Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 11


__ADS_3

" Apaaa....???, yang benar saja tuan..., Kau jangan bercanda..,bahkan aku tak mengenalmu..." ucap Amel membulatkan matanya tak percaya dengan ungkapan Chandra.


" Saya tidak bercanda dokter Amelia.... " ucap Chandra sambil menatap tajam Amelia, sedangkan Amelia yang merasa ditatap pun berusaha mengalihkan pembicaraan dan berkata:" Maaf tuan tapi... Aku tidak bisa..." ucap Amelia santai, tak peduli dengan perkataan Chandra.


" Kalau sekiranya tidak ada yang penting, Saya rasa Anda harus keluar dari sini..., pasien Saya sudah menunggu terlalu lama tuan Chandra Zhu... "


" Anda mengusirku...??, lalu darimana Kau mengenalku...??" tanya Chandra heran mengapa dokter Amelia mengenalnya.


" Saya tidak mengusirmu tuan.., hanya saja Anda sudah membuang waktuku terlalu lama..." terang Amelia


" Dan ya satu lagi.., mengenai Saya mengenalmu atau tidak... itu bukan urusanmu tuan Chandra yang terhormat..." sambung Amel lagi.


" Apa...??, Dia berani sekali denganku.., kenapa dia seperti Vitalia, tapi mengapa Dia biasa saja padaku...??, apakah Dia benar-benar bukan Vitalia..??" batin Chandra.


" Hemm... tuan.., kenapa Anda masih diam saja..., Saya mohon keluar dari sini..." lantang Amel mengusir Chandra.


" Hmm baiklah..., tapi tolong pertimbangkan baik-baik perkataanku tadi...."


" Sudah berapa kali kubilang Saya tidak mau menikah denganmu....!!" tegas Amel penuh penekanan, menolak tawaran Chandra.


" It's ok..., kita liat saja nanti..., Aku akan pasti kan jika Kau akan menjadi milikku suatu saat nanti..., dan ingat tidak akan ada yang boleh memilikimu kecuali Aku..." ucap Chandra lantang menantang Amelia, lalu berjalan keluar dari ruangan Amelia, sedangkan Amel hanya menatap punggung Chandra dengan tatapan kesal sambil menggerutu:" Apaan sih tuh orang..., waras nggak sih Dia..., datang-datang kok ngajakin nikah yang benar saja.... " gerutunya kesal, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ceklekkk...


" Dok... memangnya tuan Chandra bilang apa sama dokter...??


" Astaga Sus... ngagetin saja..., nggak jelas deh Sus... tauk tuh orang waras nggak sih.. masa' datang-datang ngajakin nikah... yang benar saja... " ucap Amelia kesal.


" Apaaa....??, dokter nggak salah..?? tanya perawat itu antusias.


" Iya Cindy sayang... Aku nggak bohong..." ucap Amelia pada perawat yang bernama Cindy.


" Kenapa nggak di terima saja sih dok..., Dia itu seorang pengusaha ternama loh di Jepang, apalagi denger-denger juga sih Dia itu juga seorang mafia... " jelas Cindy.


" Cindy mau itu Mafia... mau itu dokter mau itu tentara... bukan urusanku.., kan Aku sudah punya Kekasih..." ucap Amelia.


" Kirain belum dok..., apa dokter masih sama tuan Arnold dulu dok..?? tanya Cindy penasaran.


" Masih lah..., mau sama siapa lagi... hanya saja Aku sama sekali tak mengingatnya Cin.., entahlah.. sampai kapan harus begini..." curhat Amelia lemah.


" Sabar...,dok... ingatan dokter pasti akan segera pulih kok.., Saya yakin itu..." ucap Cindy berusaha menenangkan Amelia.


" Makasih ya Cin..., Eh tapi tunggu dulu Cin.. Kamu bilang tuan Chandra seorang mafia, lantas Kau mengetahuinya dari mana..?? tanya Amelia penasaran.


" Yaa dari teman-teman tenaga medis lah dok..., hanya mereka saja sih yang tahu..." jawab Cindy menjelaskan.


" Mafia...?? Mafia apa dia..?? sepertinya ada yang aneh dari tuan Chandra.., Aku harus cari tahu tentang Dia... , eh tunggu dulu..., tapi kenapa Aku yang jadi penasaran gini sih...??" batin Amel, yang begitu ingin tahu tentang Chandra.


