Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 187


__ADS_3

Tak Ingin Membuatmu Bersedih


Sontak saja semua orang yang ada dalam acara tersebut dibuat tercengang dengan kehadiran Amelia. Bahkan, pengakuan Vitalia tadi dan juga kedatangan Amelia saat ini sedang diliput oleh para wartawan diberbagai media cetak, sosial, maupun elektronik.


"Hah astaga, dia kenapa bisa mirip dengan Vitalia?" tanya Erlin bingung menatap Vitalia dan Amelia secara bergantian.


"Iya.., dia benar-benar mirip..." ucap Dina menimpali.


"Hmmm, wajar saja jika mereka mirip, karena mereka kembar!" sahut Vanya membenarkan dengan apa yang terjadi yang sebenarnya.


"What? Vanya, kenapa kau baru bilang sekarang?" tanya Erlin dan juga Dina secara bersamaan.


"Maaf, aku tidak bercerita kepada kalian karena sebenarnya aku mengetahui jika Vitalia mempunyai seorang kembaran.." jawab Vanga.


Sementara di sisi lain Aditya dan kedua orang tuanya masih melongo, karena melihat Amelia.


"Kenapa? Kenapa kalian terkejut melihat kembaranku?" tanya Vitalia dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Ya, perkenalkan, dia adalah kembaranku yang bernama Amelia Hirata. heh, mungkin terlihat lucu ketika mendengar nama itu karena aku pernah memakai nama itu ketika aku balik ke Indonesia. Tapi sayangnya banyak yang tak mengenaliku jika orang itu sebenarnya adalah diriku..." ujar Vitalia menjelaskan.


"Apa? Jadi dulu yang..." ucapan Erlin terhenti seketika sambil menutup mulutnya yang menganga.


"Iya, dulu yang menyembuhkanmu adalah Vitalia, Er." imbuh Dina menimpali ucapan dari Erlin.


"Dina, bagaimana kau tau?" tanya Erlin mengernyit bingung.


"Aku tau sebelum Vanya mengetahui." jawab Dina jujur apa adanya.


"Apa? Tapi kenapa kau tak bercerita kepadaku?" sahut Vanya dengan bertanya kepada Dina. Kemudian Dina pun membalasnya dengan berkata, "Yee, kau juga nggak cerita kepadaku jika Vitalia mempunyai saudari kembar."


Mendengar keributan diantara Vanya dan juga Dina, Erlin pun memisahnya. "Ck, sudah-sudah jangan ribut lagi, lebih baik dengerin tuh Vitalia ngomong!" perintahnya agar mendengarkan Vitalia berbicara.


Vitalia pun kemudian membuka suaranya lagi dengan berkata, " Mungkin kalian terkejut melihat kami, namun pada kenyataannya kami telah dipersatukan kembali seiring berjalannya waktu.." ucapnya.

__ADS_1


"Dia? Siapa dia? Amelia Hirata? Bukankah dia..." ucap Aditya kebingungan dengan menatap Vitalia dan Amelia secara bergantian.


"Kakak mungkin berpikir yang pergi dengan suamiku waktu menyekap Ayah Long Ai itu adalah dia, tapi sebenarnya itu adalah aku, kak! Kau tertipu dengan samaranku waktu itu!


"Apa? Jadi kau selama ini..." belum sampai Aditya menyelesaikan ucapannya Vitalia menyahutnya dengan berkata, "Hmmm, aku sengaja menyembunyikan identitas ku. Meskipun sebelumnya aku mengalami hilang ingatan.."


"Hilang ingatan!" ucap Mama Ita dengan nada keterkejutannya.


"Iya, Ma. Aku mengalami amnesia setelah tragedi kecelakaan pesawat tersebut. Namun, siapa sangka saat aku hilang ingatan justru aku dipertemukan dengan keluarga baruku yang ternyata keluarga kandungku!"


Duaaarrr....


Bagai petir menyambar di malam hari. Seketika semua orang yang mendengar pernyataan dari Vitalia sangat terkejut mendengarnya.


"Itu tidak mungkin!" jawab Aditya sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Tuan Aditya, mungkin kau tak percaya dengan pernyataan kakakku. Namun apa boleh buat, Vitalia adalah kakakku, dan Vitalia adalah bagian dari keluarga Hirata, bukan Wijaya..." ujar Amelia mulai angkat bicara.


Seketika saja pernyataan dari Amelia membuat Vitalia membulatkan matanya sempurna, dan berkata, "Amelia apa yang kau katakan?"


