Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 184


__ADS_3

Demi Persahabatan


Setelah dari keluarga Long Ai Vitalia memutuskan untuk kembali lagi ke RS.Cahaya untuk menemui sahabatnya yang sudah menunggunya lama. Ia bahkan sampai melupakan jika sudah ada janji dengan sahabatnya yang bernama Dera untuk melakukan sebuah pertemuan dengannya.


"Halo dokter kristin..."


"Halo dok.. ada apa ya?"


"Dok, tolong bilang sama sahabatku jika aku baru perjalanan ke sana, ya.. aku takut jika dia sudah menunggu lama...


"Oh iya dok, kebetulan sahabat dokter sedang saya ajak ngobrol, jadi dokter Thalia tenang saja, dia nggak keberatan kok nunggu dokter..."


"Baik, dok.. kalau begitu saya tutup teleponnya, ya! Kebetulan masih di jalan..."


"Siap dok..."


Sambungan telepon pun kemudian dimatikan oleh Vitalia. Ia lalu kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


***


Setelah sampai di RS.Cahaya, ia pun segera masuk ke dalam RS dengan berjalan cepat menyusuri koridor RS. Namun siapa sangka, seketika itu pula ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal terlihat sedang berbicara sendiri.


"Ya Tuhan, bagaimana ini? Tolonglah aku..." ujarnya sambil mengusap wajah mulusnya dengan kasar. Ia pun lalu beralih melihat ke arah perutnya yang masih terlihat rata, kemudian mengelusnya.


"Sayang, Mama mau curhat sama kamu Nak, belum sampai Mama menjelaskan ke publik, Nenek dan Auntymu sudah membuat Mama hancur, Nak. Hiks.. hiks.. hiks.." ucapnya sambil mengusap-usap perut ratanya.


'Ya seseorang yang dilihat oleh Vitalia adalah sahabatnya yang bernama Dera yang sedang tersandung kasus asusila dengan kakak angkatnya Aditya.'


"Dera.." panggil Vitalia pada Dera. Seketika saja Dera mengalihkan pandangan menatap ke arah seseorang yang memanggilnya.


"Vitalia, kau..." ucap Dera terkejut melihat kedatangan Vitalia sambil menghapus air matanya.


"Kau kenapa? Kenapa kau begitu murung?" tanya Vitalia dengan menautkan kedua alisnya penasaran.


"Kau tau kan Vit, berita yang beredar di masyarakat hari ini? Ibu dan Levi sudah mengumumkan pada seluruh media masa jika aku akan bertunangan dengan kakakmu, Vitalia. Hiks... hiks.. Aku jahat, Vit. Aku jahat! Aku seorang pelakor Vitalia! Aku seorang pelakor! Hiks .. hiks .. hiks..." jawab Dera dengan menangis histeris.


Vitalia yang melihat sahabatnya begitu rapuh pun tak tega, ia kemudian merengkuh tubuh sahabatnya itu untuk menenangkannya.


"Dera, sudah tenangkan dirimu, aku kali ini berjanji padamu jika aku akan membantumu. Dan aku berjanji padamu sebelum acara pertunanganmu dengan kakakku terjadi, aku akan membawa Emon mu itu.."


"Vitalia, kau serius?" tanya Dera memastikan.


"Iya, aku serius! Dia akan datang setelah urusannya selesai, De..." jawab Vitalia sambil tersenyum berusaha menghibur sahabatnya itu.


Dera pun bertanya sekali lagi untuk memastikan keputusan yang Vitalia ambil, karena sebelumnya Vitalia tak dapat membantunya jika dari jarak dekat. "Apa kau yakin, Vit?" tanyanya lagi.


Dengan mengangguk mengiyakan pertanyaan dari sahabatnya itu, Vitalia kemudian membuka suaranya dengan berkata, "Hmmm iya. Aku yakin De.. dengan adanya dia muncul saat pertunanganmu nanti, di saat itu pula kau akan menikah dengannya, dia sendiri yang berkata seperti itu kepadaku..." jelas Vitalia kepada Dera dengan tersenyum ramah.Dera pun lalu memeluk Vitalia.