" Dok..., kenapa diam...?? tanya Cindy, seketika Amel pun membuyarkan lamunannya, Dan berkata:" Ehh enggak kok Cin..., ya sudah kalau begitu panggil saja pasien berikutnya... " titahnya pada perawat tersebut.


" Ok, dok..." balas Cindy, perawat yang mendampingi Amelia. Dan Amelia pun memeriksa pasien dengan sangat telaten.


*****


Sementara disisi lain Mirna sedang melakukan pertemuan dengan tuan Feng, atau biasa disebut dengan Grandpa. Dan Mirna pun membuka obrolannya.


" Grandpa..., Mirna mau bilang sama Grandpa.., tapi Mirna harap Grandpa percaya dengan perkataanku.." ucap Mirna pada sang Kakek.


" Memangnya ada apa cucuku...??, sepertinya sangat serius sekali hingga Kau memintaku untuk datang ke Sunrise Hospital... " balas tuan Feng bertanya pada cucunya.


" Grandpa..., sebenarnya Vitalia masih hidup..." terang Mirna, sontak membuat tuan Feng terkejut dengan apa yang dinyatakan open sang cucu.


" Apa Kau serius Mirna..??" tanya tuan Feng memastikan.


" Serius Grandpa..., akan tetapi sekarang Dia menjadi orang lain.., bukan menjadi Vitalia.." terang Mirna, tetapi ucapannya tidak dipahami oleh tuan Feng, Ia pun lalu bertanya:" Maksudmu..??, apa Dia menyamar lagi..??" tanyanya.


" Bukan menyamar Grandpa.., lebih tepatnya amnesia/hilang ingatan..." jawab Mirna menjelaskan yang sebenarnya.

__ADS_1


" Apaa...?? hilang ingatan...?? lantas bagaimana Kau mengira jika Dia adalah Vitalia,Cu...??" tanya Grandpa pada sang Cucu.


" Iya Grandpa..., perasaanku mengatakan kalau Dia adalah Vitalia.., dan perlu Grandpa tahu Dia sekarang bekerja di Sunrise Hospital sebagai dokter umum, dia menggunakan nama Amelia..." ucap Mirna menjelaskan.


" Amelia...??" gumam tuan Feng masih terdengar di telinga Mirna, dan Mirna pun lalu berkata:" Iya Grandpa..., Dia menggunakan nama itu.." jawab Mirna.


" Setahu Grandpa memang dokter Amelia orangnya sangat mirip dengan Vitalia, hanya saja perbedaannya adalah Amelia seorang yang pendiam sedangkan Vitalia dia sangat cerewet sekali


" Grandpa kenal dengan Amelia...?? tanya Mirna serius.


" Grandpa mengenalnya, Cu... bahkan Grandpa sangat terkejut Kamu bilang Vitalia telah menyamar menjadi Amelia..."


" tunggu dulu Grandpa... tadi kata Grandpa Dia seorang pendiam..., tapi kok ini beda...???" ucap Mirna bingung.


" Jangan-jangan... benar dugaanmu Cu..." sambung tuan Feng.


" Grandpa..., Kalau begitu secepatnya Mirna akan cari tahu dulu kebenarannya" ucap Mirna bersemangat.


" Lakukanlah Cu..., selagi itu demi kebaikan kita kenapa tidak..., tapi ingat..., Kau harus berhati-hati dengan Chandra... " ucap tuan Feng memperingatkan Mirna.


" Baik Grandpa... " balas Mirna, sambil mengangguk mengiyakan perkataan tuan Feng.


*****


Sedangkan Chandra kini sedang berada di poli anak bersama sang Mama yaitu Nyonya Zhu dan sang Adik yang bernama Sisi..., Sisi terlihat sangat senang ketika diantar oleh sang Kakak, karena biasanya Chandra berhalangan hadir saking banyaknya pekerjaan.


" Ndra.., nanti Kamu temani Adikmu di dalam ya..., Mama tunggu disini saja, Mama capek..." ucap Nyonya Zhu pada Chandra.


" Baik Ma..., Mama tunggu disini jangan kemana-mana... " ucap Chandra.


