Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 190


__ADS_3

Sebuah Ancaman


Setelah keduanya saling berpelukan, akhirnya Erlin dan para sahabatnya pamit undur diri, karena mereka harus kembali bekerja di RS tempat mereka bekerja, karena kebetulan RS tempat Vitalia bersalin saat ini adalah RS.Cahaya bukan RS.Wijaya.


"Sayang, bagaimana kejutan dari Daddy? Apa kau suka?" tanya sang Daddy kepada putrinya.


"Suka Dad... thanks ya!" jawab Vitalia dengan tersenyum senang dan manja di hadapan sang Daddy.


"Iya, sama-sama, Nak." jawab Tuan Hirata kemudian mengecup kening sang putri.


**


Sementara di sisi lain kini terlihat Hans sudah berhasil kabur dari penjara bawah tanah geng Tengkorak yang ada di Australia, sedang melakukan pertemuannya dengan Jack secara tertutup yang merupakan salah satu anggota geng Kalajengking yang berkhianat kepada pimpinannya yaitu Vitalia.


Di sebuah gedung kosong :


"Jack, kau adalah satu-satunya orang suruhanku. Aku minta kepadamu agar kau bisa menghancurkan hubungan pernikahan antara Chandra Zhu dengan Vitalia secepatnya!" pinta Hans pada Jack.


"Baik bos, tapi dengan satu syarat!" ucap Jack menjawabnya dengan sebuah persyaratan.


"Apa syaratmu? Katakan kepadaku!" titah Hans pada Jack agar mengatakan persyaratan yang diajukan olehnya.


"Syaratnya adalah Vitalia tak boleh menjadi milikmu, dia harus menjadi milikku!" tegas Jack dengan sorot mata tajamnya menatap Hans.


Braaakk


"Apa katamu? Harus menjadi milikmu? Enak saja kau bilang dia harus menjadi milikmu! Itu tidak akan pernah terjadi, Jack!" seru Hans dengan tersulut emosi yang menggebu-gebu setelah mendengar persyaratan yang diajukan oleh Jack.


"Kalau begitu aku akan kembali menjadi bagian dari geng Kalajengking!" tegas Jack menjawab pernyataan dari Hans.


"Terserah apa katamu, tapi yang jelas perlu kau ingat Jack, lawanmu dan lawanku itu sama,bkau tak akan mampu melawan Chandra sendirian!" sahut Hans dengan penuh penekanan.


Dengan tersenyum remeh Jack menjawabnya lagi dengan berkata, "Heh, aku tak perduli! Terserah dengan apa yang kau lakukan, tapi yang jelas, jangan pernah kau sentuh dan kau sakiti Vitalia sedikit pun, ingat itu!" serunya dengan nada meninggi sambil menunjuk ke arah Hans.


Menanggapi pernyataan dari Jack, Hans berjalan dengan tersenyum menyeringai, kemudian berkata, "Memangnya kenapa jika aku menyentuh atau menyakitinya? Apa jangan-jangan kau menyukainya?" tanyanya dengan tatapan penuh selidik.


"Bukan urusanmu!" jawab Jack dengan penuh penegasan.


"Ini urusanku, Jack!" sahut Hans yang tak kalah seru menatap Jack, dengan tatapan membunuh.


Buk...


Tendangan keras melayang begitu saja di perut Jack. Seketika saja tubuh Jack yang mendapatkan serangan dari Hans tiba-tiba terhuyung ke belakang dan jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Arrrggghhh..." erang Jack kesakitan.


"Kurang ajar kau, Hans. Beraninya kau melawanku!" seru Jack tak Terima dengan perlakuan Hans kepadanya.


Buk..


Jack membalasnya dengan dua buah pukulan yang dilayangkannya mengarah ke arah wajah Hans sayangnya gagal karena tertahan oleh tangan Hans yang menghalanginya.


Sreggghhh...


Hans menahan pukulan bogem mentah yang dilayangkan oleh Jack.


***


Sementara di sisi lain di markas geng Tengkorak, semua kebingungan mencari keberadaan Hans yang tiba-tiba hilang tak ada di dalam tahanan bawah tanah.


"Kalian bodoh semua! Kenapa kalian bisa seceroboh itu menjaga Hans?" ucap Frans dengan amarah yang sampai ke ubun-ubun karena mendapat kabar jika Hans telah kabur dari tahanan bawah tanah.


"Mm maafkan kami Tuan, kami..." belum sampai kedua anak buah geng Tengkorak yang menjaga sel tahanan menyelesaikan ucapannya, Frans menamparnya.


Plaakk... Plaakk...


Tamparan keras dilayangkan oleh Frans mengarah ke arah pipi salah satu anak buah geng Tengkorak.


