
Bertemu Chandra
Seiring berjalannya waktu, tak terasa hari sudah mulai sore, kini waktunya para tenaga media untuk berganti sif termasuk Vitalia dan Mirna Feriska untuk kembali ke sebuah tempat penginapan. Ia pun kini sedang berjalan cepat menyusuri sepanjang lorong RS menuju ke tempat parkir bersama Mirna Feriska untuk mengambil mobil yang sudah disiapkan oleh anak buah geng Kalajengking.
"Vitalia.. tungguin kenapa sih..." gerutu Mirna kesal karena Vitalia berjalan dengan cepat meninggalkannya.
"Kita tidak punya banyak waktu Mbak kita harus segera ke markas Kalajengking, Kau tahu bukan jika Chandra akan kesini menemui Kak Aditya di markas geng Kalajengking yang ada disini." balas Vitalia memberi tahu kepada Mirna. Mirna pun menjawabnya dengan terkejut, "Apaa??, bagaimana bisa?? bukannya seluruh akses sudah Kamu tutup untuk Dia kenapa ini Dia malah..." ucapannya Mirna terhenti karena dipotong oleh Vitalia.
"Tapi kenyataannya memang begitu Mbak, Mbak mendengar tidak percakapan Kak Aditya dengan Aldo tadi??" tanya Vitalia memastikan. "Dengar sih.., tapi itu teman Aditya yang ada di Jepang Vitalia..." jawab Mirna.
"Dan Mbak melupakan sesuatu, jika teman Kak Aditya itu adalah Chandra Zhu, bagaimana tidak Mbak, Kak Aditya itu kan sangat dekat dengan si Mafia nggak jelas itu." balas Vitalia lalu membuka knop pintu mobilnya sedangkan Mirna menuju ke sisi kiri untuk masuk ke dalam mobil, dan disaat itu juga Chandra Zhu menghentikan langkah dari Vitalia yang akan menutup mobil dengan menahan pintu mobil yang digunakan oleh Vitalia.
"Keluar sekarang juga, atau Kau akan menyesal.." ucap seseorang yang menahan knop pintu mobil Vitalia. Seketika saja Vitalia membelalakkan matanya lebar-lebar melihat ke arah sumber suara, dilihatnya seseorang yang sangat Ia kenal. Dan baru kali ini lah mereka bertemu semenjak ingatan dari Vitalia kembali pulih.
Deg...
"Chandra..., Kau...!!" seru Vitalia kaget, sementara Mirna yang sudah siap di dalam mobil pun juga ikut melongo tak percaya dengan siapa yang Ia lihat.
"Haduhh Vitalia, ada apa dengan dirimu...??, huh kenapa jadi grogi gini sih jika ketemu si Kejam ini." gumam Vitalia dalam hati.
"Jangan menggerutu dalam hati Dokter penuh misteri." ucap Chandra sambil tersenyum mengejek. Seketika saja Vitalia hanya terdiam sambil berpikir, "Ya Tuhan..., jadi Dia belum mengetahui siapa Aku yang sebenarnya, huufftt syukurlah." batin Vitalia bernafas lega karena orang yang berada di depannya saat ini tidak mengetahui jika dirinya adalah Vitalia Putri Wijaya, bukan Amelia Hirata.
"Kenapa hanya diam??" tanya Chandra menyelidik.
"Nggak..., lagian ngapain Kau ada disini Chandra bukankah Kau sudah bersenang-senang dengan Vitalia mu itu." ucap Vitalia bersandiwara, padahal dirinyalah Vitalia yang sebenarnya.
"Apaaa...??, kenapa Kau berkata seperti itu Amelia...??" tanya Chandra merasa bingung dengan apa yang dikatakan Amelia palsu alias Vitalia yang ada di hadapannya. Sambil keluar dari dalam mobil Vitalia pun menjawabnya, "Kau tahu, sakit rasanya Chandra ketika Kau khianati.
, apa belum puas Kau menyakiti perasaanku." ucapnya. Tapi anehnya kali ini Vitalia malah terbawa suasana, Ia masih mengingat betul bagaimana kesehariannya semasa dirinya hilang ingatan dan Chandra selalu ada menemaninya.
