
Kedatangan Mertua
Saat Vitalia mengendarai sepeda motor, Ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Vitalia pun mencoba mencermati baik-baik kaca spionnya, dan ternyata dugaannya benar, ada sebuah taxi yang sedari tadi mengikutinya dari belakang,
"Kenapa taxi itu sedari tadi mengikutiku??" tanya Vitalia dalam hati sambil sedikit melirik ke arah kaca spion sepeda motor yang Ia pakai. 'Ya, Vitalia sedang menaiki sepeda motor miliknya, motor tersebut sengaja dikirimkan oleh anak buah geng Kalajengking dari Jepang kepadanya. Baginya sepeda motor ninja adalah kendaraan favoritnya, meskipun Ia sebenarnya sudah dilarang oleh teman sejawatnya untuk tidak mengendarai sepeda motor ninja, tapi Ia tetap nekat memakai sepeda motor ninja tersebut seperti seorang Pria.'
Vitalia pun segera menepikan motor ninja miliknya untuk berhenti sejenak. Dan ternyata mobil taxi yang ada dibelakangnya juga ikut berhenti.
Seketika itu pula Vitalia segera mematikan mesin motor ninjanya dan membuka helmnya. Belum sampai Ia membuka helmnya, Vitalia dikejutkan dengan suara yang sangat tidak asing baginya.
"Nak Vitalia!" panggil Tuan Zhu beserta sang Istri yang sudah menuruni mobil taxi yang Mereka tumpangi.
Sontak saja membuat Vitalia membelalakkan matanya terkejut mendengarnya,
"Ya Tuhan, suara itu??" Vitalia bertanya-tanya dalam hati, lalu segera membuka helmnya yang masih Ia pakai, lalu segera menuruni motor yang dikendarainya dan menoleh ke arah belakang.
Dilihatnya ternyata benar bahwa Mertuanya datang ke Australia.
"Papa.., Mama .. ??" ucap Vitalia dengan mode bingung, mengapa kedua orangtua dari Suaminya tiba-tiba datang ke Australia.
Tuan Zhu dan Nyonya Dhea pun lalu berjalan menghampiri Menantu kesayangannya. Vitalia pun lalu bersalaman dengan kedua Mertuanya dan memeluk Mama Dhea.
"Mama sama Papa gimana kabarnya??" tanya Vitalia pada kedua Mertuanya yang masih menatap nya dengan tatapan herannya.
"Nak Vitalia, kenapa Kau mengendarai dengan sepeda motor seperti itu, Nak??" tanya Mama Dhea pada Vitalia.
Mendengar pertanyaan dari Mama Dhea, Vitalia pun menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal merasa canggung dan berkata, "Eh emmh, Vitalia terpaksa menggunakannya, Ma" jawab Vitalia beralasan.
Seketika itu pula Tuan Zhu menggelengkan kepalanya pelan dan berkata, "Tidak, Nak! Kau jangan menaiki motor seperti itu, motor seperti itu sangat berbahaya untukmu!" ujarnya.
"Tapi Pa .." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya Tuan Zhu pun memotongnya dengan berkata, "Hemmmbb, Kau itu sama dengan Chandra, tidak heran juga karena Kau adalah Menantu yang paling tanggung di Dunia ini!" ucap Tuan Zhu yang justru malah memuji Menantunya.
"Jangan memujiku terlalu tinggi, Pa!" seru Vitalia tak mau dipuji oleh Papa Mertuanya.
"Sudah sudah .., daripada Kita berbicara panjang lebar disini, lebih baik Nak Vitalia antarkan Mama sama Papa ke FireField Hospital ya, untuk menemui Chandra," ucap Mama Dhea menyela percakapan antara Suami dan Menantunya.
"Jadi Mama sama Papa sudah tahu soal berita Mas Chandra?" sahut Vitalia bertanya pada kedua Mertuanya untuk memastikan.
"Iya Nak, Kami sudah mengetahuinya," jawab Tuan Zhu.
"Oh, Emmmm baiklah. Kalau begitu Vitalia antar ke FireField Hospital sekarang juga, Ma.. Pa.., nggak enak kalau Kita dilihatin disini sama banyak orang," ucap Vitalia.
"Baik Nak ..."
Mereka pun lalu segera menuju ke FireField Hospital dengan mengendarai kendaraan Mereka masing-masing. Vitalia menggunakan motor ninjanya sedangkan Tuan Zhu beserta sang Istri menggunakan taxi yang masih setia menunggunya.
...****************...
Sementara di FireField Hospital terjadi kehebohan karena Bella melihat sebuah mobil yang diketahui milik Sahabatnya yang masih terparkir rapi di parkiran. Ia benar-benar bingung melihatnya, karena Sahabatnya sempat berpamitan dengannya ketika akan pergi.
__ADS_1
"Loh ...bukannya ini mobil Vitalia ya? kenapa masih ada disini??" ucap Bellah bertanya false hati.
"Hah,Astaga, jangan-jangan?!" ucap Bella terhenti lalu segera berlari masuk ke dalam rumah sakit.
Sementara Mirna yang baru saja datang setelah menemui Hans melihat dokter Bella yang berlari seperti orang cemas. Ia pun lalu segera berjalan cepat mengikutinya.
"Dokter Bella!" panggil Mirna pada dokter Bella. Seketika itu pula dokter Bella pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara.
"Eh, dokter Mirna ..." ucap dokter Bella.
"Dokter Bella, kenapa Kau seperti orang ketakutan??" tanya dokter Mirna pada dokter Bella.
"Tidak Dok, hanya saja Aku tadi melihat mobil Vitalia masih terparkir di tempat parkir, sedangkan Vitalia tadi pamit denganku akan keluar untuk menemui seseorang.
