Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 29


__ADS_3

Rencana Penyamaran Vitalia


Setelah terjadi perdebatan antara Vitalia, Mirna dan juga Tuan Feng yang cukup panjang, bahkan Vitalia harus merasakan pusing yang teramat sangat hebat hingga mengakibatkan ingatan yang dulu hilang kini telah pulih kembali. Setelah membersihkan dirinya kini Vitalia meminta Mirna Feriska untuk tidak tidur terlebih dahulu, karena Vitalia akan merancang rencana yang akan Ia buat nantinya untuk menghancurkan Chandra Zhu dengan perlahan, pikirnya. Selain itu Dia juga memikirkan Amelia Hirata yang asli yang keberadaannya hingga saat ini sangat misterius baginya.


Ckleeekk...


Mirna membuka knop pintu kamar Vitalia, seketika Vitalia mengarahkan pandangan ke arah Mirna, dan Mirna pun bertanya, "Ada apa Kau memanggilku kemari Vitalia, Kau tahu bukan jika ini sudah sangat larut.. ??" tanya Mirna Feriska pada Adik sepupunya, dan Vitalia pun menjawab, "Mbak..., Aku harus bicara denganmu empat mata sekarang juga, karena ini sangat penting bagiku." tuturnya. sontak pernyataan dari Vitalia membuat Mirna Feriska mengerutkan keningnya penasaran dengan apa yang akan dibicarakan adik sepupunya hingga dirinya sampai dilarang untuk tidur.


"Mbak.. setelah mengingat semua tentang diriku, kenapa Aku merasa kasihan pada keluarga Hirata nantinya, bagaimana jika mereka mengetahui yang sebenarnya??" tanya Vitalia pada Kakak Sepupunya.


"Vita..., Kau harusnya tau apa yang akan Kau lakukan, bahkan Mbak sangat yakin kalau Kau mampu karena Kau adalah seorang dokter yang sangat jenius." tutur Mirna, dan Vitalia pun tersenyum tipis lalu berkata, "Hmm.. Mbak... Kau tahu bukan Aku tidak merasa jenius sama sekali, dan Aku hanya meminta saranmu saja." balasnya lalu menatap ke arah keluar jendela kamarnya.


"Hmm... baiklah kalau begitu selesaikan urusanmu dengan Chandra terlebih dahulu baru Kau memikirkan cara untuk mengatakan yang sebenarnya pada Keluarga Hirata." saran Mirna Feriska pada Vitalia, sontak Vitalia yang menatap ke arah keluar jendala pun menoleh ke arah Kakak Sepupunya dan berkata, "Tidak Mbak... justru Vitalia akan menyelesaikannya malam ini juga.."


"Tapi Vitalia ini sudah larut malam."


"Hanya berfikir saja Mbak, tidak kemana-mana karena jika tidak diselesaikan sekarang juga Aku tidak akan bisa tidur dengan tenang malam ini." jawab Vitalia dengan tatapan penuh keseriusan.


"Vitalia Kau tahu bukan, jika besok Kau harus bekerja, dan kalau Kau lupa jika orang-orang belum mengetahui kalau Kau adalah Vitalia seorang direktur utama Sunrise Hospital cucu dari Grandpa." tutur Mirna Feriska berusaha menasehati Adik sepupunya, tapi Vitalia terus membantah perkataan dari sang Kakak sepupu dengan berkata, "Mbak Mirna tolong dengarkan Aku dulu, Aku akan mengatakan sesuatu yang sangat penting dan Aku memerlukan persetujuan darimu dan kerja sama diantara Kita." ucap Vitalia.


"Hufftt... ck.. ya sudah katakan sekarang apa yang mau Kau bicarakan!!" titah Mirna pada Vitalia agar segera mengatakannya. Dan Vitalia pun menjawabnya, "Mbak Mirna, selama berada di Jepang Aku akan tetap menyamar sebagai Amelia."


"Apaaa??, tidak Vitalia itu tidak mungkin." jawab Mirna dengan menatap Vitalia dengan tatapan terkejutnya. Vitalia pun lalu berkata lagi, "Tapi Mbak ini demi kebaikan bersama, entah mengapa Aku sudah menganggap mereka seperti keluargaku sendiri." ujarnya.


"Yang benar saja Kau Vit, Kau tahu bukan yang menemukanmu itu Melisha bukan keluarga Hirata dan perlu Kau ketatahui Adik Tiri dan Mama Tirinya itu sedang bersekongkol Vit...!!" seru Mirna menentang perkataan Vitalia.


"Itu tidak mungkin Mbak, karena setahuku Mama sangat baik padaku.." jawab Vitalia, sontak Mirna pun merasa tidak terima, Ia pun membalasnya, "Vitalia...!!, jangan memanggil perempuan tua itu sebagai Mama mu..!!" tegas Mirna.


