Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 83


__ADS_3

Penyamaran Chandra Dengan Wajah Orang Lain.


Di Perusahaan ViCha Farma cabang Australia.


Perusahaan ViCha Farma sendiri adalah sebuah perusahaan farmasi yang tadinya bernama Farma Zhu dan kini telah berubah menjadi VICha Farma semenjak Chandra amenikah dengan Vitalia. Setelah seminggu lamanya menetap di Australia, Chandra masih saja tidak menemukan sang Istri, namun Ia tidak menyerah begitu saja, apalagi Ia mendapatkan kabar jika yang menghancurkan perusahaannya adalah Istrinya sendiri yang ditumpangi Arnold beserta Ayahnya. Ia baru percaya setelah Frans mengirimkan bukti-bukti bahwa Istrinya ikut andil dalam menghancurkan Perusahaan Farmasi miliknya. Namun Ia juga sangat senang ketika mendengar kabar baik jika sang Istri telah turun tangan membantu menyetabilkan Perusahaannya yang di


ambang kebangkrutan.


“Kau benar-benar Misterius Istriku, sebenarnya apa maumu sehingga Kau berpikir selicik itu untuk menghancurkan Perusahaan farmasi ku, namun Kau juga yang memulihkan kembali Perusahaan ku juga .. ??” banyak pertanyaan yang keluar dalam pemikiran Chandra. Ia pun bergumam dan tersenyum penuh arti.


“Baiklah Tuan Putri Ku, jika Kau sekarang sedang main peta umpet denganku, maka Aku juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang sedang Kau mainkan sekarang.” gumamnya pelan. Lalu segera memanggil salah satu Asisten barunya yang berada di perusahaan cabang miliknya yang berada di Australia.


“Mike, tolong lacak keberadaan dokter cantik ini dimana bekerja ..!!” titahnya pada Asistennya yang bernama Mike sambil menyerahkan sebuah foto yang tak lain dan tak bukan adalah foto Istrinya.


“Dan ingat Mike, saat ini Dia sedang menyamar menggunakan nama Lia,” sambung Chandra mengingatkan pada Asistennya, dan mendapatkan anggukan oleh Mike, lalu berkata, “Baik Tuan, akan segera Saya cari sekarang juga ..” balasnya. Mike pun lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk mencari keberadaan wanita yang dicari atasannya.


Di dalam mobil Mike pun lalu melihat foto yang atasannya beri padanya lalu berkata, “Cantik sekali, siapa sebenarnya yang Bos cari, karena setahuku Bos tidak pernah membawa seorang wanita, kecuali wanita ****** yang dibawanya ..??” tanyanya bergumam pelan lalu segera melakukan misinya untuk mencari Wanita yang sedang dicari Bosnya. Ya, pernikahan Chandra dan Vitalia kebetulan belum santer terdengar di publik dan seluruh pelosok negeri, akan tetapi pernikahan Mereka sudah santer terdengar di dunia gelap yaitu di dunia Mafia. Terutama musuh dari Chandra dan Vitalia, Ia sangat senang mendengar berita tersebut.


****


Sementara  di sisi lain Vitalia kini disibukkan dengan pekerjaannya yaitu sebagai seorang dokter bedah di salah satu rumah sakit ternama di kota Sydney, salah satu kota yang berada di Australia yang bernama Fairfield Hospital. Dan di Fairfield Hospital sini lah Vitalia mengubah identitasnya menggunakan nama samaran Liandra Putri.


“Nurse, quickly take the patient to the operating room right now .. !!” perintah Vitalia pada seorang Perawat. (Sus, cepat bawa pasien ke ruang operasi ..!!), begitulah artinya dalam bahasa Indonesia.


“ok, doctor,” jawab suster tersebut.


Vitalia yang kini sedang berperan sebagai dokter Lia pun lalu segera bergegas menyusul para tenaga medis lainnya ke ruang operasi untuk menangani pasiennya.


