
Kecurigaan Amelia Dan Mirna Jika Vitalia Hamil
Sementara kini di Moon Hospital, nampak Sherlyn sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya memang hanya terluka di bagian lengannya saja karena yang terkena tembakan dari Chandra adalah di bagian tersebut. Berbeda dengan Vitalia yang terkena tembakan yang dilontarkan oleh Sherlyn yang mengenai bagian dada sebelah kanan Vitalia, bahkan kondisi Vitalia sendiri kini masih harus dalam pantauan dokter, meskipun begitu, Vitalia sudah diberikan ramuan khusus yang kebetulan ramuan tersebut di racik oleh Dirinya sendiri yang Ia simpan jika sewaktu saat ada pasien yang membutuhkannya, namun kenyataannya justru Vitalia juga ikut memakainya.
Sherlyn yang sudah diperbolehkan pulang pun masih saja mengeluh kesakitan dan masih terus mengumpat pada Kakak Tirinya, siapa lagi kalau bukan Amelia Hirata, padahal sebelumnya sang Mama sudah memberitahu bahwa
yang Sherlyn tembak bukanlah Amelia, akan tetapi Ia adalah Istri dari Chandra Zhu. Meskipun sang Mama sudah menjelaskannya, Sherlyn masih saja ngotot kalau yang Ia tembak adalah Amelia.
“Ma ..., pokoknya Sherlyn nggak mau pulang sebelum Chandra kesini ... !!” seru Sherlyn pada sang Mama dengan sikap manjanya. Nyonya Renita pun merasa sebal karena perkataan dan tingkah laku Sherlyn yang menurutnya sangat manja, tidak seperti Putri TIrinya Amelia, Ia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Cukup Sherlyn, Mama juga sudah tegaskan bukan, jika Chandra itu sudah mempunyai Istri, dan Kau telah salah menembak orang, Dia bukan Kakak Tirimu Sherlyn, tapi Istrinya .. !!” serunya, berusaha menjelaskan pada Putrinya..
Sherlyn pun mengerucutkan bibirnya karena sebal dengan ucapan sang Mama yang terus saja membela Amelia, Ia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Mana mungkin sih Ma .., jelas-jelas Sherlyn lihat pakai mata kepala sendiri kalau itu Amelia .., Mama sih, terus saja belain Dia ... !!” ucap Sherlyn ketus.
“Terserah apa katamu, bahkan Kau tahu sendiri bahwa Chandra datang kesini dan Dia mengatakan jika Dia adalah Istrinya bukan Amelia yang seperti Kau lihat, dan satu lagi Mama itu bukannya membela Kakak Tirimu, mengerti ... !!” tegas Nyonya Renita. Sherlyn pun lalu membalasnya dengan ketus, “Issshhh ... ck, sudahlah Ma, Sherlyn bilang Dia itu Amelia ya Amelia bukan Istrinya Chandra, Mama tahu bukan, jika Chandra adalah Kekasihku .. !!” ucap Sherlyn tak terima.
“Tutup mulutmu Sherlyn ..., jangan bermimpi Kau .. !!, Mama sudah berkali-kali bilang, jangan macam-macam dengan Chandra ... !!” bentak Nyonya Renita. Tuan Hirata pun yang mendengar Istri dan Putri Tirinya sedang
berdebat pun segera mencairkan suasana dengan berkata, “Hey, ada apa ini rame-rame ... ??” tanyanya. Dan Nyonya Renita pun menjawabnya dengan nada ketusnya, "Tuh tanya Putrimu, begini nih kalau bencinya sudah mendarah daging, orang lain saja sampai Dia celakai ...” ucap Nyonya Renita kesal dengan sikap Putrinya.
Lagi-lagi Sherlyn pun menjawabnya lagi dengan berkata, “Lagian Wanita itu mirip sekali sama Amel, Ma ... !!” seru Sherlyn masih tak terima, karena Ia sangat yakin sekali dengan siapa yang Ia lihat. Tuan Hirata pun lalu melerainya dengan berkata, “Ssstt, sudah .., sudah .., disini itu Rumah Sakit bukan di rumah, Kau juga Sherlyn kalau dibilangin Mamamu itu yang nurut, ujung-ujungnya Kami juga kena getahnya, bukan.. ?!” ucapnya.
