Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 161


__ADS_3

Tes DNA?


Di saat mereka sedang asyik berpelukan, tiba-tiba saja ponsel milik Chandra berbunyi, yang menandakan bahwa ada sebuah notifikasi pesan masuk.


Ting ...


Mendengar ada sebuah pesan masuk melalui ponselnya, Chandra pun lalu segera melepas pelukan sang istri dan beralih mengambil ponselnya yang sedang berada di dalam saku celananya. Ia lalu menggeser layar ponselnya untuk melihat pesan tersebut.


‘Tuan ..., aku tadi mendengarkan sebuah percakapan antara Nyonya Gabby Herawati beserta putri dan suaminya, mereka bilang bahwa mereka berniat akan mengetes DNA Vitalia, karena ternyata Nyonya Gabby mencurigai Vitalia saat sedang melakukan penyamaran menjadi Thalia.’


Begitulah kira-kira isi pesan tersebut yang dikirimkan oleh Maya. ‘Ya, pesan tersebut di kirimkan oleh sekretaris Maya pada Chandra melalui pesan WhatsApp.’


Sementara Vitalia yang melihat sang suami hanya terdiam setelah membaca pesan tersebut pun mengerutkan keningnya bingung, menatap sang suami. Ia pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, “Bee, ada apa?”


Seketika saja pertanyaan yang dilontarkan oleh sang istri membuat Chandra membuyarkan lamunannya. “Emhh, tidak apa-apa Honey, hanya ...” belum sampai Chandra menyelesaikan jawabannya, Vitalia tiba-tiba saja merebut ponsel milik sang Suami, yang berada di genggaman tangan sang Suami.


Sreegghh ...


Alangkah terkejutnya Chandra melihat perilaku sang istri yang tanpa di luar dugaan merebut ponsel miliknya. Sementara Vitaliam kini berjalan ke arah lain menghindar dari Chandra.


“Honey, tolong berikan ponselnya kepadaku!” pinta Chandra pada Vitalia sambil berjalan membuntuti sang Istri. Namun sayangnya permintaan dari Chandra justru tak digubris oleh Vitalia yang justru malah mengutak-atik ponsel milik sang Suami. Dengan cepat Vitalia menggeser layar ponsel milik sang suami.


Betapa terkejutnya Vitalia ketika melihat sebuah pesan dari Maya yang berbunyi :


‘Tuan ..., aku tadi mendengarkan sebuah percakapan antara Nyonya Gabby Herawati beserta putri dan suaminya, mereka bilang bahwa mereka berniat akan mengetes DNA Vitalia, karena ternyata Nyonya Gabby mencurigai Vitalia saat sedang melakukan penyamaran menjadi Thalia.’


“Tes DNA?” ujar Vitalia pelan dengan penuh tanda tanya. Sementara Chandra yang gagal mengejar sang istri hanya bisa pasrah dan terdiam ketika mendengar sang istri mengatakan TES DNA. Ia benar-benar tak bisa berbuat apa-apa karena ternyata sang istri sudah membaca pesan tersebut.


Sementara Vitalia mengepalkan tangannya geram melihat isi pesan dari Maya. Karena baginya pesan tersebut sangatlah penting baginya, namun yang sangat disayangkan adalah kenapa tak ada seorang pun yang memberitahunya. Vitalia yang merasa marah, kecewa dan sedih pun lalu membalikkan badannya dengan beralih mengarahkan pandangan menatap sang suami yang sedang berdiri tepat di belakangnya. Namun Chandra yang ditatap, justru berusaha mengalihkan pandangan menghindari tatapan sang istri.


“Bee, tataplah aku, Bee!” pinta Vitalia pada Chandra agar menatapnya. Bukannya menoleh ke arah sang istri untuk menatapnya, Chandra justru mengalihkan pandangan ke arah lain sambil berkata, “Honey aku ...”

__ADS_1


“Sudah ku bilang tataplah aku!” bentak Vitalia pada sang Suami. Dan pada akhirnya Chandra yang merasa dirinya dibentak oleh sang istri pun segera menoleh ke arah sang Istri dengan memandanginya.


Saat itu juga Vitalia lalu berjalan mendekat ke arah sang suami, lalu berkata, “Mas ..., ku mohon jujurlah kepadaku, apa yang telah kau sembunyikan dariku, Mas?” Vitalia mencecar berbagai pertanyaan pada sang Suami dengan tatapan mengintrogasi.


“Aku tidak pernah menyembunyikan apapun darimu Vitalia, hanya saja aku Mas ingin mengatakan kepadamu, bahwa ternyata kau adalah ...” ucapan Chandra terhenti seketika karena ia kembali berpikir, "Chandra katakan saja yang sejujurnya pada Istrimu, setidaknya kau tidak membuat kecewa Istrimu," gumamnya dalam hati.


Sementara Vitalia yang melihat Chandra terdiam tak melanjutkan perkataannya pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, “Adalah apa Mas? Kenapa berhenti? Cepat katakan kepadaku aku adalah siapa Mas?” berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Vitalia dengan nada meninggi, sambil mengguncang tubuh sang Suami yang saat ini tepat berada di depannya. Sementara Chandra lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sayang tenangkan dirimu. Biarkan Mas menjelaskan kepadamu, okey!” Chandra berusaha menenangkan sang Istri.


Seketika saja Vitalia pun menghentikan aksinya yang sedang mengguncang tubuh sang Suami. Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sekarang cepat katakan kepadaku, Mas! Apa yang kau sembunyikan dariku?”


“Honey ..., maafkan selama ini aku telah merahasiakan kebenaran tentangmu, dan mau tak mau kau harus menerima kenyataan bahwa kau adalah kakak dari Amelia ...”


