Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 32


__ADS_3

Penyamaran Kedua Vitalia Sebagai Amelia Hirata.


Kini Chandra sedang di sebuah diskotik untuk mabuk-mabukan. Salah satu alasannya adalah karena ditinggal Wanitanya yang telah pergi keluar kota, entah itu dimana tempatnya Chandra sengaja tidak diberi tahu oleh Amelia. Bahkan ketika Chandra sedang berada di diskotik Ia berkali-kali menghubungi Amelia, sayangnya telepon darinya tidak pernah di angkat sama sekali oleh Amelia.


Ya Chandra begitu sangat lemah jika berkaitan tentang Wanita apalagi Wanita itu sudah terlanjur dekat dengannya. Di saat Ia sedang termenung sendirian di kursi sambil meminum bir, tiba-tiba saja ada dua orang Wanita seksi yang menghampiri Chandra, dan berniat untuk menggodanya. Apalagi dua Wanita cantik itu yang satunya sangat mirip dengan Amelia yang terlihat malu-malu ketika menghampirinya, berbeda dengan teman yang satunya Ia dengan begitu genitnya menggoda Chandra.


Sontak membuat Chandra terkejut menatap Wanita yang sedang berada disebelahnya tak berani merayunya, sedangkan Chandra mengabaikan Wanita yang satunya yang sedang membelai-belai pipi Chandra.


"Am... Amelia..." ucap Chandra dengan setengah sadar.


Betapa terkejutnya Wanita itu, bagaimana bisa ada orang yang sangat asing dengan mudahnya mengenalinya. Saat Chandra memegang tangannya, seketika saja Wanita itu menghempaskan tangan Chandra, dan berkata, "Jangan sentuh Aku..., Aku bukan Amelia.. !!" tegasnya. Apalagi Wanita itu bukannya menjawab pertanyaan dari Chandra justru malah berani membentak Chandra dan pergi begitu saja meninggalkan Chandra bersama temannya.


"Tunggu...!!" teriak Chandra sambil berdiri di tempat dengan memegang kepalanya pusing karena efek minuman keras. Sayangnya ketika Chandra akan beranjak pergi, langkahnya terhenti karena tarikan tangan Wanita penggoda yang ada di sebelahnya.


"Sayangku.. Kau mau kemana sih buru-buru??, biarkan saja Dia pergi kan ada Aku disini..." ucap Wanita penggoda itu pada Chandra. Candra pun dengan mudahnya menuruti perkataan Wanita itu, Ia tidak berniat lagi untuk mengejar Wanita penggoda yang satunya, yang begitu mirip dengan Wanitanya. Justru Chandra malah tergoda oleh rayuan maut dari Wanita Penggoda yang bernama Chia.


******


Dilain tempat Vitalia kini sudah sampai di RS.Wijaya tempat yang sedang Ia kunjungi untuk menyelesaikan tugasnya sebagai seorang dokter yang akan menyelamatkan nyawa Kakak Iparnya sekaligus Sahabatnya dari masa ke masa.


"Mana Vanya Mbak..., lama sekali..." gerutu Vitalia tidak sabar kan diri untuk bertemu dengan Sahabatnya. Lantas Mirna pun menjawabnya dengan mengingatkan Vitalia, "Vitalia sayang... sabar sedikit bisa nggak sih..., ingat Vitalia jika Kau sekarang sedang berperan sebagai Amelia bukan menjadi seorang Vitalia.. !!" tuturnya.


"Iyaaa... iyaaa... pokoknya tenang saja deh... !!" seru Vitalia mengiyakan penuturan dari Kakak sepupunya.


"Kau harus pandai-pandai mengontrol diri ketika bertemu dengan para sahabatmu nanti." sambung Mirna Feriska menasehati sang Adik sepupu.


"Iyaaa... tenang saja, ini semua kan rencana ku jadi Mbak Mirna tidak perlu kerja keras mengingatkanku, tapi Mbak harus bantu Aku ketika Aku sedang kebingungan, hehehehehe..." ucap Vitalia sambil tertawa menggoda Mirna.


"Itu mah sama saja merepotkan Diriku Vit..." balas Mirna Feriska sambil memanyunkan bibirnya kesal. sedangkan Vitalia hanya terkikik geli melihat tingkah Kakak sepupunya yang terlihat menggemaskan ketika sedang kesal. "Uluhh... uluhh... syantik nya ilang loh, ntar nggak jadi sama Kak Chan baru tau rasa Lo..." goda Vitalia pada Kakak Sepupunya. Merasa tak terima, Mirna pun membalasnya, "Vitalia, jaga bicaramu...!!" balas Mirna dengan nada meninggi.