“Tapi Dad, Dia itu mirip ..” belum sampai Sherlyn menyelesaikan perkataannya Nyonya Renita pun menjawabnya dengan berkata, “Lalu kalau Wanita itu mirip dengan Amelia, apa Kau masih berpikir itu Dia... ??, dan kalaupun itu memang Kakak Tirimu justru Mama akan tambah marah besar sama Kamu ..., enak saja mau nyakitin anak Mama ..., Kau pikir yang anak Mama itu kau saja .. !!” seru Nyonya Renita memperingatkan Putrinya. Lalu Ia pun menyambung lagi dengan berkata, “Dan ingat perkataan Mama, meskipun Amelia itu bukan anak kandung Mama, Mama juga sayang sama Dia, seperti menyayangimu, mengerti ... !!” tegas sang Mama lagi sambil menunjuk-nunjuk ke muka Sherlyn. Akan tetapi Sherlyn hanya diam tak menanggapi sang Mama yang berbicara panjang lebar menceramahinya.
“Sudah Ma, Kita selesaikan masalah ini di rumah, dan nanti Daddy akan menyuruh Amelia untuk pulang, karena sudah dua hari Dia tidak pulang ke rumah.” ucap Tuan Hirata menimpalinya. Dan tiba-tiba saja Sherlyn menyahutnya dengan berkata, “Tuh kan, Dia saja tidak pulang ke rumah, itu pasti Amelia Ma .., Dad ...” ucapnya.
“Cukup Sherlyn, Kakakmu itu di Rumah Sakit untuk bekerja, bukan di rumah Chandra, dan Kau tahu jika Kau hampir saja membunuh Istri dari Tuan Chandra ... !!” lantang Tuan Hirata.
__ADS_1
“Apa .. ??, jadi benar yang dikatakan Mama, Dad, jika yang Aku tembak bukan Amelia.” ucapnya membelalakkan matanya terkejut. Ya Sherlyn sendiri baru percaya setelah mendengar perkataan dari Ayah Tirinya. Lalu Tuan Hirata pun menjawabnya dengan berkata, “Kau itu ..., sudah jelas dan salah, masih saja bertanya, lihat saja tidak akan lama lagi polisi akan membawamu ke dalam penjara, karena Kau sudah berani mencoba melakukan pembunuhan ...” ucapnya.
“Apa ... ??, nggak Dad, Sherlyn nggak mau.” ucap Sherlyn.
“Terserah Kau saja Sher, yang penting Daddy sudah berapa kali mengingatkanmu, jika Kau masih saja berulah seperti dulu mencoba menyakiti Kakak Tirimu, Daddy tidak akan segan-segan untuik menghukummu ... !!” tegas Tuan Hirata.
****
Sementara di lain tempat nampak Chandra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kantor perusahaannya. Ya Chandra sendiri berniat ke kantor perusahaannya karena memang Dirinya dihubungi oleh Frans, jika clientnya membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaannya, alasannya karena Arnold lah dalang dari pembatalan tersebut. “Brengs*k, kenapa masalah datang dengan bertubi-tubi ..., arrgghhh ..” erang Chandra berteriak sambil menyetir mobil dengan menggunakan tangan kiri, sementara tangan sebelah kanan untuk menjambak rambutnya kesal.
Sedangkan Arnold sendiri sekarang sedang bersenang-senang karena perusahaan milik Chandra sudah kolaps, apalagi setelah mengetahui jika ternyata perusahaan Destination Company adalah milik dari Vitalia yang tak lain dan tak bukan adalah wanita tangguh dan sangat jenius nan misterius yang berparas mirip dengan Amelia, Ia benar-benar ketakutan setelah mengetahui wajah Vitalia yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya. Bahkan Ia teringat sesuatu jika orangtuanya dulu sempat membuang seorang anak di depan rumah Keluarga Wijaya.
