
Pertemuan Yang Tak Terduga.
Seketika saja Vitalia dan juga Bella mengarahkan pandangan menatap kedatangan seseorang yang ada di balik pintu tersebut. “Lia ..., Bella ..., Kalian sudah ditunggu di ruang meeting oleh Pak direktur FireField Hospital .. !!” perintah Oca pada Vitalia dan juga Bella. “Bukankah meetingnya disini .. ??, kenapa bisa pindah ke sana .. ??” tanya Lia bingung.
Suster Oca pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Aku tak tahu, Li .., lagi pula kan Pak Direktur yang menyuruh, bukan Aku .. !!” tandasnya menjelaskan. Seketika itu pula Lia pun menatap Bella, sedangkan Bella yang merasa dirinya ditatap oleh Sahabatnya pun hanya mengendikkan bahunya tanda tak tahu.
Sementara Suster Oca mengedipkan matanya ke arah Bella seperti memberi kode, Vitalia yang merasa aneh dengan sikap kedua Sahabatnya pun mengerutkan keningnya menatap kedua Sahabatnya secara bergantian, “Hmmm, baiklah, ayo ke sana .. !!” jawab Lia (Vitalia) mengiyakan perintah dari Sahabatnya yang bernama Oca.
“Aduh, gawat nih .., kalau begini caranya bisa gagal rencana ku, tapi setelah melihat ekspresi Bella dan juga Oca, kenapa Aku merasa ada yang disembunyikan sama Mereka, ya .., Ya tuhan .., apa jangan-jangan Chandra mengatakan hal tidak-tidak pada Mereka .. ??” batinnya sambil berjalan menyusuri lorong RS dengan diikuti kedua Sahabatnya dibelakangnya.
Seketika itu pula Lia menghentikan langkahnya, dan otomatis kedua Sahabatnya yang mengikuti Dirinya dibelakangnya ikut menghentikan langkahnya. “Li, kenapa berhenti sih .. ??” tanya kedua Sahabatnya secara bersamaan. Lia pun lalu membalikkan badannya menatap kedua Sahabatnya itu, dengan berkata, “Kalian, kenapa malah berjalan di belakangku sih .. ??” tanya Lia (Vitalia) heran.
“Yaelah Li, kirain kenapa, berjalan mu saja cepet banget gimana Kita bisa mengejarnya ... ??” ucap Oca beralasan sambil sedikit melirik ke arah Bella. Bella pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Iya tauk tuh ..” ucapnya.
Vitalia yang merasa ada keanehan dari kedua Sahabatnya pun hanya menatap ke arah kedua Sahabatnya secara bergantian dengan tatapan penuh selidik, lalu berkata, “Hmm .., sudahlah nggak penting juga,” balas Lia sambil memutar bola matanya malas. Mereka pun lalu melanjutkan langkahnya kembali dengan menyusuri lorong RS masih dengan posisi yang sama, sampai-sampai Lia hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah kedua Sahabatnya yang tak seperti biasanya.
“Sangat aneh ...” batin Lia.
*****
Sementara di lain tempat, Chandra dengan didampingi Frans sudah bersiap untuk memulai meetingnya. Saat Dirinya akan memulai meeting tersebut, Mereka pun dikejutkan dengan kedatangan Vitalia bersama dua Sahabatnya yang berprofesi sebagai seorang dokter dan Perawat tersebut.
Ceklek ...
“Permisi, maaf Saya terlambat .. !!” ucap Lia nyelonong masuk begitu saja tanpa memandang ke arah sang Direktur, Ia justru malah melangkahkan kakinya dengan berjalan ke arah tempat duduk yang akan Ia tempati. Saat Ia akan menggeser kursinya untuk duduk, Chandra pun membuka suaranya dengan berkata, “Dokter Liandra Putri, bisakah Anda yang sopan sedikit .. ?!” tanyanya dengan nada meninggi. Tanpa berpikir panjang, Vitalia pun lalu menoleh ke arah sang Direktur yang menegurnya.
__ADS_1
Deg ...
Betapa terkejutnya Vitalia melihat sang Suami yang ada di hadapannya tanpa menyamar sebagai Andreas.
“Haaa .., Mmm .. Mas Chandra ...” gumam Vitalia pelan masih terdengar oleh semua orang yang mengikuti meeting terebut, termasuk dengan Chandra. Chandra pun lalu melangkahkan kakinya menghampiri sang Istri sambil berkata, “Ya, ini Aku .., apakah Kau terkejut Istriku .. ??” ucapnya malah berbalik tanya pada sang Istri.
“Cukup Mas ..., mengapa Mas berada disini .. ??” tanya Vitalia bingung. ‘Ya baru kali ini Vitalia benar-benar dihadapkan situasi yang membuatnya bingung, dan baru kali ini lah rencana yang akan Ia jalankan justru gagal dengan begitu saja.’
Chandra pun lalu menjawabnya, “Dokter Bella, bisakah Anda jelaskan pada Istriku ??” pinta Chandra pada dokter Bella tanpa mengalihkan pandangan menatap sang Istri yang ada di depannya saat ini.
Sontak saja membuat Vitalia terkejut dengan apa yang diutarakan oleh sang Suami pada Sahabatnya. “Bella ... ??” gumam Vitalia pelan sambil mengarahkan pandangan menatap Bella. Sementara Bella yang merasa Dirinya sedang ditatap oleh Vitalia pun hanya menundukkan kepalanya ketakutan tanpa menanggapi pertanyaan dari atasannya itu.
Melihat tak ada jawaban dari dokter Bella, Chandra pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Dokter Bella .., kenapa Anda malah diam tak menjawab pertanyaan ku .. ??” tanyanya heran.
“Lia ..., maafkan Aku ..., Aku ..” ucap Bella terpotong karena Vitalia menyahutnya.