"Ckikikiki... iyaaa iyaaa pisss..." ucap Vitalia sambil mengacungkan kedua jarinya membentuk angka dua, dan Ia juga mencoba menahan tawanya.


Ditengah-tengah mereka sedang bercanda, tiba-tiba Vanya datang bersamaan Aldo. Mirna pun menyambutnya dengan ramah, "Vanya...!!" seru Mirna memanggil Vanya.


"Mbak Mirna, gimana kabarmu??" tanya Mirna pada Vanya.


"Vanya...!!" seru Mirna memanggil Vanya, lalu berhamburan memeluk Vanya.

__ADS_1


"Mbak Mirna, bagaimana kabarmu??" tanya Vanya sambil membalas pelukan dari Mirna.


"Aku baik-baik saja Van..., gimana kabarmu??" jawab Mirna kembali bertanya.


"Hufftt ya beginilah Mbak.. nasib jadi seorang Janda..." tuturnya. Sontak perkataan Vanya membuat Vitalia yang sedari tadi diam dan sedang menyamar sebagai Amelia pun tercengang. "Apa maksud dari Vanya??, bahkan Aku tidak mengetahuinya kapan Vanya menikah, dan sekarang menjadi seorang janda??, hmm lalu siapa suaminya??, sepertinya bukan Aldo, Aku harus bertanya pada Mbak Mirna nanti." batinnya sambil menoleh ke arah Vanya dengan tatapan tajamnya.


"Ya sudah Van..., yang lalu biar berlalu, Suamimu sudah tenang di atas sana, doakan saja, dan Kamu Do jaga Vanya baik-baik jangan sampai Dia terluka karena mu." ucap Mirna pada Vanya dan Aldo memberi pengertian. "Ehemmm... maaf dokter Mirna Feriska, lebih baik kita langsung saja ke ruangan pasien yang membutuhkan, jangan membuang waktuku...!!" seru dokter jenius itu dingin, karena Ia benar-benar tidak ingin membuang waktunya saja dengan percuma, karena Ia saja belum menyelesaikan semua misinya dengan baik, bahkan Ia harus rela berbohong pada para Sahabat dan Keluarganya demi melindungi mereka juga pikirnya.


"Emm... baik dok..." jawab Mirna dengan menundukkan badannya. sedangkan Vitalia menatap Vanya sekilas lalu berbalik badan menuju ruangan tempat Erlin Kakak Ipar dari Vitalia dirawat, "Astaga Vanya bahkan sekarang Kau sudah berubah gendut, tapi kok sepertinya sedang hamil ya??" tanya Vitalia dalam hati sambil berjalan bersamaan dengan Mirna, diikuti Aldo dan Vanya dibelakangnya untuk mengawalnya. Saking terburu-buru mereka bahkan sampai melupakan bahwa mereka belum saling berkenalan satu sama lain, aneh sekali bukan jika sudah bertemu dengan dokter misterius.


******


Disaat akan sampai di ruangan tempat Kakak Ipar dari Vitalia di rawat, ponsel Vitalia pun berbunyi.


Dreett ... dreett ... dreettt ...


telepon dari salah satu anggota geng Kalajengking pun tak di angkat olehnya, Vitalia cuek tak mau mengangkatnya. Bahkan karena merasa di ganggu Ia lalu mematikan ponselnya.


"Vit.., kenapa dimatiin sih??" tanya Mirna heran karena mematikan telepon dari anggota gengnya.


"Tapi Vitalia, bagaimana kalau penting??" protes Mirna bertanya pada Vitalia.


"Sssttt.. Mbak Mirna, jangan keras-keras memanggil namaku, bisa kedengaran yang lain nanti...!!" seru Vitalia pelan seraya menengok ke kanan dan ke kiri yang nampak sepi tak ada orang, meskipun begitu Ia harus benar-benar hati-hati jangan sampai ada orang yang mengetahui tentang samarannya.


"Astagaa maaf Aku melupakannya, hufft.. untung saja Vanya sama Aldo masih jauh di belakang" ucap Mirna meminta maaf pada Vitalia karena surah keceplosan memanggil Adik sepupunya dengan nama aslinya, dan bernafas lega karena tidak ada yang mendengar percakapannya.


******


Sedangkan di Jepang tampak Chandra kini sedang disibukan dengan Wanita penggodanya yang sedang berada di dalam diskotik terlarut dalam suasana, bahkan Chandra sudah sangat kelelahan karena sudah banyak menghabiskan minuman keras. Tak berselang lama Chandra pun tak sadarkan diri, Ia pun dimanfaatkan oleh Wanita penggoda tadi untuk dijadikan sasaran ranjangnya demi mendapatkan keuntungan.