"Astaga Dok, hanya itu??" tanya Mirna pada Bella memastikan.
"Hee'eemm ..." jawab Bella seadanya.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dengan tergopoh-gopoh.
"La .., gawat La .." ucap Suster Oca dengan ngos-ngosan karena habis berlari. 'Ya, orang yang datang dengan tergopong-gopoh itu adalah Suster Oca.'
"Gawat kenapa sih, Ca??" sahut Bella bertanya pada Shabatnya itu.
"Aduhhh, gimana mau jelasin ya, aduhhh," ucap Suster Oca bingung ingin menjelaskannya pada Bella.
"Ck, kalau ngomong yang dong jelas, Ca!" seru dokter Bella.
"Iyaa, Lia kenapa memangnya??" tanya Bella pada Suster Oca dengan nada meninggi.
"Lia tadi keluar dari FireField Hospital pakai motor ninja!" tandasnya.
Alangkah terkejutnya Bella dan juga Mirna yang mendengar penuturan dari Suster Oca, "Apaaa??" ucap dokter Bella dan Mirna secara bersamaan.
"Astaga, Lia... gilak tuh anak, cari mati atau gimana sih, tuh anak!" ucap Bella sambil mengusap wajah cantiknya dengan kasar.
"Astaga ..., dasar Vitalia, Dia lupa apa jika sedang hamil?!" ucap Mirna sambil memijit pelipisnya terasa pusing.
Tanpa menunggu lama Mirna pun segera mengambil ponsel yang ada di dalam saku jaketnya untuk menghubungi Vitalia. Sayangnya ponsel Vitalia tidak dapat dihubungi.
Tut....
"Nomer yang Anda tuju sedang tidak aktif," ucap salah seorang operator seluler.
"Astagaa, nggak aktif lagi," ucap gumam Mirna pelan masih terdengar oleh dokter Bella dan Suster Oca.
Tak sengaja Bella pun melihat ke arah belakang Mirna, dilihatnya Vitalia sedang berjalan dengan ke arah Mereka bertiga dengan di ikuti kedua orangtua Chandra yang merupakan Mertua dari Vitalia.
"Eh Oca.., dokter Mirna... lihatlah, Lia sedang bersama siapa itu? " ucapnya sambil menunjuk ke arah belakang Mirna.
__ADS_1
Seketika saja semua mata mengarahkan pandangan menatap Vitalia yang berjalan dengan di ikuti dua orang paruh baya.
"Tuan Zhu, dan Nyonya Dhea .." ucap Mirna March terdengar di telinga dokter Bella dan Suster Oca.
Seketika saja Mereka pun mengarahkan pandangan menatap Mirna dan bertanya, "Mereka siapa, dok??" tanya dokter Bella dan Suster Oca secara bersamaan.
"Mereka adalah Mertua dari Vitalia," ucap dokter Mirna menjawab pertanyaan dari
"Maksudmu orangtua dari Tuan Chadra??" tanya dokter Bella pada Mirna.
"Hmm Kau benar dokter Bella," balas Mirna.
Sementara Vitalia yang melihat ada kedua Sahabatnya sedang bersama Kakak Sepupunya pun justru malah mengabaikannya dengan tetap melangkahkan kakinya menuju ke ruang Perawatan sang Suami yang berlawanan arah dengan kedua Sahabatnya dan Kakak Sepupunya. Ia tak mau jika Mertuanya harus berlama-lama meladeni kedua Sahabatnya dan Kakak Sepupunya, yang Ia pikir akan mengulur waktunya terlalu lama.
Melihat Vitalia yang justru malah mengabaikannya, Bella pun berdecak kesal.
"Ck, dasar dokter Misterius sok dingin banget sih, pura-pura nggak lihat Kita apa ya??"
"Tauk tuh si Lia.." sambung Suster Oca menimpali.
"Sudah-sudah nggak usah ribut, mending Kita susul mereka!" ucap Mirna memberi usul kepada kedua Sahabat dari Vitalia. Dan Mereka pun segera melangkahkan kakinya untuk menyusul Vitalia bersama dengan Mertuanya.
...----------------...
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komen Ya.... Terima kasih 🥰🙏
Sambil menunggu up dari Author di episode berikutnya. Yuk, mampir ke karya teman Author, dijamin seruuuu!!
Berikut Cuplikannya :
SURGA DI ATAS LARA
(Ika Oktafiana)
Pernikahan Zoya dan Zada yang sudah berjalan tiga tahun ini tampak rukun dan bahagia.
Namun siapa sangka, Zada yang tipekal suami setia tiba-tiba membawa pulang wanita lain ke rumah Zoya dan Zada.
Bagai tertusuk seribu sembilu, Zoya begitu kecewa dengan Zada yang diam-diam sudah menikah lagi tanpa persetujuan darinya. Zoya meminta talak, namun Zada menolaknya.
"Aku tidak akan pernah menjatuhkan talak untukmu. aku masih mencintaimu, Zoya." Begitulah alasan yang selalu terucap dari bibir suaminya.
"Tidak masalah aku di madu asalkan, aku tidak tinggal satu atap dengan maduku," lirih Zoya penuh luka dan nyeri di hatinya.
Biarlah Zoya menerima semuanya. Karena tanpa Zada ketahui, Zoya sedang mengandung anak yang selama ini di nanti-nantikan. Biarlah Zoya menerima surganya, walau surga itu telah menorehkan luka dan lara yang mendalam.
Mampukah Zoya tetap bertahan ketika melihat suaminya bersanding dengan wanita lain?
__ADS_1