Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 114


__ADS_3

Cinta Dokter Misterius dan Mafia Kejam


Setelah mendengar berita tersebut, Tuan Wijaya yang merupakan Papa dari Vitalia Putri Wijaya pun segera menghubungi seseorang untuk memastikan kebenaran berita tersebut.


Tut...


Sambungan telepon pun terhubung.


"Halo, Aditya Kau dimana?" tanya Tuan Wijaya pada Putranya yang berada di seberang sana. 'Ya orang yang di hubungi Tuan Wijaya adalah Aditya Bramansta Wijaya Kakak dari Vitalia (Si dokter Misterius).'


"Di jalan, Pa. Ada apa??" ucap Aditya kakak dari Vitalia menjawab pertanyaan dari sang Papa dengan berbalik tanya.


"Aditya, cepat pulanglah ke rumah, Nak. Ini ada kabar jika adikmu sudah diketemukan, dan Dia masih hidup,"


"Iya Pah, Aku mendengar berita tersebut di dalam mobil bersama Istriku, tapi ada baiknya Kita cari tahu kebenarannya terlebih dahulu, Pah. Dan rencananya setelah ini Aku akan menghubungi Hans untuk memastikan kebenaran berita itu .." balas Aditya menjawab pertanyaan dari sang Papa.


"Hmm, kalau begitu Papa tunggu kabar darimu, Nak .." ucap Tuan Wijaya, lalu segera menutup teleponnya sebelah pihak.


Sementara para anggota keluarga yang lain menatap Tuan Wijaya dengan tatapan seperti meminta jawaban.


"Pah, bagaimana?" tanya Nyonya Ita yang merupakan Mama dari Vitalia pada sang Suami.


"Papa sudah bilang sama Aditya, ternyata Aditya juga sudah tahu mengenai kabar tersebut, katanya Dia akan menghubungi Hans setelah ini. Jadi Kita tunggu saja kabar dari Aditya, " Tuan Wijaya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sang Istri.


"Oh ya, buat Kamu, Saya minta agar Kamu mulai memperketat keamanan RS.Wijaya, dan Kau beserta anak buah yang lain harus mengawasinya, mengingat berita tentang Putriku sudah diketemukan dan belum meninggal," sambung Tuan Wijaya memerintah pada salah seorang anak buah geng Kalajengking yang berdomisili di Indonesia.


...****************...


Sementara di lain tempat, Tuan Feng sangat terkejut ketika mengetahui berita tentang ditemukannya Vitalia Cucunya, yang sudah mulai menyebar di televisi-televisi swasta maupun surat kabar di negara Indonesia.


"Darwin, bagaimana bisa berita itu sudah menyebar di Indonesia tanpa aba-aba dariku?!" tanya Tuan Feng pada salah satu anak buahnya dengan nada meninggi.


"Bukankah kemarin Anda sudah menyuruh Nona Mirna agar berita tersebut segera menyebar di Indonesia? apalagi setahu Saya, Nona Mirna sedang ada masalah dengan Nyonya Muda. Dan Saya pikir karena Nona Muda sangat marah dengan Nyonya Muda Vitalia, hingga membuat Nona Muda Mirna melakukan keputusan seperti itu," balas Darwin menjawab pertanyaan Tuan Feng.


"Apa? ada masalah? kenapa Cucuku Mirna tidak cerita kepadaku? Dia hanya mengatakan jika cucuku Vitalia tidak menuruti perintah dariku saja," sahut Tuan Feng bertanya-tanya mengapa Cucunya Mirna tidak Bercerita kepadanya jika sedang ada masalah dengan Cucunya Vitalia.


"Saya kurang tahu Tuan ..." jawab Darwin.


"Kalau begitu, Kita tunggu reaksi dari Vitalia setelah mengetahui kabar tersebut, ini sebagai hukuman juga buat Vitalia," sahut Tuan Feng.


...****************...


Satu hari kemudian, Vitalia sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Meskipun begitu, Ia masih tetap bertahan di FireField Hospital untuk menemani sang Suami yang masih dalam perawatan.


"Vitalia, Kau sudah diperbolehkan pulang, apa Kau tidak ingin pulang ke rumah kontrakan?" tanya Amelia yang masih setia menemani Vitalia.


"Tidak Mel, Aku di sini saja menunggu Suamiku. Sampaikan salam ku saja pada Daddy sama Mama," balas Vitalia menolak untuk pulang ke rumah.


"Hmm, baiklah. Nanti akan Aku sampaikan sama Daddy dan Mama. Tapi ingat jaga kondisimu baik-baik!" ucap Amelia memberi peringatan pada Vitalia.