“Pokoknya, Aku harus mencari tahu tentang pemimpin perusahaan Destination Company, karena setahuku pemimpin Perusahaan itu beralih ke dokter Mirna, tapi bagaimana mungkin secepat itu kepemilikan perusahaan tersebut jatuh ke wanita itu ... ??, sebenarnya siapa Dia ... ??, dan mengenai Chandra, Kau tidak akan bisa menemukanku Chandra, karena anak buahku adalah geng Kobra yang merupakan musuhmu, bahkan Kau tidak tahu jika perusahaanmu sedang dihancurkan oleh Istrimu sendiri.” ucap Arnold sambil tersenyum menyeringai. Ya Arnold sudah mengetahui jika Chandra telah menikah dengan seorang Wanita yang tak lain dan tak bukan adalah kembaran dari mantan Kekasihnya. Ia mencari tahu kebenaran tentang siapa wanita yang Ia lihat sewaktu berada di kapal, yang berparas sangat mirip dengan mantan Kekasihnya. Alhasil anak buahnya pun berhasil mencari tahu tapi anak buah dari Arnold mengira bahwa yang menyelamatkan Amelia waktu di dalam kapal adalah Vitalia atau gadis yang berwajah mirip dengan Amelia, padahal sebaliknya, karena memang Vitalia dan Amelia sedang bertukar
****
Sesampainya di kantor perusahaan farmasi milik Chandra, dengan kondisi yang amat sangat berantakan Chandra memasuki perusahaan, bahkan kedatangannya pun membuat para karyawan/i tersentak kaget melihat atasannya
yang tampak berantakan.
Braakkk ...
Chandra menggebrak meja kerjanya, lalu berkata, “Kerja saja tidak becus ... !!” bentak Chandra pada seluruh staf kepala bagian yang Ia kumpulkan di ruang kerjanya.
“Frans, Kau secepatnya hancurkan perusahaan Arnold di berbagai cabang, jangan sampai barang kita yang akan kita kirim ke negara tetangga di hadang langsung oleh geng Kobra.”
__ADS_1
“Tapi Chandra, ini baru dugaan saja, belum tentu Arnold yang menghancurkannya ...” ucap Frans.
“Apa katamu .., belum tentu Arnold??, ternyata Kau sudah berani membelanya di depanku ... !!” seru Chandra sambil mengayunkan tangannya untuk memukul Frans Sahabatnya akan tetapi Ia urungkan niatnya karena Frans berkata, “Bukan begitu tapi ...” ucapnya terhenti, Ia mengingat sesuatu.
“Maafkan Aku Chand, Aku tidak bisa mengatakan jika ini adalah ulah Istrimu sendiri, dan ini merupakan sebuah perangkap dari perusahaan Destination Company yang melakukan kerja sama dengan perusahaan kita dan perusahaan Hirata.” gumamnya dalam hati. Sementara Chandra masih dalam mode geramnya. Ia sekarang benar benar bingung dengan apa yang terjadi dengan Dirinya, hingga masalah datang secara bersamaan.
*****
Sementara di Sunrise Hospital terlihat Vitalia sudah tertidur di atas tempat tidurnya, bahkan ketika Ia sedang tertidur pulas Vitalia diperiksa oleh Mirna Feriska secara diam-diam, karena memang Amelia sangat mencurigai jika ada yang tidak beres dengan Vitalia, yang Ia pikir bahwa Vitalia sedang mengalami gejala seperti Ibu hamil.
Dengan sangat telaten Mirna Feriska memeriksa Vitalia, sedangkan Amelia hanya menatap Vitalia yang sedang tertidur pulas dengan penuh rasa iba, apalagi setelah perdebatan panjang yang terjadi antara Chandra dan Vitalia, di tambah dengan mondar-mandir ke kamar mandi hanya untuk memuntahkan isi perutnya. Vitalia pun kini nampak begitu kelelahan dan pucat.
“Mel, nampaknya setelah ini Kita harus melakukan USG, deh!” ucap Mirna pada Amelia Hirata yang sedang mengelus-elus rambut Vitalia. Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Baik Mbak, Aku pun curiga jika Vitalia
sedang hamil.” ucapnya. Kemudian Mirna pun membalasnya dengan berkata, “Akupun juga mencurigainya, Mel .. !!” ucapnya.
“Hmmm, ya sudah mending Kita menunggu Vitalia terbangun dulu saja, setelah itu Kita bawa ke ruanganku, untuk diperiksa lebih detail lagi, dan pastinya harus dalam pemantauan dokter.” sambung Mirna.
****
Tahan dulu bestie ..., mohon maaf teman-teman readers, Author akhir-akhir ini telat upnya, karena si buk dengan real life, hehehe ...
Jangan lupa tinggalkan jejak
Vote, Like, Komen yaa .... Terimakasih ^-^
__ADS_1