
Berjanji Lagi Dengan Mama Renita
Sementara Mama Renita dan Amelia yang sibuk menyambut kedatangan Sherlyn, belum menyadari dengan kedatangan Vitalia yang saat ini berada di ambang pintu sedang memandangi mereka dari kejauhan dengan meneteskan air matanya penuh haru.
"Sher, bagaimana kabarmu, Nak? Kau ke sini dengan siapa? Bagaimana kau bisa tau kalau Mama berada di rumah sakit? Kau tidak apa-apa kan Sayang? Hiks... hiks... hiks..." tanya Mama Renita melontarkan berbagai pertanyaan pada Putri kandungnya sambil menangis tersedu-sedu.
"Astaga Mama! Kalau tanya satu-satu dong, Ma! Bagaimana Sherlyn akan menjelaskan, jika Mama saja banyak sekali bertanya?"
"Maafkan Mama, Nak! Mungkin karena Mama terlalu merindukanmu dan mencemaskanmu, hingga Mama banyak bertanya seperti itu kepadamu," balas Sherlyn sambil menggenggam erat tangan sang Mama.
"Iya, Maa!! Mama nggak salah kok, Ma! Jusru Sherlyn yang seharusnya minta maaf sama Mama, karena Sherlyn selalu bikin ulah, selalu membuat Mama khawatir, selalu membuat Mama sama semua orang marah," balas Sherlyn dengan penuh penyesalan. Sherlyn pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, "Oh ya, Ma..., Kak..., coba kalian lihatlah ke sana! Merekalah yang sudah mempertemukan kita, Ma!" ucap Sherlyn sambil menunjuk ke arah yang dimaksud olehnya.
Sontak saja Mama Renita dan Amelia mengarahkan pandangan menatap ke arah orang yang di tunjuk oleh Sherlyn.
"Kalian....?!" ucap Amelia dan Mama Renita secara bersamaan dengan nada keterkejutannya melihat Vitalia dan Chandra yang berada di ambang pintu.
"Iya, Maa..., Mel..., ini kami," balas Vitalia membalas ucapan dari mereka. Vitalia yang melihat Mama Renita dan Amelia terkejut pun menggelengkan kepalanya pelan, lalu berkata, "Astagaa, Ma.., Mel .., kenapa malah kalian terkejut sih? Bukannya taxi Aku sudah memberitahu kalian jika Aku akan membawakan kejutan untuk kalian?" tanyanya memastikan sambil berjalan ke arah mereka bertiga, yaitu Mama Renita, Amelia, dan Sherlyn. Belum sampai Vitalia ke arah mereka, tiba-tiba saja Mama Renita mencabut jarum infus yang menancap di tangannya dan turun dari brankar tempat tidur Mama Renita. Seketika saja membuat seluruh orang yang berada di ruangan tersebut panik
"Mama ... !" teriak mereka secara bersamaan.
"Mama, apa yang Mama lakukan?" sambung Vitalia bertanya. Namun bukannya menjawab justru Mama Renita malah memeluk Vitalia.
Greeeppp...
Mama Renita memeluk Vitalia. Betapa terkejutnya Vitalia hanya karena ingin memeluknya, sampai-sampai Mama Renita melepaskan infusnya.
__ADS_1
"Hiks.. hiks.. hiks.., kau itu Vitalia selalu membuat Mama senang... hiks.. hiks.. hiks..." ucap Mana Renita sambil memeluk Vitalia. Dan seketika itu pula Vitalia lalu melepas pelukan Mama Renita, lalu berkata, "Dan Mama sudah berhasil membuat kami jantungan!" sahut Vitalia sambil memapah Mama Renita untuk berbaring di atas tempat tidur.
Saat Vitalia sedang memapahnya, Mama Renita pun berhasil menghentikan langkah Vitalia dengan berkata, "Eh tunggu dulu, Nak! Mama..." belum sampai Mama Renita menjawabnya, Vitalia memotongnya.
"Maa ..., Mama tau kan jika kondisi Mama belum sembuh?"
"Iya Nak, Mama tau itu! Tapi Mama tadi refleks aja lepasin jarum infusnya," jawab Mama Renita beralasan.
"Huhh..., Astaga Ma...! Cuma kek gitu Mama sampai ngelepasin infus?" sahut Amelia.
"Iya..., tauk tuh Mama, bikin khawatir saja..." ucap Sherlyn menimpali.
