelia pun lalu membatinnya, “Ya Tuhan .., kenapa Aku sampai melupakannya kalau Sherlyn sudah mengetahui jika Istri dari Chandra mirip denganku ..??, Astaga Kau juga Vitalia kenapa Kau tidak mengingatkan Ku, bahkan Mbak Mirna juga diam saja,”


“Ayo jawab Mel, Aku yakin Kau bukan Amelia Hirata tapi Kau adalah Istrinya Chandra yang bernama Vitalia itu, kan ..?!” tanyanya dengan nada meninggi dan penuh selidik. Amelia yang merasa terpojokkan pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Sherlyn, apa maksudmu ..??, Aku ini Amelia bukan Vitalia ... !!” tegas Amelia. Mama Renita pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Sherlyn, bukankah Kau sudah Mama bilang berkali-kali, jika Kau itu hanya salah melihat, yang Kau tembak itu jelas-jelas Istrinya Tuan Chandra, bukan Amelia .. !!, jangan mentang-mentang Kau tak suka pada Kakak Tirimu, lalu Kau berkata seenaknya sendiri tanpa berpikir panjang,” bela Mama Renita pada Amelia.


“Tapi Ma, Sherlyn benar-benar melihat dengan mata kepala sendiri jika yang Sherlyn lihat itu wajahnya mirip sekali dengan Amelia ..,” ucap Sherlyn tak mau kalah.


“Cukup Sherlyn ... !!, Mama tidak mau tahu Kau bilang apa, yang jelas Mama lebih percaya Amelia dan Chandra daripada Kau yang merupakan Putri kandungku sendiri ... !!” lantang sang Mama memarahi Sherlyn. Seketika saja Sherlyn pun mengepalkan tangannya kesal dan berkata, “Terserah Mama saja, yang jelas Sherlyn akan membawa semua bukti ke kalian semua jika Istri dari Chandra itu adalah Amelia yang sedang menyamar menggunakan nama Vitalia .. !!” tegasnya.


Plaakkk ...


Tamparan keras dilayangkan oleh Tuan Hirata yang tiba-tiba saja datang.


“Tapi Dad, yang dekat dengan Chandra hanyalah Aku dan Amelia, dan selain itu tidak ada lagi ... !!” seru Sherlyn tak mau kalah.


“Cukup Sherlyn, Aku sudah muak dengan penuturanmu itu .. !!, ya, Aku akui bahwa Aku sangatlah dekat dengan Chandra, tapi bukan berarti Aku adalah Kekasihnya ... !!” lantang Amelia.


“Hmm ya, bahkan Kau lihat sendiri bukan jika Chandra sudah mempunyai Istri .. ??” sambung Amelia bertanya untuk memastikan. Dan Sherlyn pun menjawabnya dengan berkata, “Sudah jangan mengelak lagi Amelia ... !!”


Amelia yang tak tinggal diam dengan Saudari Tirinya yang tetap tidak mau menyerah memojokkan Dirinya pun lalu berkata, “Aku tidak mengelak Sher, tapi itu memang fakta, dan asal Kau tahu jika Istri dari Chandra yang bernama Vitalia adalah Sahabatku .. !!” tegas Amelia.


“Heh, kalau begitu memang kalian bersekongkol,” balas Sherlyn yang lagi-lagi tak mau kalah. Sontak saja jawaban dari Sherlyn membuat Nyonya Renita mengangkat bicaranya dengan berkata, “Cukup Sherlyn, jangan memperkeruh suasana ... !!” ucapnya lantang sambil mengayunkan tangannya ke arah Sherlyn tapi sayangnya niat Nyonya Renita yang akan menampar Putrinya pun terhenti karena tangannya dicekal oleh Amelia.


Greeppp ...


“Sudah Ma, jangan lakukan itu, wajar saja kalau Sherlyn berkata seperti itu, karena memang Istri Chandra berwajah mirip denganku, Ma.” ucap Amelia mulai sedikit terbuka, dan mulai meredamkan amarah sang Mama Tiri.


****


Setelah satu jam lamanya akhirnya pesawat jet milik Vitalia kini sudah sampai di salah satu bandara terbesar di Australia. Sesampainya di bandara Vitalia segera turun dari pesawat dan menugaskan para anak buahnya untuk membagi tugas Mereka masing-masing.

__ADS_1


“Jack, tolong beri tahu Hans jika Aku berada di Australia, dan tolong beritahu yang lainnya juga jika Aku akan menetap lama di sini sampai situasi benar-benar membaik, karena Aku hanya ingin tahu Suamiku sangat mencintaiku atau tidak .. !!” titahnya pada anak buahnya yang bernama Jack.


