
Kekejaman Chandra Yang Semakin Menjadi.
Sementara di Jepang Chan Hirata tampak sibuk mengurusi perusahaan sang Ayah yang sedang diambang kehancuran karena ulah seorang oknum karyawan yang berhasil memata-matai kinerja perusahaan, bahkan hingga membuat Perusahaan Hirata menjadi kolaps.
“Bagaimana ini, apa yang harus Aku lakukan untuk memulihkan lagi situasi, bahkan Daddy sampai tidak mengetahui masalah ini.. ??” Chan bertanya-tanya dalam hati, karena Ia sangat bingung dengan apa yang harus Ia
lakukan. Ya Chan sendiri selain menjadi seorang entertain Dia juga menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan ternama di negeri sakura yang merupakan perusahaan entertaiment, berbeda dengan perusahaan milik sang Ayah yang berkecimpung di dunia property.
“Apa Aku harus menghubungi Amelia saja ya??, ah tidak tidak..., itu akan membuatnya jadi cemas apalagi Dia sedang menjalankan tugas.” pikirnya.
Sedangkan di sisi lain Mirna Feriska tampak sedang mengecek file-file perusahaan Destination Company yang ada di dalam laptopnya, “Astaga... kenapa penghasilan perusahaan menjadi menurun drastis??, padahal perusahaan sudah mendistributorkan seluruh obat-obatan ke seluruh penjuru dunia.” gumam Mirna Feriska pelan sambil melihat ke arah laptop.
Tiba-tiba saja Ia menerima sebuah telepon dari seseorang.
Dreett.. Dreett... dreett...
Ia pun lalu mengarahkan pandangannya ke ponselnya lalu mengambilnya untuk mengangkatnya, dilihatnya sebuah nomer baru yang menelponnya. Ia pun segera menggeser tombolnya untuk menerima telepon tersebut.
“Halo..., dengan siapa ini.. ??" tanya Mirna pada seseorang yang telah menghubunginya itu. Dan orang yang ada di seberang sana pun menjawabnya, “Apa benar ini dari dokter Mirna Feriska??" tanya orang itu malah berbaik tanya.
“Benar Saya sendiri, ada apa, dan dengan siapa ini.. ??" tanya Mirna Feriska lagi memastikan. Dan orang yang berada di telepon itu pun lalu menjawabnya, “Saya Chan Hirata, apakah boleh jika Saya mengganggumu sebentar.. ??” tanya Chan Hirata pada Mirna Feriska agar memberi ijin untuk berbicara.
“Silahkan Tuan.., Saya tidak punya banyak waktu lagi untuk berbicara dengan Anda.” Jawabnya sinis. Entah mengapa mood Mirna kini berubah menjadi tidak bagus karena mendengar suara seseorang itu, apalagi Dia adalah seorang Chan Hirata.
“Okey baiklah, Saya mau bertanya apa Amelia masih lama di Indonesia??
“Mmm.., maksud Anda??” jawab Mirna dengan pertanyaan, karena Ia benar-benar bingung mengapa Chan Hirata mengetahui jika Amelia sedang pergi ke Indonesia, karena setahu Mirna Vitalia tidak memberi tahu siapa pun ketika
mau pergi ke Indonesia.
“Saya sedang bertanya dokter Mirna, apakah Adik Saya masih lama berada di Indonesia??, tapi kenapa Anda malah terkejut mendengarnya??” tanya Chan Hirata heran dengan tingkah Mirna. Mirna pun lalu membalasnya dengan berkata, “Anda tahu dari mana jika Amelia sedang berada di Indonesia??" tanya Mirna heran.
__ADS_1
“Siapa lagi kalau bukan Chandra, Kau tahu tidak dokter Mirna, bahwa Chandra sampai frustasi mencari Amelia.” tutur Chan menjawab pertanyaan dari Mirna. Sontak Mirna pun membelalakkan matanya terkejut karena tak disangka ternyata Chandra Zhu yang merupakan seorang mafia kejam saja bisa frustasi hanya karena ditinggalkan seorang wanita, apalagi Mirna terkadang merasa heran dengan sikap Chandra dan Adik sepupunya yang sering berubah-ubah ketika bertemu.
“Kenapa diam dokter Mirna??, Aku sangat membutuhkan Adikku saat ini.” sambung Chan Hirata yang berada diseberang sana berusaha memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lantas Mirna pun menjawabnya, “Katakan padaku apa yang sudah terjadi disana Tuan Chan, Saya akan menyampaikannya nanti.” ucap Mirna Feriska menyuruh Chan Hirata agar menjelaskan padanya.
“Tolong sampaikan pada Amelia, jika perushaan Hirata mulai kolaps karena ulah seorang oknum karyawan yang meretas dokumen perusahaan, dan Ia berhasil memata-matai perusahaan hanya demi mengambil sebuah keuntungan.” jelas Chan menjelaskan keadaan yang terjadi di perusahaan Hirata.
