
Penjelasan Vitalia.
Tanpa berpikir panjang Frans pun melangkah menghampiri Arnold dan menarik kemeja milik Arnold, dan
Buk .. buk ...
Pukulan bogem mentah dilayangkan oleh Frans pada Arnold, tepat di bagian ujung pelipis dan bibirnya. Seketika saja Arnold pun terhuyung terjatuh di lantai dengan memegangi luka di ujung bibirnya yang mengeluarkan darah segar.
“Brengsek Kau Frans ..., ternyata Kau sama aja dengan Chandra .. !!” ucapnya sambil menatap tajam Frans dan dibalas pula oleh tatapan Frans yang tak kalah tajam.
Seketika itu pula dokter Mirna dan juga dokter Melisha dari arah belakang Frans. Mirna dan Melisha yang melihat Amelia menutupi tubuhnya segera masuk ke kamar milik Arnold untuk menghampiri Amelia.
“Amelia ... !!” ucap Mirna dan Melisha terkejut melihat kondisi Amelia yang sangat memprihatinkan. Tiba-tiba saja langkah kaki Mereka terhenti karena dihentikan oleh Arnold yang berteriak, “Stopp .., jangan mendekat, atau kalian akan mati konyol di sini .. !!” seru Arnold dengan nada penuh ancaman. Akan tetapi ucapan Arnold tak sedikit pun digubris oleh Mirna maupun Melisha, Mereka berdua justru malah nekat untuk mendekati Amelia yang bergetar ketakutan menutupi tubuhnya dengan selimut.
“Kau pikir dengan Kau mengancam, Kau akan berhasil begitu kah Tuan Arnold yang terhormat ... !!” seru seseorang yang tiba-tiba datang dari belakang Frans. Seketika saja Arnold begitu terkejut dengan kedatangan seseorang itu. Siapa lagi kalau bukan Ferdi Pratama anak angkat dari Adam Ferrari yang juga merupakan musuh bebuyutan dari Arnold selain Chandra dan ketua geng Kalajengking. Meskipun Arnold belum mengetahui jika Vitalia Istri dari Chandra merupakan ketua geng Kalajengking karena identitasnya yang penuh misteri, akan tetapi Arnold sangat membenci ketua geng tersebut, apalagi sejak dulu ketua geng Kalajengking selalu saja menggagalkan rencana bisnis geng Kobra untuk menyebarkan virus atau penyakit melalui udara di seluruh dunia.
Sementara Frans pun lalu menghajar Arnold tanpa ampun dengan dibantu oleh Ferdi. Ya kali ini Ferdi tidak melakukan penyamaran lagi, karena baginya saat ini adalah momen yang tepat untuk menghabisi si brengsek Arnold yang dianggapnya sebagai seorang penghianat dalam berbisnis. Arnold pun sama sekali tak berkutik ketika dihajar oleh Frans dan Ferdi, Ia benar-benar kehabisan akal, bagaimana bisa Mereka bisa memasuki Markas kebesaran geng Kobra dengan mudahnya.
Sedangkan Mirna dan Melisha pun segera membantu memapah Amelia untuk berganti pakaian ke kamar mandi. Amelia kini benar-benar trauma dengan kejadian tersebut, bahkan Ia tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika Dirinya tidak ada yang menyelamatkannya.
Setelah selesai mengganti baju Amelia di kamar mandi, Mirna dan Melisha segera membawa Amelia pergi dari kamar tersebut, yang masih nampak Arnold di pukuli habis-habisan oleh Ferdi dan Frans.
“Ayo Mel, cepat kita tak banyak waktu lagi .. !!” ucap Mirna dan Melisha bersamaan dengan menarik cepat Amelia. Akan tetapi Amelia justru melepaskan tarikan tangan keduanya, Ia justru malah berjalan menghampiri Arnold yang tersungkur di lantai, dan
Buk ...
“Arrgghh” Arnold mengerang kesakitan.
