Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 62


__ADS_3

Terungkapnya Sebuah Kebenaran Part 2


Seketika itu pula Vitalia mengarahkan pandangan ke arah pintu dengan santainya Ia berkata, “Untuk apa Kau mengikutiku kesini.. ??” tanya Vitalia cuek dengan membelakangi Chandra. Chandra pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Dasar Wanita pengkhianat..., beraninya Kau membohongiku.. !!” ucap Chandra sambil berjalan lalu mencekal tangan Vitalia.


Sreeettt...


Vitalia yang merasa Dirinya ditarik oleh Chandra pun sontak saja membalikkan badannya berusaha menghempaskan tangan Chandra yang mencoba menariknya.


“Chandra lepas... !!” Vitalia memberontak ingin dilepaskan. Chandra pun tak akan membiarkan Vitalia melepaskan tangannya begitu saja. Ia pun mencengkeram kuat tangan Vitalia dengan kuat untuk di  seret keluar dari kamarnya. “Chandra apa yang Kau lakukan lepas nggak... !!” ucap Vitalia lagi sambil berusaha melepaskan cengkeraman kuat tangan Chandra tapi tak kunjung bisa melepasnya karena kalah kuat dengan Chandra. Chandra pun lalu berkata, “Ikut Aku sekarang dan Kita akan menikah secepatnya..” ucapnya. Sontak saja membuat Vitalia membulatkan matanya sempurna karena marah. Sampai-sampai cekeraman kuat dari Chandra pun terlepas begitu saja. “Cukup Chandra..., sudah kukatakan berkali-kali Papa ku tidak bersalah dalam pembunuhan itu, lalu apa maksudmu mau menikahiku..??, mau mempermainkan ku begitu..??, heh itu tidak akan bisa Chandra... !!” seru Vitalia melawan perkataan dari Chandra. Chandra yang merasa tak terima pun lalu mengangkat tangannya dengan maksud akan menampar Vitalia, sayangnya Ia menghentikannya dengan tiba-tiba. “Kenapa berhenti..??, Ayo buruan tampar kalau berani... !!” seru Vitalia menantang Chandra. Akan tetapi Chandra hanya diam saja tak menjawab perkataan Vitalia.


Vitalia yang melihat Chandra hanya terdiam pun hanya tersenyum sinis, lalu pergi meninggalkan Chandra sendirian di kamar yang Ia tempati tanpa mempedulikan Chandra yang sedang terdiam di tempat. Ya sebetulnya Vitalia dan Amelia memang menjadikan Villa itu menjadi seperti rumah mereka sendiri, meskipun Vitalia sendiri sudah membeli sebuah apartemen untuk mereka tempati.

__ADS_1


*****


Sementara Vitalia yang terlihat menuruni tangga pun dihujani berbagai pertanyaan oleh Melisha. “Hey siapa namamu..??, kesinilah, Aku mau berbicara denganmu..” ucap Melisha dingin, karena setahu Vitalia selama menjadi


Amelia Ia tak pernah diperlakukan cuek oleh Melisha, baru kali inilah Melisha cuek kepadanya. “Hmm..., baiklah ada apa katakan saja aku sudah tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian..” balas Vitalia tak kalah ketusnya dengan Melisha. Sedangkan Mirna sedari tadi hanya diam tak bersuar, begitu juga dengan Amelia Ia terdiam tak bisa berkata-kata lagi, bahkan Sahabatnya saja sudah marah besar kepadanya.  Melisha kini membuka suaranya dengan bertanya pada Vitalia, “Kau tahu tidak, jika Kau sudaah membohongi banyak orang.” tandasnya.


Tanpa berbasa-basi Vitalia pun menjawabnya, “Semua Aku lakukan karena keadaan Mel, dan Kau seharusnya tahu itu.., mengapa waktu Aku sedang hilang ingatan Kau berkata bahwa Aku adalah Amelia, sedangkan Aku sendiri tak mengingat sama sekali tentang Diriku ini siapa dan darimana, yang Aku ingat hanyalah terakhir waktu terjadi kecelakaan pesawat.” terang Vitalia menjelaskan pada Melisha. Dan tanpa disadari oleh Vitalia, Chandra mendengarkan perkataan Vitalia sambil menuruni tangga dengan pelan-pelan. Sedangkan Melisha sendiri tiba-tiba terdiam seketika ketika mendengarkan penjelasan dari Vitalia. Vitalia pun lalu berkata lagi, “Melisha, justru Aku sangat berterimakasih padamu karena selama Aku sakit Kau merawatku dengan baik, bahkan hingga saat ini pun Aku sudah menganggapmu sebagai Sahabatku sendiri meskipun Kau hanya mengetahuiku dengan nama Amelia, setidaknya Aku bisa mengenalmu lebih dekat lagi.” ucap Vitalia berkata jujur.


