
Penerbangan Yang Tertunda
Setelah tiga hari berada di Indonesia, Vitalia dan juga Mirna pun memutuskan untuk kembali ke Jepang dan selama tiga hari tersebut selain merawat Kakak Iparnya, Vitalia juga menghabiskan waktunya dengan mengurus Risa dan Long Ai atau Kakak dan Ayah Tiri dari Amelia. Ia bahkan sangat bertanggung jawab sekali dengan mereka, karean Vitalia merasa bersalah atas perlakuannya terhadap keluarga Long Ai, terutama pada Ibu kandung dari Amelia. Apalagi mengingat dirinya sedang menyamar sebagai Amelia. Meskipun begitu Vitalia juga tidak akan membiarkan Risa mengusik keluarganya, bahkan para Sahabatnya sekaligus. Sedangkan Mirna sendiri tak mengetahui jika selama tiga hari itu Vitalia sedang berperan sebagai Amelia menggunakan waktunya untuk merawat Ayah dan Kakak Tiri dari Amelia, tapi Ia hanya mengetahui jika Vitalia sedang merawat Kakak Iparnya saja. Pada saat itu pula Vitalia juga tak mengetahui jika Sahabat dan Keponakannya atau anak dari Kakaknya yaitu Aditya sudah selama tiga hari ini hilang di culik oleh orang tak di kenal. Dan selama tiga hari itu pula Chandra sudah kembali ke Jepang untuk mengurus bisnisnya yang berantakan karena di tinggalkannya. Ia kembali ke Jepang setelah makan malam bersama Amelia palsu (Vitalia)
****
Sebelumnya Vitalia bermaksud untuk berpamitan dengan dokter-dokter atau para tenaga medis yang bekerja di RS.Wijaya, akan tetapi niatnya pun terhenti seketika karena Ia mengingat sesuatu tentang kebenaran bahwa Nyonya Long Ai yang ternyata adalah Ibu kandung dari Amelia selain itu Vitalia juga memikirkan siapa wanita yang ada di dalam foto dan video yang berwajah sangat mirip dengannya yang sedang berada di diskotik bersama Chandra.
“Duhh... bagaimana bisa jika Nyonya Long Ai adalah Ibu kandung dari Amelia.. ??, bahkan Risa pun mengenalku sebagai Vitalia bukan sebagai Amelia, padahal kan wajah kita mirip??, Sebenarnya siapa Wanita itu..??, kenapa anak buahku juga tak menemukan jejaknya lagi ya..??, aneh sekal.” banyak bertanyaan yang sedang berputar di dalam otak Vitalia.
“Ya Tuhan... kenapa menjadi serumit ini sih..., masalah satu saja belum selesai, datang lagi masalah dua.., hufftt..” gumam Vitalia mendengus pelan sambil memijit pelipisnya merasa bingung dengan apa yang harus Ia lakukan, dan yang mana masalah yang akan diselesaikan terlebih dahulu. Vitalia yang sudah terlihat rapi menggunakan snelinya pun segera menghubungi Mirna yang berbeda kamar dengannya. Sedangkan Mirna sendiri satu kamar dengan Nyonya Long Ai.
Tut..
Vitalia menghubungi Mirna, dan kini sambungan telepon pun terhubung.
“Halo..., Mbak Mirna..”ucap Vitalia memulai obrolan.
“Vitalia... ada apa Kau menghubungiku sepagi ini..??” tanya Mirna Feriska heran karena menghubunginya di pagi-pagi buta, sambil melirik ke kanan dan ke kiri takut jika Nyonya Long Ai yang satu kamar dengannya mendengarnya. Vitalia pun lalu berkata, “Mbak.., sebelum Kita ke RS untuk berpamitan, mending Mbak Mirna ke kamarku dulu deh..., Aku mau berbicara hal yang sangat penting dengan Mbak Mirna, ini ada kaitannya dengan Nyonya Long Ai” ucap Vitalia.
“ Hmm, ok baiklah Aku akan kesana, Aku ijin Mommy mu dulu..” balas Mirna bersandiwara karena melihat Nyonya Long Ai yang muncul dari kamar mandi. Vitalia justru biasa saja menanggapinya karena Dia sudah tahu, pasti Kakak sepupunya sedang bersama Mommy dari Amelia.
“OK.., Mbak Aku tunggu.” ucap Vitalia, lalu mematikan teleponnya sebelah pihak.
Tut.
Sambungan telepon pun terputus.
****
Sementara Mirna yang baru saja menerima telepon pun lalu ditanya oleh Nyonya Long Ai dengan berkata, “Siapa Nak...??” tanyanya.
“Eh... tante.., ngagetin saja, ini Amelia menghubungiku jika Aku disuruh untuk ke kamarnya.” jawab Mirna. Nyonya Long Ai pun lalu bertanya lagi, “Loh..., jadi Amelia sudah kembali ke hotel??, sejak kapan.. kok nggak bilang-bilang sih..??” balas Nyonya Long Ai dengan pertanyaannya.
