Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 180


__ADS_3

Panggil Saya Thalia!


Setelah sang Nenek memberikan pidato kepada para tamu yang telah menghadiri acara pesta kecil-kecilan tersebut, kini giliran Vitalia yang akan memberikan sambutan dalam acara tersebut.


“Nah, setelah kita dengarkan pidato dari Nyonya Elisabeth, sekarang kami persilahkan untuk Nyonya Muda Vitalia atau Tuan Muda Chandra mungkin agar memberikan kata sambutan untuk para tamu ..” pinta salah seorang pembawa acara yang memandu jalannya acara mempersilahkan Vitalia atau Chandra untuk memberikan sambutan.


Dan pada akhirnya Vitalia lah yang memutuskan untuk memberi kata sambutan kepada seluruh tamu yang hadir dalam pesta tersebut.


“Terima kasih para tamu undangan yang telah hadir dalam acara pesta ini. Terima kasih juga buat seluruh keluargaku yang sudah menyiapkan ini semua, bahkan saya sangat tak menyangka ketika saya dan suami hadir ke sini telah di sambut dengan meriah oleh anda semua sekalian. Begitu terharu saya ..” ujar Vitalia sambil menghapus air matanya yang bercucuran membasahi pipi.


“Oh ya, Nyonya Muda mungkin bisa tolong anda sampaikan ke para tamu yang hadir di sini, bagaimana mengenai pesan dan kesan anda setelah mengetahui bahwa anda adalah bagian dari keluarga Hirata itu, boleh diceritakan tidak?”


“Boleh, karena kebetulan teman-teman wartawan tak ada yang meliput saya akan menceritakan semua tentang perjuanganku sebagai seorang Vitalia Putri Wijaya. Siapa sih yang tak mengenal seorang putri dari keluarga Wijaya? Kalian pasti kenal bukan kalau saya adalah putri dari keluarga Wijaya serta adik dari Aditya Bramansta Wijaya pengusaha terkaya di kota ini, bahkan se-Asia tenggara ia kuasai?” tanya Vitalia pada seluruh para tamu undangan dengan tersenyum ramah berusaha tetap tegar dihadapan para tamu.


Seketika saja pertanyaan dari Vitalia yang menghadiri acara tersebut sangat tercengang dan saling pandang. Bahkan, mereka baru menyadari jika yang hadir dalam acara pesta tersebut ternyata adalah putri dari keluarga Wijaya yang diberitakan ke publik bahwa jasadnya belum diketemukan dan telah diprediksi telah meninggal dunia.


Sedangkan para keluarga yang berada di acara pesta tersebut, begitu terharu melihatnya. Karena akhirnya Vitalia berani speak up mengenai dirinya di depan orang banyak.


“Waow .., ternyata anda adalah putri dari keluarga Wijaya yang merupakan dokter jenius itu, benarkah begitu Nyonya Vitalia?” tanya pembawa acara tersebut kepada Vitalia.


“Hmm, saya orangnya. Mungkin kalian sudah tau berita yang terakhir jika saya sudah diketemukan dan masih hidup, hingga diketahui bahwa saya berada di Jepang. Dan berita tersebut benar adanya, bahwa saya masih hidup hingga detik ini!” seru Vitalia tanpa ada rasa takut sedikit pun menyelimuti dirinya.


Ia kemudian menyambungnya lagi dengan berkata, “Dan dibalik peristiwa atau insiden inilah yang membawa saya ke sini, hingga dapat bertemu dengan seluruh keluarga kandung saya yang 30 tahun lamanya tak bertemu dengan mereka. Bahkan, kita bertemu di saat saya sudah menikah dengan suami saya, sampai saya hamil buah hati saya yang pertama dengan usia kandungan memasuki usia 6 bulan.” Vitalia mengungkapkan keluh kesahnya sambil menahan tetesan air matanya mengelus perutnya yang sudah terlihat semakin membesar.


Dengan nada merendah Vitalia menyambungnya lagi dengan berkata, “Satu lagi, mungkin kalian bertanya-tanya mengapa saya bisa menyatakan bahwa saya anak kandung dari keluarga Hirata? Hmm, yang jelas saya bukanlah putri kandung dari keluarga Wijaya. Mereka telah membohongi saya selama ini, karena tak pernah berkata jujur kepada saya bahwa saya ternyata adalah bukan anak mereka, melainkan saya hanya ...”


