
Baby Dean dan Baby Sean
"Heh, sudah, sudah! Kalian kenapa malah jadi ribut sih? Mama mau bilang nih ya, daripada pusing mikirin musuh kalian itu, mending mikirin tuh anak-anak kalian yang belum kalian beri nama dari kemarin!" ujar Mama Renita mengalihkan pembicaraan, karena ia tak mau pusing memikirkan musuh dari Vitalia dan juga Chandra.
Mendengar pernyataan dari Mama Renita, Chandra menepuk jidatnya karena lupa belum memberi nama.
"Astagaa! Maaf Ma, kami melupakannya.." ucap Chandra sambil menepuk jidatnya, sementara Vitalia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang suami yang terlihat terkejut mendengar pernyataan dari Mama Renita.
"Makanya, jadi orang itu jangan terlalu mikirin musuh saja dong Mas, di dunia ini masih ada aku, dan anak-anak.." ujar Vitalia membalas ucapan dari sang suami.
"Honey, kok gitu sih? Mas itu seperti ini buat melindungimu juga!" protes Chandra tak Terima dengan apa yang diucapkan sang istri barusan.
"Hehehehe... iya iyaaa, paham.." jawab Vitalia sambil tersenyum menggoda sang suami.
"Eh sudah, jangan bertengkar lagi! Sekarang cepetan kalian beri nama apa pada kedua anak kalian?" ujar Mama Renita berusaha memisahkan perdebatan diantara sepasang suami-istri tersebut.
"Emmh, karena kami sudah memikirkan nama sebelumnya, mereka kami beri nama, siapa Mas?" ujar Vitalia menjawab pertanyaan dari sang Mama, dilemparkan kepada sang suami.
Dengan lantang Chandra menjawabnya, "DEAN dan SEAN..!"
"Dean dan Sean?" tanya Tuan Hirata, Mama Renita, dan Mommy Gabby secara bersamaan.
"Iyaaa, Baby boy kami beri nama Dean Argantara Li Zhu, dan Baby girl kami beri nama Sean Permata Li Zhu." jawab Vitalia menjelaskan dengan tersenyum manis.
Tuan Hirata pun menyahutnya dengan terkagum-kagum, "Waahh, nama yang indah! Eh tapi tunggu dulu, kok belakangnya pakai Li Zhu sih?" ujarnya bertanya-tanya.
"Itu artinya adalah kami, Dad." ujar Vitalia menjawab pertanyaan dari sang Daddy.
Chandra pun kemudian menyahutnya dengan berkata, "Tepat sekali! Li itu adalah istriku Thalia yang kalian biasa sebut Vitalia, dan Zhu itu adalah nama Daddy nya dong, siapa lagi kalau bukan saya.. " ucapnya dengan menaikkan-naikkan kedua alisnya.
"Betul kan, Honey?" sambungnya.
"Iyaa, Mas. Kau betul! Sayangnya nama itu sebenarnya kurang cocok sih kalau pakai nama itu. Emmh, bagaimana kalau kita ganti?" jawab Vitalia dengan berbalik tanya pada sang suami.
"Astaga Honey, kita mau ganti apa lagi? Itu sudah cocok, tau nggak!" seru Chandra dengan tensi tinggi.
"Ya Tuhan, Bee! Iyaaa, iyaaa... gitu aja ngegas! Aku kan cuma bercanda." sahut Vitalia menjawab pernyataan sang suami dengan memutar bola matanya jengah.
"Hahahaha..." Mereka pun tertawa riang melihat adegan suami istri sedang beradu argumen.
"Pokoknya Mas nggak mau tau, Anak-anak kita namanya Dean dan Sean, titik!" ujar Chandra dengan penuh penekanan.
"Iya Mas suami tercinta, kan tadi aku sudah bilang cuma bercanda aja, apa nggak kedengaran ya?" jawab Vitalia dengan melontatkan sebuah pertanyaan.