*****


Di dalam ruangan dokter spesialis anak.


dokter yang menangani Sisi pun memeriksanya dengan sangat telaten, bahkan dokter mengatakan jika Sisi sudah banyak mengalami kemajuan, tinggal tahap pemulihannya said, sayangnya Sisi yang tak bersemangat untuk sembuh, entah mengapa semangat hidup lnya begitu kurang.


" Tapi Kak..., sepertinya Sisi tak bersemangat untuk hidup lagi..."


" Nona Sisi jangan berkata seperti itu.., ini hasilnya bagus kok.., semakin hari Ada perkembangan... Kamu tak usah khawatir, secepatnya Saya akan menemukan ramuan alami itu... " ucap dokter yang menangani tersebut dengan ramah.


" Sebentar Saya teleponin dulu sama direktur utamanya dulu ya...


" Baik dok... " jawab Chandra mengiyakannya. dan dokter yang menangani Sisi itu oun lalu menghubungi seseorang.


telepon terhubung:


" Halo dokter Feriska.., Saya dokter Rena Saya mau bicara soal ramuan itu dok... "


" lebih baik Anda suruh dokter Amelia ke poli anak saja dok..., dia pasti akan membantumu...


" Tapi dok..??, dokter yakin dengannya..?? tanya dokter Rena serius.


" Iyaa... Saya yakin..., pokoknya Anda tenang saja dok..., selama sama Dia di jamin Dia bakal mau membantumu, karena Dia sangat ahli di bidang ramuan... "


" Baiklah dok kalau begitu.., thanks ya dok..." ucap dokter Rena mengakhiri panggilan tersebut.


panggilan telepon pun berakhir.


Dan dokter Rena pun memutuskan untuk memanggil dokter Amelia untuk ke ruangannya.


" Sus.., tolong panggilkan dokter Amelia ya kesini..., Ada hal penting yang akan Saya bicarakan... bilang saja jika ini menyangkut nyawa pasien Sus.., biar beliau segera kesini..." ucap dokter Rena pada salah satu perawat yang mendampinginya ketika bertugas. dan ketika dokter Rena sedang berbicara dengan perawat tersebut, Chandra pun bingung mengapa malah menyuruh Amelia yang hanya seorang dokter umum, bukan yang berilmu tinggi pikirnya, dan Ia pun akhirnya bertanya:


" dok..., bagaimana dwngan Adik Saya dok...??, apakah Adik Saya bisa mendapatkan ramuan itu...??" tanya Chandra serius.


" Tuan Chandra tenang saja..., mohon tunggu dulu ya.., Saya sedang memanggil dokter dalam bidang ramuan untuk kemari.." ucap dokter Rena ramah pada Chandra.


" Baiklah... " jawab Chandra seadanya. tak berselang lama pun dokter Amelia pun muncul di depan pintu.

__ADS_1


Tokk ... tok ... tokk ...


" Masuk saja...


Cekleekk...


Amelia pun masuk ke dalam ruangan tersebut lalu berkata: " dokter Rena.., apa ada yang bisa Saya bantu..??" tanya Amelia to the point, Ia tak ingin berlama-lama karena masih ada banyak pasien.


" dokter... silahkan duduk dok.. " ucap dokter Rena sambil mempersilahkan duduk pada Amel, seketika Chandra dan Sisi pun menoleh ke arah dokter Amelia.


" dokter Amelia..." ucap Chandra terkejut dengan siapa yang Ia lihat, begitu pula dengan Amelia.


" Kau...??, Emm maksudku tuan ngapain disini...?? tanya Amel bingung mengapa ada lelaki yang merayunya tadi di ruangan dokter Rena, pikirnya.


" Loh..., kalian saling kenal...??, wahh kebetulan banget nih..." ucap dokter Rena menimpali.


" Jadi tuan Chandra itu kesini untuk periksain Adiknya untuk kontrol rutin dok..., karena Dia menderita Leukimia.." ucap dokter Rena menjelaskan pada Amelia.


" Oh begitu..." jawab Amel singkat, sambil mengangguk kan kepalanya paham, seketika Amelia menoleh ke arah Sisi Adik dari Chandra, dan berkata:" Ini Adik tuan...??" tanya Amelia pada Chandra.


" Iyaa Dia Adikku..." jawab Chandra dingin, Amel pun lalu membuka suara lagi untuk berbicara dengan Adik dari Chandra.