"Cukup Amelia! Kakak tidak ingin persahabatan antara Papa dan Daddy hancur! Tapi kau malah..." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya Tuan Wijaya menjawabnya dengan berkata, "Jadi, pu .. pu ... putriku..., kk kau adalah pu .. pu.. putri dd dari Hirata?" tanya Tuan Wijaya dengan terbata sambil meneteskan air matanya yang jatuh dari pelupuk mata.


Dengan tersenyum miris, Vitalia memberanikan diri membuka suaranya dengan berkata, "Heh, akhirnya Papa bertanya seperti itu kepadaku! Jika aku adalah putri dari Daddy Hirata memang kenapa, Pa? Apa ada yang salah? Perlu kalian ketahui jika aku ini adalah putri dari Daddy Hirata yang telah di buang ke tempat sampah yang ada di depan mansion ini!" ucapnya penuh penegasan dan lagi-lagi mengeluarkan air matanyanya yang sudah tak dapat dibendung lagi.


Duaaarrr....


Betapa terkejutnya semua anggota keluarga yang mendengar pernyataan dari Vitalia.


Seketika saja tubuh Tuan Wijaya melemas kemudian menjatuhkan dirinya ke lantai, dengan bersimpuh tepat di hadapan Vitalia dan Amelia


Bruukkk...


"Hiks.. hiks.. hiks.. maafkan aku, Nak. Hiks... hiks... aku benar-benar tak tau jika kau adalah putri dari sahabat Papa. Maafkan Papa jika Papa selama ini telah merahasiakan darimu bahwa kau sebenarnya bukan putri kami.. Hiks... hiks..."

__ADS_1


Vitalia yang melihat sang Papa bersimpuh di hadapannya pun hanya diam menatap nanar sang Papa sambil mengeluarkan air matanya.


Tak sampai di situ saja, Aditya yang tadinya melawan perkataan dari Vitalia kini hanya tertunduk lesu dengan menjatuhkan dirinya di atas kursi. Begitu pula dengan Mama Ita yang juga ikut melemas mendengar pernyataan dari Vitalia dan permintaan maaf dari sang suami pada Vitalia.


Setelah semenit tak ada yang membuka suara, akhirnya Vitalia mulai angkat bicara, "Sekarang Vitalia tanya sama Papa. Kenapa kalian tega menyembunyikan rahasia sebesar ini kepadaku, Pa?" tanya Vitalia dengan mode dinginnya namun mengeluarkan air mata.


"Nak, kami menyembunyikan semua ini karena kami tak tega melihatmu bersedih, hiks.. hiks..." ucap Tuan Wijaya membalas pertanyaan dari Vitalia.


"Benar kata Papa, Vit. Kami terpaksa melakukan semua ini karena kami tak ingin melihatmu bersedih. Selain itu kami juga takut akan kehilanganmu!" ucap Aditya menimpali.


"Kalau kalian takut kenapa tidak terus terang kepadaku? Hiks.. hiks... Kalian tau bagaimana perasaanku sekarang? Sakit sekali kak, sakit! Hiks.. hiks..." ucap Vitalia dengan menangis terisak.


Vitalia kemudian menyambungnya lagi dengan berkata, "Jika saja kecelakaan pesawat itu tidak pernah terjadi, mungkin sampai sekarang pun aku tak akan pernah bisa menemukan keluarga kandungku..." ucap Vitalia dengan menghentakkan tangannya di atas dadanya dengan menangis sesenggukan.


"Maafkan Mama, Nak! Mama tak seharusnya menyetujui permintaan Kakak dan Papamu... hiks.. hiks.. hiks..." ucapnya dengan bersimpuh di hadapan Vitalia dan Amelia berdampingan dengan sang Papa.


Vitalia yang melihat kedua orang tua yang membesarkannya bersimpuh di hadapannya pun merasa tak tega. Ia kemudian menyetarakan tingginya dengan kedua orang tua yang membesarkannya dengan berjongkok diikuti Amelia yang mendapatkan arahan pada Vitalia agar berjongkok juga. Belum sampai Vitalia memeluk keduanya tiba-tiba saja,


Greeppp....


Kedua orang tua yang membesarkannya pun memeluknya. Seketika saja Vitalia terperangah dengan tingkah laku keduanya.


"Maafkan kami, Nak. Hiks... hiks..." ucap Tuan Wijaya beserta sang istri, sambil memeluk Vitalia erat-erat.


**


Vitalia POV :


Satu kata yang tepat untuk diriku saat ini, 'MIRIS' sangat miris sekali penderitaan yang ku alami saat ini.


Bersambung...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2