
Kedatangan Matsugi (Ayah Arnold)
Sementara Vitalia kini sedang merenungi satu demi satu perkataan dari para Sahabatnya, Ia benar-benar dibuat bingung dengan apa yang terjadi, hingga akhirnya Ia memutuskan untuk menghubungi seseorang untuk menemaninya di FireField Hospital.
Namun ketika Vitalia akan meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas, tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke ruang perawatannya, bahkan kedatangannya sampai membuat Vitalia terkejut.
“Mm .., Tu .., Tuan Matsugi,” ucap Vitalia terbata dan membelalakkan matanya terkejut dengan siapa yang berada di hadapannya sekarang. Ia benar-benar tak menyangka jika Ayah dari Arnold saat ini berada di Australia dan mendatanginya di ruang perawatannya.
Tanpa menunggu lama Matsugi pun lalu mengeluarkan sebuah senjata tajam, lalu menodongkan ke arah Vitalia. Sontak saja membuat Vitalia merentangkan kedua tangannya.
“Tu .. Tuan Matsugi, untuk apa Kau ke sini .. ??” tanya Vitalia dengan nada bergetar ketakutan melihat Tuan Matsugi yang menodongkan senjata tajam ke arahnya. Tuan Matsugi pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Jangan banyak tanya .., lebih baik Kau mati saja di tanganku sekarang juga, sebelum Kau menghancurkan semua rencanaku!” tegasnya sambil melayangkan pisau ke arah ke arah Vitalia hendak menusuknya.
Dan ....
Sreettt ..
Seketika saja Vitalia berhasil menahan pisau yang dilayangkan oleh Tuan Matsugi ke arahnya, namun Matsugi tak menyerah dengan begitu saja Ia berusaha sekuat tenaga melepaskan cengkeraman tangan Vitalia yang berusaha menahan tangannya.
“Matsugi, beraninya Kau melawanku ... !!” tegas Vitalia masih dengan menahan senjata tajam milik Matsugi.
“Kau tak akan Ku biarkan hidup, Nyonya Chandra .., karena Kau adalah perusak rencana ku ... !!” balas Tuan Matsugi masih berusaha mendorong pisau yang ada di tangannya ke arah dada Vitalia
Setelah sekian detik Vitalia bisa menahannya, tiba-tiba saja pertahanan Vitalia rubuh, seketika itu pula Ia tak kuat menahan tangan Matsugi yang masih mengarahkan pisau ke arahnya. Dengan cepat Vitalia menghempaskan tangan Matsugi yang masih memegang sebuah pisau atau senjata tajam.
Prang ...
Pisau pun terjatuh ke lantai.
Melihat pisau tersebut jatuh, Matsugi pun dengan cepat meraih pisau tersebut, begitu pula dengan Vitalia, yang melihat pisau tersebut jatuh, Ia pun segera melepaskan infus yang tertancap di tangannya dan segera kabur, meskipun dengan kondisi badan yang masih sempoyongan.
Sementara Matsugi yang melihat Vitalia hendak kabur pun segera mengejarnya, "Mau kemana Kau ...?!" ucapnya. Sayangnya ucapan dari Matsugi tak digubris oleh Vitalia yang justru malah terus melangkahkan kakinya mencoba keluar dari ruangan. Namun seketika saja langkahnya terhenti karena Matsugi melayangkan sebuah serangan ke arahnya.
Dan ....
Sreeghh ...
Lagi-lagi Vitalia berhasil menghindari serangan Matsugi dengan menjauhkan dirinya ke dinding. Akan tetapi Matsugi tak menyerah dengan begitu saja, Ia masih terus berusaha menyerang Vitalia yang tampak panik dan ketakutan melihatnya.
Matsugi pun lalu berjalan ke arah Vitalia yang sedang berada di pojokan dekat pintu, sambil berkata, “Kau tidak akan bisa kemana-mana lagi, Nyonya Chandra Zhu!!” tandasnya.
Dengan cepat Vitalia menyahutnya dengan berkata, “Tidak, Matsugi ..., Ku mohon menjauhlah dariku atau Aku akan berteriak ...” ucapnya dengan mengancam Matsugi. Akan tetapi ancaman yang dilontarkan Vitalia justru tak membuat Matsugi takut.