“Sudah Kau tak perlu meminta maaf padaku, La .., Kau tak bersalah dalam hal ini, akan tetapi Suamiku yang bersalah dalam hal ini .. !!” tandasnya dengan sorot mata tajam menatap Chandra, sedangkan Chandra yang merasa Dirinya di tatap oleh sang Istri dengan tatapan mengerikan itu pun, lalu mendekatinya, dan berkata, “Sayang, maafkan Aku ..” ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya dengan bersimpuh tepat berada di hadapan Vitalia.
Sementara Vitalia yang melihat sang Suami bersimpuh di hadapannya seraya memohon kepadanya hanya diam tak menanggapinya.
“Ya Tuhan ..., kenapa Aku tidak kuat jika Mas Chandra seperti ini berada di hadapanku .., tidak Vitalia Kau harus kuat, Kau harus bisa mengabaikannya, ingat Vitalia Dia tidak mencintaimu, Dia hanya menjadikanmu boneka saja ..” batin Vitalia berusaha meyakinkan diri, dan berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh dengan memejamkan matanya.
Setelah sepersekian detik tak menanggapi sang Suami yang sedang bersimpuh, Vitalia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Cukup Mas .., Kau tak perlu bersimpuh di hadapanku, Kau sangat memalukan ... !!” ujarnya berusaha menguatkan diri. Dengan cepat Vitalia pun lalu melangkahkan kakinya pergi dari ruangan tersebut dengan menghapus air matanya yang sudah jatuh membasahi pipi, tanpa menghiraukan sang Suami yang masih bersimpuh di lantai.
Sedangkan Chandra yang melihat sang Istri justru pergi meninggalkannya pun hanya terdiam tak bisa berkata-kata sambil menahan tetesan air matanya, padahal Chandra sendiri dikenal sebagai Pria yang sangat dingin tapi ketika berhadapan langsung dengan sang Istri Ia berubah drastis, bahkan semua orang yang menghadiri meeting tersebut hanya diam tak berani berkata apa-apa, Mereka hanya menatap iba atasannya.
__ADS_1
Chandra pun lalu terbangun dari lantai dengan lemah, lalu berkata, “Frans .., urus meetingnya, Aku harus pergi menemui Istriku!!” perintah Chandra pada Frans dingin.
“Eh .. tapi Chand ..” ucap Frans terhenti seketika karena ucapannya dipotong oleh Sahabatnya.
“Tak ada tapi tapian Frans, kumohon kali ini saja .. !!” ucap Chandra dengan nada melemah sambil mengatupkan kedua telapak tangannya dihadapan Sahabat sekaligus Asisten pribadinya. Ia tak peduli jika banyak orang yang sedang menatapnya.
Frans yang merasa tak tega melihat Sahabatnya pun akhirnya mengangguk mengiyakan perintah dari Chandra, “Baiklah, Chand ..., perjuangkan cintamu jangan menyerah .. !!” seru Frans memberikan semangat pada Chandra.
“Benar Tuan ..., perjuangkan cintamu, jika Anda benar-benar mencintainya, kejarlah, Tuan .. !!” ucap Suster Oca menimpalinya. Tak sampai disitu saja Bella pun kini ikut membuka suaranya dengan berkata, “Benar Tuan, Tuan harus bisa merebut kembali hati Istrimu, Tuan ..., perlu Tuan Chandra ketahui, jika Lia saat ini sedang hamil anak Anda, Tuan ..., jadi Ku mohon jangan tinggalkan Sahabatku ...” ucapnya sambil mengatupkan kedua telapak tangannya seraya memohon dihadapan Chandra.
Seketika saja Chandra terperangah mendengar ucapan dokter Bella. Ia pun lalu berkata, “Ap ..., apa .. ??, Vitalia hamil ..., ??” tanya Chandra memastikan. Tanpa ba bi bu Bella pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Iya, Tuan .., maaf, Saya menyembunyikannya dari Anda, karena ini perintah dari Lia, Tuan ..., namun dokter-dokter disini juga sudah tahu jika Lia sedang hamil, Vitalia juga mengatakan pada Kami bahwa Suaminya sedang berada di Jepang, dari situlah Saya yakin yang dimaksud Lia itu Anda, dan itu artinya Lia masih mencintai Anda, Tuan Chandra ..” jawabnya menjelaskan panjang lebar.
“Tapi dokter Bella, kenapa Aku bisa tak mengetahuinya jika Dirinya hamil .. ??” tanya Chandra bingung dengan Dirinya sendiri. Belum sempat Bella menjawabnya, salah seorang dokter yang mengikuti meeting tersebut pun menyahutnya dengan berkata, “Lebih baik Tuan jangan memikirkan hal itu, namun Anda justru harus memperjuangkan cinta Anda terlebih dahulu, Tuan .., Kami akan selalu mendukungmu!!” seru yang lain menimpalinya.
“Iya Tuan, Kami mendukungmu .. !!” seru semua yang ada di ruangan tersebut riuh menyemangati atasannya.
Melihat antusias dari semua orang yang mengikuti meeting, Frans pun lalu membuka suaranya untuk menyemangati Sahabatnya, “Lihatlah Chand ..., banyak yang mendukungmu, jadi tunggu apalagi, ayo kejar Dia, Chandra .... !!” perintah Frans pada Sahabatnya. Tanpa menunggu lama Chandra pun lalu melangkahkan kakinya pergi keluar dari ruang meeting tersebut dengan berlari mengejar sang Istri.
******
Hey Bestie ... jumpa lagi dengan Author kece ... wkwkwk, maafkeun Author yang suka terlambat up .,
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Ya ... biar Author semangat yang up ..
Terima kasih 🥰🥰🙏🙏
__ADS_1