Dengan cepat Vitalia pun menyahutnya dengan berkata, "Iya .. iya .., Amelia sayang, Kau tenang saja,"


Saat Mereka berdua sedang asyik bercengkrama, dan beres-beres, tiba-tiba ada seseorang yang datang dengan mengetuk pintu kamar perawatan Vitalia.


Tok ... tok ...

__ADS_1


Ceklek...


"Permisi dokter Lia, Tuan Chandra sedang mencarimu, Anda disuruh untuk ke ruangannya sekarang juga dok," ucap salah seorang Perawat di balik pintu menyampaikan pesannya pada Vitalia.


"Baik, Sus.., Aku akan segera ke sana sekarang juga," balas Vitalia sambil tersenyum ramah ke arah Perawat tersebut. Perawat tersebut pun lalu pergi undur diri.


Amelia pun lalu mengalihkan pembicaraan dengan berkata, "Kalau begitu Aku pulang dulu ya, kebetulan temanmu Vanya sudah menungguku, karena kebetulan Vanya hari ini akan kembali ke Indonesia,"


"Apa? kembali? kenapa terburu-buru?" ucap Vitalia yang malah berbalik tanya.


"Entahlah, Aku tidak tahu. Tanya saja sama orangnya. Kebetulan Dia sedang bersama Mbak Mirna dan Hans di ruangan Suamimu," jawab Amelia yang justru memberi tahu keberadaan Sahabatnya Vanya yang berada di ruang perawatan Suaminya.


"Di ruangan Mas Chandra? kenapa Mbak Mirna, Vanya dan juga Hans tiba-tiba menemui Mas Chandra, ya?" tanya Vitalia dalam hati. Sedangkan Amelia yang melihat Vitalia hanya terdiam pun lalu membuka suaranya, "Kenapa, Vit? kenapa Kau diam? apa Kau terkejut?"


"Hmm, enggak ..., Aku hanya heran saja sih!" jawab Vitalia menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh Amelia.


"Oh, Kau tenang saja. Lagi pula Mereka menemui Suamimu, hanya ingin menjenguknya," ucap Amelia dengan tersenyum manis ke arah Vitalia.


"Menjenguknya? tidak salah, Mbak Mirna dan Vanya mengajak Hans? Hans saja sangat membenci Chandra," batin Vitalia tersenyum kecut mendengar pernyataan dari Amelia Hirata.


"Kalau begitu, ayo Kita ke sana, Mel! takut Mereka nungguin Kita." sahut Vitalia sambil memakai snelinya.


"Yuk.." jawab Amelia mengiyakan ajakan dari Vitalia. Mereka pun lalu berjalan keluar menuju ruangan Chandra.


...****************...


Saat Mereka sedang melangkahkan kakinya menuju ruangan Chandra, Vitalia melihat seseorang yang sangat Ia kenal sedang keluar dari kamar perawatan Suaminya sedang menerima telepon dari seseorang.


"Halo... Tuan Wijaya.." ucap Hans menerima telepon dari seseorang. Seketika saja Vitalia yang akan berteriak memanggil dan menghampiri Hans Ia urungkan niatnya dengan menghentikan langkah kakinya, karena Ia mendengar Hans sedang menelpon seseorang yang sangat Ia kenal.


"Ya Tuan berita tersebut memang benar, dan Putri Anda kini sedang bersamaku di Australia,"


Duaaarrr...


Bagai Petir menyambar di sing hari, Vitalia sangat terkejut mendengarkan ucapan Hans yang baginya sangat membuat hati Vitalia kecewa karena sudah mempercayainya.


"Maafkan Aku Tuan, Aku terpaksa tidak mengatakan kepada Anda berhari-hari, namun setelah Saya berpikir lagi, Saya memang sengaja menyebarkan berita ini melalui berbagai media yang ada di Indonesia, selain itu Saya juga ingin menyampaikan sesuatu pada Anda mengenai Nona Muda Vitalia, Tuan. Jika Nona Muda Vitalia telah menikah dengan seorang Mafia yang sangat Kejam dari Jepang. Siapa lagi kalau bukan Chandra Zhu, Tuan. Itu pun Nona Muda dipaksa nikah oleh Dia,"


Seketika saja Vitalia sekali lagi tersentak dengan apa yang dikatakan oleh Hans pada seseorang yang berada di balik telepon.


Dengan cepat Vitalia pun melangkahkan kakinya menghampiri Hans dan merebut ponsel Hans dari belakang.


Sreegggggghh...


Vitalia berhasil merebut ponsel milik Hans dari arah belakang.