"Hahahahaha, sudah, sudah.. kalian itu selalu saja ribut terus! Kapan akurnya?" ucap Mommy Gabby terkekeh geli melihat anak dan menantunya saling adu argumen.
__ADS_1
"Emmh, maaf Mom..." jawab Vitalia dan Chandra dengan nada melemah.
"Ya sudah. Chandra, lebih baik kau bantu istrimu untuk persiapan pulang ke rumah, karena Mommy sudah mengizinkan istrimu untuk pulang hari ini!" titah sang Mommy pada Chandra.
"Baik Mom..."
***
Sementara di sisi lain Amelia yang sedang disibukkan dengan pekerjaannya di RS.Wijaya. Saat ia melewati ruang tenaga medis di salah satu bangsal pasien, ia mendengar gosip yang beredar di tempat ia bekerja, dari para teman sejawatnya maupun para tenaga medis lainnya.
"Eh kalian tau nggak sih, ternyata eh ternyata, berita yang beredar di televisi dari kemarin itu benar adanya loh gaes!" ujar salah satu dokter residen yang bekerja di RS.Wijaya.
"Masa' sih? Tapi Mana mungkin, Tuan Aditya berkata sekasar itu sama dokter Vitalia.." jawab tenaga medis yang lainnya menimpali.
"Ingat Ta, dia bukan dokter Vitalia, dengar-dengar dia sudah ganti nama menjadi Thalia..." ucap tenaga medis lainnya mencoba mengingatkan.
"Nama yang keren, tapi cocok loh dokter Vitalia pakai nama itu, tapi sayangnya kenapa dokter Vitalia tak menuruti Tuan Aditya saja ya? Padahal kan hidupnya sudah terjamin..." sahut dokter yang lain menimpali.
Mendengar percakapan para tenaga medis lainnya, Amelia pun mengepalkan tangannya geram. Ia begitu tak terima ketika kakak kandungnya menjadi bahan perbincangan hangat dalam akhir-akhir ini.
Ia selama ini sudah cukup bersabar menghadapi orang-orang seperti itu, akan tetapi sekarang Amelia berniat akan menemui Aditya secara langsung. Ia bahkan rela kehilangan jabatannya sebagai wakil direktur di RS.Wijaya.
Seketika saja Amelia lalu melangkah kakinya pergi menuju ke ruang direktur utama RS.Wijaya, yang kini di pimpin langsung oleh Erlin Putri Sanjaya yang merupakan istri dari Aditya Bramansta Wijaya.
Saat Amelia melangkahkan kakinya menuju ke ruang direktur, langkah kakinya terhenti seketika karena ada seseorang yang menghentikannya.
Sontak saja Amelia pun menoleh ke arah belakang dan dilihatnya ternyata Erlin yang memanggilnya. Amelia oun kemudian membuka suaranya dengan berkata, "Dokter Erlin..."
"Hmmm, iya. Kau tak perlu memanggilku dengan sebutan dokter. Panggil saja aku dengan sebutan kakak seperti kakakmu memanggilku..." ujar Erlin.
"Tapi dok.., emmh maksudku.." ucap Amelia kebingungan.
"Sudah tak ada tapi-tapian! Sekarang kau mau pergi ke mana? Kok seperti sedang terburu-buru?" sahut Erlin bertanya kepada Amelia dengan tatapan menyelidik.
"Memang, dan itu sangat benar!" ucap Amelia tanpa mengeluarkan ekspresi sedikit pun.
Dengan menautkan kedua alisnya, Erlin menatap Amelia dengan tatapan kebingungan.
"Maksudmu?" tanyanya penasaran.
"Aku mau pergi ke ruang direktur utama untuk menemui suamimu..." jawab Amelia dingin.
"Hah? Tunggu dulu, tapi kenapa?" jawab dokter Erlin dengan bertanya.
Mendengar pertanyaan dari Erlin, Amelia tersenyum kecut dan berkata, "Masih bertanya tapi kenapa? Bukankah dia sudah mengetahui jika kakakku kini sudah melahirkan buah hati?" jawabnya dengan berbalik tanya pada Erlin.
