
Kecelakaan Mobil
Setelah kepergian Jack, Hans memutuskan untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian Australia untuk membawanya pergi ke Indonesia dengan menggunakan jet tempur milik negeri wol tersebut
Tak sampai di situ saja, Hans juga bersekutu dengan geng serigala atau salah satu geng mafia yang berada di Australia untuk melancarkan aksinya menyerang Vitalia maupun Chandra secara halus.
"Erick, ku harap rencana kita kali ini akan berhasil menumbangkan mereka berdua..."
"Hmm, ku harap begitu. Namun, aku tak dapat berjanji untuk menumbangkan seorang Vitalia, apalagi dia wanita yang sangat aku kagumi sebelum kau, Hans!
"Oh, jadi kau mengagumi Vitalia?" tanya Hans pada seseorang yang bernama Erick yang merupakan ketua dari geng Serigala.
"Hmmm"
"Jika kau mengaguminya, maka selamat, kau akan mendapatkan apa yang kau mau dengan mendekatinya, karena aku sudah tak tertarik dengannya semenjak dia berani mengurung ku di penjara.
"Jadi, kau menaruh dendam kepadanya? Jika kau dendam dengannya, langkahi dulu mayatku, Hans!"
"Ok, siapa takut! Namun, sebelum kau melawanku, ku harap perjanjian untuk melawan Chandra tidak kau batalkan,m dengan begitu saja, Erick!"
"Kau tak perlu khawatir, Hans. karena aku sudah menemukan cara yang tepat untuk melawan Chandra. Dan setelah selesai menghabisi nyawa Chandra, ku harap kau jangan berani menyentuh atau melukai wanita pujaanku sedikit pun!
"Heh, itu terserah aku, Erick. Kau mau melindunginya? Aku tak yakin dia akan mau denganmu," jawab Hans.
...****************...
Sementara Jack kini sudah sampai di Indonesia setelah menempuh perjalanan selama dua jam, tepatnya di sebuah bandara di kota S.
"Aku harus segera mengabarkan semua pada Vitalia, karena aku yakin dia belum sepenuhnya percaya dengan perkataanku melalui telepon," ucap Jack di dalam taxi.
"Pak, cepat bawa saya ke rumah Chandra Zhu, ya.."
"Apa maksud anda tuan Chandra yang merupakan suami dari dokter jenius nan misterius itu, tuan?"
"Tepat sekali, Pak! Ya sudah, cepat jalan, aku sudah tak ada waktu lagi!
"Baik tuan,"
Sesampainya di kediaman Chandra, tanpa ada rasa canggung sedikit pun, dia masuk ke dalam rumah mewah tersebut.
"Pak satpam, bisakah aku menemui majikanmu sebentar? Aku ingin bertemu dengannya dan berbicara empat mata kepadanya!" ucap Jack pada salah seorang pihak pengamanan.
Namun, belum sampai pihak pengaman menjawabnya, ada seseorang yang datang dari dalam.
"Jack, ada apa kau ke sini? Bukankah kau di Australia dan sudah mengkhianati istriku?
"Chandra, untung saja kau keluar juga. Aku mau berbicara empat mata denganmu dan Vita, emmh maksudku Nyonya muda..
"Oh, ingin berbicara dengan istriku juga?"
" Iya, Chand. Tapi ku harap kau tidak berpikiran yang aneh-aneh. Aku berjanji tidak akan membuat kecewa di geng kita.
"Aku percaya kepadamu, tapi aku tidak yakin bahwa kau sudah tidak ingin merebut istriku lagi
"Apa? Tidak Chandra, itu dulu. Aku sekarang tidak ingin mengusik hubungan diantara kalian."
"Apakah kau yakin, Jack?"
"Yakin, Chandra. Bahkan, aku ke sini karena kalian saat ini dalam bahaya!
__ADS_1
"Apa maksudmu, Jack?"
"Jadi begini ..." (Jack pun menceritakan semuanya pada Chandra mengenai ancaman dari Hans)"
"Keterlaluan kau, Hans. Terima kasih Jack, kau telah bercerita kepadaku.
"Sama-sama Chandra, tapi bagaimana dengan istrimu?"
"Kau tak perlu khawatir, aku bisa melindunginya. Dan mulai saat ini kau ku beri tugas untuk menjadi asisten pribadiku selama aku masih berada di negara ini."
"Kau serius, Chand?"
"Serius, ku harap dengan kau menjadi asisten ku kau tidak akan mengkhianati aku maupun istriku lagi," ujar Chandra yang kali ini meyakini bahwa Jack tidak akan mengkhianati dirinya dan juga istrinya.
"Siap Chandra! Kau tenang saja, aku akan siap membantumu sampai kapanpun," balas Jack.
"Ku harap keputusanku untuk bergabung lagi dengan Chandra tidaklah salah, ini semua aku lakukan demi Vitalia. Meskipun sebenarnya aku menaruh perasaan padanya, setidaknya aku bisa membuatnya bahagia dengan aku kembali menjadi bagian dari anak buahnya," batin Jack.
Setelah menemui Chandra, Jack kini di suruh masuk ke dalam oleh tuan rumah untuk beristirahat. Mengingat Chandra ingin memberi kejutan pada sang istri jika dirinya membawa Jack ke rumah.
...****************...
Sehari telah berlalu, setelah melakukan pertemuan dengan Jack, Chandra kini mendapatkan amanat dari Tuan Long Ai dan Tuan Hirata, untuk memimpin RS. Cahaya sementara waktu.
Mengingat, kepemimpinan RS tersebut masih kosong, dan belum ada seseorang yang tepat untuk menjabat sebagai direktur utama.
