
Permintaan Maaf Chan Hirata Pada Mama Renita.
Setelah kebenaran bahwa Vitalia adalah bagian dari keluarga Hirata terungkap, Vitalia mempunyai rencana untuk membawa keluarga kandungnya di apartemen miliknya dan juga milik suaminya yang berada di Indonesia. Selain keluarga Hirata yang sangat bahagia akan momen kebahagiaan tersebut, keluarga Long Ai juga turut berbahagia, mengingat Vitalia adalah putri kandung dari dokter Gabby.
Setelah seminggu Chandra di rawat di RS, akhirnya dokter sudah memperbolehkan pulang, dan Vitalia memutuskan untuk tinggal sementara waktu di keluarga Long Ai dengan ditemani Amelia dan juga suaminya.
Di kediaman keluarga Long Ai
“Selamat datang di kediaman keluarga Long Ai putri dan menantuku ...” ucap uan Long Ai menyambut kehadiran Vitalia dan Chandra yang datang ke kediamannya.
“Tu ... tuan Long Ai ...” ujar Vitalia dengan terbata dan canggung. Karena sebenarnya ia tak tau harus memanggilnya dengan sebutan apa. Sementara Tuan Long Ai yang mendengar ucapan dari Vitalia pun menautkan kedua alisnya sambil berkata, “Emmmhh, apa kau bilang barusan? Tuan Long Ai?" tanyanya memastikan.
“Ehh .., em iya...” jawab Vitalia canggung. Sedangkan seluruh orang yang berada di situ terlihat tersenyum melihat Vitalia yang canggung, termasuk dengan Chandra sang suami. Mommy Gabby pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Sayang, kau itu juga bagian dari keluarga Loang Ai. Jadi mulai sekarang panggil saya dengan sebutan Ayah, seperti Amelia dan Risa memanggilku dengan sebutan itu ..”
“Memangnya boleh, ya?” jawab Vitalia dengan berbalik tanya pada sang Mommy.
“Boleh sayang, Maafkan Ayah jika selama ini ada salah denganmu, dan juga dengan saudari kembarmu ..” tutur Tuan Long Ai yang justru malah meminta pada Vitalia (Putri Tirinya).
“Jadi beneran ini, aku boleh menyebut anda dengan sebutan Ayah?” lagi-lagi Vitalia bertanya pada Tuan Long Ai untuk memastikan kebenarannya. Tuan Long Ai pun lalu mengangguk mengiyakan perkataan dari Vitalia.
Greep ...
Seketika itu pula Vitalia memeluk Tuan Long Ai dengan penuh rasa haru.
“Hiks .. hiks ... hiks ..., terima kasih Ayah. Terima kasih kau sudah mau menganggapku sebagai putrimu sendiri, bahkan kau sudah mau menerima adik dan kakakku sebagai anak-anakmu. Hiks ... hiks ...” ujar Vitalia sambil menangis sesenggukan memeluk Tuan Long Ai.
“Sudah sayang, jangan berterimakasih kepadaku! Tapi berterima kasihlah pada orang yang sudah membuat keluarga Hirata dan Long Ai terjalin harmonis ..” balas Tuan Long Ai sambil menyambut pelukan dari Vitalia.
Sementara Vitalia di saat itu juga melepaskan pelukan Tuan Long Ai dengan mengerutkan keningnya bingung. “Maksud Ayah siapa?” Belum sampai Tuan Long Ai menjawab pertanyaan dari putri tirinya, Mommy Gabby menyahutnya dengan berkata, “Siapa lagi kalau bukan dirimu, Nak!” sahutnya menjawab pertanyaan dari Vitalia.
“Aku?” tanya Vitalia pada sang Mommy memastikan kebenarannya sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri. Namun, belum sampai Mommy Gabby menjawabnya, Amelia menyahutnya dengan berkata, “Iya Kak, ini semua berkat dirimu.” Jawabnya yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang Chandra suaminya.
“Kenapa kau berkata seperti itu Amelia?” balas Vitalia dengan berbalik tanya.
__ADS_1
“Memang kenyataannya seperti itu Vitalia. Kau tau kan dulu aku sangat mencintai kakakmu Aditya? Namun, seiring berjalannya waktu aku sadar jika aku salah telah merebut Aditya dari sahabatmu, Erlin ketika itu.” Jawab Risa Long Ai yang muncul di belakang Amelia.
“Kak Risa ..” ucap Vitalia dengan nada keterkejutannya.
“Iya Vit, jujur dari situlah aku mulai perlahan berusaha merubah sikapku. Dari melihatmu yang menyamar sebagai Amelia di hadapan kami, hingga membuat kami khususnya aku dan ayah berubah sikap kepada Amelia dan keluarga Hirata, sampai terungkapnya sebuah kebenaran jika sahabatku waktu sekolah dulu ternyata adalah adik tiriku ..” ucap Risa mengungkapkan isi hatinya saat ini.
Seketika saja Vitalia yang mendengar jawaban dari Risa pun tercengang. Ia tak menyangka dan benar-benar tak menyadari jika dirinya sudah membuat banyak perubahan pada tiga keluarga sekaligus. Dari keluarga Hirata, keluarga Long Ai sampai keluarga sang Suami (Chandra Zhu).
Greeppp ...
Seketika saja Vitalia bergantian memeluk Risa dengan menangis sesenggukan.
“Hiks .. hiks ..., maafkan aku, ak .. aku ...” ucap Vitalia dengan terbata. Dengan cepat Risa pun melepas pelukannya sambil beralih membungkam mulut Vitalia dengan menggunakan atu jari. “Sssstt, ini semua bukan salahmu Vitalia. Tapi ini semua adalah salah kami.” Ujarnya.