Mirna yang sedari tadi diam pun kini ikut membuka suaranya dengan berkata, “Lalu Kau menemukan Amelia darimana Vita..., kenapa Kau tak pernah bercerita kepadaku??” tanya Mirna menimpali obrolan. Dan belum sampai Vitalia menjawabnya Amelia menjawab pertanyaan tersebut  dengan berkata, “Kami bertemu di cafe Villa ini juga belum lama, dan Vitalia memintaku untuk menemuiku karena memang Aku sendiri penasaran dengan surat yang Vitalia kirimkan kepadaku waktu itu, dan perlu Kalian tahu, Vitalia juga tidak sepenuhnya bersalah, Dia menjadi Diriku karena terjadi kesalah pahaman.” ucapnya berusaha membantu menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan untuk Vitalia.


Seketika saja Chandra yang sedari tadi diam menyimak obrolan di atas tangga pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Oh jadi kalian selama ini sedang bersekongkol..” ucapnya. Sontak saja Vitalia terkejut mendengar suara bariton yang tiba-tiba saja menyahutnya, Ia pun lalu menengok ke arah sumb er suara dan berkata, “Chandra, Kau...” ucapnya terkejut melihat Chandra ternyata sedari tadi mengupingnya. Chandra pun lalu berkata, “Hmmm, apa Kau terkejut..??” tanyanya pada Vitalia sambil berjalan menuju ke arahnya. Vitalia pun lalu berkata, “Syukurlah kalau Kau mendengarnya.” Ucap Vitalia sambil bersedekap dada. Chandra yang merasa di remehkan oleh Vitalia lalu segera menyeret Vitalia untuk keluar dari Villa.

__ADS_1


Sreegghh...


“Chandra... lepasss... !!” seru Vitalia berusaha melepaskan tangan Chandra. Sementara Amelia yang melihat Vitalia diperlakukan kasar oleh Chandra Ia pun berusaha menghentikannya dengan berkata, “Tuan Chandra kumohon jangan sakiti Vitalia, dan Aku mohon padamu jangan bilang pada siapapun tentang kebenaran ini termasuk dengan keluargaku.” ucapnya. Belum sampai Chandra menjawab Vitalia menyahutnya dengan berkata, “Amelia apa yang Kau lakukan..??, itu tidak mungkin Mel..., Kau tahu tidak, bukan hanya Chandra saja yang mengetahui kebenaran ini, tapi Mereka semua mengetahuinya Mel... !!” seru Vitalia dengan posisi tangan kiri di gengam erat oleh Chandra. “Kau tenang saja dokter Amelia Aku tidak akan membocorkan kepada Keluargamu, tapi dengan satu syarat Vitalia harus ikut denganku dan menikah denganku.”


“Apaaa...??, Chandra Kau itu..” ucap Vitalia terhenti karena ucapannya di potong oleh Chandra dengan berkata, “Jangan membantah lagi Vitalia.. !!”


“Tuan Chandra tolong hentikan semua ini, atau Aku akan memanggil anak buah geng Kalajengking untuk kesini..” timpal dokter Mirna Feriska. Sontak saja Vitalia menyahutnya dengan berkata, “Sudah Mbak biarkan saja Dia membawaku, setelah ini Dia akan menyesal karena telah membuat kesalahan kepadaku.” ucapnya. Sayangnya ucapan Vitalia tak di gubris oleh Chandra yang hanya senyum sinis menanggapinya.


“Tapi Vita...” ucap Mirna dan Amelia secara bersamaan. “Sudahlah.., jangan mengkhawatirkan Aku, dan untukmu Mel.., lebih baik Kau pulang ke rumahmu, dan ingat Kau harus bisa berubah sepertiku dengan apa yang sudah Aku ajarkan padamu, agar Kau tak diremehkan lagi.” tutur Vitalia pada Amelia. Amelia pun mengangguk mengerti. Sementara Mirna Feriska hanya menatap Vitalia dengan penuh rasa cemas. “Astagaaa Vitalia..., apa yang telah Kau lakukan, andai saja Kau memberi tahuku jika Amelia sudah diketemukan, mungkin tidak akan terjadi seperti ini.” gumamnya dalam hati. “Maafkan Aku Mbak Mirna, Aku terpaksa menuruti kemauan Chandra kali ini, dan hanya kali ini saja tidak dengan besok dan seterusnya.” batin Vitalia sambil menatap Amelia dan Mirna secara bergantian. Dan Vitalia pun lalu mengalihkan pandangannya menatap Melisha lalu berkata, “Dan Kau Melisha, jagalah Sahabatmu baik-baik.., Aku tak ingin Amelia terluka sedikit pun.., karena Aku sendiri sudah menganggapnya seperti Adikku sendiri.” ucap Vitalia pada Melisha. Melisha hanya mengangguk mengerti dengan ucapan Vitalia meskipun hatinya merasa kecewa karena telah dibohongi.


******

__ADS_1


Jangan Lupa tinggalkan jejak


Vote, Like, Komen Yaaa... Terimakasih.... ^-^


__ADS_2