__ADS_1


Greeppp....


"Vitalia hiks.. hiks.. aku tak tau cara berterimakasih kepadamu, Vit... hiks ... hiks.. tapi aku janji padamu bahwa aku akan selalu siap sedia membantumu jika kau membutuhkanku..." ucapnya menangis sesenggukan di pelukan Vitalia.


Vitalia pun menjawabnya dengan berkata, "Sudah De, jangan begitu. Kita itu kan bestie.." ujar Vitalia sambil tersenyum manis ke arah Dera.


Dengan diikuti senyum yang mengembang dari wajahnya, Dera menjawabnya dengan berkata, "Tapi Vit, bagaimana dengan dirimu?"


Dengan tersenyum getir Vitalia menjawabnya, "Entahlah, tapi yang jelas kau tenang saja, malam ini juga aku akan menampakkan diri di depan keluargaku di saat acara pertunangan itu sedang berlangsung." terangnya berbalik dengan mode dinginnya.


"Maafkan aku Grandpa, Bee, aku harus membongkar identitas ku secepat ini demi menyelamatkan pernikahan kak Aditya dengan sahabatku Erlin. Aku menyelamatkan pernikahan mereka bukan berarti aku memaafkan kak Aditya dengan begitu saja. Namun, aku melakukan ini semua demi kebaikan bersama, karena kebenaran akan selalu menang ..." batinnya sambil memeluk sahabatnya.


...****************...


Sementara di sisi lain, Chandra tampak gusar memikirkan istrinya yang pergi ke RS sendirian. Ia yakin saat ini istrinya pasti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Chandra, kenapa kau di sini sendirian, Nak?" tanya Mommy Gabby dengan diikuti Risa, Amelia dan juga Mirna dibelakangnya.


"Tidak Mom, hanya saja aku memikirkan istriku..." ujar Chandra menjawab pertanyaan dari Mommy Gabby.


"Oh istrimu? Kau tenang saja istrimu pasti akan baik-baik saja..." ucap Mommy Gabby dengan tersenyum ramah.


Namun, saat dirinya sedang mengobrol dengan Mommy Gabby tiba-tiba saja ponsel miliknya berbunyi.


Dreeett... Dreett... Dreett...


"Bee, bersiaplah nanti malam kita ke kediaman Wijaya untuk menghadiri acara pesta!" ucap Vitalia yang berada di seberang telepon.


"Apaaaa? Tidak Honey, kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Chandra heran dengan sikap istrinya.


"Demi persahabatan! Kumohon kali ini jangan ada yang menghalangiku lagi, Bee.." ucap Vitalia dengan nada memelas memohon kepada Chandra agar diberi izin untuk ke kediaman keluarga Wijaya.


"Tapi Honey, itu tidak mungkin.., apa kau tidak memikirkan hubungan kita kedepannya?" tanya Chandra. Sementara Tuan Hirata pun muncul bersama dengan Tuan Long Ai tepat di belakang Mommy Gabby dan yang lainnya.


"Aku memikirkannya Bee, dan akan ku pastikan mereka tak akan berani mengusik hubungan diantara kita, suamiku!" ucap Vitalia dengan penuh penekanan.


"Baiklah kali ini aku hanya bisa menuruti perintahmu istriku, tapi aku berhak melindungimu jika nanti terjadi apa-apa denganmu..." balas Chandra.


"Hmm... aku setuju, Bee... thanks sudah .." Belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja ucapannya terhenti seketika karena ia merasa sedang diperhatikan seseorang dari kejauhan.


Sregghh...


Vitalia membalikkan badannya samil berkata, "Siapa kau?" tanyanya dengan nada meninggi dan tatapan penuh kewaspadaan. Namun, sayangnya ketika berbalik tak ada orang sama sekali.