Setelah selesai menyelesaikan sarapan pagi, Vitalia hendak menghantarkan sang suami sampai keluar rumah. Entah mengapa saat Chandra pamit kepadanya, hatinya begitu tak tenang.
"Mas, hati-hati di jalan, ya!"
"Iya, Honey. Kau tenang saja, kenapa kau terlihat begitu khawatir sih, ha?"
"Bukan begitu, Mas. Tapi entahlah mungkin hanya perasaanku saja."
"Iya Mas, ya sudah, sana berangkat!"
"Hmm, kalau begitu jaga baby twins dan dirimu baik-baik, Mas janji setelah dari RS, Mas akan pulang tepat waktu." ujar Chandra, dan Vitalia pun mengangguk mengiyakan perkataan dari sang suami.
Cup .. Cup ..
Chandra mengecup sekilas bibir dan kening sang istri sebelum pergi ke RS.
Dengan melambaikan tangannya ke arah mobil milik Chandra Vitalia tersenyum kaku sambil memikirkan sesuatu.
"Ya Tuhan, kenapa semenjak kedatangan Jack kemarin aku merasa akan terjadi sesuatu, tapi apa?"
"Ku harap ini hanya perasaanku saja lagi pula Jack juga yang mendampingi Mas Chandra di RS."
Saat Vitalia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, Vitalia segera menelpon seseorang melalui ponsel yang ia bawa saat ini.
"Halo, Jack,"
"Vitalia, emmh maksudku .." jawab seseorang yang berada di seberang sana yaitu Jack.
"Sudahlah, tak apa. Panggil saja aku Vitalia. Jack, aku ingin bilang padamu, jaga Mas Chandra baik-baik, ya! Entah mengapa perasaanku tak enak saja, Jack."
"Astaga Vitalia, dia sudah besar, bahkan suamimu juga sudah dewasa loh, Vit. Kenapa kau begitu mencemaskanya?" tanya Jack pada Vitalia.
"Entahlah, aku juga tak tau, Jack. Tapi yang jelas ku minta padamu agar kau bisa mengawal suamiku dengan sebaik mungkin!" perintah Vitalia pada Jack.
__ADS_1
"Siap komandan!" sahut Jack menuruti perintah dari Vitalia. Sementara Vitalia kemudian mematikan teleponnya sebelah pihak, tanpa menggubris jawaban dari Jack.
"Ku harap hanya perasaanku saja," gumam Vitalia pelan sambil berjalan ke arah ruang keluarga menghampiri kedua putra-putrinya yang ikut dengan baby sisternya.
Sementara Mama Renita dan Mommy Gabby yang melihat Vitalia tampak gusar pun segera menghampiri Vitalia.
"Nak, apa kau tak apa?" tanya Mommy Gabby mengerutkan keningnya bingung melihat Vitalia yang tampak murung.
"Tidak kok, Mom." jawab Vitalia sambil mendudukkan pantatnya di atas sofa dekat kereta dorong baby twins.
"Yakin, tidak apa-apa?" sahut Mommy Gabby bertanya lagi.
"Yakin, Mom."
"Loh, tapi kenapa Mommy sama Mama masih di rumah? Bukankah seharusnya kalian ikut ke RS?" tanya Vitalia pada Mommy dan Mamanya heran, dengan menatap mereka berdua secara bergantian.
"Mommy sama Mama tidak ikut, Sayang. Kan ada Risa sama Chan yang mewakili Mommy sama Mama," ucap Mama Renita menimpali. Seketika itu pula Vitalia mengangguk mengiyakannya.
...****************...
Di sisi lain Chandra yang sedang berada di dalam mobil mendadak terkejut ketika ia menginjak rem mobilnya yang tidak berfungsi sama sekali.
"Ck sial! Ada apa ini? Kenapa rem mobilku tiba-tiba tidak berfungsi?" Chandra bertanya-tanya dengan nada keterkejutannya.
"Benar-benar sialan! Siapa yang sudah membuat remku menjadi seperti ini? Kurang ajar!" ucap Chandra dengan mode panik dan emosi.
Saking bingungnya, ia berbelok ke arah yang tidak seharusnya ia lewati, yaitu ke arah hutan pinggiran kota yang tampak sepi.
"Sepertinya aku harus berbalik arah ke tempat yang sepi, aku tidak boleh ambil resiko di tempat keramaian.." gumam Chandra berbicara sendiri, sambil memutar arah mobilnya.
Saat Chandra sudah sampai di hutan pinggiran kota, Chandra memecah kaca mobilnya untuk keluar dari dalam mobil.
Sayangnya niat dari Chandra untuk keluar dari mobil, tak semudah yang ia bayangkan. Bahkan, ia harus mencari celah di mana tempat yang cocok untuk keluar dari mobil, mengingat kondisi jalan yang cukup curam.
"Sial! Aku tak bisa keluar, aku harus membuka pintu mobilnya."
Klek... klekk...
Belum sampai Chandra berhasil membuka pintu mobilnya, Tiba-tiba saja mobil yang ditumpangi oleh Chandra menabrak pembatas jalan. Dan..
"Tidaaakk!" teriak Chandra dari dalam mobil yang meluncur ke jurang.
Braaaak ... Gubraak ...
Tabrakan tak dapat dihindari, mobil milik Chandra menabrak pembatas jalan, dan masuk ke dalam jurang sedalam seratus meter.
Pyaar ... Pyaaar ...
Bruuk ... Bruuk ...
Suara mobil Chandra yang jatuh ke dalam jurang.
***
Chandra POV :
Hidup ini ternyata tak seindah yang ku bayangkan. Bahkan, aku tak menyangka jika semua akan terjadi pada diriku di saat hidupku penuh warna.
Bersambung...
__ADS_1
...****************...
...----------------...