"Sudah Mel .., Sher .. ! Kalian jangan memarahi Mama!" seru Vitalia menegur Amelia dan Sherlyn agar tidak memarahi Mama Renita.
"Maafkan Mama ya Nak, jika Mama selalu merepotkan kalian! Dan teruntukmu Nak Vitalia, terima kasih sudah membuat Mama senang," ucap Mama Renita sambil membenarkan duduknya di atas tempat tidur.
"Maa, sudah tugas Vitalia untuk membuat Mama senang! Lagi pula Amelia dan Sherlyn juga merasa tak di repotkan!" balas Vitalia.
"Iya kan, Mel..., Sher?" tanya Vitalia pada kedua orang yang sudah Vitalia anggap sebagai saudarinya sendiri.
"Iyaaa, betul kata Vitalia, Ma!"
"Iyaaa, betul kata kakak, Ma!" jawab Amelia dan Sherlyn secara bersamaan. Mendengar penuturan dari Amelia yang menyebut Vitalia dengan sebutan kakak, membuat Amelia dan Mama Renita membelalakkan matanya terkejut.
"Kakak??" tanya Mama Renita dan Amelia secara bersamaan. Belum sampai Sherlyn membalasnya, Vitalia menjawabnya, "Yaaa, Aku sudah mengizinkan Sherlyn menyebut namaku dengan sebutan kakak," sahut Vitalia menjelaskan.
__ADS_1
Setelah salah seorang perawat selesai memasang infus Mama Renita. Mama Renita pun lalu berkata, "Nak Vitalia, kau memang benar-benar berhati malaikat, Nak! Berkat kau lah keluarga kami bisa bersatu kembali dengan damai! Maafkan Mama jika Mama selama ini ada salah denganmu, dan selalu berbuat jahat denganmu! Hiks... hiks... hiks.." ucap Mama Renita panjang lebar kembali memeluk Vitalia.
"Maa, dengarkan Aku! Sekarang Vitalia nanya sama Mama, Memangnya kapan dan dimana Mama berbuat jahat pada Vitalia? Maa, Mama itu tidak pernah sama sekali berbuat kesalahan dengan Vitalia! Dan kalaupun Mama berbuat kesalahan denganku, Vitalia pasti akan memaafkan, Mama!" tegas Vitalia.
"Tapi Nak, kau sudah salah menilai Mama! Kau tau tidak, jika Mama itu tidak sebaik yang kau lihat!" balas Mama Renita.
"Tidak Ma, Aku tidak salah menilai Mama, dan meskipun Aku bukan anak kandung Mama, tapi setidaknya kerinduanku dengan seorang ibu telah terobati karena bertemu dengan Mama..." ucap Vitalia mengungkapkan semua isi hatinya dengan tersenyum ramah menatap Mama Renita.
Bukannya menjawab pernyataan dari Vitalia, tapi Mama Renita malah membahas di luar topik pembicaraan.
"Nak, apa kau benar-benar percaya dengan Mama?" tanya Mama Renita bertanya di luar topik pembicaraan. Vitalia yang mendengarkan pertanyaan tersebut pun mengerutkan keningnya bingung.
"Maa, kenapa Mama malah bertanya seperti itu sih, Ma? Dan sekarang tolong dengerin Vitalia! Sekalipun ada orang yang berusaha memisahkan kita, Vitalia berjanji sama Mama, jika Vitalia tidak akan pernah tinggalkan diam, dan akan membuat orang itu sengsara!" tegas Vitalia panjang lebar.
"Berjanjilah, Nak!" seru Mama Renita sambil menyodorkan jari kelingking ke arah Vitalia. Dengan senang hati Vitalia pun membalasnya, "Janji! Vitalia janji sama Mama, jika Vitalia tak akan pergi meninggalkan Mama," ucapnya sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Mama Renita dengan tersenyum semanis mungkin ke arah Mama Renita. Bahkan Vitalia berusaha menutupi perasaannya saat ini yang penuh dengan keraguan, dan bercampur aduk. Vitalia pun lalu merengkuh tubuh Mamanya untuk dipeluknya.
Bersambung.....
...****************...
...----------------...
^^^Hay guysss..... bagaimana kabarmu kalian hari ini?? ^^^
^^^Jangan lupa Vote, Like, Komen dan Favorite Yaa... Terima kasih 🥰🥰🙏🙏^^^
__ADS_1