
Penembakan Vitalia
Kini Vitalia pun sudah dibawa ke kamar oleh Chandra sang Suami ke kamar, sesampainya di kamar Vitalia dihempaskan begitu saja di atas ranjangnya.
Bruukkk....
“Chandra ..., apa yang kau lakukan .. !!” ini sudah waktunya untuk ke Sunrise Hospital, bukan malah...” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya Chandra justru malah ******* habis bibir Vitalia. Sedangkan Vitalia
yang dipaksa pun membelalakkan matanya dan berusaha memberontak melepaskan pagutannya denngan menampar Chandra.
Plaaakkk...
Seketika Chandra pun menghentikan aktivitasnya karena Vitalia menamparnya hingga terhempas ke samping. “Cukup Chandra ..., hentikan ... !!” teriak Vitalia melawan Chandra Suaminya.
Chandra yang tak terima karena ditampar oleh sang Istri pun memelototkan matanya tajam lalu berkata, “Vitalia..., Kau itu Istriku ... !!, beraninya Kau menamparku ... !!” ucap Chandra sambil melepaskan dasi dan membuka kancing kemejanya satu persatu, dan pada akhirnya pun Chandra membuka kemejanya, dan terlihatlah perut six pack yang berbentuk seperti roti sobek. Sementara Vitalia yang melihat Chandra membuka kemeja pun segera menghidar dari
Chandra dengan mundur ke belakang untuk menjauhi Chandra. Ya Vitalia sendiri tak memikirkan jika tubuh Suaminya sangatlah bagus nan indah. Ia justru hanya berpikir agar Dirinya bisa terlepas dari Chandra.
Melihat Vitalia yang memundurkan Dirinya sampai mentok ke ujung ranjang untuk menjauhinya, Chandra tidak menyerah begitu saja Ia justru menjatuhkan diri ke atas ranjang untuk mendekati Vitalia. Di saat Vitalia ingin menghindar dari Chandra, Chandra justru menarik sneli yang kini sedang dipakai oleh Vitalia.
Sreetttt...
Sneli milik Vitalia pun terlepas, dan Chandra pun lalu menarik tangan Vitalia sebelah kanan mencoba menghentikan Vitalia yang berusaha menghindarinya. “Chandra ..., lepas kataku ... !!” bentak Vitalia sambil memberontak ingin melepaskan diri. Bukannya Ia terlepas dari jeratan Chandra justru Vitalia malah jatuh ke dalam pelukan Chandra.
Bruuukk...
__ADS_1
“Kau tidak bisa lari kemana-mana lagi dokter Misterius.” ucap Chandra yang saat ini berada di bawah tubuh Vitalia sambil menjambak rambut milik sang Istri. “Assshh..” rintih Vitalia kesakitan.
“Lepas Chandra, atau kalau tidak Aku akan membunuhmu sekarang juga ... !!” ucap Vitalia berusaha melepaskan diri dari jeratan Chandra. Sontak saja Chandra pun lalu melepaskan tubuh Vitalia. Vitalia pun lalu segera berdiri dari tempat tidur, dan segera pergi meninggalkan Chandra. Sayangnya Ia melupakan jika kamar milik Chandra menggunakan pintu otomatis, dengan menggunakan sebuah kode. Vitalia yang nampak kebingungan untuk membuka pintunya pun berkata, “Sial ..., bodohnya Aku sampai lupa kode sandinya ...” ucapnya merutuki kebodohannya sendiri. Tapi ternyata di saat Vitalia sudah mengingat sandinya, Chandra pun justru malah membopong Vitalia dari arah belakang dengan tiba-tiba dan menjatuhkannya ke atas ranjang lagi.
“Brengsek Kau Chandra ... !!” umpat Vitalia geram dengan perlakuan kasar Chandra padanya. Merasa Vitalia mengumpatinya Chandra pun tak tinggal diam Dia pun justru malah melepaskan sabuk ikat pinggangnya, Melihat Chandra melepas sabuk ikat pinggang miliknya, Vitalia pun membulatkan matanya sempurna lalu berkata, “Chandra, apa yang akan Kau lakukan ...??” tanya Vitalia sambil menggeleng dan bergetar ketakutan. Ia tahu apa yang ada di pikiran Chandra saat ini, dan apa yang akan dilakukan Chandra padanya. Tanpa aba-aba Chandra pun tiba-tiba melayangkan sebuah cambukan ke arah Vitalia.
Ctassss....
“Awws...” rintih Vitalia kesakitan. Meskipun begitu Dirinya tak mau disiksa lagi seperti selamam. Tanpa ada rasa takut Vitalia pun lalu mendekat ke arah Chandra yang masih memegang sabuk ikat pinggangnya, “Chandra ..., beraninya Kau mencambukku ... !!” tegas Vitalia sambil mundur ke arah nakas untuk mengambil sesuatu.
Sementara Chandra, masih saja menatapnya dengan tatapan nanarnya, lalu melayangkan cambukann ya lagi ke arah Vitalia, sayangnya tidak cambukan itu tidak mengenai Vitalia. Vitalia justru menodongkan sebuah pisau ke arah Chandra. Seketika itu pula Chandra menghentikan aksi kejamnya terhadap sang Istri karena terkejut melihat sang Istri yang menodongkan pisau ke arahnya. “Vitalia apa yang Kau lakukan.. !!” bentak Chandra sambil mengangkat ke dua tangannya. Vitalia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Heeh, masih tanya.. ??, sudah jelas bukan yang ada di hadapanmu sekarang benda apa ... ??” ucap Vitalia yang justru malah berbalik tanya dengan tersenyum menyeringai di hadapan sang Suami.