“Berteriaklah sekencang mungkin, Nyonya Chandra Zhu, percuma saja Kau tak akan bisa keluar dari sini karena pintu kamar ini sudah ku kunci, dan ini kuncinya berada di tanganku ..” ucapnya sambil memperlihatkan kunci kamar tersebut yang berada di saku kemejanya.
Seketika itu pula Vitalia terperangah mendengar penuturan dari Matsugi. Ia pun lalu meraih kenop pintu yang letaknya tidak jauh dari tempat Ia bersandar.
“Ya Tuhan ..., bagaimana ini ..., Aku harus cari cara sebisa mungkin untuk keluar dari ruangan ini tanpa menggunakan jam tangan andalannya.
****
Sementara di sisi lain, dokter Bella dan dokter kandungan yang bernama dokter Prita sedang melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Vitalia untuk memeriksanya. Sesampainya di depan ruang perawatan Vitalia, Bella pun segera meraih kenop pintu untuk membukanya. Seketika itu pula Ia tersentak kaget karena tak bisa membuka kenop pintu tersebut.
Klek ... Klek ... Klek ...
“Loh kok tidak bisa di buka ... ??” tanya Bella bingung mengapa pintu kamar perawatan Sahabatnya tak bisa dibuka. Dokter Prita pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Jangan-jangan dikunci lagi sama dokter Lia ...” ucapnya menduga-duga..
Namun Bella menanggapinya dengan menggelengkan kepalanya lalu berkata, “Itu tidak mungkin, dok ...” balasnya.
__ADS_1
Sedangkan Vitalia dan Matsugi yang mengetahui ada seseorang yang berusaha membuka pintu pun terperangah. Tanpa menunggu lama Vitalia pun mempunyai ide dengan berteriak sambil menggebrak-gebrak pintu kamar perawatannya.
Braakkk ... Braakkk ... Braakk ...
“Bella ..., tolong Aku ... !!” teriak Vitalia dari dalam ruangan dengan keringat yang bercucuran karena ketakutan. Sementara Bella dan dokter Prita yang sedang berada di luar ruangan tersebut, justru tak mendengar sama sekali teriakan dari Vitalia karena memang ruang perawatan Vitalia merupakan ruangan kedap suara, akan tapi dokter Bella dan juga dokter Prita sangat terkejut mendengar gebrakan pintu dari dalam ruangan tempat Vitalia di rawat.
“Dokter Bella, sepertinya dokter Lia dalam bahaya ..., Beliau terkunci di dalam ..” ucap dokter Prita menduga-duga.
Tanpa menunggu aba-aba, Bella pun seketika saja berteriak, “Lia ..., buka pintunya Lia ..., ini Aku Bella ..., bertahanlah!”
Sedangkan Vitalia yang sedikit mendengar teriakan dari Vitalia pun segera memberi kode dengan menggebrak pintu lagi.
Braakkk .... Braakkk ... Braakkk ...
“Tolong Aku, La .... !!” teriak Vitalia dari dalam panik. Sementara Matsugi sedari tadi hanya tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat seorang dokter misterius tampak ketakutan.
“Kau tidak akan bisa lolos, Nyonya Chandra Zhu ...” ucapnya sambil menatap ke arah Vitalia dengan sorot mata mematikan.
Sementara Vitalia berusaha mencari sebuah benda yang dapat dipergunakan untuk melawan Matsugi. Seketika itu pula Vitalia mengingat sesuatu.
“Hah ..., ya .., pisau buah ...” batinnya sambil melirik ke arah nakas. Dilihatnya benar jika ada sebuah pisau disana, yang digunakan oleh Bella untuk mengupas apel untuknya tadi. Sedangkan Matsugi hanya memperhatikan gerak-gerik dari Vitalia, agar tak lolos darinya dengan mendekat ke arahnya lagi, lalu melayangkan pisau atau senjata tajam miliknya ke bagian perut Vitalia.
Sreggghh ....