“Sebagai permintaan maafnya, kami mempunyai sebuah kejutan untukmu dan suamimu ..” sambungnya. Mommy Gabby pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Tepat sekali! Sekarang lebih baik kalian masuklah! Dan kau Amelia, Risa. Ajaklah Vitalia dan Chandra untuk masuk ke dalam!” titah Mommy Gabby pada Amelia dan Risa.
“Baik Mom ..”
***
“Ma, sudahlah Ma! Kapan Mama akan berhenti menangis?” tanya Sherlyn pada sang Mama. Sementara Mama Renita pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Aku benar-benar bingung harus berkata apa dengan Vitalia jika dia pulang nanti. Mama benar-benar tak layak bersama keluarga Hirata, Sherlyn. Hiks .. hiks..” ujarnya dengan menangis sesenggukan.
Belum sampai Sherlyn menjawabnya, tiba-tiba ada seseorang yang memotongnya. “Kata siapa Mama tak layak?” sahut seseorang itu dengan melangkahkan kakinya menuruni tangga.
Seketika saja Mama Renita dan Sherlyn mengarahkan pandangan menatap kedatangan seseorang itu. “Chan, kau Nak!” jawab Mama Renita melihat kedatangan putra tirinya itu. ‘Ya, seseorang itu ternyata adalah Chan Hirata.'
Dengan berjalan pelan, Chan Hirata menghampiri Mama Renita dan juga Sherlyn yang berada di ruang tamu. Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Ma, lebih baik Mama simpan saja masa lalu itu. Lagi pula kami sudah memaafkan Mama. Jadi Mama tidak perlu bersedih lagi!” pinta Chan Hirata agar Mama Renita tidak bersedih berkepanjangan.
“Tapi Chan, bagaimana dengan Vitalia? Dia berhak tau atas kebenaran ini, Chan. Hiks .. hiks ..” jawab Mama Renita sambil menangis sesenggukan.
“Tidak Ma, tidak! Selagi kita itu bahagia bersama dengan Vitalia, jangan pernah mengatakan sesuatu kepadanya. Karena jika Mama mengatakan yang sebenarnya pada Vitalia, aku tak tau apakah dia akan memaafkan Mama atau tidak. Tapi yang jelas aku sangat yakin jika dia pasti akan sangat marah dan kecewa sama Mama. Jadi kumohon, Ma. Jangan sekali-kali mengatakan kebenaran itu pada Vitalia!” pinta Chan Hirata pada sang Mama agar menyembunyikan rahasia itu dengan mengatupkan kedua telapak tangannya seraya memohon.
“Sayang, jangan seperti ini, Nak!” pinta sang Mama agar Chan Hirata berhenti memohon kepadanya. Mama Renita pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Mama berjanji tidak akan mengatakan yang sebenarnya pada adikmu Vitalia. Namun Mama tak bisa berjanji jika suatu saat nanti kebenaran ini terungkap dengan sendirinya di depan Vitalia sendiri.” Ujarnya.
__ADS_1
“Terima kasih, Ma.” Sahut Chan menjawab pernyataan dari Mama Renita. Ia pun lalu merengkuh tubuh sang Mama untuk dipeluknya. “Ma, perlu Mama ketahui. Chan, tak mau jika Mama pergi dari keluarga Hirata, karena Chan baru
menyadari bahwa ternyata aku sangatlah sayang sama Mama. Maafkan aku, Ma!” sambungnya lagi sambil memeluk tubuh Mama Renita. Sementara Mama Renita hanya mengangguk dan menangis sesenggukan mendengar pernyataan dari Chan Hirata yang sangat mengejutkan baginya.
Di sisi lain Tuan Hirata yang muncul dari lantai atas pun begitu terharu melihat kejadian tersebut. Ia benar-benar tak menyangka jika putranya Chan Hirata bisa berubah baik dengan Mama Tirinya. Tak terasa air matanya menetes dengan begitu saja. Begitu pula dengan Sherlyn yang hanya diam sambil menangis sesenggukan karena terharu melihat sang Mama bisa akur dengan Kakak Tirinya.
“Terima kasih Ya Tuhan, Engkaulah penerang cahaya bagi keluarga kami.” Gumam Sherlyn dalam hati.
“Ya Tuhan, terima kasih. Setelah kau menghadirkan putri kami yang menghilang puluhan tahun yang lalu, kini akhirnya Engkau mempersatukan keluarga kami.” Gumam Tuan Hirata dalam hati.
***
Chan Hirata POV :
Mungkin benar apa yang dikatakan Mama, sekarang kita bisa merahasiakan kebenaran tentang penculikan bayi itu. Namun, jika VItalia mengetahui dengan sendirinya, aku tak dapat berbuat apa-apa selain pasrah dengan keadaan. Apalagi aku sangat mengenal Vitalia, dia begitu arogan ketika ada yang berani mengusiknya. Sifat aslinya benar-benar seperti Nenek.
Bersambung ....
****
Oh ya sambil menunggu Author up ke episode selanjutnya. Yuk, mampir dulu ke novel teman Author kak Tika Permata
Berikut Cuplikannya :
Braaakk
Suara pintu kamar dibanting keras oleh Desta, ia adalah suami Vanessa.
"Tutup perlahan, aku tidak tuli !" Maki Vanessa kearah Desta.
Pernikahan Vanessa dan Desta terjadi akibat perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka. Rumah tangga mereka tak cukup harmonis dan hanya berjalan 2 tahun lamanya.
Penyatuan 2 sikap yang sama-sama memiliki watak yang keras dan tidak mau mengalah satu dengan yang lain, membuat keduanya sulit untuk menjalani rumah tangga yang akur dan baik-baik saja.
__ADS_1
Akibat sikap egois mereka masing-masing, harus berdampak buruk terhadap kelangsungan biduk rumah tangga mereka berdua.