"Mbak Dia baik padaku setidaknya Aku bisa menghargainya." jawab Vitalia lagi-lagi tidak mau kalah.


"Tapi Vitalia sebenarnya Mama Tiri dari Amelia itu juga sangat membenci Amelia." jelas Mirna Feriska karena selama ini Mirna telah menyuruh orang untuk memata-matai keluarga Hitata.


"Lalu kenapa semenjak Aku hilang ingatan Dia sangat perhatian padaku??" tanya Vitalia pada Kakak sepupunya.


"Karena Mereka berfikir Amelia telah berubah, dan itu karena Kamu berada di posisi Amelia Vit..." jawab Mirna Feriska to the point.


"Hmm begitu, tapi setidaknya Aku harus mencari tahu juga tentang keberadaan Amelia yang sedang berada di satu pesawat denganku waktu kecelakaan itu..." sambung Amelia berkata pada Mirna Feriska.


"Kau benar Vita, tapi tak semudah itu menemukan Amelia."

__ADS_1


"Kau tenang saja Mbak..., ada geng kalajengking yang akan membantu Kita untuk menemukan keberadaan Amelia, sangat aneh bagiku kenapa Dia tiba-tiba menghilang ketika kecelakaan itu, dan mengapa bisa Kami memiliki wajah yang sangat mirip??" ucap Vitalia penuh dengan pertanyaan di dalam benaknya.


"Apalagi anehnya Melisha yang menemukanku dan Ia pikir Aku adalah Amelia sahabatnya karena wajahku yang begitu mirip dengan Amelia, dan dari sinilah terjadi kesalahan, Aku yakin ini pasti ada orang yang berusaha menukar tempatku, dan merubah informasi jika Aku telah hilang dan Meninggal." sambung Vitalia lagi dengan berbicara panjang lebar. sontak Mirna Feriska pun mulai berfikir, Ia berfikir ada benarnya juga yang dikatakan Adik sepupunya yang super jenius itu.


"Lalu apa yang akan Kau lakukan setelah ini Vit..??" tanya Mirna Feriska pada kakak sepupunya.


"Aku akan bersandiwara dihadapan Chandra sebagai Amelia, tapi Aku harus berhati-hati dengannya karena Dia sempat mencurigaiku tadi.


"Mencurigaimu??" tanya Mirna mengerutkan keningnya.


"Yaa.. Chandra mencurigai ku Mbak, karena Aku mungkin sedang memakai kalung ketua geng kalajengking, dan Aku yakin jika Chandra juga sedang berusaha bersandiwara di hadapanku tapi Aku harus merubahnya agar Dia percaya padaku jika Aku adalah Amelia bukan Vitalia..!!" tegas Vitalia.


"Apaa...??, lalu apa Kau juga berniat menyamar sebagai Amelia dihadapan Chandra??" tanya Mirna Feriska lagi pada Adik sepupunya, dan Vitalia pun lalu menjawab, " Kau benar Mbak, bahkan bukan hanya menyamar dihadapan Chandra dan Keluarga Hirata saja, tapi pada semua orang juga." tuturnya.


"Tapi itu sangat sulit Vita..., apa Kau mampu??, perlu Kau ingat juga Vita, bahwa Melisha juga perlu tahu tentang hal ini, kasian Dia selalu merawatmu dan menjagamu ketika Kau dalam masa-masa sulit itu." jawab Mirna Feriska memperingatkan Vitalia.


"Mbak Mirna tenang saja Aku akan memikirkan cara untuk berbicara dengan Melisha baik-baik, bahkan Aku sangat berterimakasih dengannya karena sudah menolongku, apalagi sekarang Aku sudah menganggapnya sebagai Sahabat." jawab Vitalia tulus.


"Sipp lah.., ya sudah kalau begitu..." ucapan Mirna Feriska pun terhenti karena ponselnya berbunyi


Dreett... dreettt... dreett...


"Aditya..., ada apa menelponku??" tanya Mirna heran tak seperti biasanya Aditya menghubunginya, yang biasa dihubungi hanyalah Jack dan Tuan Feng. sontak membuat Vitalia yang berada di samping Mirna pun terkejut dengan siapa Mirna sedang berbicara melalui telepon. Ia lalu menatap ke arah Mirna seperti sedang meminta penjelasan, dan Mirna pun menyalakan load speakernya agar terdengar oleh Vitalia.


"Mbak..., Erlin kritis" ucap Aditya bingung ingin menjelaskan.


"Apaaa??, bagaimana bisa Dit??, lalu bagaimana keadaannya??" tanya Mirna Feriska dengan nada terkejutnya, sementara Vitalia yang berada disebelah Mirna Feriska pun juga ikut kaget mendengar kabar jika Sahabat sekaligus Kakak Iparnya sedang kritis.


