Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 17


__ADS_3

Hanya Teman


Setelah perdebatan antara Amelia dan Chandra, akhirnya Amelia pun dipindahkan ke kamar super VVIP sesuai permintaan Chandra, pada saat itu pula Ayah dari Amelia Hirata yaitu Tuan Hirata mencari Amelia ke Sunrise Hospital bersama Istri keduanya yang merupakan Mama Tiri dari Amelia, begitu pula dengan tuan Zhu, yang dikabari Chandra jika Amelia dikabarkan masuk rumah sakit.


Ceklekkk....


" Chandra bagaimana keadaan dokter Amelia..??" tanya tuan Zhu yang tiba-tiba saja datang ke Sunrise Hospital.


" Papah..." gumam Chandra pelan, yang sedang menunggu Amelia pun terkejut, menoleh ke arah sumber suara.


" Iya Nak... bagaimana keadaannya...?? tanya Nyonya Zhu yang datang di belakang sang Suami.


" Mah...??, kalian kesini...?? tanya Chandra bingung, sementara Amelia yang tertidur pun seketika terbangun mendengar mereka berbicara, berapa terkejutnya Amel melihat ke arah mereka.


" Loh... Tu... eh maksudku Om kok kalian ada disini..., Nyonya Zhu...??" tanya Amelia menatap tak percaya siapa yang Ia lihat.


" Bagaimana kondisimu Nak.. Kami mengkhawatirkan kondisimu...??" sambung Tuan Zhu tersirat kecemasan melihat Amelia terbaring di bed rumah sakit.


" Baik kok Om..., tenang saja... mungkin besok sudah diperbolehkan...


" Nggak Amelia... Kau belum diperbolehkan pulang selama kondisimu masih seperti ini..." ucap Chandra dingin, ya candra memutuskan untuk memanggil dokter Amelia dengan panggilan nama saja.


" Apaa...?? bagaimana bisa Chandra Aku sudah sembuh..." elak Amelia tidak setuju dengan apa yang dikatakan Chandra.


" Tapi kondisimu belum stabil..., Amel...!!" ujar Chandra memberi peringatan pada Amelia.


" Isshhh ck...., ini bukan urusanmu Chandra... Aku bisa mengurus hidupku sendiri.., bukannya kita juga baru kenal, tapi... entahlah baru kenal atau tidak, Aku tak mau tahu..., Aku harus pulang besok, dan besok juga Aku mulai bekerja lagi..." kata Amelia panjang lebar, ngotot ingin pulang, dan bekerja kembali.


" Apaa...??, Mel apaa yang Kau lakukan...??, jangan menyiksa dirimu sendiri..., ingat itu...!!" tegas Chandra memberi peringatan pada Amelia.


" Biarin.. Tuan Mafia Kejam..., ini hak ku bukan hakmu..." ucap Amelia ketus, sambil memutar bola matanya malas.


" Haa..." ucap Chandra terkejut dengan pernyataan Amelia, yang memanggilnya dengan sebutan yang aneh baginya.


" Tuan Mafia Kejam...??" gumam Nyonya Zhu pelan.


" Sebutan yang sangat cocok untukmu Chandra... hahahaha..." kata Tuan Zhu menimpali sambil tertawa terbahak-bahak, sedangkan Amelia heran melihatnya, karena sebutan itu baginya biasa saja.


" Pah...." panggil Chandra sambil menatap tajam ke arah sang Papah.


" Dasar anak muda..." ucap tuan Zhu sambil menggelengkan kepalanya heran dengan sikap Amelia dan Chandra yang seakan mempunyai hubungan melebihi seorang teman.


" Ya sudah kalau begitu istirahatlah Nak..." titah tuan Zhu menyuruh Amelia untuk beristirahat.


" Baik Om..., terimakasih sudah menjengukku kesini, dan maaf juga buat Nyonya sudah..." ucap Amelia terhenti, karena terpotong oleh ucapan Nyonya Zhu.


" Ehh jangan bilang begitu Nak.., panggil saja Tante..., seperti Kamu memanggil suamiku dengan sebutan Om.." ucap Nyonga Zhu ramah.


" Baik Nyonya.... eh maksudku Tante..." ucap Amelia canggung.


*****

__ADS_1


Tak berselang lama tuan Hirata beserta Istri keduanya pun datang.


Cekleekk ...


" Nak... bagaimana kondisimu?, Kamu tidak kenapa-kenapa kan Nak...??" ucap tuan Hirata yang tiba-tiba language nyelonong begitu saja tanpa permisi.