“Dok, pasien mengalami kehilangan banyak darah .., dan sepertinya pasien harus melakukan transfusi darah,dok ..” ucap salah seorang teman sejawat dari Vitalia bernama Bella dengan menggunakan bahasa inggris.


“Hmm..., baiklah kalau begitu cepat siapkan pendonor untuknya .. !!” balas Vitalia memerintah teman sejawatnya yang bernama Bella.


Ketika Vitalia akan melakukan tindakan betapa terkejutnya Vitalia melihat siapa yang terbaring tak berdaya di hadapannya, bahkan kakinya mendadak melemas ketika melihatnya, seraya berkata, “Hans .., K- Kau ...” ucapnya terbata. Dokter Bella yang melihat teman barunya pun heran, Ia lalu berkata, “Vitalia, apakah Kau mengenalnya .. ??” tanyanya dengan menggunakan bahasa Inggris. Tapi sayangnya tak ada jawaban dari Vitalia.


Vitalia justru hanya terdiam terpaku, dan berkata, “Bella, Kita harus segera melakukan tindakan .. !!” titahnya pada Bella. Dan mendapatkan anggukan dari Bella. Mereka pun segera melakukan tindakan.


“Hans, pantas saja ketika Aku menyuruh yang lain untuk mencari mu, Kau tidak ada, bertahanlah Hans .., Ku mohon Aku masih membutuhkanmu, bahkan Kau belum mengetahui jika Aku masih hidup.” batinnya sambil melakukan tindakan bedah pada pasien.


*****

__ADS_1


Sedangkan di lain tempat Chandra sedang merencanakan sesuatu yang sudah Ia pikirkan sebelumnya, “Maya, apakah Kau sudah menyiapkan segala sesuatu yang ku minta ..??” tanya Chandra pada Sekretarisnya. Maya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Sudah Tuan, Kau tenang saja, bahkan Saya jamin Nyonya Muda tidak akan mengenalimu,  karena wajah topeng yang akan Anda gunakan sangatlah menipu seperti wajah asli.” tuturnya.


“Bagus, kalau begitu bawa topeng itu kesini .. !!” perintah Chandra pada Maya, Maya pun lalu mengangguk mengiyakannya, dan segera keluar dari ruang direktur menyuruh salah satu karyawan untuk memberikan topeng yang sudah Ia siapkan.


Tanpa menunggu lama, akhirnya Maya pun datang bersama salah satu karyawan ke ruang Direktur, tampak Chandra sudah menunggunya. Chandra yang melihat kedatangan dari Maya dan salah satu karyawannya pun lalu berkata, “Mana topengnya .. ??” tanyanya lalu menghampiri Maya dan Karyawan yang membawa sebuah topeng untuk diserahkan kepadanya.


“Ini Tuan ...” ucap Karyawan tersebut sambil menyerahkan sebuah kotak yang berisikan topeng berbentuk wajah tersebut kepada atasannya. Dengan bangga Chandra pun segera memakainya. “Bukan begitu Tuan cara memakainya, tapi masukkan topeng melalui kepala ... !!” tutur karyawan yang bernama Ririn tersebut mengarahkan atasannya untuk memakai topeng.


“Oh jadi begitu cara memakainya, baiklah akan Ku coba,” ucap Chandra lalu memakainya.


Satu menit kemudian akhirnya Chandra pun selesai memakainya, Ia pun lalu bercermin di depan cermin yang ada di dalam ruangannya, betapa tercengangnya Chandra setelah memakai topeng tersebut.


“Waow .., amazing .., terimakasih Kalian sudah memberikan sebuah topeng yang sangat unik, Aku yakin dengan menggunakan topeng berwajah mirip dengan kembaran Hans yang bernama Andreas, Vitalia tak akan mengenalinya, karena Dia belum pernah sekalipun bertemu dengan kembaran Hans, yang sangat berbeda sekali dengan Hans.” ucap Chandra sambil tersenyum penuh arti. Sedangkan Maya dan Ririn pun kini lalu berpamitan, dan segera keluar dari ruangan Direktur untuk kembali bekerja.