Untuk yang ke tiga kalinya Vitalia berhasil menghindar dari pisau yang dilayangkan oleh Matsugi padanya, dengan berlari ke arah nakas untuk mengambil sebuah pisau.
Vitalia yang tak mau kalah pun lalu menodongkan senjata yang Ia pegang saat ini ke arah Matsugi, yang juga sedang menodongkan senjata tajam ke arahnya.
“Hentikan aksimu atau Aku akan memanggil semua anak buahku ke sini untuk mengepungmu, Matsugi ... !!” tegas Vitalia sambil menodongkan pisau ke arah Matsugi. Matsugi pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Cih ..., Kau terlalu percaya diri sekali Nyonya Zhu ...” jawab Matsugi menjawab pernyataan dari Vitalia.
*****
Hingga akhirnya datanglah Chandra dengan di dampingi Frans berjalan cepat menuju ruang perawatan Vitalia, karena Ia tak sabar ingin bertemu sang Istri yang dikabarkan sudah siuman.
Sementara Bella dan dokter Prita yang melihat kedatangan Chandra da juga Frans dari kejauhan pun segera berteriak memanggilnya.
“Tuan ..., Tuan Chandra cepat ke sini Tuan ... “ teriaknya sambil berlari menghampiri Chandra dan juga Frans. Chandra yang melihat Sahabat dari sang Istri terlihat panik meminta pertolongan pun lalu membalasnya dengan berkata, “Dokter Bella, ada apa .., kenapa Anda sepanik itu .. ??” tanyanya menatap Bella heran.
“Tuan ..., tolong dokter Lia Tuan, Dia terkunci di dalam ..., bahkan Kami semua sudah berusaha membukanya tapi tetap saja tidak bisa ...” sambung dokter Prita menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Bella.
Betapa terkejutnya Chandra ketika mendengar sang Istri sedang terkunci di dalam kamar. “Apa .., bagaimana bisa ... ??” ucap Chandra panik.
“Saya tidak tahu, Tuan ..., tiba-tiba saja pas ketika Kami datang, pintu sudah terkunci dari dalam, bahkan Kami mengira bahwa Lia yang menguncinya dari dalam namun dugaan Kami salah, ternyata Lia terkunci di dalam setelah Kami tahu bahwa Lia juga menggebrak-gebrak pintu dari dalam untuk meminta di buka, Tuan ...” jawab Bella menjelaskan kronologinya.
Chandra pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Frans ..., ayo bantu Aku untuk mendobrak pintu ini supaya cepat terbuka!” serunya memerintah Frans agar membantunya.
“Baik, Chand ...” balas Frans mengangguk pelan mengiyakan perintah dari Chandra.
Namun saat Mereka akan mendobrak pintu ruang perawatan Vitalia, seorang petugas keamanan FireField Hospital pun mencegahnya. “Eh tunggu dulu, Tuan ..., percuma saja jika Kita dobrak, Kita tidak akan bisa membukanya, lebih baik kita tunggu Pak Derry, Tuan .., Dia sedang mengambil kunci duplicate kamar ini ..” ucapnya.
“Kelamaan, lebih baik Kita dobrak saja!” sahut Chandra menjawab penuturan dari salah seorang petugas keamanan. 'Ya, Ia begitu mencemaskan sang Istri yang sedang terkunci di dalam kamar perawatan.'
Brakkk ...
Dobraknya akan tetapi masih belum bisa terbuka.
****
__ADS_1
Sementara Vitalia yang sedang berada di dalam ruang perawatannya, tampak sedang bertarung dengan Matsugi, bahkan satu sampai dua kali Vitalia berhasil melawan Matsugi dengan menggunakan sebuah pisau yang kini berada di tangannya. Namun saat Vitalia berhasil menepis pisau milik Matsugi, kekuatan Vitalia kalah kuat dengan dorongan tangan Matsugi yang juga sedang membawa sebuah pisau untuk berbalik menyerangnya.
Pisau pun akhirnya terlempar jatuh ke lantai.
Prang ....
Seketika Vitalia terperangah melihat pisau yang Ia pegang jatuh begitu saja di lantai karena tak kuat menahan dorongan pisau milik Matsugi. Dan ternyata yang terjatuh bukan hanya pisau milik Vitalia namun pisau milik Matsugi pun juga ikut terlempar jatuh di lantai.
