Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 117


__ADS_3

Mafia Kejam Yang Manja


Setelah berdebat panjang dengan Hans, Mirna begitu khawatir jika Hans mengadu semuanya ke pada Aditya, dan Hans membuat cerita palsu mengenai Vitalia dan juga Chandra.


"Aduhh, bagaimana ini? apa yang harus Aku lakukan? bagaimana jika Hans mengadu semuanya kepada Aditya? apalagi yang Aku lebih takutkan lagi adalah jika Hans mengatakan yang tidak-tidak dengan Aditya soal hubungan antara Vitalia dan Chandra," gumam Mirna Feriska sambil mondar-mandir ke sana kemari untuk berpikir.


"Emmhh bagaimana ini?? ah iya, Aku harus bilang dengan Vanya dan juga Dina biar Mereka berdua yang memantau Aditya di sana," ucapnya lagi lalu segera mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya untuk menghubungi seseorang.


Tut... tut... tut...


Sambungan telepon pun terhubung melalui ponsel seseorang.


"Halo, Mbak Mirna ada apa?" tanya seseorang yang berada diseberang sana membuka obrolan dalam telepon.


"Vanya, dimana Kau sekarang? sudah terbang belum?" tanya Mirna melontarkan pertanyaan bertubi-tubi dengan Vanya yang Ia telepon. 'Ya, orang yang dihubungi Mirna adalah Vanya Sahabat dari Vitalia yang berasal dari Indonesia.'


"Belum Mbak, memangnya kenapa? kok Mbak Mirna seperti khawatir gitu?" jawabnya dengan berbalik tanya.


"Vanya gawat, Hans sekarang sudah berubah!" ucap Mirna panik.


Vanya yang bingung dengan maksud dari Mirna pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Berubah bagaimana, Mbak?"


"Ceritanya panjang, Van. Maka dari itu Aku minta padamu tolong pantau gerak-gerik Aditya waktu di Indonesia!" titahnya pada Vanya.


"Tapi tak semudah itu Mbak .."


"Aduh bagaimana ya? eh iya atau begini saja Kau harus membantu Vitalia!" tegasnya.


"Iya Mbak, tapi masalahnya bagaimana caranya? terlalu rumit masalahnya!" balas Vanya.


"Emmmh begini saja, Van. Kau harus menceritakan semuanya tentang Vitalia dengan Sahabatmu Erlin, namun Kau juga harus bercerita apa adanya dengan Dia, tanpa ada yang ditutup-tutupi, biar nanti Erlin bisa memantau Suaminya," ucap Mirna dengan idenya.


"Tapi Vitalia melarangku untuk memberi tahu siapa-siapa Mbak!", tandasnya menolak permintaan dari Mirna, karena Ia tak mau ambil resiko.


"Iyaa, tapi masalahnya kabar berita mengenai kembalinya Vitalia sudah tersebar di Indonesia, Vanya!" ucap Mirna berusaha menjelaskan pada Vanya.


Seketika Vanya yang mendengarnya pun terkejut dan berkata, "Apa?? bagaimana bisa Mbak??" tanyanya.


"Ini semua karena Hans. Hans lah yang menyebarkan kabar tersebut, Van!" jawab Mirna dengan nada tersulut emosi.


"Haduhhh, kenapa malah jadi seperti ini sih? kalau begitu Mbak tenang saja, nanti kalau ada apa-apa Aku akan kabari Mbak Mirna," sahut Vanya.


"Bagus, Van! setelah ini Aku akan membicarakan hal ini dengan Vitalia, sebelum semua terlambat," balas Mirna.

__ADS_1


Tut..


Telepon pun dimatikan sebelah pihak oleh Mirna.


...🥰****************🥰...


Setelah mendengar percakapan dari Vanya dan juga Mirna, Amelia pun menyipitkan matanya menatap Vanya yang seperti sedang cemas, karena kebetulan Amelia kini sedang mengantarkan Vanya dan Aldo ke Bandara. Ia pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, "Van, siapa?" tanyanya.


"Mbak Mirna, Mel. Dia memberitahuku jika Aku harus memantau perkembangan berita soal Vitalia, ternyata berita mengenai Vitalia sudah tersebar di berbagai televisi dan surat kabar di Indonesia,"


"Berita soal Vitalia? maksudmu berita soal diketemukannya Vitalia bukan?"


"Ya Kau benar, Mel. Emmm kalau begitu Aku dan Suamiku pamit pulang dulu, ya? Jaga Dirimu dan Vitalia baik-baik," ucap Vanya yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan dengan berpamitan pada Amelia.


"Iya, Van. terima kasih," balas Amelia dengan tersenyum ramah lalu bersalaman dan bercipika-cipiki dengan Vanya.


"Sama-sama, Mel..., kalau begitu Aku pergi dulu ya.." ucap Vanya sekali lagi berpamitan dengan Amelia. Seketika itu pula Amelia mengangguk dan tersenyum membalas perkataan Vanya.


Setelah Vanya dan sang Suami pergi, Amelia segera pulang ke rumah kontrakan Vitalia untuk memberi tahu kabar mengenai Vitalia pada kedua orangtuanya.