“Baiklah Nyonya Muda, tapi bagaimana dengan identitas Anda ..??” tanya Jack pada atasannya. Dan Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Beritahu saja pada Mereka jika Aku masih hidup dan mengenai identitasku di sini, buatlah seperti yang Saya perintahkan tadi, ubahlah identitasku menjadi Lia, hingga kondisi aman, dan mengenai Suamiku Dia nampaknya juga akan menyamar seperti Diriku jadi tolong kalian bagi tugas untuk mengawasinya .. !!” titah Vitalia pada salah satu anak buahnya yang bernama Jack, dan mendapatkan anggukan dari para anak buahnya yang lainnya juga.


****


Sementara di sisi lain Chandra juga sudah tiba di Australia setelah Vitalia, dan Ia yakin jika Istrinya juga sudah sampai di negara tersebut, apalagi Ia melihat jet pribadi sang Istri sudah sampai di bandara.


“Maya, tolong beri tahu Frans jika Aku sudah sampai di Australia, sampaikan jika Aku mungkin akan lama berada di sini ..!!” perintah Chandra pada Sekretarisnya.


Di dalam bandara nampak Vitalia sedang mencari orang yang sedang Ia tunggu, dan tiba-tiba saja seseorang yang Ia tunggu itu pun datang dari arah belakang dengan menepuk pundak Vitalia, “Nyonya Muda ...” seru orang itu memanggilnya.


Sontak saja Vitalia membelalakkan matanya terkejut dan menengok ke arah belakang, dilihatnya adalah sekretaris dari Chandra. Vitalia pun lalu berkata, “Maya .., lama sekali Kau !!” seru Vitalia kesal, karena Ia sudah menunggunya terlalu lama.


Maya pun lalu membalasnya dengan tersenyum dan berkata, “Hehehe, maaf Nyonya karena tadi Tuan Chandra sedang menyuruhku untuk menghubungi seseorang, dan sekarang Tuan Chandra sedang melakukan meeting di kantor bandara.” ucapnya menjelaskan.


“Chandra meeting ..??” tanya Vitalia memastikan. Maya pun lalu menjawabnya, “Iya Nyonya, karena Saya telah memberi tahu jika perusahaan kini sudah mulai bangkit lagi, dan kebetulan ada client pengelola bandara ingin bekerja sama dengan Tuan Chandra mengenai senjata medis,” tuturnya.


“Apa ..??,” balas Vitalia terkejut dengan penuturan Maya.


“Astaga ya Tuhan ..., sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh Suamiku ... ??, Aku tidak akan membiarkan misi Suamiku ini berhasil, kalau pun sampai berhasil Aku tidak bisa membayangkan betapa banyaknya pasien yang masuk ke rumah sakit hanya gara-gara sebuah shif beracun dan sangat mematikan itu.” batinnya.


“Hemm baiklah kalau begitu, lalu bagaimana dengan perusahaan Suamiku, apa hari ini sudah kembali normal .. ??” tanya Vitalia pada Maya sekretaris dari Chandra.


“Sudah Nyonya, dan saat ini Perusahaan sedang ditangani oleh Tuan Frans, ini semua berkat Anda, jika tidak ada Anda Ku kira perusahaan sudah ditutup.”ucap Maya membalas pertanyaan dari Istri Bosnya.


“Heh, bisa saja Kau ini May ..,ya sudah kalau begitu Saya pergi dulu, jangan katakan jika Kita habis bertemu .. !!” ucap Vitalia memperingatkan Maya. Maya pun lalu membalasnya dengan berkata,“Baik Nyonya.” ucapnya.


“Maya, tunggu ... !!” Seru Vitalia memanggil Maya sekretaris dari Chandra, sontak Maya pun menghentikan langkahnya lalu menengok ke arah belakang dan berkata, “Ada apa Nyonya Muda memanggilku ..??” tanyanya. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Emmh, tolong rahasiakan  tentang kehamilanku ya May, dan mulai sekarang Kau memanggilku dengan nama saja, tidak usah pakai Nyonya lagi, karena Kau itu temanku sejak SMP tau nggak .. ?!” ucap Vitalia memarahi Maya. 'Maya ini sebenarnya berasal dari Indonesia yang dulunya merupakan sekretaris dari Aditya yang dikirim ke Jepang untuk mendampingi Chandra sebagai Sekretarisnya.'


“Heheh baiklah ..” ucapnya, lalu segera berlalu meninggalkan Vitalia.


****


Hmmm seru ya ...


Sebelumnya maaf ya teman-teman readers Author selalu telat dalam up, karena banyak pikiran nih, tauk ah .. mikirin apa ...


Jangan lupa Vote, Like, dan Komennya Ya ...., biar Author tetep semangat ...

__ADS_1


Terimakasih ... ^-^


__ADS_2