__ADS_1
“Sejak semalam Tante, bahkan Mirna sendiri mau ngasih tahu sama tante tapi dilarang sama Amelia, karena kan tugasnya juga baru kelar sekarang tante..” balas Mirna memberikan penjelasan pada Nyonya Long Ai. Nyonya Long Ai pun mengangguk mengerti. Padahal setahu dari Nyonya Long Ai Amelia itu adalah seorang dokter umum, yang sangat pendiam semenjak perceraiannya dengan Ayah dari Amelia yaitu Tuan Hirata. Bahkan Ia juga hanya mengenal Amelia bukan sebagai seorang dokter yang dikenal sampai manca negara. Meskipun begitu justru Ia sangat bersyukur jika Amelia telah berubah menjadi seorang dokter yang sangat jenius, pikirnya.
“Ya sudah mending temui dulu temanmu itu, Dia memang sukanya begitu.” Ucap Nyonya Long Ai tanpa sengaja. Sontak membuat Mirna terkejut dengan apa yang dimaksud oleh Nyonya Long Ai, yang bernama asli Gabby. Ya Nyonya Gabby sendiri sebenarnya juga berprofesi sebagai seorang dokter di salah satu RS di Jepang akan tetapi Ia memutuskan vakum sementara waktu semenjak bercerai dengan Tuan Hirata yang merupakan Daddy dari Amelia Hirata. Tanpa ba bi bu, Mirna pun segera keluar menuju ke kamar Vitalia.
*****
Sementara disisi lain Chandra sudah kembali terlebih dahulu ke Jepang mengingat perusahaannya tidak ada yang mengurusinya, karena Kevin asisten dari Chandra sedang di tugaskan Chandra untuk pergi ke Jerman untuk menyelidiki perusahaan milik keluarga Arnold kekasih dari Amelia yang sedang dicurigai jika perusahaan Arnold sudah berani menggagalkan kerja samanya dengan client yang ada di Singapore.
“Frans.., katakan padaku sebenarnya apa yang sedang terjadi selama Aku pergi ke Luar Negeri.. ??” tanya Chandra memulai perbincangan dengan Frans Sahabatnya. Dan Frans pun lalu menjawabnya, “Arnold ternyata orang yang menggagalkan kerja sama perusahaan Kita dengan client kita yang berada di Singapore Chandra, bahkan perusahaan Destination Company dan perusahaan Hirata terancam kolaps karenanya.” Jelas Frans menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi.
“Apaa..??, kenapa bisa begitu. ??” tanya Chandra heran.
“Ada kemungkinan ini berhubungan dengan dokter Amelia.” jawab Frans Sahabat dari Chandra yang bergelut di dunia IT.
“Berhubungan dengan Amelia..??, oh jadi Dia marah dengan perlakuan Amelia padanya waktu di cafe dulu..?? tanya Chandra pada Frans.
“Bisa jadi...” jawab Frans. “Kalau begitu Aku meminta tolong padamu Frans, lacak keberadaan Arnold si keparat itu sekarang juga, beraninya Dia bermain-main dengan Chandra Zhu... !!” ucap Chandra geram dengan nada yang
*****
Di tempat lain tampak Vitalia yang sedang berdiskusi dengan Mirna Feriska, “Mbak Mirna bagaimana ini.. ??, apa yang harus Aku lakukan.. ??, bahkan sudah terlalu banyak masalah yang sedang menimpaku.” Ucap Vitalia membuka obrolan. Mirna pun lalu menjawabnya, “Maksudmu itu apa sih Vit.., kalau ngomong yang jelas, lagi pula salah sendiri, bukannya Aku sudah pernah mengingatkanmu jangan menyamar sebagai Amelia lagi, lebih baik Kau mengakulah sebelum semua menjadi lebih rumit lagi.” ucap Mirna berusaha menasehati Adik sepupunya. Sambil mendengus pelan Vitalia pun berkata, “Tidak Mbak sebelum aku melacak keberadaan Wanita yang ada di dalam foto dan video itu, bahkan anak buah ku saja tak bisa melacaknya, Aku jadi penasaran sebenarnya Dia itu sekarang
berada dimana, kok sampai tak pulang ke rumah.” Ucap Vitalia.
“Benar juga sih Vit.., tapi itu terlalu beresiko Vita..” ucap Mirna khawatir. Dan Vitalia pun lalu berkata, “Harus bagaimana lagi Mbak, tak ada jalan lagi.., bahkan kalau Mbak Mirna tahu sebenarnya Nyonya Long Ai itu adalah Ibu kandung dari Amelia.” tutur Vitalia menjelaskan pada Mirna. Sontak membuat Mirna terkejut dan berkata, “Apaa...??, gilak kok bisa kebetulan begini sih, lagian kenapa Kau baru cerita sekarang sih Vit..??” tanya Mirna menatap Vitalia heran karena Adik sepupunya tidak memberi tahunya sejak awal, padahal masalah yang sedang
dialami Vitalia sangatlah rumit.