"Kenapa perasaanku tiba-tiba nggak enak ya??" tanya Amelia dalam hati, sambil menatap kepergian Vanya dan Suami.


"Aku harus pulang terlebih dahulu, Daddy sama Mama harus tahu mengenai hal ini," gumam Amelia pelan lalu segera melangkahkan kakinya pergi dari Bandara menuju ke rumah kontrakan Vitalia.


...🥰****************🥰...


Sedangkan Chandra begitu senang, karena Istrinya begitu perhatian padanya. Bahkan semua pekerjaannya di handle semua oleh sang Istri.


Saat Vitalia sedang disibukkan dengan laptop, Chandra pun bangun dari tempat tidur berniat menghampiri sang Istri. Tapi sayangnya niatnya untuk bangun dari tempat tidur pun terhenti seketika karena Vitalia melihatnya.


"Eh, Mas, mau kemana sih Mas?? tanya Vitalia pada Chandra dengan berdiri dari tempat duduknya lalu menghampirinya dengan memegangi lengan sang Suami.


"Sayang biarkan Aku duduk di situ bersamamu," balas Chandra sambil menunjuk ke arah sofa.


Vitalia pun lalu membalasnya dengan tersenyum manis dan berkata, "Mas ingin duduk di sofa?" tanyanya lembut. Seketika Chandra pun mengangguk mengiyakan pertanyaan dari sang Istri.


"Baiklah, kalau begitu Aku bantu Mas untuk berjalan ke sana, ya! " balas Vitalia dengan tersenyum manis ke arah sang Suami. Lagi-lagi Chandra pun membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum manis ke arah sang Istri. Ia pun lalu memapah Chandra dengan pelan-pelan untuk duduk di sofa.


"Mafia Kejam sangat manja!" ucap Vitalia pelan masih terdengar di telinga Chandra.


Seketika Chandra pun menghentikan langkah nya dan berkata, "Apa katamu??" tanya Chandra mengerutkan dahinya menatap sang Istri yang memapahnya.


"Tidak, tidak ada .." ucap Vitalia dengan menggelengkan kepalanya pelan sambil memapah Chandra.

__ADS_1


Chandra pun lalu melanjutkan langkahnya lagi untuk berjalan dengan dipapah sang Istri, "Sayang yakin tidak mengatakan apa-apa?" tanya Chandra pada sang Istri sambil mendudukkan pantatnya di sofa.


"Hehehe..., memangnya kenapa sih, Sayang?" balas Vitalia yang justru malah berbalik tanya.


"Kok malah berbalik tanya sih?" protes Chandra pada Vitalia Istrinya.


"Astaga, Suamiku, baru kali ini Aku melihatmu yang super manja!" balas Vitalia sambil mencubit kedua pipi sang Suami dengan gemas.


"Aduh Yang...!!" ucap Chandra mengaduh kesakitan, sedangkan Vitalia justru malah tertawa lepas melihat sang Suami mengaduh kesakitan.


"Hahaha, lucu banget sih Mas, hahaha, mafia kejam begini amat ya, uluh.. uluhhh.. " Vitalia tertawa terbahak-bahak melihat sang Suami memanyunkan bibirnya


"Sayang, jangan begitu dong Yang, sakit!" ucap Chandra sambil melepas tangan sang Istri yang masih mencubit kedua pipinya.


Saat Mereka berdua sedang asik bersenda gurau, tiba-tiba saja ada seseorang datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Ceklekkk...


"Chandra, gawat...!!"


Seketika saja Chandra dan Vitalia mengarahkan pandangan menatap ke arah seseorang itu karena terkejut.


.


...----------------...


Waduhhh kira-kira siapa yang datang ya?? akankah Vitalia tetap menyamarkan identitasnya setelah tersebarnya berita mengenai kebenaran tentang Dirinya di Indonesia? lalu apa yang akan di lakukan Chandra untuk membantu menyelesaikan masalah Istrinya?


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, like, dan Komen yaaa....


Sambil menunggu Author up bab selanjutnya, yuk mampir di novel teman Author Kak Thatya di jamin seruuuu


Berikut Cuplikannnya


**5. TAWANAN CINTA PLAYBOY


(Thatya0316)


Thalia Rafika Azhari mencintai sahabatnya sendiri dalam diam. Meskipun dia tahu kalau sahabatnya itu merupakan seorang playboy. Namun, kedekatannya dengan Sandiaga Lancanter membuat Thalia tidak bisa berpaling dari rasa cintanya.


Hingga pada saat orang tuanya menjodohkan dia pada seorang lelaki pilihan keluarganya, Sandiaga merasa sangat terpukul sehingga dia mencari cara agar menggagalkan perjodohan itu.


Mungkinkah pernikahan Thalia berjalan sesuai rencana? Atau dia kembali bersama Sandiaga meskipun hanya sebagai sahabat? Ataukah keduanya sama-sama menyadari kalau memiliki cinta yang tersimpan rapi di hati untuk sahabatnya**?

__ADS_1



__ADS_2