"Sebenarnya siapa yang sedang memata-mataiku? Aku harus waspada, karena aku sudah berjanji dengan Dera jika aku harus membawakan kekasihnya secepatnya. Ini adalah momentum yang tepat dimana aku harus muncul nanti di saat acara dimulai.." batin Vitalia kemudian segera pergi ke ruangannya untuk berganti pakaian.


Sementara Chandra yang masih berada di kediaman keluarga Long Ai mendadak cemas karena tiba-tiba di dalam sambungan teleponnya tak ada sahutan dari istrinya.

__ADS_1


"Honey, kenapa kau hanya diam saja? Honey.. Honey..." panggil Chandra dalam sambungan telepon. Sayangnya tak mendapat sahutan dari sang istri.


"Ck, sial! Aku harus segera menyusulnya ke rumah sakit..." ucap Chandra tampak begitu mencemaskan sang istri.


"Ada apa, Nak?" tanya Mommy Gabby bingung dengan sikap Chandra yang tiba-tiba berubah setelah menerima telepon dari seseorang.


"Mom, aku izin dulu ke RS..." ucap Chandra berpamitan.


Ia kemudian mengalihkan pandangan ke arah lain dengan menatap Mirna dan Amelia secara bergantian. "Mbak Mirna, Amelia, ayo kita ke RS! Aku butuh kalian untuk mengawasi istriku dari kejauhan karena malam ini juga Vitalia akan muncul dihadapan publik.."


"Apa maksudmu Chandra?" tanya Tuan Hirata menimpali ucapan dari Chandra.


"Dad, Vitalia ingin jika masalahnya cepat terselesaikan dan dia mau keluarga Wijaya tau kebenaran tentang identitasnya saat ini..." jawab Chandra menjelaskan.


"Tapi Chand, itu sangat berbahaya!" ucap Mirna Feriska memperingatkan Chandra.


"Tak ada cara lain lagi, Mbak. Istriku tak akan membiarkan orang yang mencoba mengusik rencananya kali ini..." jawab Chandra.


"Aku yakin sekali jika rencana istriku akan berhasil, tapi aku sangat penasaran sebenarnya ada acara apa di keluarga Wijaya?" sambungnya.


"Di keluarga Wijaya ada acara pertunangan Aditya dengan salah satu karyawatinya bernama Dera. Karena Aditya katanya sih ketahuan selingkuh oleh istrinya, jadi ya begitulah..." ucap Chandra yang lagi-lagi menjelaskan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"What? Aditya selingkuh? Tidak, itu tidak mungkin!" ucap Mirna sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Tapi memang kenyataannya seperti itu dokter Mirna! Aku yakin di sini Vitalia rela muncul di hadapan keluarga Wijaya karena dirinya ingin menolong para sahabatnya yang terjebak oleh situasi.." ucap Risa menyahut perkataan dokter Mirna Feriska.


"Perlu kalian tau, Vitalia sudah tepat membantu sahabatnya yang bernama Dera, aku yakin dia pasti sudah menyusun rencana matang sebelum muncul di depan keluarga Wijaya.." sambungnya lagi.


"Sudah, jangan berdebat lagi! Kita harus berangkat sekarang juga sebelum terlambat ..." ucap Chandra memotong pembicaraan.


"Baik Chand..." jawab Mirna dan Amelia secara bersamaan.


"Eh tunggu dulu, tapi kau bagaimana, Chandra? Apa kau tidak apa-apa?" tanya Mama Renita berhasil menghentikan langkah Chandra yang akan keluar dari kediaman keluarga Long Ai bersama Amelia dan Mirna.


"Mamaku sayang, Chandra tidak apa-apa. Percayalah sama Chandra, Ma!" jaeab Chandra mencoba meyakinkan sang Mama.


"Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati di jalan..." ujar Mama Renita memberi peringatan pada Chandra dan yang lain.


**


Vitalia POV :


Sudah saatnya aku akan muncul di hadapan kalian. Ku pastikan kalian akan terkejut melihatku nanti, dan aku hanya ingin memberitahu kepada kalian jika Vitalia sudah kembali dengan identitas yang berbeda!


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2