__ADS_1
"Iya suamiku mengetahuinya..." jawab Erlin apa adanya, tanpa ada yang di tutup-tutupi.
"Jika suamimu mengetahuinya, kenapa dia tak perduli dengan kakakku? Dia itu rapuh sampai saat ini hanya karena pernikahannya belum mendapat restu dari Tuan Aditya!" tegas Amelia menjawab pernyataan dari dokter Erlin.
"Aku tau Mel, dan aku juga baru dari sana menjenguk saudari kembarmu. Lagi pula percuma saja kau menemui suamiku, sampai kapan pun, dia tak mudah dibujuk dan di rayu, karena sudah wataknya yang begitu keras kepala." jawab Erlin berterus terang.
"Tidak kak, kali ini Amel yang akan menjelaskannya, aku yakin Tuan Aditya hanya salah paham pada Chandra, sehingga berimbas pada pernikahan mereka.." jawab Amelia dengan penuh percaya diri.
"Salah paham apa maksudmu, Amelia?"
"Tuan Aditya salah paham jika Chandra telah menyiksa kakakku dan menjadikan istri secara paksa." jawab Amelia to the poin.
"Apa?!" ucap dokter Erlin dengan nada keterkejutannya.
"Memang benar Chandra melakukan semua itu, pada kakakku. Bahkan, mereka berdua sempat beradu dalam kurun waktu cukup lama, hanya gara-gara kesalahpahaman itu," ucap Amelia menjelaskan.
"Akan tetapi Chandra waktu itu belum mengetahui kebenaran tentang pembunuhan kakeknya, ia hanya bisa menuduh Tuan Wijaya sebagai pembunuhnya." sambungnya.
"Apa? Jadi Chandra mengira bahwa yang membunuh kakeknya adalah Papa mertuaku?" tanya Erlin penasaran.
"Iya kak, kau benar! Tapi sekarang sudah beda cerita lagi, kak. Chandra tak sejahat itu!" jawab Amelia mencoba menjelaskan lagi.
"Tidak jahat bagaimana? Dia yang memp*rk*sa adik iparku kau bilang tak jahat? Heh, sungguh menyedihkan jika kau membelanya." ujar Erlin dengan tersenyum sinis.
"Justru itu aku membelanya, karena Chandra sudah menyesali perbuatannya, dan sudah mengetahui kebenarannya kalau dirinya telah salah paham kepada Vitalia. Ditambah lagi Chandra mau bertanggung jawab atas perbuatannya," jawab Amelia yang tak hentinya menjelaskan peristiwa yang sebenarnya.
"What? Semudah itu Vitalia memaafkan ulah Chandra?" ucap Erlin sambil menggelengkan kepalanya heran dengan sikap yang diambil sahabatnya.
"Karena hati Vitalia itu berjiwa besar. Bahkan, Chandra dan Vitalia sudah tau siapa dalang pembunuhan itu, dan dia sekarang sudah ditahan di sel tahanan bawah tanah yang berada di Australia." jawab Amelia.
"Satu lagi, tanpa kalian sadari, jika Tuan Aditya dan Vitalia itu sedang di adu domba oleh seseorang yang dekat dengan kita, agar hubungan Vitalia dan Chandra tak bertahan lama.." sambungnya.
"Astaga! Jadi begitu ceritanya..." batin Erlin yang hanya terdiam setelah mendengar penjelasan dari Amelia (saudari kembar Vitalia).
Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang mendengar perbincangan mereka dari balik pintu.
***
Amelia POV :
Di saat kebahagian sedang melanda saudari kembar ku, aku begitu bahagia, tapi jika aku mendengar suara saudari kembarku menangis aku juga ikut menangis. Maka dari itu aku ingin membuktikan kepadanya bahwa aku selalu ada untuknya di saat senang maupun susah.
Bersambung....
...****************...
__ADS_1
...----------------...