Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 107


__ADS_3

Cincin Berlian Ajaib


Sementara di FireField Hospital, tampak Vitalia sudah mulai siuman, dan kini Vitali pun mengerjap-ngerjapkan matanya lalu berteriak nggak jelas.


“Tidak ... !!” teriaknya. Sontak saja teriakan Vitalia berhasil membuat seluruh tenaga medis yang berada di ruangan IGD pun terkejut, begitu pula dengan dokter Bella dan Suster Oca. Mereka pun segera berlari menghampiri Sahabatnya yang berteriak. Dilihatnya Vitalia sudah terbangun dari tempat tidur.


“Lia ..., ada apa dengan dirimu .. ??” tanya dokter Bella dan Suster Oca secara bersamaan. Bukannya menjawab, Vitalia justru malah menangis sambil merentangkan kedua tangannya seolah-olah meminta dipeluk oleh kedua Sahabatnya, tanpa menunggu lama Bella pun mendekat ke arah Vitalia lalu memeluk tubuh Vitalia.


“Hiks .. hiks .., Bella .. Oca .., Aku benar-benar takut, hiks .. hiks ..” ucap Vitalia menangis sesenggukan di pelukan Bella, sementara Suster Oca menyusul dokter Bella ikut memeluk Vitalia.


“Li, tenangkan Dirimu,” ucap Bella berusaha menenangkan Vitalia masih dengan memeluk Bella, sementara Oca sudah melepas pelukan Vitalia lalu membenarkan infus yang tertancap di tangan Sahabatnya itu.


“La .., Aku benar-benar takut, La ...” ucap Vitalia sambil menghapus air matanya yang jatuh membasahi pipi. Bella pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Katakan kepadaku, Li ..., sebenarnya apa yang terjadi??” tanyanya sambil melepas pelukan Vitalia.


Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “La, Aku tak tahu harus bagaimana lagi, Mas Chandra sudah mengetahui jika Aku berada di sini, dan Kau tahu sendiri bukan jika Suamiku telah berbuat seenaknya sendiri kepadaku bahkan Dia juga sudah membohongiku dengan menyamar menjadi orang lain di hadapanku ..”


“Kau salah, Li .., Suamimu itu menyamar ada maksud tertentu!” sahut Bella memprotes pernyataan dari Sahabatnya. Vitalia yang tak mau kalau pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi La, bagaimana bisa Dia berbuat seperti itu di depanku, bukannya meminta maaf tapi malah sebaliknya!” serunya masih membantah perkataan Bella.


“Kalaupun Suamimu tidak menyamar, apa Kau memang akan memaafkannya?, Aku pikir sama saja, Kau tidak akan memaafkannya ..” ucap Suster Oca menimpali obrolan antara Vitalia dan Bella. Bella pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Sudah-sudah .., daripada ribut, mending Kau beristirahat saja lah Li .., karena sehabis ini Kau akan di pindah ke kamar perawatan jadi bersiaplah ..” Bella berusaha mengalihkan pembicaraan, agar tidak meneruskan perdebatan.


“Tapi La ..,” ucap Vitalia terhenti kaena di potong oleh Bella yang berkata, “Tidak apa tapi-tapian Lia, menurutlah atau Aku yang akan kena marah Suamimu!!” tandasnya. Sementara Vitalia hanya mendengus pelan.


“Li ..., ada yang perlu Kita bicarakan, tapi nanti setelah pindah ke ruang perawatan ..” sambung Suster Oca menimpali obrolan, namun Vitalia pun hanya menjawabnya dengan berdehem mengiyakan permintaan dari Sahabatnya. “Hmm ..”


...🥰****************🥰...


Sementara di sisi lain, kini Chandra tampak sedang menemui Nenek Bernadeth yang tidak lain dan tidak bukan Nenek Elisabeth yang merupakan Nenek dari Istrinya sekaligus Kembaran Istrinya yang berada di sebuah rumah mewah tua yang terletak di tengah kota Sydney, bahkan tidak banyak yang tahu jika pemilik rumah tersebut merupakan rumah pemimpin tertua Mafia. Sementara pemilik rumah kontrakan yang di tempati Vitalia dan rumah sebelahnya merupakan rumah peninggalan dari Kakek si kembar (Vitalia dan Amelia). Sayangnya kedua orangtua Mereka tak ada yang mengetahui jika rumah itu merupakan warisan dari sang Kakek.


Sesampainya Chandra di rumah mewah tua itu, Chandra pun segera memarkirkan mobilnya, lalu segera masuk ke dalam rumah tersebut, dilihatnya Nenek Elisabeth tampak sedang menunggu kedatangannya di ruang tamu.