Seketika saja Hans tersentak dan menengok ke arah belakang. Dan ..


Plaaakkkk.....


Tamparan keras dilayangkan oleh Vitalia di pipi sisi kiri Hans. Betapa terkejutnya Hans melihat siapa yang sudah berani menampar dan merebut ponselnya.


"Nyo .., Nyonya Muda??" ucap Hans terbata dengan tatapan tak percaya dengan siapa yang Ia lihat saat ini.


"Jangan belagak sok baik di depanku, Hans. Aku sudah mendengarkan semua obrolanmu dengan Papa. Apa Kau pikir dengan mengatakan seperti itu pada Papa dan Kau menyebar luaskan berita bahwa Aku masih hidup, Kau bisa meluluhkan hati Papa begitu?? Tidaaakkk Hans, itu tidak akan pernah terjadi!" seru Vitalia menatap Hans dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


Sementara Amelia tidak bisa berkata apa-apa selain terdiam melihat Vitalia yang tiba-tiba menyerang Hans.


"Tapi Vit..." ucap Hans terhenti karena dipotong oleh Vitalia.


"Cukup Hans! Kau tak perlu menjelaskannya lagi. Ini semua sudah cukup bukti untuk membuktikan bahwa Kau adalah seorang pengkhianat, Hans..!" ucap Vitalia mulai tersulut emosi.


"Kau, tahu dengan apa yang sudah Kau perbuat, sangat membuatku kecewa dan berakibat sangatlah fatal, Hans. Kau sama sekali tak memikirkan perasaanku!" sambung Vitalia.


Amelia yang melihat Vitalia meluapkan emosinya pun segera menghampirinya.


"Vitalia, tenangkan Dirimu, Vit," ucap Amelia.


"Mel, Kau tahu Dia telah mengatakan semuanya kepada Keluargaku, dan itu mungkin tak masalah bagiku. Tapi yang jadi masalah adalah ketika seluruh orang Indonesia tahu jika Diriku masih hidup, apa jadinya Aku, Mel. Semua musuhku yang ada di sana pasti sudah mengincarku! apalagi Kita bakal berpisah setelah ini!"


"Apaa? tidak Vitalia Aku tidak akan membiarkan Kita berpisah lagi, Vitalia" balas Amelia.


"Itu tidak akan terjadi Amelia, semua gara-gara Dia!" seru Vitalia sambil menunjuk ke arah Hans dengan tatapan membunuh.


"Tapi Vitalia, Aku sangat mencintaimu," sahut Hans menjawab pernyataan dari Vitalia pada Amelia.


Vitalia yang mendengar penuturan dari Hans pun tersenyum kecut, lalu berkata, "Apa? mencintaiku? tidak Hans Kau tidak mencintaiku. Jika Kau mencintaiku seharusnya Kau rela melepaskan Aku yang mencintai orang lain, Hans, bahkan Kau tahu sendiri bukan jika Aku sudah lama mencintai Chandra, kenapa Kau tiba-tiba menusukku dari belakang dengan membawa nama Chandra di depan Papa yang sangat jelas-jelas sampai saat ini masih membencinya, Haaaa!!" bentak Vitalia pada Hans.


"Ingat Hans, tidak akan ada yang mampu menghalangi Cinta Dokter Misterius dan Mafia Kejam, camkan itu!" sambung Vitalia dengan nada penuh penekanan.


Bersambung


...----------------...


Waduuuhh makin seru nih ceritanya? setelah ini kira-kira apa yang terjadi ya???


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, dan komen ya...


Terima Kasih... 🥰🥰🙏🙏


Oh ya sambil menunggu up dari Author, yuk mampir ke novel teman Author.


Berikut cuplikannya :



PENAKLUK SANG CASANOVA


(Warnyi)



Diandra, perempuan dingin dan cenderung angkuh, berusia 27 tahun. Kehidupannya begitu rumit, dengan berbagai masalah yang mengelilinginya. Pertemuannya dengan laki-laki yang merupakan seorang pemain wanita, perlahan mulai merubah kehidupannya.


Giovano, laki-laki dewasa berusia 32 tahun. Seorang casanova juga pewaris perusahaan keluarganya. Dia hidup dengan sebuah janji kepada mending ayahnya. Hingga akhirnya dia harus pergi ke suatu tempat terpencil, untuk mengembalikan kembali kejayaan hotel peninggalan kakeknya. Giovano merasa tertanang saat bertemu dengan seorang perempuan yang terus menolak pesonanya.


Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka berdua?


Mampukan Giovano membantu Diandra untuk menyelesaikan semua permasalahannya?


__ADS_1


__ADS_2