Seketika ucapan Vitalia terhenti karena tak bisa menahan rasa sesaknya di dada yang menyelimuti dirinya. Melihat sang istri tiba-tiba menangis, Chandra pun menepuk pundak sang istri dengan maksud dan tujuan untuk menenangkannya.


“Hiks .. hiks ... saya hanya anak pungut yang di ambil dari tempat sampah, hiks .. hiks ...” ucap Vitalia sambil menangis sesenggukan. Bahkan para tamu undangan yang hadir dalam pesta tersebut semua ikut meneteskan air matanya karena terharu mendengarnya. Termasuk dengan para anggota keluarga yang berada di situ, dan juga Tuan Hirata beserta Mama Renita, Chan Hirata dan Sherlyn yang baru saja datang merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Vitalia saat ini.


Sementara Chandra yang melihat tangis sang istri semakin menjadi pun merasa tak tega. Ia kemudian mempunyai inisiatif untuk mengambil alih mikrofon yang di bawa sang istri, sambil memeluk tubuh istrinya itu.


“Mungkin cukup sambutan dari istri saya, karena saya begitu tak tega melihat istri saya menjelaskan di depan kalian sambil menangis. Jadi, tolong cerita ini jangan sebar luaskan ke publik. Dan mungkin suatu saat nanti kebenaran ini akan terungkap oleh publik dengan sendirinya. Terima kasih ...” ucap Chandra kemudian menyerahkan mikrofonnya pada pembawa acara, setelah itu baru turun dari panggung dengan berjalan memapah Vitalia yang menangis sesenggukan.


Sesampainya di sebuah tempat duduk yang telah disediakan, Vitalia kemudian membuka suaranya dengan berkata, “Tapi Bee, perkataanmu tadi itu salah! Publik akan mengetahui dalam waktu dekat. Begitu pula dengan keluarga Wijaya, mereka akan mengetahui kedatanganku ketika aku datang ke kediaman Wijaya!” ujar Vitalia dengan nada meninggi. Ia tak memperdulikan jika para tamu undangan yang hadir mendengarnya.


Chandra yang mendengar penjelasan dari sang istri pun kebingungan, ia tak mengetahui maksud dari istrinya. “Honey, apa maksudmu?” tanyanya mengerutkan keningnya bingung.


“Kau akan tau setelah ini, Bee! Untuk mereka kau tak perlu khawatir,” Jawab Vitalia dengan tersenyum tipis, berusaha menenangkan hati sang suami yang terlihat cemas.


“Bukankah begitu, Mom?” sambungnya mengalihkan pandangan menatap Mommy Gabby dengan bertanya.


Mommy Gabby pun cepat menangkapnya dan berkata, “Betul, Nak. Kau tak perlu mengkhawatirkan jika mereka akan membocorkan informasi ini ke luar sana.” Tuturnya.


“Lagi pula meskipun bocor keluar, ini semua tak masalah bagiku, Bee! Ini sudah waktunya aku datang ke tempat keluarga Wijaya.” Sahut Vitalia menimpali ucapan Mommy Gabby agar sang suami mengerti.


“Tapi Honey, kau ke sana dengan siapa?” tanya Chandra dengan rasa cemas.

__ADS_1


“Aku akan ke sana denganmu dan juga Amelia serta Mbak Mirna.” Jawab Vitalia to the point.


Sementara Mommy Gabby yang merasa obrolan dari putri dan putra menantunya disimak oleh para tamu undangan segera angkat bicara untuk mengalihkan perhatian.


“Ehem ..., mohon maaf para hadirin sekalian semua. Agar tidak mengulur waktu anda sekalian, silahkan nikmatilah hidangan yang sudah kami sediakan!” ucapnya mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati yang sudah disediakan. Dan seluruh tamu yang hadir pun segera menuruti perintah dari tuan rumah yang mempunyai acara untuk menikmati hidangan tersebut.