Di dalam sambungan telepon Aditya menjawabnya, "Sampai sekarang belum sadarkan diri, dan kondisinya justru malah semakin menurun, makanya Aditya menelpon Mbak Mirna untuk meminta bantuan." jawab Aditya dingin.


"Katakan saja Dit, Mbak akan membantumu sebisa mungkin." jawabnya.


"Bicaralah dengan Vanya Mbak, karena Dia yang merawat Erlin." ucap Aditya*.


Dan Aditya pun lalu menyerahkan ponselnya pada Vanya.


"Vanya bicaralah dengan Mbak Mirna..!!" titah Aditya pada Vanya agar berbicara pada Mirna Feriska, bahkan suara mereka terdengar oleh Mirna dan Vitalia.


"*Halo Mbak Mirna..." tanya Vanya diseberang sana.

__ADS_1


"Vanya, apa kabarmu??" tanya Mirna pada Vanya diseberang telepon.


"Baik Mbak..., langsung saja Mbak, Vanya mau bilang jika Kakak Ipar kehabisan banyak darah dan Dia kritis akibat tertusuk pisau yang hampir saja menyentuh Jantung nya" terang Vanya menjelaskan keadaan Erin, sontak membuat Mirna dan Vitalia yang mendengar pun terkejut.


"Apa....???, Astaghfirullah Erlin..., lalu bagaimana Van??" tanya Mirna cemas dengan menatap Vitalia yang hanya mondar-mandir berada di depannya.


"Aku membutuhkan seorang dokter spesialis Jantung teman dari Vitalia yang dulunya bekerja sama dengannya Mbak, dan itu kira-kira dokter David Enderson nya bisa nggak ya Mbak...??" tanya Vanya pada Mirna diseberang telepon, lalu Mirna pun melirik ke arah Vitalia meminta persetujuan padanya.


"Oh gitu..., bisa banget Van..., malah..." ucap Mirna yang tadinya bersemangat tiba-tiba terhenti begitu saja.


"Jangan katakan jika Aku masih hidup Mbak.." ujar Vitalia dengan suara pelannya.


di dalam sambungan telepon pun Vanya bertanya, "Malah apa Mbak...??" tanyanya, dan Mirna Feriska menjawab, "Emmhh maksudku bisa saja kok Van, tapi mungkin dokter David nya mewakilkan salah seorang dokter untuk ke Indonesia, yang terpenting nanti Mbak sampaikan padanya, jadi Kau tenang saja" ucap Mirna gugup yang berada diseberang sana karena diawasi oleh Vitalia yang sedang menatap tajam ke arah nya karena hampir keceplosan, sementara Vanya mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang terjadi pada Mirna Feriska.


"Oh begitu..., ya sudah Mbak kalau begitu Vanya mohon secepatnya kirimkan dokter tersebut kesini kasihan Kakak Ipar.." ucap Vanya memohon pada Mirna agar segera mendatangkan dokter tersebut.


"Hmmm baik lah, Kau tenang saja, bilang sama Aditya dan yang lain Mbak akan usahakan demi Erlin.." jawab Mirna Feriska yang sedang berada diseberang sana*.


Dan Mirna pun mematikan sambungan teleponnya dengan sebelah pihak.


Tut...


"Huh... akhirnya..." Mirna Feriska bernafas lega karena menutup teleponnya.


"Bagaimana ini Vit...??" sambung Mirna bertanya pada Vitalia.


"Malam ini juga kita terbang ke Indonesia..!!" seru Vitalia, dan Mirna pun memelototkan matanya tak percaya dengan apa yang sudah Vitalia katakan, "Apa..??, yang benar saja Kamu Vit..., bahkan masalahmu saja belum selesai..!!" seru Mirna pada Adik sepupunya.


"Isshh ck... nyawa Kakak Iparku lebih penting dari segalanya Mbak, Hmm dan ya kalau begitu besok pagi kita berangkat, tapi ingat Mbak, jangan bilang kalau Aku ini adalah Vitalia, bilang saja Aku ini mirip dengan Vitalia dan jika ketemu mereka nanti, katakan pada mereka jika Aku adalah Amelia asisten dokter dari David Enderson." tutur Vitalia pada Mirna agar Kakak sepupunya tidak mengatakan sesuatu tentang dirinya yang sebenarnya.


"Tapi Vitalia mereka perlu tahu.." ucap Mirna berusaha menjelaskan pada Vitalia.


"Tidak Mbak ... ini tidak aman bagiku." ucap Vitalia membantah perkataan Mirna Feriska.


******


Waduhhh gimana nih gaeesss..., Vitalia akan terbang ke Indonesia sedangkan permasalahannya dengan Chandra saja belum selesai, apakah Chandra akan mengetahui jika Wanita incarannya pergi ke Indonesia??


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2