“Ok.. baiklah nanti Saya akan menyampaikannya pada Amelia, karena Amelia sekarang sedang bertugas di rumah sakit.” bohong Mirna, karena sebenarnya Vitalia sendiri sedang berada di sebuah tempat yang tentunya sangat
asing bagi banyak orang. Dan akhirnya Mirna pun mematikan teleponnya sebelah pihak karena Ia sendiri tak mau berlama-lama berbincang-bincang melalui telepon. Apalagi dengan seorang Chan Hirata, orang yang pernah menabraknya ketika di Sunrise Hospital.
Tut....
"Astagaaa... serumit ini kah yang dialami Vitalia saat ini..??, herannya kenapa masalah ini muncul dalam waktu yang bersamaan ya.. ??" ucap Mirna sambil memijit pelipisnya.
*****
Sementara di sisi lain Chandra dengan kejamnya menyiksa Long Ai karena telah berkali-kali melawannya, bahkan ketika Chandra memberinya pertanyaan, Long Ai selalu mengelak. “Long Ai, katakan padaku sekali lagi, apa maksud dan tujuanmu sebenarnya dengan mengusik keluarga Sahabatku..?!!, tanya Chandra dengan tensi tinggi.
Buk....
Tendangan keras dilayangkan Chndra ke arah perut Long Ai, sementara Istri dari Long ai kini sudah di pindahkan ke sebuah ruangan khusus agar tidak meliahat sang Suami yang sedang disiksa oleh Chandra si mafia kejam.
“Itu tidak mungkin..., Aku yakin jika ada maksud lain dibalik itu semua..” ucap Chandra tak percaya dengan apa yang diutarakan Long Ai.
“Ku pegang kata-katamu, jika Kau berani berbohong dengan ucapanmu itu, akan kupastikan Istrimu akan kubuat gila.. !!” ucap Chandra dengan nada penuh ancaman.
"Jangan Tuan... kumohon jangan sakiti Istriku.." ucap Long Ai sambil bersimpuh memohon pada Chandra, sayangnya ucapannya tak dihiraukan oleh Chandra. “Kalian cepat tali Dia sekarang juga.., Aku akan ke ruangan sebelah untuk meninjau Istrinya.” tutur Chandra memerintah kedua anak buah geng Kalajengking. Dan mereka pun mengangguk setuju lalu menali kaki dan tangan Long Ai di sebuah kursi, meskipun Long Ai kini sudah tak berdaya dan berlumurkan darah, karena ulah Chandra terhadapnya.
*****
Setelah Chandra selesai menyiksa Long Ai, kini Chandra berganti ke ruang sebelah untuk melihat keadaan Istri dari Long Ai.
__ADS_1
Tap.. Tap.. Tap...
Langkah demi langkah Chandra melangkahkan kakinya mendekati Istri dari Long Ai tersebut, dan..
Sreeettt....
sebuah pisau melukaii wajah dari wanita yang merupakan Istri dari Long Ai.
“Awwwshhh..” rintih kesakitan wanita paruh baya tersebut.
“Kenapa...??, sakit ya..??, itu belum seberapa sakitnya dengan apa yang dialami Istri Sahabatku Nyonya Long Ai.. !!” tegas Chandra. Chandra pun lalu semakin mendekat lagi ke arah wanita paruh baya tersebut untuk melukainya lagi. Bahkan Wanita paruh baya tersebut hanya diam dengan tubuh bergetar ketakutan sampai tidak bisa berbuat apa-apa, Ia hanya pasrah dengan kedaan.
“To... to.. long.. Tu.. tu.. tuaan.. hentikan... se... mua.. ini...” ucapnya dengan nada bergetar ketakutan. Ketika Chandra akan menggoreskan luka diwajah wanita paruh baya tersebut tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan aksi kekejaman Chandra.
“Stop... Chandra...!!” teriak seseorang itu.
*****
Waduhhh... siapa ya kira-kira
yang sudah berani menghentikan aksi dari Chandra..??
Jangan lupa Vote Like, dan Komennya Ya..... Terimakasih... ^-^
sambil nunggu update terbaru dari Author yuk mampir ke novel teman Author.
DIA TIDAK PERNAH MENEMUKAN KEBAHAGIAAN DALAM PERNIKAHANNYA KARENA SIKAP ISTRINYA. TAPI DIA MALAH BERTEMU DENGAN SOSOK WANITA LAIN YANG MAMPU MEMBAWANYA LEBIH NYAMAN, APAKAH YANG HARUS DIA LAKUKAN? MEMILIH SETIA DALAM PERNIKAHAN NERAKA ATAU MENDUA UNTUK MENGGAPAI SURGA?
Reyhan rela menikah dengan istrinya yang kejam demi membayar hutang sang ayah. Namun, pernikahan Reyhan tidaklah seperti pernikahan pada umumnya. Belasan tahun menikah dikaruniai dua orang anak, tapi tak pernah sekalipun dia menyentuh istrinya. Sejak bertemu Hanna kehidupan Reyhan mulai berubah. Bagaimana nasib pernikahannya dengan istri kejamnya? Ataukah dia lebih memilih Hanna sebagian teman dalam hidupnya? Lalu anak siapakah keduanya?
__ADS_1