" Dad..., Mamah..." ucap Amelia pelan.


" Loh kok ada tuan Chandra sama...??" ucap tuan Hirata terhenti.


" Iya Dad..., Chandra yang sudah membawaku kesini..." terang Amelia mencoba menjelaskan.


" Lantas ada hubungan apa diantara kalian...??" tanya tuan Hirata menyelidik.


" Kami hanya teman... tuan Hirata..." jawab Chandra dengan santai.


" Kata siapa Kita teman??, kita kan bestie ya nggak sih..." ucap Amelia sekenanya saja sambil menaik-naikkan alisnya menggoda Chandra, membuat seluruh orang yang ada di ruang perawatannya itu terpingkal-pingkal, kecuali Mama Tiri dari Amelia.


" Hahahaha..."


" Amel..." tegur Chandra pada Amelia sambil melotot kearahnya.


" Apaa...??, Ya sudah biasa saja kali Ndra..., sekali-kali gitu nggak serius terus.." ucap Amelia to the point.


" Anak ini kalau ngomong entah mengapa mirip sekali dengan Vitalia..." gumam Chandra dalam hati, sambil menatap tajam Amelia.


" Tidak usah menatapku seperti itu kenapa sih.., dasar gunung es..." gerutu Amelia kesal karena merasa ditatap oleh Chandra.


" Amelia..., kalau ngomong yang sopan dong Nak.. tau nggak Kamu sedang berbicara dengan siapa...??" tegur Mama Tiri Amelia dengan nada meninggi.


" Sejak kapan mereka berteman, terus dimana Sherlyn??, katanya Dia menemui Chandra, tapi kok malah sama Amel..., Aku harus cari tahu semuanya, sebenarnya apa yang terjadi..." batin Mama Tiri Amelia.


" Chandra Kau ikut Papah sama Mamah keluar sebentar..., dan maaf tuan Hirata dan Nyonya, Kami permisi dulu.." ucap tuan Zhu berpamitan.


" Istirahat ya Nak..., jaga kondisimu baik-baik..." ujar tuan Zhu pada Amelia.


" Iya Om..., Terimakasih..." balas Amelia, lalu mereka bertiga pun segera keluar ruangan tersebut.


*****


Dan setelah mereka keluar ruang tempat Amelia dirawat, mereka pun lalu menuju taman rumah sakit, saat perjalanan menuju taman Sunrise Hospital, ada seorang dokter yang memata-matai mereka dari arah berlawanan, tak lama pun mereka sampai ditaman, dan Chandra pun dicecar berbagai pertanyaan oleh tuan Zhu.


" Chandra..., Papah Papah mau tanya serius sama Kamu...!!" seru tuan Zhu membuka obrolan.


" Hmmm..." jawab Chandra dengan deheman saja.


" Sebenarnya ada hubungan apa diantara kalian..??, bukankah kalian baru saja saying kenal..??" tanya tuan Zhu dengan tatapan menyelidik.


" Teman Pah.., Ya memang kita baru mengenal, tapi entahlah Aku merasa nyaman di dekatnya... " ungkap Chandra dengan perasaan yang sebenarnya.


" Apa Kau yakin Dia hanya teman..??, tapi Papah rasa kalian cocok, Dia seperti Putri dari Wijaya yang menghilang.." ujar tuan Zhu yang merasa jika dokter Amelia adalah Vitalia.

__ADS_1


" Iya yakin Pah.., tapi Chandra yakin Dia bukan Vitalia, Gadis itu sudah mati..." ucap Chandra dingin.


" Jaga bicaramu Chandra..., Papah sudah bilang berapa kali padamu bukan jika tak ada sangkut pautnya dengan kematian Kakekmu, tapi kenapa Kau begitu dendamnya pada Putri dari Wijaya..!!" tegas tuan Zhu memperingatkan anaknya.


" Lebih baik Papah diam kalau belum membawa buktinya kepadaku...


" Terserah Kamu Ndra..., tapi Papah sangat berharap gadis itu bukanlah dokter Amelia, tapi dokter Vitalia Putri Wijaya yang menghilang setelah kecelakaan pesawat...." ujar tuan Zhu, pada Putranya lalu pergi meninggalkan Chandra yang hanya diam mematung, berusaha mencerna kata-kata Papahnya.


