
Dokter Tama
Sesampainya Amelia di ruang NICU tanpa berpikir panjang, Amelia memasuki ruang NICU tanpa seizin dari petugas medis, namun terlihat seperti maling yang masuk dengan mengendap-endap.
Tap ... tap ... tap ... tap ...
"Nona, siapa Anda? Kenapa Anda masuk sembarangan, ini RS bukan rumahmu, mengerti!" ucap salah seorang dokter membuat Amelia menghentikan langkahnya. Dan seketika itu pula Amelia menoleh ke arah belakang. Betapa terkejutnya dokter tampan tersebut melihat orang yang ada di depannya.
"Lohhh .., dokter Lia??" tanya dokter tersebut heran menatap Amelia.
"Maaf dok, Saya bukan dokter Lia, tapi Saya adalah Amelia, ku mohon izinkan Aku untuk memberikan ramuan ini untuk Mama Saya," sahut Amelia dengan mengatupkan media tangannya seraya memohon kepada dokter tampan nan dingin tersebut.
"Mama Anda??" tanya dokter tersebut pada Amelia dengan mengerutkan keningnya bingung, karena setahu dokter yang bernama Tama, bahwa pasiennya adalah Mama dari dokter Lia.
"Ya dia Mama ku dok," jawab Amelia apa adanya.
"Kalian kakak beradik dengan dokter Lia? kenapa Anda memakai jas dokter? apakah anda sedang berpura-pura menjadi seorang dokter...??" ucap dokter Tama yang tak percaya begitu saja dengan Wanita yang saat ini sedang berdebat dengannya.
"Buk... buk.. bukan begitu dok, tapi ..." ucapan Amelia terpotong karena dipotong oleh dokter Tama.
"Sudah tak ada tapi-tapian.., lebih baik Anda keluar dari ruang NICU!
"Suster, tolong usir orang ini dari ruang NICU! titah seorang dokter itu pada seorang suster yang sedang bertugas di ruang NICU.
Seketika saja Suster yang diperintah oleh salah seorang dokter yang bernama Tama itu pun terperangah melihat Amelia yang datang dengan menggunakan jas dokter, ia bahkan tampak persis seperti Sahabatnya.
"Nona Amelia, kau ..." ucapan nya terhenti seketika karena terkejut melihat penampilan Amelia.
"Yaa Tuhan, dia benar-benar mirip dengan Lia, berasa kakak beradik beneran ini mah .." batin Suster Oca melongo menatap tak percaya Amelia yang kini tepat berada di depan matanya dengan menggunakan sneli.
"Suster Oca, kenapa diam sih? please tolong Aku, Aku tidak diperbolehkan masuk oleh mister dokter aneh ini," celetuk Amelia sambil memegang tangan Suster Oca. Belum sempat Suster Oca menjawabnya, dokter yang bernama Tama tersebut menyahutnya dengan berkata, "Apaa? mister dokter aneh katamu?"
"Ck,sudah dok, jangan banyak berdebat lagi, kasian pasien, mending izinkan dia untuk masuk ke ruang NICU, dok, karena dia adalah saudari dari dokter Lia.
"Sungguh??"
"Iya dok, dokter Lia adalah anak angkat dari Mama Amelia, dan dia juga berprofesi sebagai seorang dokter seperti dokter Lia," jawab Suster Oca menjelaskan.
"Apaaa???" ucap dokter Tama terkejut setelah mendengarkan jawaban dari Suster Oca. Amelia yang melihat ekspresi keterkejutan dari dokter Tama pun tersenyum penuh kemenangan, lalu berkata, "Sudah jelas kan dok! Kalau begitu Aku permisi dulu, Aku ingin menyuntikkan ramuan ini untuk Mama.."
__ADS_1
"Tunggu! Kau tidak bisa menyuntikkan ramuan itu! Itu ramuan ada efek sampingnya!"
"Anda tidak tau apa-apa mengenai ramuan ini dokter Tama!" tegas Amelia melirik sekilas name tag yang tertera di baju scrub milik dokter tampan tersebut yang bernama Tama.
"Jadi ku mohon diam lah! Atau Aku akan mengatakan pada dokter Lia, jika kau telah melarangku untuk masuk!" sambungnya. Mendengar sebuah ancaman dari Wanita yang ada dihadapannya saat ini, dokter Tama pun hanya diam tak bisa berkata apa-apa.
Sementara Amelia pun kembali melangkahkan kakinya menuju tempat dimana sang Mama mendapatkan perawatan dengan mengabaikan dokter Tama yang hanya diam mematung di tempat.
"Kalau Wanita itu hanya saudari angkat, kenapa dia sangat mirip dengan dokter Lia?" batin dokter Tama sambil menatap Amelia yang sedang berjalan menuju ke brankar pasien.
"Sus, tolong beri tahu dokter atau perawat yang lainnya setelah Aku memberikan ramuan ini, jangan diberi obat apapun, karena akan berdampak dengan perkembangan pasien!" ucap Amelia memberi arahan pada Suster Oca sambil menyuntikkan ramuan yang berupa cairan ke dalam selang infus.
"Baik, dokter Amelia ..."
Dokter Tama yang melihat aksi dari Amelia pun terkagum-kagum melihatnya. Bahkan tanpa di sadari, dokter Tama pun mengembangkan senyumnya melihat cara kerja Amelia.