" Loh kenapa nggak bersemangat sih Sayang...??" tanya Amel ramah pada Adik Chandra, tapi masih tak di tanggapi.


" Aku tidak bersemangat untuk sembuh dokter..., Aku tidak yakin jika Aku akan pulih lagi seperti dulu..." jawab Sisi dengan nada putus asa, sambil menundukkan kepalanya.


" Dik..., Kamu nggak boleh begitu dong Sayang..., Kakak dokter janji akan membuatkan ramuan khusus untukmu..." ucap Amel, seketika Sisi pun mendongkakkan kepalanya menatap Amelia, yang sedang berjongkok sambil memegangi tangannya.


" Kakak dokter serius..???" tanya Sisi antusias.


" He'em..., Kakak dokter serius..." jawab Amelia sambil menganggukkan kepalanya semangat.


" Mulai sekarang..., Kamu nggak boleh putus asa lagi.., okey... "


" Okey Kak...


" Nah gitu dong..., oh ya namamu siapa Sayang..?? tanya Amel ramah.


" Namaku Sisi Zhu kak..., kalau Kak dokter siapa..??"


" Kenalin nama kakak Amelia Hirata, panggil saja Kak Amel, jika Kamu membutuhkan Kakak, Kakak siap untukmu Sayang..." ucap Amelia lalu mencubit pipi Sisi gemas.


" Yang benar Kak...??


" Iyaa.... Kakak serius... "


" Terimakasih Kak... " ucap Sisi berterimakasih pada Amelia, Amel pun sontak lalu memeluk Sisi dan berkata:" Iya Sayang sama-sama... " ucap ya sambil memeluk Sisi, dan di sambut oleh Sisi.


Sementara Chandra yang melihat keakraban antara Sisi dan dokter Amelia pun merasa tersentuh, bahkan tak menyangka jika dokter Amelia bisa seramah, dan seperhatian itu dengan Adiknya, begitu pula dengan dokter Rena, Ia menatap kagum dokter Amelia yang merupakan teman sejawatnya semasa kuliah di kedokteran.


" Sisi..., begitu bahagianya Kamu ketika bersama dokter Amelia padahal selama ini belum pernah ada yang sampai menaruh perhatian lebih padamu... " batin Chandra.


" Mel..., Aku bener-bener kagum sama Kamu.., ternyata Kamu bukan seorang dokter yang pendiam, maaf Mel... jika selama ini salah menilaimu..., dan dari sini Aku mulai percaya Mel pasti Kamu bisa membawa ramuan itu, entah Aku tak tahu bakat dari mana itu..." batin dokter Rena.


Disisi lain Amelia pun lalu melepas pelukannya Dan berkata:" Ya sudah sekarang bisa konsultasi lagi dengan dokter Rena.., Kakak pergi dulu ya karena Kakak masih banyak pasien..." ucap Amel memberi pengertian, dan diangguki oleh Sisi.


" Gimana dok...??" tanya Amel pada dokter Rena, sambil berdiri dari jongkoknya.


" Terimakasih dokter Amelia.., atas penjelasan dan pengertiannya pada Nona Sisi.." ucap dokter Rena pada Amelia, dan Amel pun menjawab:" Iya dok sama-sama... ini sudah menjadi tugasku..." jawabnya sambil tersenyum ramah.


" Jadi dokter Amelia ini yang akan membantu Nona Sisi, tuan Chandra.." ucap dokter Rena menjelaskan pada Chandra.


" Baiklah.... Kalau begitu Saya percayakan padanya, tapi Saya tidak akan percayakan sepenuhnya padanya dokter Rena, karena Dia hanyalah dokter umum.." ucap Chandra dingin.


" Hmm begitu..., jadi Anda menganggap remeh Saya..??, tak apa lah..,itu tak masalah bagiku.., yang terpenting Sisi cepat sembuh... " ucap Amel memotong pembicaraan sambil menatap Chandra dingin, lalu keluar begitu saja tanpa permisi, sedangkan dokter Rena menatap tak percaya jika Amelia berani berkata seperti itu di depan tuan Chandra pikirnya.


Mohon maaf teman-teman selalu saja telat up nya..., karena terlalu fokus di novel sebelumnya hingga novel ini pun Author tinggal kan🀭🀭

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa..., biar Author tambah semangat lagi up nya... πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™


__ADS_2