***


Di saat para keluarga begitu menikmati suasan pesta, tiba-tiba saja ponsel milik Vitalia yang ia letakkan di atas meja makan pun bergetar, tanda ada telepon masuk dari seseorang.


Dreet ... Dreet ... Dreet ...


Vitalia segera mengangkat telepon yang masuk ke dalam ponselnya. Dilihatnya tertera nama Dera yang terpampang di layar ponselnya.


“Halo ..” ucap Vitalia membuka obrolan melalui sambungan telepon.


“Halo Vitalia .. hiks .. hiks ...” balas seseorang yang bernama Dera yang berada di seberang sana sambil menangis sesenggukan.


“Dera ada apa denganmu? Kenapa kau menangis lagi?” tanya Vitalia dengan nada keterkejutannya. Hingga membuat seluruh anggota keluarga menatapnya heran. Vitalia yang merasa ditatap oleh seluruh anggota keluarga pun segera berdiri dari tempat duduknya, untuk menjauh dari sana.


“Vitalia .. hiks .. hikss .. tolong aku! Ak .. aku tak tau lagi harus bagaimana, Vit! Ibuku masih saja bertindak nekat untuk menikahkanku dengan Aditya .. hiks .. hiks ..” ujar seseorang yang berada di seberang sana sambil menangis sesenggukan.


“Dera, kumohon tenangkan dirimu! Kau sekarang dimana?”


“Aku di rumah, Vit. Kebetulan hari ini aku ada jadwal kontrol ke RS. Cahaya ..” jawab seseorang yang dipanggil Vitalia dengan sebutan Dera itu.


“Hmm, ya sudah. Kalau begitu nanti kita ketemu di RS saja. Kita bisa bicarakan ini di sana, okey ..” balas Vitalia.


“Iya Dera sama-sama. Pokoknya kau tenang saja! Setelah acaraku selesai aku akan segera ke RS ..” sahut Vitalia menjawab ucapan dari seseorang yang menghubunginya itu.


“Iya Vit, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya, ya .. hiks .. hiks ..” Belum sampai Vitalia menjawabnya Dera sahabat masa kecil Vitalia mematikan teleponnya sebelah pihak. ‘Ya, seseorang yang menghubungi Vitalia adalah teman masa kecilnya Vitalia hingga menginjak remaja yang bernama Dera.’


Sementara di sisi lain Mommy Gabby yang mendengar percakapan dari Vitalia pun membuka suaranya, “Thalia, siapa?” tanyanya.


Vitalia yang merasa dirinya terpanggil pun segera menoleh ke arah belakang, dilihatnya ternyata Mommynya yang menguping pembicaraannya melalui telepon. “Eh, Mommy. Dia tadi Dera, Mom. Ehmm, Mommy ingat kan gadis yang mau periksa kandungan diantar sama Vitalia waktu itu?” tanyanya memastikan pada sang Mommy.


“Ingat Nak, memangnya kenapa?” jawab Mommy Gabby dengan berbalik tanya.


“Ceritanya panjang, Mom. Nanti Mommy pasti akan tau sendiri ..” ucap Vitalia mendadak dingin karena mendengar kabar dari sahabatnya itu.


Vitalia pun kemudian mencoba menetralisir keadaan dengan membuka suaranya lagi dengan berkata, “Oh ya Mom. Aku ingin mengumumkan sesuatu pada para tamu dan juga seluruh anggota keluarga, apakah boleh?” tanyanya pada sang Mommy untuk meminta izin memberikan sebuah pengumuman.


Seketika saja pertanyaan dari Vitalia membuat Mommy Gabby menautkan kedua alisnya sambil berkata, “Memangnya apa yang ingin kau umumkan, Nak?” tanyanya penasaran.


“Ada deh, Mom ..” jawab Vitalia sambil tersenyum menatap ke arah Chandra yang berada di seberang sana.


“Yuk kita ke sana saja, Mom! Lihatlah, sepertinya Mas Chandra kepo deh, dari tadi liatin ke sini terus ..” sambungnya lagi dengan diikuti gelak tawa renyah dari Vitalia dan Mommy Gabby.