Seketika saja Nyonya Elisabeth mengarahkan pandangan ke arah pintu karena mendengar seseorang yang datang ke rumahnya, “Cucuku, silahkan masuk, jangan sungkan untuk masuk ke rumah ini, karena rumah mewah tua ini juga merupakan rumahmu juga ...” ucap Nenek Elisabeth mempersilahkan masuk Chandra yang baru saja datang.


“Baik, Nek ..” balas Chandra yang baru saja datang dari balik pintu, lalu segera melangkahkan kakinya masuk ke ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu, Chandra begitu takjub melihat benda-benda antik yang ada di rumah tua milik Nenek Elisabeth yang terlihat tua, tapi dekorasinya sangat Ia sukai, ada kepala rusa, ada berbagai kulit binatang yang digunakan untuk mendekor ruangan dengan visual hewan dan manusia, ada juga benda aneh yang terpampang nyata di sana yaitu gigi taring harimau, dan ada juga benda-benda untuk membuat ramuan obat-obatan, dan lain-lain.


‘Ya karena memang Nenek Elisabeth selain dikenal sebagai pemimpin tertua Mafia, Beliau juga dikenal sebagai pemburu dan peramu yang sangat handal dan profesional.


Di sana Chandra ingin memberitahu pada Nenek Elisabeth jika sang Istri telah mengetahui kebenaran tentangnya yang sedang menyamar sebagai pemimpin lama FireField Hospital.

__ADS_1


“Ada apa denganmu Cucuku, kenapa Kau sampai datang kemari ingin menemui ku .. ??’ tanya Nyonya Elisabeth pada  Chandra dengan membuka obrolan. Chandra pun tanpa berpikir panjang pun menjawabnya dengan berkata, “Aku hanya ingin menyampaikan, bahwa Istriku telah mengetahui kebenaran tentang Dirinya yang menyamar sebagai Andreas, Nek ...” ucapnya.


Seketika saja membuat Nyonya Elisabeth tersenyum senang dengan apa yang dilakukan Chandra, Ia pun lalu membalasnya dengan berkata, “ Sudah seharusnya Kau melakukannya, Cucuku,”


“Sebaik-baik apapun rahasia, pasti akan ketahuan juga, dan Aku hanya mengingatkan kepadamu, agar Kau selalu menjaga Cucuku Vitalia dengan baik, jangan membuatnya bersedih, dan mendapatkan gangguan musuh, karena Nenek tahu Cucuku itu mempunyai banyak musuh yang tersebar di seluruh dunia, maka dari itu Nenek hanya ingin Kalian bisa bersatu kembali, dan Kalian bisa membasmi seluruh kejahatan yang ada di Bumi ini,” ujarnya.


Chandra yang mendengar penuturan dari Nenek Elisabeth pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi Nek ..., Vitalia sangat membenciku, Dia mengira bahwa Aku merubah wajahku hanya karena untuk merebut saham kepemilikan FireField Hospital saja, bukan karena Dirinya, Nek ...”


“Jika Kau benar-benar mencintai Cucuku, maka buktikanlah kebenarannya, Chandra Zhu .. !!" tegas Nenek Elisabeth.


Nenek Elisabeth pun lalu menyambung lagi dengan berkata, “Dengan begitu Aku sangat yakin jika Istrimu akan luluh begitu saja, dan akan memaafkanmu .., dan mengenai bukti yang Kau dapat tentang Cucuku, Kau bisa menggunakannya sebagi alat untuk membujuk Istrimu, jika Dirimu benar-benar perhatian padanya, jangan menyerah rebut hatinya kembali, Cu' ..., sampai kapanpun hanya Kau lah yang ada dalam hatinya, Nenek yakin itu!" tandasnya.


“Tapi Nek .., dengan Aku menyatakan kebenarannya pada Vitalia, apakah Dia dapat mempercayaiku ... ??” sambung Chandra bertanya pada Nenek Elisabeth. Lalu Nenek Elisabet pun menjawabnya dengan cepat, “Dengan berjalannya waktu, Ia pasti kan mempercayaimu Cucuku Chandra ..” pungkasnya lalu pergi ke belakang meninggalkan Chandra sendirian di ruang tamu.


Setelah sepersekian menit Chandra menunggu Nenek Elisabeth, akhirnya Nenek Elisabeth muncul dari arah belakang dengan membawa sebuah benda.


Nenek Elisabeth pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Chandra Cucuku, ini Aku bawakan sebuah kotak untukmu, yang di dalamnya ada sepasang cincin berlian ajaib yang sangat tak ternilai harganya, gunakanlah cincin ini untukmu dan juga pasangkan pada jari manis Istrimu, karena dengan cincin inilah kekuatan cinta sejati akan mengalahkan segalanya. Baik itu urusan rumah tangga maupun seorang penjahat pun akan kalah dengan cincin itu.” ucapnya sambil menyodorkan sebuah kotak cincin pada Chandra.