“Ya makanya Aku membawanya kesini karena Kak Aditya dan Chandra telah berusaha menyiksanya beserta Anak dan Suaminya yang merupakan Ayah dan Saudari Tiri Amelia, apalagi Nyonya Long Ai sudah melihat wajahku.” ucap Vitalia berusaha menjelaskan.
“Jadi selama ini Kau pergi ke markas Kalajengking Vit..??" tanya Mirna menyelidik.
“Hanya itu sekali itu saja Mbak, setelah itu hanya berada di RS.Wijaya merawat Kakak Ipar dan juga Long Ai beserta Anaknya.” jawab Vitalia menjelaskan. Di tengah mereka sedang berbicara tiba-tiba saja ada seseorang yang membuka pintu.
__ADS_1
Cklekkk..
Seketika saja Vitalia dan Mirna menoleh ke arah sumber suara, betapa terkejutnya mereka dengan siapa yang mereka lihat saat ini.
“Waduh... ngobrol apa ini.. ??, lama sekali yang ngobrol..??, ini sudah jam 5 loh, sementara penerbangan Kita jam 7, dan buat anak Mommy yang satu ini kenapa baru kembali ke hotel, Nak..??” tanya Nyonya Long Ai pada Amelia putrinya. Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia pun lalu menjawabnya, “Maafkan Amel Mom.., Amel tidak sempat memberi tahu Mommy.” ucapnya sambil menunduk merasa bersalah. “Astagaaa Aku lupa.., Mbak Mirna cepat bersiaplah Kita segera ke bandara sekarang juga.” sambung Amelia sambil memasukkan barang-barangnya ke dalam kopernya.
“Amelia.., apa Kau lupa jika Kita mau berpamitan dengan para tenaga medis di RS.Wijaya??” ucap Mirna bertanya pada Amelia palsu (Vitalia) untuk mengingatkan.
“Aku tidak lupa Mbak, bahkan Aku mengingatnya, tapi mau bagaimana lagi Mbak ini waktu penerbangan sudah mepet sekali.” jawab Vitalia yang kini sedang berperan sebagai Amelia dihadapan Mommy dari Amelia. “Sudah kita batalkan saja penerbangan pagi, dan Kita berangkat dengan penerbangan siang menggunakan pesawat pribadiku.” tutur Mirna bersandiwara, padahal sebenarnya pesawat pribadi tersebut adalah milik Vitalia yang kini sedang menyamar sebagai Amelia.
“Tapi Nak kenapa tiba-tiba dibatalkan..??” tanya Nyonya Long Ai menyela pembicaraan. Dan Amelia pun menjelaskan dengan berkata, “Mom.., Mommy tenang saja.. Mbak Mirna kan Bos, Kita nurut Dia saja lah Mom.” ucap Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia santai sambil memeluk tubuh sang Mommy dari samping.
“Hufftt.. baiklah.. Mommy akan turuti, kalau begitu Mommy mau bilang sama Kakak dan Ayahmu dulu Mel, jika penerbangannya ditunda nanti siang.” Balas Nyonya Long Ai. Dan Amelia pun lalu berkata, “Mommy nggak usah kemana-mana, lagi pula sehabis ini kita ke RS.Wijaya menjenguk mereka..” tuturnya sambil tersenyum manis ke arah Nyonya Long Ai.
“Oh iya ya..., Mommy lupa..” jawabnya sambil menepuk jidatnya, Amelia yang melihat pun menggeleng pelan karena tingkah wanita paruh baya tersebut. Entah mengapa hati Vitalia jika bersamanya menjadi tenang. Mereka pun lalu segera bersiap untuk pergi ke RS.Wijaya terlebih dahulu sebelum kembali ke Jepang.
*****
Hmmmm tahan bestie....
Jangan lupa Vote, Like, Komennya ya.... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏
Oh ya sambil menunggu boleh mampir ke novel kak Rima Junia Ermolina.
*****
“SAH!” Akhirnya pernikahan itu pun sah di mata Tuhan. Abi, saksi serta Endra menampung tangan atas doa yang dibaca oleh penghulu. Sedangkan Ningsih tetap pada pilihannya untuk tak menghadiri pernikahan itu karena baginya Abi sudah menaruh arang di mungkanya.
Meski ijab kabul berhasil ia ucapkan dalam sekali tarikan nafas, tapi Abi sendiri tak bisa mengekspresikan perasaannya. Ini pilihannya namun ia bingung harus apa? Tersenyumkah? Menangiskah? Kalau ia tersenyum memangnya pernikahan ini bahagia? Kalau ia menangis memangnya pernikahan ini begitu menyedihkan?
Entahlah, semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuknya. Sekarang perjalanan baru baru saja ia mulai. Pastinya tidak akan mudah, tapi sebagai laki-laki yang sudah berani mengambil keputusan tersulit ia harus bisa menjalaninya dan membuktikan pada orang kalau dia pasti bisa melewati ini semua untuk mengubah takdir.
__ADS_1