"Wahh ini kesempatan bagiku untuk menjebak Tuan Muda tampan ini." ucapnya sambil menuntun Chandra ke sebuah kamar yang sudah disiapkan. Akan tetapi niat jahatnya terhenti karena ada seseorang yang menghentikan langkah Wanita penggoda itu.


"Tunggu..." teriak seseorang itu, seketika saja Wanita penggoda itu menghentikan langkahnya untuk menuntun Chandra ke dalam kamar lalu menoleh ke arah sumber suara dan berkata, "Siapa Kau...??, beraninya sudah menghentikan ku..!!" lantang Wanita penggoda itu pada seorang Pria tampan yang berada di depannya.


"Dia mau Kau bawa kemana??" tanya seseorang itu.


"Bukan urusanmu..

__ADS_1


"Ini urusanku wanita j*lang....!!, beraninya Kau menjebak temanku...!!" jawabnya lantang melawan Wanita penggoda itu, sontak Wanita penggoda itu pun terkejut dengan pernyataan seseorang itu.


"Ap... Apaa...??


"Ada apa ini... kenapa kalian ribut..??" tanya Chandra setengah sadar. Sontak membuat seseorang itu menoleh ke arah Chandra Zhu dan berkata, "Chandra sadarlah.. Ayo kita pulang..." ucap Chan Hirata. Ya seseorang yang menolong Chandra adalah Chan Hirata, Kakak kandung dari Amelia Hirata yang kebetulan Ia sedang berada di diskotik karena ajakan temannya yang memaksanya untuk ikut dengannya.


Kebetulan Chan Hirata sendiri baru datang, dan sekarang Ia berniat pulang untuk mengantarkan Chandra daripada harus berlama-lama di diskotik tempat yang paling tidak Ia sukai. Sedangkan Wanita penggoda itu akhirnya pergi begitu saja karena takut dengan Chan Hirata.


Chan Hirata pun akhirnya menuntun Chandra keluar dari dalam diskotik sampai ke dalam mobil. Ia bahkan tak menyangka jika ternyata orang yang sedang dekat dengan Adik kandungnya sedang berada di diskotik.


"Chandra apa yang Kau lakukan, bagaimana jika Amelia sampai mengetahui hal ini.., Dia pasti akan marah besar padamu." ucap Chan Hirata pada Chandra yang duduk samping kemudinya sambil menyetir mobilnya.


"Chan... Kau tahu Adikmu itu pergi karena ku..," ucapnya dengan nada penuh dengan kekecewaan. Chan Hirata yang mendengarnya pun terkejut dengan apa yang diungkapkan oleh Chandra, Ia pun lalu bertanya, "Apa maksudmu Chandra??" tanya Chan Hirata mengerutkan keningnya bingung.


"Dia telah pergi meninggalkanku Chan, ini semua gara-gara Aku yang selalu menyebut Wanita lain di depannya." ucap Chandra penuh dengan rasa penyesalan, bahkan Chan Hirata pun sampai merasa iba melihat Chandra seperti orang kehilangan arah. Disisi lain Chan Hirata juga masih bingung dengan apa yang diutarakan Chandra, dan Ia yakin jika Chandra pergi ke diskotik karena terjadi sebuah masalah antara Chandra dengan Adiknya, hingga akhirnya Chandra melampiaskan permasalahan dengan pergi ke tempat yang tidak seharusnya itu.


******


Tahan sebentar ya gaesss....


Gimana nih ternyata ada seorang Wanita yang mirip dengan Amelia yang sedang berada di diskotik, apakah Dia benar-benar Amelia yang sebenarnya??, dan lantas mengapa ketika berbicara dengan Chandra Wanita itu tidak mengaku bahwa dirinya adalah Amelia Hirata??, Lalu bagaimana dengan Vitalia yang masih menjalankan tugasnya di Indonesia??


******


Sambil menunggu update dari Author yuk mampir yuk ke novel teman Author.


Hubungan jarak jauh tidaklah mudah. Apalagi jika keadaan yang sangat memaksa membuat mereka terpaksa menjalaninya.


Walaupun Lily lebih muda tujuh tahun dari Zack Alexander. Lily dapat membuktikan bahwa dia dapat bertahan dengan ketulusan cintanya.


Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjalani hubungan jarak jauh. Pada tahun kelima, Zack menghilang. Lily kehilangan kontak dan semua akses terhadap Zack.


Dua tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Namun, Zack telah memiliki keluarga kecil.


Akankah Lily menyerah tanpa menuntut penjelasan Zack?


__ADS_1


__ADS_2