Chandra pun lalu menerimanya dan membukanya, betapa terkejutnya Chandra ketika melihat cincin berlian yang memancarkan cahaya sangat indah nan cantik, bahkan di balik cincin tersebut bergambar malaikat, “Tapi, Nenek kenapa memberikannya pada Vitalia, bukankah Cucu Nenek bukan hanya Vitalia saja .. ??” tanya Chandra Heran sambil melihat sepasang cincin di dalam kotak tersebut.


Nyonya Elisabeth pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Kau benar, Cucuku ..., akan tetapi Amelia dan juga Sherlyn tidak bisa menerimanya, mengingat Mereka adalah Adik-adik Vitalia, jadi tidak sembarangan orang yang bisa memakai cincin ini kecuali Putri tertua di keluarga Putraku. Maka dari itu Nenek ingin memberikan ini pada Vitalia, jadi Nenek sangat mohon padamu, pakailah cincin ini, dan yang satunya pakaikan cincin ini pada Istrimu!” pintanya sambil menggenggam kedua telapak tangan Chandra yang sedang memegangi kotak cincin tersebut.


...🥰****************🥰...


Di lain tempat, Vitalia kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan khusus, sesuai dengan keinginan dari pemilik rumah sakit tersebut. Vitalia yang mendapatkan fasilitas mewah pun terheran-heran, mengapa Dirinya bisa mendapatkan pelayanan yang baginya sangat melampaui batas.


Vitalia pun mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang Ia tempati sekarang sambil berkata, “La ..., ini bener nggak salah kamar 'kan ya .. ??” tanya Vitalia bingung mengapa dirinya diberi fasilitas yang sangat mewah. Bella yang kini sedang menemani Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Iyaaa bener, Kau tahu tidak jika kamar ini dikhususkan untukmu,” ucap Bella menjelaskan pada Sahabatnya.


Seketika saja Vitalia terperangah mendengar penjelasan dari dokter Bella, “Ha ..., yang benar saja, jangan ngaco deh ..” ucapnya menatap Bella tak percaya. Dengan cepat Bella pun menyahutnya lagi dengan berkata, “Siapa juga yang ngaco ..., orang beneran ini ruangan dikhususkan untukmu, karena Suamimu lah yang memberikan ini semua kepadamu, Li .. !!” serunya menjelaskan lagi.


“Mas Chandra ... ??” tanya Vitalia memastikan, dan Bella pun hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya pelan, dan berdehem mengiyakan pertanyaan dari Vitalia, “Hmmm ...”


Vitalia yang telah mendengarkan penjelasan dari Sahabatnya pun tak mudah percaya begitu saja, Ia berpikir bahwa Chandra Suaminya telah merebut saham FireField Hospital sebagai hasil curiannya. “Tapi, La ... Aku tidak sudi menerima semua ini, La ..” ucap Vitalia menentang semua pernyataan dari Sahabatnya.


Dengan cepat dokter Bella pun menjawabnya dengan memperingatkan Sahabatnya, “Jangan berkata seperti itu, Li .., tak ada Suami yang seperti Dia loh, apalagi Tuan Chandra sangat perhatian padamu!”


Dan lagi-lagi Vitalia membantahnya, “Mana ada, La .., Dia itu ke sini bukan untuk mencari ku, tapi lebih memilih mencari harta haram yang Ia dapat dari hasil mencuri hak orang lain,” tutur Vitalia. Seketika saja Bella menghentikan aktifitasnya yang sedang memberikan suntik Vitamin pada Vitalia, lalu bertanya, “Maksudmu ... ??”

__ADS_1


“Kau tahu sendiri kan La .., Mas Chandra telah merebut saham FireField Hospital dengan licik, dan Aku sangat yakin jika Mas Chandra memang sengaja merampasnya, dengan kata lain Mas Chandra adalah seorang pencuri hak orang lain ... !!” tandasnya.


“Astaga, Li ..., bagaimana bisa Kau menuduh Suamimu tanpa bukti, Li ..., justru Suamimu itu merebut FireField Hospital karena memang kepemilikan aslinya itu adalah Tuan Zhu yang artinya ini rumah sakit juga punya Suamimu juga, Lia ...” terang dokter Bella pada Vitalia.


Seketika saja Vitalia yang mendengarkan pernyataan dari Sahabatnya pun sangat terkejut, mengingat Dirinya sudah berusaha mencari sebuah rumah sakit yang sangatlah jauh dari orang terdekatnya, termasuk Suaminya, karena memang tujuan Vitalia ke Australia hanya untuk menghindari sang Suami.