“Rasakan itu Arnold, ini tidak seberapa sakitnya dibanding Kau memperlakukanku seperti binatang ... !!” serunya lalu segera meninggalkan Arnold yang tersungkur di lantai. Sementara Mirna, Melisha, Frans, dan Ferdi hanya terdiam melihat Amelia yang memukul Arnold dengan tiba-tiba.
__ADS_1
“Ayo Mbak Mirna, Melisha Kita pergi .. !!” ajak Amelia pada kedua Sahabatnya, dan mendapatkan anggukan oleh keduanya.
“Tunggu .., mau ke mana Kau Amelia .. ?!” tanya Arnold pada Amelia dengan tersulut emosi. Namun sayangnya tangannya dicekal oleh Frans dan Ferdi agar tidak bisa mengejar Amelia. Sontak saja Amelia yang merasa Dirinya dihentikan pun lalu berkata, “Aku mau pergi kemana pun itu, bukan urusan mu .., Ar .., karena Aku bukan siapa siapamu lagi .. !!” ucapnya dengan perasaan hancur dengan meneteskan air matanya yang tidak bisa Ia tahan.
“Ferdi, ada baiknya Kita kirimkan Arnold ke hadapan Chandra sekarang juga .. !!” perintah Frans pada Ferdi. Seketika saja Ferdi mengangguk setuju dengan perintah dari Frans. Ia pun berkata, “Ide yang bagus Frans, lebih baik Aku yang membawanya saja bersama anak buah Chandra, dan Kau lebih baik di Jepang saja untuk mengurusi perusahaan Chandra .. !!” ucapnya berbalik memerintah Frans. Frans pun mengangguk setuju lalu berkata, “Hmm, baiklah kalau itu mau mu.” Jawab Frans dingin, Ia pun lalu memanggil anak buah Chandra dan anggota geng Kalajengking lainnya yang Ia bawa.
Ya Frans sendiri merupakan anggota baru geng Tengkorak yang dulunya juga merupakan bagian dari geng Kobra dengan Chandra, namun Frans dan Chandra memutuskan untuk keluar dari geng tersebut dikarenakan Chandra ada masalah perebutan kekuasaan dengan Arnold yang sekarang jadi pemimpin geng tersebut, bukan hanya itu saja ternyata Arnold juga mengkhianatinya dengan menjatuhkan Perusahaannya bersama dengan pemimpin geng Kalajengking yaitu Istri dari Chandra sendiri, meskipun begitu Vitalia tetap bertanggung jawab atas kesalahannya karena sebuah miss komunikasi diantara Dirinya dengan para anak buahnya.
****
Sementara di lain tempat kini tampak Vitalia sangat mencemaskan Amelia Hirata, wanita yang berparas mirip dengannya, bukan itu saja Vitalia kini juga kebingungan untuk menjelaskan pada Vanya mengenai penyamarannya selama ini, apalagi sekarang Dirinya sedang hamil anak dari Chandra, ditambah lagi dengan sepengetahuan para Sahabat Vitalia, bahwa Chandra adalah seorang pengkhianat Keluarganya, yang kebetulan Chandra dulu adalah bagian dari geng Kobra, namun Mereka tak mengetahui jika Chandra sudah hengkang dari geng tersebut, lalu bergabung dengan geng Tengkorak yang dipimpin langsung oleh Exsel, Sahabat dari Vitalia dan Chandra.
Setelah beberapa jam Meeka terdiam tak bersuara, akhirnya Vanya membuka suaranya sambil melihat ke arah Vitalia yang tampak sedang mondar-mandir tidak jelas. “Vitalia, jelaskan padaku, apa yang Kau lakukan selama ini Vit .. ??” tanya Vanya dengan tatapan penuh selidik. Vitalia pun lalu menjawabnya,“Vanya, Kau harus tahu, tapi tidak dengan sekarang, please tolong mengertilah, Aku baru memikirkan Sahabatku Amelia.” jawabnya sambil mengatupkan kedua tangannya seraya memohon, dan mencoba memberi pengertian pada Sahabatnya yang datang dari Indonesia tersebut.
