
Terungkapnya Sebuah Kebenaran Tentang Nenek Bernadeth.
Setelah haru biru menyelimuti seluruh keluarga Hirata yang sedang berada di apartemen milik Vitalia dan Chandra. Kini mereka memutuskan untuk menyusul Vitalia dan Amelia yang berada di kediaman Long Ai.
“Ehem ..., ada apa ini?” tanya Tuan Hirata pada semua orang yang berada di ruang tamu tersebut. Yang diantaranya ada Mama Renita, Chan Hirata dan juga Sherlyn.
Seketika saja semua mata mengarahkan pandangan menatap kedatangan Tuan Hirata yang sedang berada di anak tangga. “Daddy ...” ucap semua orang yang ada di situ dengan nada keterkejutannya.
Tuan Hirata yang melihat reaksi dari sang istri dan anak-anaknya terkejut pun kemudian membuka suaranya dengan berkata, “Kenapa kalian terkejut melihatku? Lagi pula Daddy sangat senang melihat kalian akur seperti saat ini ..” ucapnya sambil menuruni anak tangga menghampiri sang istri dan kedua anaknya.
“Jadi Daddy mendengarnya?” tanya Sherlyn pada sang Daddy.
“Iya Sayang, Daddy mendengarkan obrolan kalian ..” jawab Tuan Hirata dengan tersenyum manis ke arah Sherlyn.
Tuan Hirata kemudian beralih menatap ke arah Mama Renita dan Chan. Lalu berkata, “Ma, Chan .. daripada kalian terus-terusan seperti itu, lebih baik kita ke rumah Tuan Long Ai. Kita harus ke sana karena Nenek sudah berpesan sama Daddy agar datang di acara tasyakuran yang dibuat Mommy!” perintah Tuan Hirata pada Mama Renita dan kedua anaknya.
“Baik Dad ...” jawab Sherlyn dan Chan Hirata kompak. Namun, lain halnya dengan Mama Renita yang hanya diam sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap ke arah sang suami.
Sementara Tuan Hirata yang merasa ucapannya diabaikan oleh sang istri pun kemudian membuka suaranya dengan berkata, “Ma, kenapa kau hanya diam saja, hmm?” tanyanya sambil menautkan kedua alisnya bingung.
“Dad, lebih baik Mama tidak usah ikut saja, Mama takut kalau ..” Belum sampai Mama Renita menyelesaikan ucapannya, Tuan Hirata tiba-tiba membungkam mulut Mama Renita dengan jari telunjuknya, sambil berkata, “Ssstt, kalau apa lagi sih, Ma? Kalau Vitalia mengetahui kebenaran yang sebenarnya, begitukah maksud Mama?” tanya Tuan Hirata memastikan dugaannya itu benar atau tidak.
“Hmm, iyaa Dad,” jawab Mama Renita dengan tertunduk lesu.
Mendengar sebuah jawaban yang terlontar dari mulut Mama Renita, Tuan Hirata pun menghembuskan nafas kasarnya kemudian berkata, “Huuhh, baiklah. Sekarang kalian lebih baik bersiaplah! Daddy pokoknya nggak mau tau, Mama harus ikut, titik! Dan Daddy akan pastikan bahwa Vitalia tak akan mengetahui kebenaran itu secepatnya!” seru Tuan Hirata membalas pernyataan dari Mama Renita.
“Baik Dad ..” jawab mereka semua kompak, kecuali Mama Renita yang masih terlihat murung. Tuan Hirata yang melihat sang istri terlihat murung pun segera menarik tangan Mama Renita untuk diajak keluar dari apartemen. Sementara Chan Hirata dan juga Sherlyn menyusul mereka belakangan, krena harus bersiap terlebih dahulu.
__ADS_1
***
Sementara di kediaman keluarga Long Ai, tampak Vitalia dan Chandra disambut meriah kedatangannya oleh para tamu yang hadir dalam pesta kecil-kecilan yang diadakan oleh keluarga Long Ai. Pesta tersebut hanya dihadiri oleh para teman sejawat dari Mama Gabby maupun karyawan/karyawati yang bekerja di kantor perusahaan Long Ai yang berada di Indonesia.
Saat Vitalia dan juga Chandra baru melangkahkan kakinya masuk ke dalam kediaman keluarga Long Ai. Mereka begitu terkejut dan merasa terharu, karena kehadiran mereka telah disambut begitu meriah.
“Inilah dia, kita sambut kedatangan keluarga baru dari keluarga Long Ai sekaligus putri dari keluarga Hirata. Vitalia Putri Sanjaya dan sang suami Chandra Zhu .. tepuk tangannya yang meriah untuk mereka ...” ucap salah satu pembawa acara pesta tersebut menyambut kedatangan Vitalia dan Chandra. Sementara para tamu undangan yang hadir pun bertepuk tangan meriah menyambut kedatangan Vitalia dan Chandra.