__ADS_1


“Hahaha kau itu Vitalia, sempat-sempatnya bercanda...” jawab Mommy Gabby dengan gelak tawanya, mereka pun berjalan berdampingan dengan putrinya untuk kembali ke tempat duduk mereka.


Sementara Chandra yang melihat sang istri duduk di sebelahnya, kini membuka suaranya dengan berkata, “Honey, siapa tadi?”


“Dia temanku, Bee. Kau akan tau setelah ini ..” jawab Vitalia singkat lalu berdiri lagi, karena kebetulan ia dipanggil oleh pembawa acara untuk naik ke atas panggung. Sementara Chandra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri yang sangat cuek kepadanya.


“Lihat saja nanti kau akan ku beri hukuman nanti malam istriku ..” ujar Chandra dengan tersenyum menyeringai.


Sedang Vitalia kini sudah sampai di atas panggung untuk menyampaikan sebuah pengumuman kepada seluruh tamu yang menghadiri pesta kecil-kecilan tersebut.


“Selamat pagi menjelang siang semuanya! Bagaimana dengan hidangannya, enak bukan? Di sini saya kembali akan menyampaikan pengumuman kepada kalian semua termasuk seluruh anggota keluarga. Bahwa, mulai hari ini juga saya memutuskan untuk kembali menggunakan nama asli saya yang diberi nama oleh kedua orang tua saya, dengan nama Thalia Hirata.”


Seketika saja pernyataan dari Vitalia membuat seluruh para tamu undangan bertepuk tangan. Begitu pula dengan seluruh anggota keluarga yang sangat terharu mendengarnya, tanpa terkecuali. Termasuk dengan tuan Feng dan Mirna yang kini saling pandang karena tak menyangka jika Vitalia akan mengatakan semua itu di depan orang banyak.


Vitalia pun mengulanginya sekali lagi. “Sekali lagi, mulai hari ini juga, panggil saya Thalia Hirata!” serunya tanpa ada sebuah keraguan.


***


Vitalia POV :


Ya Tuhan, kenapa hatiku merasa sesak ketika aku menyebut nama Thalia Hirata? Aku sangat merasa tak pantas menggunakan nama itu! Namun, aku sangat berharap keputusanku untuk mengubah namaku menjadi Thalia HIrata sudah sangatlah tepat bagiku, dan tak merugikan diriku sendiri. Karena aku tak ingin membuat kecewa Daddy dan Mommy.


Bersambung ....


Hmmm makin seru kan ...,, kira-kira ada hubungan apa ya, Dera dengan kakak Vitalia yang bernama Aditya? Pokoknya jangan sampai kelewatan ya, di episode berikutnya tentunya semakin banyak konflik yang terjadi.


***


...****************...


...----------------...


Hmm, sambil menunggu update episode berikutnya, yuk mampir ke novel teman Author kece satu ini.


Berikut cuplikannya :


Janji hati Raditya dan Andhini, sampai pada kebahagiaan pernikahan, paska Andhini di wisuda mereka melangsungkan pernikahan mewah yang di cita-citakan.


Berjalannya waktu tak ada yang lain selain kebahagiaan dan kedua orangtua mereka yang bangga dengan keharmonisan rumah tangga anaknya, Tahun berganti, Andhini mulai gelisah dengan keadaan dirinya yang belum menunjukkan adanya perubahan di tubuhnya, Andhini menginginkan anak dan semua itu membuatnya begitu cemas hingga jatuh sakit.


Dalam keadaan sakit Andhini dirawat seorang perawat yang di ambil dari yayasan yatim-piatu bernama Karina. Dari kedekatan mereka timbul niat Andhini menjodohkan suaminya dengan Karina, dan menghasilkan satu kesepakatan diatas kertas.


Terkadang cinta memang tak ada logika, sanggup melawan arus dan menerjang rintangan apapun, apalah artinya kekayaan kalau tak memberinya kenyaman.


Apa Karina juga mau menerima tawaran untuk mengubah kehidupannya?


~ Andhini : 'terkadang atas nama cinta seseorang harus rela berkorban, walaupun itu sesuatu yang sangat dicintainya.'

__ADS_1


~ Raditya : sanggupkah aku menjalani apa yang diminta istri tercintanya? walaupun itu di luar kewajaran.'



__ADS_2