Melihat pisau yang Ia gunakan untuk melawan Vitalia jatuh, dengan gerak cepat Matsugoi segera mengambil pisau miliknya kembali. Sementara Vitalia kembali berlari ke arah pintu dengan maksud ingin menggebrak pintu kembali.
Akan tetapi langkahnya terhenti seketika karena dihentikan oleh Matsugi yang justru menarik tangannya ke belakang dengan menghempaskan Vitalia hingga terpentok ke dinding.
Darah segar pun menetes dari pelipis sisi kiri Vitalia..
Tes ... Tes ...
Seketika itu pula kepala Vitalia merasa pusing, dan tubuhnya terhuyung di lantai.
“Awwss ..” Vitalia mengaduh kesakitan sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
“Hahahaha ... rasakan pembalasanku Nyonya Chandra , itu akibatnya jika Kau masih berani melawanku!” seru Matsugi dengan tertawa penuh kemenangan. Sedangkan Chandra dan Frans kini masih berusaha mendobrak pintu ruang perawatan Vitalia dari luar, dan kali ini Chandra dan Frans menggunakan kekuatan penuh berancang-ancang untuk mendobraknya.
Melihat Vitalia yang tampak lemah bersandarkan dinding, Mastugi segera menodongkan pisau ke arah Vitalia. Seketika itu pula Vitalia terperangah melihatnya, karena percuma saja Ia menghindar, berdiri tegak saja Dia sudah tak sanggup, Ia benar-benar pasrah dengan keadaan.
Dan ...
“Tidaaaakkk ... !!” teriak Vitalia.
Bersamaan dengan Vitalia berteriak, tiba-tiba saja pintu kamar pun terbuka
Braakkk ...
Betapa terkejutnya Chandra melihat sang Istri yang sedang ditodong sebuah pisau atau senjata tajam oleh Matsugi.
“Vitalia ..” ucap Chandra cemas melihat sang Istri yang sedang ditodong dengan sebuah pisau. Vitalia yang melihat kedatangan sang Suami pun lalu berkata, “Mmm Mas Chandra ...” ucapnya dengan bergetar ketakutan.
Sementara Matsugi yang melihat Chandra akan mendekat ke arahnya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Jangan mendekat ke arahku atau Aku akan membunuh Istrimu sekarang juga, Chandra Zhu ... !!” tegas Matsugi masih dengan menodongkan pisau ke arah perut Vitalia.
Chandra yang melihat sang Istri dalam bahaya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Jangan lakukan itu Matsugi, serahkan Istriku kepadaku sekarang juga!” balas Chandra panik. Sementara Frans dan yang lain hanya diam karena ketakutan melihatnya.
“Heh ..., tak semudah itu Chandra ..., lepaskan Anakku Arnold, atau Aku akan membunuh Istrimu sekarang juga ... !!” jawab Matsugi dengan nada penuh ancaman. Seketika itu pula Vitalia melontarkan sebuah sikutan ke arah perut Matsugi.
Bukkk ...
Sontak saja Matsugi terbelalak terkejut dan terhuyung ke belakang, sedangkan Vitalia berlari menuju ke arah Chandra sang Suami untuk memeluknya.
“Terima kasih, Mas ..., Kau telah menolongku ...” ucapnya sambil memeluk Chandra, bahkan Chandra sangat terharu dengan sikap sang Istri yang tiba-tiba saja memeluknya, Ia tak menyangka jika Istrinya berubah secepat itu. Dengan senang hati Chandra menyambut pelukan sang Istri, dan berkata, “Sama-sama Istriku ...,” ucapnya lalu mengecup kening sang Istri dengan kasih sayang.
Namun saat Vitalia dan Chandra sedang berpelukan, tiba-tiba saja Matsugi melayangkan sebuah pisau dari arah belakang Vitalia.
Dan .....
Bersambung ....
...----------------...
Wahhh kira-kira setelah ini apa yang akan terjadi ya ... ??
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Ya ...
Terima kasih ... 🥰🥰🙏🙏