“Amelia .., Amelia .., Amelia .., lagi .., cukup Vitalia .. !!, sekarang Kau lihatlah Dirimu .., apakah Kau memikirkan Dirimu sendiri, Sahabat, dan Keluarga yang ada di Indonesia..??, tidak Vitalia, Kau sama sekali tak memikirkan Mereka, bahkan Aku saja yang sangat merindukanmu, tapi mengapa Kau justru bertindak bodoh Vitalia .. !!” seru Vanya mengungkapkan kekecewaannya.
“Aku memikirkannya karena Aku sudah berhutang budi padanya, Vanya .., kalau Kau tidak tahu lebih baik Kau diam .., dan Ya Aku memang bodoh Vanya, tapi setidak nya Aku bisa melindungi kalian dari bahaya yang sedang mengintai kalian ... !!” balas Vitalia tak ingin kalah dengan perkataan Vanya. Vanya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hutang budi ..??, hutang budi seperti apakah, hingga Dirimu membohongi Kami semua .. ??” tanya Vanya pada Vitalia.
"Seiring berjalannya waktu, Aku bertemu dengan Chandra hingga akhirnya Kami saling memahami satu sama lain, meskipun terkadang Chandra mencurigai ku jika Aku adalah Vitalia, namun Aku tetap saja kekeh dengan pendirian ku, hingga akhirnya ingatanku pulih kembali dengan sendirinya, dan waktu ingatanku sudah kembali pulih, Aku berusaha mencari Amelia, wanita yang sangat mirip denganku itu, bahkan Aku tak menyangka bahwa Aku bisa menemukannya dengan mudah di sebuah restoran pinggir pantai, yang ternyata Amelia juga sedang menyamar sebagai pelayan di sebuah restoran, di Jepang dengan menggunakan nama Ata,” jelas Vitalia panjang lebar.
“Apa ... ??, serumit itu kah .. ??” tanya Vanya terkejut dengan apa yang dialami Sahabatnya,.
Namun tidak sampai di situ saja, Vitalia akhirnya menjelaskan lagi dengan berkata, “Hmm, hingga akhirnya Kita menginap disebuah penginapan dekat pantai, yang kebetulan Vila itu adalah milikku, Kami di sana membahas tentang Diri Kita masing-masing, hingga akhirnya Kami memutuskan untuk bertukar tempat, dan saat itulah Aku diculik sebagai Amelia, karena Arnold tak mengenaliku, karena Kami memang bertukar posisi dengan wajah yang sama,” ucapnya menjelaskan lagi.
“Jadi Kau disana sudah ketemu Arnold juga, Vit ..??” tanya Vanya. Vitalia pun lalu mengangguk dan berkata, “Sudah, dan Dia bahkan hampir memperkosaku di atas kapal .., tapi Aku sangat bersyukur, ada Amelia datang menyelamatkan Ku dengan tepat waktu, entah apa yang terjadi jika tidak ada Amelia, bahkan disaat itu pula kedok ku sebagai Amelia mulai terbuka satu demi satu dihadapan Chandra dan Sahabat Amelia bernama Melisha.” pungkasnya.
“Oh jadi begitu ceritanya ..” sahut Aldo yang mulai paham, sedangkan Vanya hanya terdiam mencoba mencerna ucapan dari Vitalia satu persatu, setelah Ia berpikir, Ia benar-benar tak menyangka jika Sahabatnya Vitalia benar-benar menjadi sosok yang Misterius. Ia pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, “Tapi Vit, kenapa bisa Chandra dan Sahabat Amelia itu tahu identitas aslimu .. ??”