"Amelia maafkan Aku..., Aku berjanji tidak akan membuatmu kecewa." ucap Chandra dengan penuh penyesalan.
"Bohong, sekarang lihatlah, siapa Dia??" ucap Vitalia sambil menyodorkan ponsel miliknya.
"Apaaa...??, bagaimana mungkin Amelia??, Aku tidak..." belum sampai Chandra menyelesaikan jawabannya Vitalia pun menyerobotnya, dengan berkata, "Tidak apa??, tidak tahu??, jelas-jelas Kamu mesra-mesraan dengan Wanita jal*ng..., membuatku seakan mau muntah jika melihatnya." murka Vitalia yang dengan santainya menyamar menjadi Amelia. Enter mengapa hatinya begitu sakit ketika melihat foto yang dikirimkan oleh salah satu anggota gengnya.
"Ehemmbb... Tuan Chandra bisa tidak jika tidak mengganggu Kami??, karena Kami sedang terburu-buru." ucap Mirna mmemotong perdebatan diantara mereka.
"Terburu-buru kemana??" tanya Chandra.
Greeeeppp...
Chandra dengan tiba-tiba mencengkeram kuat pergelangan tangan Amelia palsu(Vitalia), Vitalia pun terperanjat dengan perlakuan Chandra yang selalu saja kasar dengan seorang Wanita pikirnya.
"Chandra apa yang Kau lakukan..!!" seru Vitalia berusaha melepaskan pegangan tangan Chandra yang terlalu kuat.
"Sudah turuti saja perkataanku." ucap Chandra. sementara Mirna yang hanya melihat pun tak tahu harus berbuat apa, Ia pun lalu segera merogoh saku snelinya mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.
__ADS_1
Sedangkan kini Vitalia sedang diseret langsung oleh Chandra untuk ikut masuk ke dalam mobilnya. "Ayo ikut denganku Amelia, dan Kau akan tahu siapa Aku sebenarnya agar Kau tak akan membantah perkataanku lagi." ucap Chandra dingin sambil menarik paksa tangan Vitalia, yang sekarang mendadak diam tak berkutik dihadapan Chandra.
Kini mereka pun sudah berada di dalam mobil, dan Vitalia duduk bersebelahan dengan Chandra di kursi belakang, "Yaa Tuhan...perasaan apa ini, kenapa Aku bingung dengan perasaanku, bagaimana Aku akan menyelesaikan misi ku jika Aku selemah ini depan Chandra??" gumam Vitalia dalam hati, membuat Chandra mengerutkan keningnya lalu bertanya, "Ada apa, apa ada masalah Amelia??" tanya Chandra pada Amelia palsu(Vitalia) seketika saja membuyarkan lamunan Vitalia.
"Emmhh tidak apa-apa..." jawab Vitalia malas.
"Hufft... sudah kuduga Kau pasti akan marah, dan Kau jangan khawatir Amelia, Aku tidak akan menyakitimu lagi." tutur Chandra pada Amelia palsu yang berada disebelahnya.
"Hmm baiklah..." jawab Vitalia seadanya.
"Kita lihat permainan selanjutnya Chandra, Aku tidak boleh lemah dihadapannya, dan ingat Chandra Kau lah pembunuh anggota gengku jadi jangan berharap lebih, Kau yang akan menyesal nantinya." batin Vitalia berusaha menyemangati dirinya sendiri sambil tersenyum menyeringai ke arah keluar jendela.
Selama di perjalanan, mereka tidak ada obrolan sama sekali, hingga akhirnya ada sebuah ponsel berbunyi membuyarkan keheningan mereka
Dreett.. dreett.. dreett..
Ponsel milik Vitalia pun berbunyi.
"Halo Mama.."
"Sayang bagaimana kabarmu??, kenapa Kami tidak menghubungi Mama sama Daddy sih Nak, bukannya Mama sudah bilang jika sudah sampai, Kau akan mengabari Kami." ucap Mama Tiri Amelia berada di seberang sana.