Duuuaaarrr ....


Bagai tersambar petir di siang hari, Vitalia membelalakkan matanya terkejut setelah mendengar penjelasan dari Chandra Suaminya. Dengan cepat Vitalia pun menggelengkan kepalanya tak percaya menatap Chandra.


“Tidak ..., itu tidak mungkin!” serunya sambil berjalan mundur menatap tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan sang Suami kepadanya.


“Baiklah aku akan melakukan tes DNA itu dengan senang hati, namun jika kalian salah, maka aku akan ....” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan memotong pembicaraannya.


“Akan apa Vitalia?” ucap seseorang tersebut. Seketika saja Vitalia dan Chandra mengarahkan pandangan menatap ke arah sumber suara.


“Amelia, kau?” Vitalia dan Chandra terperangah menatap kedatangan seseorang itu. ‘Ya, seseorang yang datang itu adalah Amelia yang datang dengan diikuti Sherlyn dan juga Mama Renita.’


“Hmmm ini aku! Sekarang kau percaya kan jika kau adalah kakakku sekaligus saudari kembarku?” Amelia bertanya kepada Vitalia dengan berjalan menghampiri Vitalia dan juga Chandra.


“Tidak Amelia! Aku tidak akan pernah percaya itu! Karena aku adalah anak dari Papa Wijaya bukan Daddy Hirata, Amelia! Camkan itu!” jawab Vitalia dengan penuh penekanan sambil menunjuk-nunjuk ke arah Amelia dan menatapnya dengan sorot mata tajamnya.


“Satu lagi .., aku akan menerima tantangan kalian, jika aku akan melakukan tes DNA besok ..., dan akan ku pastikan jika aku bukanlah bagian keluarga Hirata namun aku adalah putri dari keluarga Wijaya!” sambungnya dengan penuh percaya diri.


“Ya terserah apa katamu!” ucap Amelia sinis. Sementara Mama Renita dan Sherlyn hanya saling pandang menatap satu sama lain.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada dua orang yang datang dengan berjalan dari arah pintu. “Ada apa ini?” Mirna bertanya kepada semua orang yang berada di dalam kamar hotel itu dengan tatapan mengintimidasi.


Tanpa diduga Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Kebetulan kalian sudah datang, dan perlu kalian ketahui aku akan melakukan tes DNA dengan Mommy Gabby!”  ujarnya dengan menatap Mirna dan Chan Hirata secara bergantian.


Mirna Feriska yang mendengar pernyataan dari Vitalia pun terperangah. “Apa? Tes DNA?”


Berbeda dengan Chan Hirata hanya diam dengan tersenyu sinis. “Baguslah kalau kau akan melakukan tes DNA! Aku juga tidak yakin jika kau adalah adikku yang hilang ..” sahut Chan Hirata berterus terang dihadapan Vitalia. Chandra yang mendengarkan penuturan dari Chan Hirata pun mengarahkan pandangan menatap Chan Hirata dan berkata, “Kau berkata seperti itu, karena kau tak terima jika aku menikah dengan Vitalia bukan?”


“Tepat sekali! Aku dulu mengira istrimu dulu adalah Amelia, tapi aku sekarang sudah mengetahui semuanya jika Istrimu telah berbohong kepada semua orang,” ucap Chan Hirata. Ia lalu berganti mengarahkan pandangan menatap Vitalia yang sedang duduk terdiam berada di samping Mama Reinta. “Dasar wanita pengkhianat!” cibir Chan Hirata pada Vitalia.


Chandra yang mendengar cibiran dari Chan Hirata pun tak terima. “Tutup mulutmu Chan Hirata!” seru Chandra dengan sorot mata tajamnya menatap Chan Hirata tak terima. Vitalia yang melihat sang Suami tersulut emosi pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Bee, tenangkan dirimu! Jangan hiraukan dia berkata apa, karena dia tak tau bagaimana hancurnya perasaanku ketika aku berada di posisi Amelia pada saat itu ...” jawabnya seadanya.


“Heh ...” Chan Hirata tersenyum kecut mendengar pernyataan dari Vitalia.


“Tuan Chan Hirata jika kau bisanya hanya berbuat ulah, ku mohon pergilah dari sini sekarang juga!” usir Mirna dingin menatap Chan Hirata dengan sorot mata mematikan.


“Okey, aku akan pergi dari sini! Karena aku begitu muak melihat wanita pengkhianat seperti dia!” sarkasnya. Ia lalu membalikkan badannya untuk berjalan keluar. Namun saat Chan Hirata akan melangkahkan kakinya pergi Amelia lalu menyahutnya dengan berkata, “Cukup Kak! Jangan mencibir Vitalia, atau kau akan menyesal dikemudian hari!” ucapnya dengan nada penuh ancaman.


Mendengar pembelaan yang dilakukan Amelia padanya, Vitalia angkat bicara, “Jangan membelaku Amelia! Biarkan saja dia mencibirku! Lagi pula aku juga tidak yakin jika aku adalah saudari kembarmu.” Ujar Vitalia dingin lalu pergi meninggalkan semua orang yang berada di kamar hotel tersebut dengan berjalan melewati Chan Hirata.


...****************...


^^^***Amelia POV :******^^^


^^^Dan pada akhirnya kebenaran terungkap dengan sendirinya, meskipun kau belum percaya dengan kenyataan yang ada, tapi aku sangat yakin jika suatu saat nanti kau akan percaya bahwa kau adalah Putri dari keluarga Hirata bukan Wijaya.. ***^^^


Bersambung ....


...****************...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2