****


Di lain tempat Amelia kini sedang disibukkan sedang me ngurus pasiennya, tiba-tiba saja Ia dikejutkan dengan kedatangan Arnold di Sunrise Hospital, Ia kali ini mencoba untuk mengganggu Amelia.


Brakkk


“Astaga, Arnold ... !!, apa yang Kau lakukan ... ??” tanya Amelia bingung karena kedatangan Arnold sangat membuat Dirinya terkejut, apalagi Ia mengingat bahwa Vitalia kini pergi ke Australia.


“Katakan padaku, dimana Chandra ... ?!” tanyanya dengan nada penuh penekanan. Amelia yang merasa Dirinya ditanya dengan nada meninggi oleh Arnold pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Cukup Arnold, bisa tidak Kita tidak bahas ini sekarang, Aku sedang banyak pasien .. !!” tegasnya.


****


Sementara Vitalia yang kini sudah selesai melakukan operasi pada Pasiennya pun segera ke ruangannya untuk mengganti pakaiannya. Saat Ia akan masuk ke kamar mandi tiba-tiba saja perasaan Vitalia tidak enak.


“Ya Tuhan .., mengapa perasaanku tidak enak, ya ..??” gumamnya pelan. Seketika itu pula jam tangan milik Vitalia yang Ia letakkan di atas meja kerjanya pun berbunyi.


Ting .. ting ... ting ... ting ..


Sontak saja Vitalia mengarahkan pandangan ke arah sumber suara, dilihatnya jam tangannya berbunyi dengan keras, yang menandakan bahwa Amelia dalam bahaya. Ya sampai saat ini jam tangan milik Vitalia memang masih terhubung dengan jam tangan milik Amelia yang telah Vitalia beri semenjak identitas Mereka terbongkar.


Vitalia pun lalu menatap jam tersebut dilihatnya sebuah video menunjukkan jika Amelia sedang berdebat dengan Arnold di Sunrise Hospital.


“Arnold, Dia kenapa ada di situ ..??, lalu John dan yang lain dimana??” banyak pertanyaan yang keluar dalam otak Vitalia. Vitalia lalu berpikir untuk mengambil ponsel yang Ia letakkan di atas meja kerjanya untuk menghubungi seseorang.


Tut ... Tut ...

__ADS_1


Sambungan telepon pun terhubung


“Halo ..” ucap Viatalia membuka obrolan, Belum sampai Vitalia menyelesaikan obrolannya dengan seseorang yang Ia telepon, ada seseorang yang datang dengan tiba-tiba tanpa permisi.


Brakkk ...


“Astaga Bella .., Kau mengagetkanku saja .. !!, ada apa??” tanya Vitalia pada teman sejawatnya. Bella pun lalu menjawabnya dengan begitu panik, “Lia gawat, Li ...” ucapnya memberi tahu Lia (Vitalia).


Vitalia yang kini berperan sebagai Lia pun lalu berkata, “Gawat kenapa .. ??” jawab Lia dengan pertanyaan. Bella pun lalu menjelaskannya dengan berkata, “Pasien yang Kita tangani tadi di ruang operasi mendadak kritis,” ujarnya memberitahu.


“Apa .. ??, yasudah, ayo buruan Kita ke sana .. !!” ucap Lia lalu segera berjalan keluar dengan Bella untuk melihat pasiennya.


Sesampainya di ruangan tersebut, Lia pun lalu mengecek kondisi dari Hans yang merupakan pasiennya, Lia pun lalu mengatakan kepada Bella, “Bella, ada baiknya Kita segera bertindak ..” ucapnya.


Bela pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Bertindak bagaimana .. ??, lagi pula ini juga sudah di pacu jantung tapi tetap saja tidak ada respon,” ujarnya.


“Sudah, Kau tenang saja, ayo ikut denganku .. !!” titah Lia pada Bella agar ikut dengannya.