"Astaga Ma.., maafkan Amel Ma.. asking banyaknya tugas Aku sampai melupakan Mama dan Daddy."
"Ya sudah tak apa, jaga diri baik-baik jangan telat makan...
"Iyaa Ma...
"Iyaa Ma...
"Eh tunggu dulu sayang, jangan ditutup dulu, Mama mau bilang jika perusahaan Daddy dalam ancaman, karena kehilangan banyak konsumen."
"Apaaa..??, bagaimana bisa Ma..??
"Cepatlah pulang Nak, bantulah Daddy mu, Kakakmu Chan tidak bisa menyelesaikannya sendirian, Mereka sangat membutuhkanmu." ucap Mama Tiri Amelia.
"Iy... iyaaa Ma.. Amelia akan secepatnya pulang ke Jepang...
Tut.
Sambungan telepon terputus, karena kehilangan sinyal.
"Issshh ck.., terputus lagi." gumam Vitalia pelan, tanpa Amelia palsu (Vitalia) sadari Chandra sedari tadi menyimak pembicaraan tersebut, dan Ia pun akhirnya membuka suaranya Dan bertanya, "Ada apa Mel??, apa butuh bantuan??"
"Enggak... Aku nggak butuh bantuanmu."
"Hufft... ya sudah..."
__ADS_1
"Dan ya setelah ini, Aku harus pulang ke Jepang Candra...
"Kenapa secepat itu Amelia, bahkan kita belum menikmati liburan disini.
"Heh liburan katamu??, Aku disini bukan untuk berlibur Chandra, Kau saja yang membututi ku kemari."
"Itu terserah Aku, ini sudah kewajibanku untuk menjagamu.
"Apaaa??, menjagaku katamu?? heh... konyol sekali alasanmu." ucap Amelia palsu atau Vitalia sambil tersenyum sinis.
Ssreett.. Greepp..
sontak Vitalia pun membelalakkan matanya lebar-lebar, karena dirinya tiba-tiba ditarik oleh Chandra ke dalam pelukannya.
"Chandra apa yang Kau lak..." belum sempat Vitalia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja Chandra menyambar bibir Vitalia.
Cuupp...
Seketika Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia pun terperanjat karena ciuman Chandra yang mendarat di bibirnya.
Deg..
Kini tatapan mata diantantara mereka saling bertemu, seakan seperti sepasang kekasih yang sedang memadu kasih, bahkan posisi mereka sekarang sangat intim.
"Mata itu, seperti..." gumam Chandra dalam hati sambil menatap dalam-dalam Wanita yang ada di hadapannya dengan posisi bibir masih menempel di bibir milik Vitalia.
Sedangkan Vitalia juga terdiam membalas tatapan mata Chandra, "Ya Tuhan..., ternyata si Mafia Kejam ini begitu tampan.." batinnya tak berkedip sama sekali, tanpa menjauhkan diri.
******
Tahan dulu gaessss....
Aw... Aww.. Aww... so sweettt... Aduh Tuan Mafia Kejam main nyosor saja sih..., Dokter Misterius jadi salah tingkah kan ya...😆😆
Nah sambil menunggu update terbaru dari Author, yuk mampir yuk ke Novel Kak Morata.
Blurb
Kamu bisa meminta apapun, Termasuk uang adan harta kekayaan dariku. Tapi jangan pernah meminta aku mencintaimu.ucap Damian Perez setelah mengabil sesuatu yang paling berharga dari diri Ayeuna.
Ayeuna bertekad untuk pergi dari hidup Damian perez dan muoakan malam pertama yang terjadi di antara mereka.tetapi siapa sangka,takdir malah membuat mereka tetap terhubung.
Trik dan siasat dilakukan oleh Sania Wijaya, tunangan Damian perez dan juga mantan kekasih Damian sewaktu sekolah dan pernah berselingkuh dengan Leonardo kakak tiri Ayeuna.
Bagaimana jika tiba tiba Ayeuna tau kalau Leonardo ternyata mencintainya?
__ADS_1