“Mereka mengetahui saat Kami berada di Vila, yang kebetulan saat itu Amelia tak mengetahui jika ada Chandra, Melisha, Mbak Mirna dan juga Frans sahabat dari Chandra.” jawab Vitalia menjelaskan.
__ADS_1
“Apa ..?!” ucap vanya dan Aldo terkejut.
“Huuhh, ya begitulah, hingga akhirnya, Aku menikah dengan Chandra Zhu, Pria yang pernah Aku ceritakan pada Kalian ..” ucap Vitalia dingin sambil bersedekap dada lalu duduk di atas sofa.
“Haa ...” ucap Vanya melongo tak percaya, begitu pula dengan Aldo yang tak kalah terkejut mendengar ucapan Vitalia. Vanya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Kau gila ya, Vit .., sudah menikah dengan Pria seperti Dia ... !!” seru Vanya tak terima jika Sahabatnya menikah dengan Pria brengsek seperti Chandra. Vitalia pun lalu membalasnya dengan tensi tinggi, “Bukan Aku yang gila Vanya, tapi Chandra yang gila, Dia gila karena telah menikah denganku hanya untuk balas dendam saja, Dia menikah denganku bukan atas dasar cinta, Van .. !!, bahkan Dia juga memaksaku dengan kejamnya untuk berhubungan badan dengannya .. !!” lantang Vitalia menjelaskan, sambil menahan tetesan air mata yang hampir saja jatuh membasahi pipi. Vitalia benar-benar tak tahu harus berkata apa, jika Ia mengingatnya, Ia pasti sedih, kecewa, marah bercampur menjadi satu.
“Apa .. ??, benar-benar pria brengsek Chandra ... !!” seru Vanya tak terima dengan apa yang sudah diperbuat oleh Chandra pada Sahabatnya. Vitalia pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Semua sudah terlanjur, Van .., mau bagaimana lagi .. ??” Namun belum sampai Vanya menjawabnya Aldo membuka suaranya, “Terlanjur bagaimana, Nona .. ??” tanyanya mengernyit bingung.
“Terlanjur menikahlah, Do ..., apalagi sekarang Aku juga sedang hamil anak dari Chandra.” Jawab Vitalia dengan nada melemah.
“Apaa ...??” ucap Vanya dan Aldo secara bersamaan dengan menatap tak percaya Vitalia.
"Terus dimana Chandra sekarang, Vit .. ??, beraninya Dia menyakitimu .. !!" ucap Vanya mengepalkan tangannya geram sambil berdiri sambil mengedarkan pandanga ke seluruh penjuru ruangan menbcari Chandra. Vitalia pun lalu berdi yang memegang tangan Vanya dengan berkata, "Sudah Van .., Aku tidak apa-apa, lagi pula Aku pergi ke Australia juga berniat menghindar darinya, dan sepertinya Dia siudah berhenti mengikutiku .."
"Astaga Vitalia, jadi Lo kabur gitu ... ??" tanya Vanya memastikan. Dan seketika saja Vitalia mengangguk lemah tak terasa Ia pun meneteskan air matanya. Vanya yang melihat Sahabatnya menangis pun segera memeluknya, dan berkata, "Yang sabar Vit, Aku yakin jika seorang Vitalia ini kuat, dan Aku sangat yakin jika Sahabatku yang satu ini mampu melewatinya dengan mudah .., masih ingat kan julukanmu itu dokter Misterius ..??, jadi Kau tidak boleh lemah Vitalia .. !!" ucap Vanya menyemangati Sahabatnya dengan memeluknya. Sedangkan Vitalia hanya mengangguk pelan mengiyakan perkataan dari Vanya dengan posisi masih saling berpelukan.
****
Lantas bagaimanakah kelanjutannya ...
Jangan lupa tinggalkan jejak ...
Vote, Like, Komen Ya ...
Terimakasih ... ^-^
Oh ya sambil menunggu up dari Author yuk mampir ke novel teman Author
...
__ADS_1
...