Sementara Vitalia yang melihat acara tersebut pun terperangah dibuatnya. Ia pun kemudian membuka suaranya dengan berkata, “Mom, apa ini nggak berlebihan?” tanyanya pada sang Mommy yang menghantarkan Vitalia dan Chandra masuk ke dalam rumahnya.
“Tidak, Nak! Sekarang lihatlah ke sana, Nak. Kau akan tau satu kebenaran lagi dari keluarga Hirata.” Ucap Mommy Gabby sambil menunjuk ke arah lain dengan menunjuk seseorang yang sudah cukup umur.
Sontak saja Vitalia yang mendengar jawaban dari Mommy Gabby pun beralih mengarahkan pandangan ke arah seseorang ya ng ditunjuk oleh Mommy Gabby. Betapa terkejutnya Vitalia ketika melihat Nenek Bernadeth yang kini naik ke atas panggung dengan mengenakan pakaian serba mewah didampingi oleh Amelia Hirata dan juga Risa Long Ai.
Ternyata bukan hanya Vitalia saja yang terkejut, bahkan Chandra yang melihat Nenek Elisabeth yang sedang menyamar sebagai Nenek Bernadeth pun tak kalah terkejutnya dengan sang istri.
“Nenek ...” uucap Vitalia dan Chandra secara bersamaan.
“Selamat pagi semuanya, hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi keluarga kami. Bahkan, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, dan dengan menempuh berbagai liku-liku kehidupannya, cucuku bisa melewatinya dengan baik.” Ucap Nenek Bernadeth kepada seluruh tamu undangan.
Seketika saja ucapan dari Nenek bernadeth disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh para tamu yang menghadiri pesta tersebut.
Prokk ... Prokk ... Prokk ...
Sementara Vitalia kebingungan menatap Nenek Bernadeth yang berada di atas panggung.
Kemudian Nenek Bernadeth pun kembali membuka suaranya dengan berkata, “Mungkin sangatlah mustahil bayi kembar yang terpisah lama dari kedua orang tuanya kini bersatu kembali setelah puluhan tahun menghilang. Namun, di kehidupan ini tak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak ..”
__ADS_1
“Mungkin cucuku Vitalia kebingungan dengan kehadiranku di sini. Namun, kehadiranku di sini adalah ingin menjelaskan bahwa Nenek yang kau kenal sebagai Nenek Bernadeth adalah Nenek kandungmu yang bernama Nenek Elisabeth yang merupakan ketua tertua geng Mafia di seluruh dunia.”
Betapa terkejutnya Vitalia yang mendengar pernyataan dari sang Nenek. Ia pun kemudian membuka suaranya dengan berkata, “Apa? Jadi selama ini, Nenek Bernadeth adalah Nenekku ..” gumamnya dengan meneteskan air mata yang tak tertahankan menatap sang Nenek yang berada di atas panggung dengan di dampingi Amelia dan juga Risa.
“Kau adalah cucuku yang telah lama menghilang puluhan tahun yang lalu, Cucuku. Maafkan Nenek jika selama ini Nenek telah menyamar menjadi orang lain di hadapanmu ..” ucap Nenek Elisabeth meminta maaf kepada Vitalia melalui mikrofon.
Seketika saja Vitalia yang mendengar permintaan maaf dari Nenek Elisabeth pun segera melangkahkan kakinya menghampiri sang Nenek dengan berlari kecil, sambil menggelengkan kepalanya pelan, dan dengan meneteskan air matanya.
Sesampainya di atas panggung, tanpa banyak bicara, Vitalia tiba-tiba langsung memeluk tubuh Nenek Elisabeth dengan begitu saja.
Greepppp ....
Vitalia memeluk Ndenek Elisabeth, hiingga membuat para tamu yang hadir dalam acra tersebut pun tampak melongo dibuatnya.
“Nenek jangan berkata seperti itu .. hiks ... hiks ... Aku yang salah dalam hal ini, Nek. Kenapa aku tak bisa mengenali Nenek jika Nenek adalah Nenekku .. hiks .. hiks .. hiks ...” ucap Vitalia sambil menangis sesenggukan memeluk sang Nenek.
Nenek Elisabeth pun lalu membalas pelukan Vitalia, dan berkata, “Jangan menyalahkan dirimu, Cu! Justru Nenek yang sangat berterima kasih kepadamu, karena telah mengembalikan kebahagiaan keluarga kami secara utuh ..” balasnya. Sementara Vitalia yang mendengar balasan dari sang Nenek hanya mengangguk mengiyakannya.
“Satu lagi cucuku, Nenek berpesan kepadamu, jika suatu saat nanti kita diterpa badai yang sangat dahsyat, jangan menyerah, Cucuku! Yakinlah, bahwa kau akan bisa melewatinya dengan baik!” sambungnya.
Sementara haru biru kini menyelimuti suasana pesta yang harusnya bergembira, kini harus berubah menjadi sendu dengan tangis kebahagiaan diantara mereka.
***
Bersambung ...
Oh ya, sambil menunggu up dari Author di episode berikutnya, yuk mampir yuk ke novel teman Author .
__ADS_1
Berikut Cuplikannya :