"Sudahlah, jangan banyak bicara! Sekarang lebih baik kalian cari Hans sampai ketemu, kalau tidak, kalian akan ku laporkan Exsel dan Chandra!" ancam Frans pada kedua anak buah yang menjaga di tahanan bawah tanah.


"Bagus, cepat sana pergi! Cari dia sampai ketemu, jangan biarkan dia kabur dari negara ini!" seru Frans memberi perintah kepada kedua anak buah geng Tengkorak. Mereka pun kemudian segera pergi menuruti perintah dari Frans.


Frans yang tampak gusar pun segera menelepon seseorang untuk memberi kabar jika Hans kabur dari sel tahanan bawah tanah.


Tut...


Sambungan telepon pun terhubung


"Halo..." ucap seseorang yang berada di seberang sana mulai membuka obrolan.


"Cc.. Chandra..." ucap Frans dengan terbata. 'Ya, orang yang dihubungi oleh Frans adalah Chandra.'


"Ada apa Frans? Kenapa kau begitu gugup?" tanya Chandra heran dengan suara Frans yang terlihat gugup.


"Chandra, aku ingin memberitahu kepadamu, jika emmh..." ucapan Frans terhenti seketika, karena ragu ingin menyampaikannya kepada Chandra.


"Jika apa, Frans? Katakan dengan jelas, jangan berbelit-belit!" seru Chandra yang berada di seberang sana.

__ADS_1


"Chandra, Hans kabur dari ..." belum sampai Frans menyelesaikan ucapannya, Chandra yang berada di seberang sana menyahutnya dengan nada keterkejutannya. "Apaa? Bagaimana bisa, Frans? Kau...mm arrghhh .. dasar brengsek!" umpatnya tersulut emosi.


Tut.


Sambungan telepon pun terputus karena tak ada sinyal.


"Argghh sial, tak ada sinyal! Chandra pasti marah sama aku..." ucap Frans tampak gusar sambil menjambaki rambutnya.


Sedangkan Vitalia, dan semua orang yang ada di kamar perawatan, begitu terkejut setelah mendengar umpatan dari Chandra dengan seseorang melalui telepon. Mereka pun mengernyit kebingungan, dan saling tatap satu dan yang lainnya.


"Mas Chandra, siapa? Kenapa Mas mengumpat melalui telepon?" tanya Vitalia pada sang suami.


"Hans kabur dari sel tahanan bawah tanah," jawab Chandra dengan nada melemah. Seketika itu pula Vitalia yang mendapatkan jawaban dari sang suami membelalakkan matanya terkejut mendengarnya, begitu pula dengan Mommy Gabby.


"Apaa?!" ucap Vitalia beserta anggota keluarga yang lainnya, dengan nada keterkejutannya.


"Bagaimana bisa dia lolos, Mas?" tanya Vitalia dengan nada meninggi dan terlihat cemas.


"Aku tak tau, Honey. Tiba-tiba saja Frans menutup teleponnya sebelah pihak." ucap Chandra menjawab pertanyaan dari sang istri.


Mommy Gabby pun kemudian menyahutnya dengan berkata, "Astaga..., terus bagaimana dong, Chand? Mommy takut kalau terjadi apa-apa sama kalian dan anak-anak kalian..." ujarnya dengan penuh rasa cemas.


"Mommy tenang saja, geng kalajengking dan geng tengkorak akan tetap stay membantu kita." jawab Vitalia berusaha menenangkan sangat Mommy.


"Betul kan, Bee?" sambung Vitalia bertanya pada sang suami.


"Iya betul, pokoknya Mommy, Mama, sama Daddy tenang saja. Kalian tak perlu mengkhawatirkan kami..." jawab Chandra mencoba memberi ketenangan pada Mommy Gabby agar tak perlu mengkhawatirkan dirinya, dan istrinya, beserta anak-anak.


"Kalian benar-benar yakin, kan? Jangan meremehkan kekuatan seorang Hans, Chand. Dia begitu tangguh dan sulit untuk dikalahkan..."


"Daddy tak perlu khawatir, selain ada dua geng besar milik kami. Kami masih mempunyai geng besar lagi yaitu geng milik Nenek Elisabeth." jawab Chandra.


"Benar begitu, Honey?" sambung Chandra bertanya pada sang istri.


"Apa? Tapi Bee, apa kau yakin melibatkan mereka semua? Itu geng mafia pimpinannya Nenek loh, bukan sembarangan!" seru Vitalia menjawab pernyataan dari sang suami berusaha meyakinkan sang suami agar tak melibatkan geng mafia milik sang Nenek.


**


Chandra POV :


Aku tak akan membiarkan orang-orang terdekat ku terluka karena musuh-musuh yang berkeliaran di luar sana, terutama istri dan anak-anakku!


Bersambung...

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2