"Sangat mengagumkan!" batinnya.
...****************...
Di lain sisi, Bella sedang terburu-buru menuju ke ruang Direktur Utama FireField Hospital untuk mencari Chandra.
dokter Bella mengetuk pintu ruang Direktur Utama.
"Masuuukk!" seru Chandra. Tanpa menunggu lama dokter Bella pun lalu membuka pintu ruangan tersebut untuk masuk ke dalam.
"Tuan Chandra, gawatt!" ucap dokter Bella to the point. Seketika saja Chandra yang melihat kedatangan dokter Bella dengan tiba-tiba pun terperangah melihatnya.
"Gawat kenapa dok?" tanya Chandra pada dokter Bella.
"Lia Tuan..., dia terlihat pucat dan lemah," ucap dokter Bella dengan menundukkan kepalanya bingung dengan apa yang harus ia katakan pada Chandra.
"Apaaa?? bagaimana bisa? bukankah Istri ku tadi tidak kenapa-napa?" tanya Chandra dengan melontarkan berbagai pertanyaan.
"Iya Tuan kau benar, tadinya Istri Anda memang tidak kenapa-napa, tapi sekarang Istri Anda tiba-tiba lemas, mungkin karena kecapekan, dan dokter Lia sekarang sedang bersama Mbak Mirna di dekat laboratorium, sedangkan Aku disuruh ke sini untuk memberi tahu Anda, jika Lia sedang membutuhkanmu," ujar dokter Bella.
"Apaaa?? Kalau begitu Aku akan segera ke sana, dok..." sahut Chandra. Bahkan tanpa menunggu jawaban dari dokter Bella, Chandra pun berlari secepat mungkin untuk sampai di lantai bawah meninggalkan dokter Bella yang terdiam di tempat.
Setelah berlari dengan menempuh jarak yang lumayan jauh dari ruangan kebesarannya, Chandra pun akhirnya sampai di tempat yang dimaksud oleh Bella.
__ADS_1
"Honey ...." panggil Chandra pada Vitalia yang sedang terduduk lemah di kursi sendirian.
"Bee..., Aku ingin pulang, Aku capek!" pinta Vitalia.
"Kau tidak kenapa-kenapa kan??" tanya Chandra memastikan, sambil meletakkan telapak tangannya di kening sang Istri, untuk mengecek suhu tubuhnya.
"Tidak Bee, Aku tidak kenapa-kenapa, Aku hanya capek.."
"Hmm ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang," ucap Chandra, sambil membantu sang Istri yang sedang duduk di kursi untuk berdiri lalu dibopongnya.
"Tunggu! Kalian jangan pulang dulu!" sahut dokter Mirna yang datang dari arah ruang laboratorium. Seketika itu pula Chandra dan Vitalia menghentikan langkahnya menoleh ke arah sumber suara.
"Vitalia, cepat minumlah ramuan ini, ini ramuan dari Grandpa agar kau tidak mudah kelelahan saat sedang hamil," sambungnya dengan memberikan sebuah ramuan di dalam gelas.
"Bee, turunkan Aku! Karena Aku ingin meminum ramuan itu sebentar!" perintah Vitalia pada sang Suami agar menurunkannya. Sayangnya ucapan dari sang Istri di abaikan oleh Chandra yang malah mendudukkan pantatnya di kursi dengan posisi masih membopong Vitalia, hingga kini berubah posisi dengan memangku Vitalia.
"Mana Mbak, ramuannya?" tanya Chandra pada Mirna.
"Ini ..." jawab Mirna sambil menyodorkan segelas ramuan pada Chandra.
"Thanks Mbak...," ucap Chandra berterima kasih pada Mirna. Mirna pun mengangguk pelan menjawab ucapan terima kasih dari Chandra dengan tersenyum ramah.
"Honey sekarang minumlah ... !!" titah Chandra pada sang Istri agar meminum ramuan itu. Tanpa menunggu lama Vitalia pun lalu menuruti perintah dari Chandra sang Suami dengan meminum ramuan tersebut sampai habis tak tersisa. Chandra pun tersenyum manis manis ke arah sang Istri lalu berkata, "Tidurlah! Qku akan membopongmu ke dalam mobil,"
"He'eeemmmbb..." jawab Vitalia dengan berdehem dan menganggukkan kepalanya saja. Sementara Chandra lalu berdiri kembali membopong sang Istri.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya, Mbak! Maafkan Aku jika Istri ku ini selalu merepotkanmu," ucap Chandra pada Mirna.
"Sudah tak apa ..., ini memang sudah tugasku untuk menjaga adik sepupuku." jawab Mirna sambil tersenyum ramah ke arah Chandra. Melihat Istri ya sudah tertidur lelap dalam bopongannya, Chandra pun segera melangkahkan kakinya pergi membawa sang Istri pulang ke apartment miliknya.
"Ya Tuhan, bisa-bisanya saat berada di kondisi seperti ini, sempat-sempatnya bermesraan, sudah gitu ini pasangan baru saja bersatu sudah bikin baper saja!" batin Mirna Feriska sambil melihat kepergian Chandra yang membopong Vitalia.
...****************...
...----------------...
Hay guyssss.... gimana seru kan yak....
Jangan lips tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Dan Favorite Yaaa.... Terima kasih 🥰🥰🙏🙏
__ADS_1