“Apa ... ??, tapi bagaimana bisa Kau mengetahui hal ini, La ... ??” ucapnya menatap Bella tak percaya.


“Ya tahu lah ..., karena kan memang Tuan Chandra  sendiri yang bercerita waktu meeting ..” sahut seseorang yang baru saja datang masuk ke ruangan Vitalia dengan membawa satu nampan makanan untuk diberikan kepada Vitalia, siapa lagi kalau bukan Suster Oca, yang juga merupakan Sahabat dari Vitalia.


Vitalia pun terperanjat, ketika mendengar Sahabatnya yang satunya datang dengan tiba-tiba, “Ya Tuhan, lalu kenapa jika Kalian mengetahuinya, Kalian tidak memberitahukan kepada ku .. ??” tanya Vitalia heran menatap kedua Sahabatnya secara bergantian.


“Bagaimana mau memberitahumu, jika Kau saja sedang marahan sama si Tuan mafia .., mana Kita berani ...” ucap Suster Oca beralasan.


“Sudahlah daripada Kau banyak tanya, mending makan deh, soalnya sebentar lagi dokter Prita datang untuk memeriksa keadaanmu ..” sambung Suster Oca sambil memberikan makanan kepada Vitalia, lalu pergi begitu saja tanpa berpamitan.


Sementara Vitalia yang melihat tingkah dari Suster cantik itu hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil menatap kepergiannya, begitu pula dengan Bella.


Setelah kepergian Suster Oca, Bella pun segera menyuapkan nasi kepada Sahabatnya namun Vitalia menolaknya, karena Ia tak mau makan. Bella pun lalu membuka suaranya lagi dengan berkata, “Seharusnya itu Kau bersyukur, Li ..., punya Suami yang sangat perhatian,” ucapnya masih berusaha memberi pengertian kepada Vitalia.


“Perhatian bagaimana??, kalau Dia perhatian seharusnya Dia nggak memaksaku melakukannya malam itu, La!” sahut Vitalia menjawab pernyataan dari Sahabatnya.


“Iyaaa, Aku tahu, tapi apa Kau tidak berpikir sama sekali kenapa Dia merubah wajahnya .. ?? jawab Bella dengan sebuah pertanyaan. Seketika saja Vitalia menundukkan kepalanya sambil berkata, “Aku berpikir jika Mas Chandra merubah wajahnya hanya untuk mencari harta haram, La ..” ucapnya merasa bersalah.


“Nah kan .., makanya jangan suka menuduh orang sembarangan, Li ..., itu tidak baik ..., perlu Kau tahu Tuan Chandra melakukan itu semua hanya karena ingin bertemu denganmu, karena Suamimu tahu bahwa Kau tak ingin bertemu dengannya makanya Ia melakukan semua itu, Li!” seru Bella.


“Tapi La ..., sama saja Dia membohongiku!!” seru Vitalia masih bersi keras menentang pernyataan dari Sahabatnya.


“Tapi setidaknya hargailah usahanya untuk menemui mu, Li ..., Dia bahkan sudah berusaha mencari mu kemana-mana, apa Kau tak kasihan padanya .. ??” jawab Bella dengan melontarkan sebuah pertanyaan.


“Ingat Li, Kau sedang hamil, Kau juga membutuhkan pendamping saat ini!!”sambung Bella mencoba memberikan sebuah nasehat pada Sahabatnya, namun sayangnya ucapannya tak dijawab oleh Vitalia yang justru hanya diam saja.


Melihat tak ada respon dari Sahabatnya, Bella pun lalu membuka suaranya lagi dengan berkata, “Sekarang terserah padamu Li, yang terpenting Aku sudah menasihatimu baik-baik .., namun jika Kau masih mementingkan egomu, ya silahkan, tapi Aku sangat berharap padamu jika Kau bisa bersatu kembali dengan Suamimu, dan sekarang lebih baik beristirahatlah, karena Kau butuh Istirahat yang cukup,” sambungnya sambil tersenyum ramah menatap ke arah Vitalia.


Meskipun sebenarnya Ia sangat kesal dengan Sahabatnya yang sangat keras kepala, namun sebisa mungkin Ia mencoba menahan diri agar tak meluapkan amarahnya yang sudah sampai ke ubun ubun. Tanpa menunggu jawaban dari Vitalia, Bella pun lalu segera beranjak pergi meninggalkan Vitalia dengan begitu saja tanpa berpamitan padanya, karena Ia benar-benar kehabisan akal lagi untuk menasehati Sahabatnya yang sangat keras kepala itu.


...----------------...

__ADS_1


Jangan Lupa tinggalkan jejak Vote, LIke, Komen Ya ...


Terima kasih .... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2