“Vitalia, Aku ini Suamimu Vita... “ ucap Chandra ketakutan melihat Vitalia memainkan pisau dihadapannya.
“Memangnya kenapa kalau Kau Suamiku..??, dan kalau Kau memang Suamiku jangan mendekat ke arahku atau Aku akan...” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja ada seseorang yang menggebrak pintu kamar Chandra, dan..
Dorrrr....
“Rasakan itu Amelia.., beraninya Kau melukai Kekasihku.. !!” ucapnya lantang seusai menembakkan peluru ke arah Vitalia. Sementara Chandra mengarahkan pandangannya ke arah seseorang itu dengan mengepalkan tangannya kuat lalu berkata, “Sherlyn...., beraninya Kau melukai Istriku ... !!” ucap Chandra geram. Melihat Chandra yang justru marah ke arahnya, Sherlyn pun lalu berkata, “Chandra seharusnya Kau itu senang bukan malah memarahiku ..”ucapnya. Ya Sherlyn sendiri setelah melakukan ritual sarapannya lalu menuju ke markas Chandra, karena Ia tahu dimana letak markas Chandra, dan Ia pikir jika wanita yang Ia tembak adalah Amelia padahal bukan Amelia. Chandra pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Dia Istriku Vitalia bukan Amelia ... !!” bentak Chandra, lalu mengambil sebuah pistol yang Ia punya lalu di arahkan ke Sherlyn dan
Dorrrr....
Tembakan mengarah ke arah tangan Sherlyn. Sherlyn pun merintih kesakitan, “Aww...”
“Rasakan itu Sherlyn, itu akibatnya jika Kau melukai Istriku ... !!” ucap Chandra setelah melayangkan tembakan ke arah Vitalia Istrinya. Dan tiba-tiba saja ada dua anak buah dari geng Kalajengking yang merangsek masuk ke dalam markas Chandra, karena Mereka menerima sinyal bahaya dari pemimpinnya. Chandra yang melihat kedatangan mereka pun heran dan berkata, “Kalian ... ??” tanyanya melihat ke arah kedua anak buah geng Kalajengking. “Tuan lebih baik cepat bawa Nyonya Muda ke rumah sakit biar Kami yang mengurus wanita ini.” ucap salah satu anak buah Vitalia yang bernama John. Tanpa menunggu lama Chandra mengiyakannya dan segera memakai pakaiannya yang sempat Ia lepas lalu segera membopong Vitalia keluar dari kamarnya membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di lantai bawah, Chandra yang sedang membopong Vitalia pun mengedarkan pandangan sambil berteriak meminta bantuan, “Pelayan..., cepat sediakan mobil untuk ke Sunrise Hospital... !!” perintah Chandra pada salah satu pelayan. Dan pelayan itu pun segera menuruti perintah dari bosnya untuk menyediakan mobil, apalagi Ia melihat jika Istri Bosnya sedang terluka.
Di dalam mobil.
Chandra pun kini segera melajukan mobilnya menuju ke Sunrise Hospital dengan kecepatan tinggi, dan entah mengapa Dirinya justru malah sangat mengkhawatirkan Vitalia yang sedang tidak sadarkan diri. “Vitalia kumohon bertahanlah.., demi Aku ..” ucap Chandra gusar sambil melihat Vitalia yang berada di tempat duduk belakang. Tanpa berpikir panjang Chandra lalu menghubungi seseorang untuk meminta pertolongan.
“Dokter Mirna ...” ucap Chandra membuka obrolan melalui telepon sambil menyetir mobilnya.
“Chandra, ada apa tumben menghubungiku..??, dan kenapa Kau seperti terlihat sedang cemas .. ??” tanya Mirna berada di seberang sana.
“Dok ..., tolong cepat siapkan ruang operasi, Vitalia kini tidak sadarkan diri karena terkena sebuah tembakan.” Jelas Chandra menjelaskan pada Mirna. Sontak saja Mirna membulatkan matanya terkejut lalu berkata, “Chandra, jangan bilang ini pasti karena ulah mu ... !!” ucapnya menyelidik.
Chandra yang merasa Dirinya dipojokkan pun lalu berkata, “Ck.., dokter Mirna jangan menuduhku tanpa bukti, Dia terkena tembakan dari Sherlyn karena Dia mengira bahwa Vitalia adalah Amelia.” jelas Chandra lalu menutup teleponnya sebelah pihak karena baginya, saat ini sudah tak ada waktu lagi untuk banyak berbicara melalui telepon melihat kondisi sang Istri sudah tidak sadarkan diri.
******
Tahan dulu Bestieee....
Makin seruuu kan..., Author malah gemeteran sendiri...
Jangan lupa Vote, Like, Komennya Yaaa....
Terimakasihh... ^-^
Oh ya sambil menunggu Author up di episode selanjutnya
__ADS_1
Yuk baca novel teman Author..