" Nak... mungkin ucapan Papahmu ada benarnya, jangan menaruh dendam pada Nak Vitalia.., bisa jadi dokter Amelia adalah Vitalia yang menghilang..." sambung Nyonya Zhu lalu pergi mengikuti sang Suami yang sudah terlebih dahulu pergi dari tempat itu, sedangkan Chandra tidak menanggapinya, Ia hanya diam berperang dengan pikirannya.


" Kenapa semua menjadi berkata seperti itu...??, apakah benar mungkin Dia Vitalia, tapi memang sih sebenarnya Aku juga yakin dan curiga, tapi disisi lain Aku juga tidak percaya kalau Dia masih hidup..., lalu kalau itu memang benar Dia adalah Vitalia, berarti Kau benar-benar dokter Misterius..." batin Chandra dengan tatapan yang sangat mengerikan jika ada yang melihat, dan tiba-tiba saja ponsel milik Chandra berbunyi..


Tring.... ting... tring... ting...


Chandra pun segera mengeser tombolnya, dan mengangkat telponnya.


" Halo....


" Chandra..., Aku butuh bantuanmu sekarang juga.., kirimkan cairan obat sebanyak mungkin ke negara A sekarang juga..." ucap seseorang diseberang sana meminta bantuan pada Chandra.


" Hmmm baiklah..., akan Saya kirimkan secepatnya, ingat jangan sampai ketahuan pihak intelejen yang sedang memata-matai kita..." jawab Chandra mengingatkan rekannya yang ada di sambungan telpon


" Siap Ndra.., Oh ya mengenai dokter Amelia ada baiknya Kau hati-hati dengannya..." ucapnya memberi peringatan pada Sahabatnya, Ya Dia adalah Frans Sahabat dari Chandra.


" Maksudmu...?? tanya Chandra bingung dengan apa yang dimaksud oleh Sahabatnya.


" Kau akan mengetahuinya sendiri, disaat ingatannya pulih total..." terang Frans.


" Jangan menuduh Dia yang bukan-bukan Frans...!!" seru Chandra yang berfikir bahwa Frans sudah menuduhnya yang tidak-tidak.


" Aku bukannya menuduh Chandra..., hanya saja Dia seperti dokter Vitalia yang menghilang setelah kecelakaan pesawat..." jelas Frans.


" Yaa... karena memang wajahnya sangat mirip dengannya..." sambung Chandra dingin.


" Nah itu tahu..., kalau tahu harusnya Kau jauhi Dia Ndra..." balas Frans.


" Tidak Frans..., dia adalah dokter yang akan menyembuhkan Adikku...


" Tapi Chandra..., Kau tahu bukan jika Vitalia itu orang yang sangat misterius, bagaimana kalau benar jika Dia Vitalia...??" tanya Frans pada Sahabatnya.


" Masa bod*h Frans..., kalau pun Dia Vitalia, yang terpenting tujuanku tercapai untuk menikahinya, dan menjadikannya sebagai boneka saja bukan Istri sungguhanku..." jawab Chandra dengan tersenyum menyeringai.


" Kau yakin???, bahkan Kau belum mencari bukti kebenaran tentang pembunuhan itu..., Aku berharap jangan sampai Kau menyesal dengan balas dendam mu yang tak akan ada ujungnya itu..., pikirkan baik-baik Ndra..." ucap Frans memberi peringatan pada Chandra Sahabatnya.


" Hmmm...." jawab Chandra seadanya, lalu tanpa permisi Ia mematikan ponselnya.


Tut.


" Kalau Aku menikah dengan Amelia, lalu bagaimana jika suatu saat Dia mengakui jika Dia adalah Vitalia??, apakah Aku harus mencintainya, atau justru mempermainkannya..??, tapi kenapa Aku justru merasa nyaman dengan Amelia...??, lalu bagaimana dengan balas dendamku??, tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya kata Papah, Mamah dan juga Frans..., lebih baik Aku mencari bukti terlebih dahulu, sebelum mengambil keputusan untuk membalaskan dendamku ini..., hmmm tapi bagaimana jika tuduhanku salah...??, ahh sudah lah itu dipikir belakang, yang terpenting Aku harus mencari bukti kebenaran itu secepatnya..." gumam Chandra dalam hati, penuh dengan pertanyaan.


****

__ADS_1


Maaf Author baru sempat up lagi... karena banyak kegiatan selama bulan ramadhan, selain itu Author juga lebih fokus di Novel sebelumnya.


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa.... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2