Di ruang laboratorium Lia segera menunjukkan sebuah ramuan khusus kepada Bella untuk menyembuhkan Pasien yang terkena luka parah. Lia pun lalu mengangkat bicaranya dengan berkata, “Ini Dia ramuannya, dan setelah ini kita berikan pada Hans, eh maksudku pasien tadi.” ucap Lia.


“Tapi ini ramuan apa sih Li ..??, Kok Aku baru tahu, ya .. ??” tanya Bella pada Lia. Lia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Jadi begini, ini adalah ramuan dari tumbuh-tumbuhan alami yang sengaja Aku buat untuk para Pasien, jadi sebelum Aku bekerja di sini, Aku meramu berbagai macam jenis ramuan untuk Pasien,” jelasnya.


“Oh begitu ..” jawab Bella sambil mengangguk paham dengan apa yang dikatakan teman sejawatnya. Setelah Mereka dari ruang laboratorium, Mereka pun lalu menuju ke ruang NICU untuk memberikan nya kepada si pasien. Akan tetapi di tengah Lia dan Bella sedang melangkahkan kakinya menuju ruang NICU, ada seseorang yang datang dengan terburu-buru dengan membopong seorang Nenek-nenek mengejutkannya.


“Dokter .., tunggu .. !!”  panggil seseorang itu, menghentikan langkah Lia dan Bella berjalan ke ruang NICU yang kebetulan ruang NICU nya sendiri dekat dengan IGD, dan Mereka pun lalu menoleh ke arah sumber suara dilihatnya seorang Pria tampan sedang membopong seorang Nenek.


Sementara orang yang membawa Nenek tersebut seketika melongo tak percaya dengan siapa yang Ia lihat, “Vitalia Istriku, Kau ternyata di sini, tak ku sangka Dirimu bertambah cantik setelah sekian lama tak bertemu,” batinnya.


“Tuan ada apa ini ..??, apa yang terjadi dengan Nenek ini .. ??” tanya Lia membuka suara sambil mengecek sang Nenek yang dibopong oleh Pria tersebut. Bukannya menjawab justru Pria itu hanya terdiam menatapnya, sampai sampai Vitalia yang sedang menyamar sebagai seorang Lia pun merasa canggung dengan Pria yang membawa Neneknya ke rumah sakit tersebut yang menatapnya dengan tatapan yang menurutnya sangat aneh. “Mata itu .. ??, kenapa Aku seperti tidak asing .. ??” gumam Lia (Vitalia) dalam hati sambil berusaha mengalihkan pandangannya tapi tak bisa.


“Ehemb .., maaf Tuan, bisakah Anda membawa Nenek ke ruang IGD dulu, karena itu merupakan prosedur rumah sakit ini.” ucap Bella sontak saja membuyarkan lamunan Lia dan Chandra yang sedang memakai topeng berwajah orang lain dan menyamarkan identitasnya menjadi Andreas. Andreas pun lalu membalasnya dengan berkata, “Tapi dokter ...” Belum sampai Andreas menyelesaikan ucapannya, Lia menjawabnya dengan berkata, “Sudah, Bella, keselamatan pasien lebih penting, Kita harus melakukan tindakan, karena luka di kepala Nenek sepertinya bukan luka ringan, dan perlu di jahit.” ucap Lia. Dan Lia pun lalu segera mengarahkan Andreas agar membawa sang Nenek untuk membawanya ke ruang operasi dengan menggunakan bed dorong yang sudah disediakan pihak rumah sakit.


Sesampainya ruang operasi Lia dan dua tenaga medis lainnya segera melakukan tindakan kepada Nenek tersebut, sementara Bella kini sudah pergi ke ruang NICU, karena Dirinya telah diperintahkan Sahabatnya untuk kembali ke ruangan tersebut untuk memberikan ramuan itu pada pasiennya yang bernama Hans.


****


Waahhh makin seru nih guys, Chandra nyamar juga dong, wkwkwkwk


Jangan lupa tinggalkan jejak ..

__ADS_1


Vote, Like, Komen Yaaa ...


Terimakasih ^-^


__ADS_2