
Kedatangan Arnold.
Amelia pun begitu terkejut dengan kedatangan orang yang sangat dikenalnya bahkan Ia sudah menganggapnya sebagai mantan kekasihnya, bukan sebagai seorang kekasih. Siapa lagi kalau bukan Arnold. Ya orang yang datang menyelamatkan Amelia tak lain dan tak bukan adalah Arnold.
“Arnold.., beraninya Kau menghentikanku.. !!” seru Chandra tak terima karena dihentikan oleh Arnold. Arnold pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tuan Chandra, Dia pacarku Anda tak berhak ikut campur urusanku, mungkin kemarin Kau menang tapi maaf kali ini Kau kalah, dan Aku yang akan membawa Amelia pergi dari sini.” balas Arnold dengan nada sinisnya. Sementara Amelia yang hanya diam segera pergi meninggalkan kedua Pria yang sedang bertengkar di hadapannya.
“Amelia Kau mau kemana..??” tanya Arnold pada Wanita yang bernama Ata yang hendak pergi meninggalkan mereka berdua tapi dicegah olehnya. Ata yang tak terima karena dicekal tangannya oleh Arnold pun lalu berkata, “Lepas..., Saya bukan Amelia Tuan..., dan tolong sekarang lepaskan tanganmu... !!” bentak Ata keras sambil menghempaskan tangan Arnold. Chandra pun sontak terkejut dengan pernyataan Wanita yang bernama Ata. Ia pikir Dia adalah Amelia. Ia pun bergumam dalam hati, “Kalau Dia bukan Amelia, berarti Dia...” gumamnya dengan pemikirannya. Sedangkan Arnold kini mengejar Amelia yang sedang berjalan masuk ke dalam dapur pelayan restoran.
“Amelia jangan membohongi dirimu sendiri Mel, Aku tahu Aku salah gara-gara kemarin, tapi tolong please maafkan Aku..”ucap Arnold. Ata pun hanya diam tak menanggapinya, meskipun Ia tahu siapa yang ada dihadapannya sekarang, Ia terpaksa menyembunyikan identitasnya juga karena perlakuan Saudari Tiri dan Mama Tirinya yang selalu saja berbuat semena-mena terhadapnya, bukan hanya karena itu saja Amelia menyembunyikan identitasnya juga karena Keluarga Arnold yang selalu saja mengusiknya bahkan mencarinya hingga detik ini, entah apa salahnya dengan keluarga Arnold sehingga keluarganya mengutuk keras hubungannya dengan Arnold.
Meskipun begitu Arnold bersi keras ingin memilikinya hingga akhirnya Amelia menuruti perkataan Arnold untuk pergi dari rumah karena Arnold yang mengajaknya kawin lari, tapi buktinya Dia malah mempermainkannya dengan meninggalkannya di sebuah apartemen di Indonesia sendirian, dan pada akhirnya Dia pulang ke Jepang menggunakan pesawat dan pada saat itu lah terjadi sebuah insiden kecelakaan pesawat. Dari situ lah Amelia mulai menyamarkan identitasnya dengan menggunakan nama Ata.
“Gara-gara kemarin..??, memangnya kapan Aku berjumpa dengan Arnold, ketemu saja baru sekarang..” batin Amelia mengerutkan keningnya bingung bertanya-tanya dalam hati. Sedetik dua detik Amelia pun lalu berkata, “Maaf Tuan, sudah kubilang bukan jika nama Saya bukan Amelia tapi...” belum sampai Ata menyelesaikan ucapannya, ada seseorang yang memotongnya dengan berkata, “Vitalia..., ya Kau pasti Vitalia karena Dia mirip denganmu..” ucap Chandra dengan penuh percaya diri.
“Apaaa..??, siapa lagi itu Tuan..??” tanya Ata bingung dengan yang dimaksud Tuan Chandra. Dan Arnold pun juga ikut menimpalinya dengan pertanyaannya, “Tuan Chandra apa maksudmu..??” tanya Arnold ikut bingung dengan yang dimaksud Chandra. Chandra pun lalu menjawabnya dengan sinisnya, “Bukan urusanmu Arnold, ini urusanku dengannya.” Ucapnya dengan tersenyum sinis.
“Kalau Kau berurusan dengannya berarti Kau harus berurusan denganku juga Tuan Chandra... !!” tegas Arnold melawan perkataan Chandra. Sontak saja membuat Ata semakin risih dan pusing mendengarnya, sampai-sampai Ata menutup kedua telinganya, sambil berteriak, “Cukup tuan-tuan, ini tempat umum bukan tempat untuk berkelahi... !!” seru Ata geram karena kedua Pria tersebut sedang ribut di tempat kerjanya apalagi kedua pria itu ribut juga karenanya.
“Jika kalian sedang bermasalah dengan gadis yang bernama Amelia dan siapa tadi Vitalia, tolong selesaikan dengan mereka baik-baik, jangan melibatkan Saya, karena Saya bukan Wanita yang sedang kalian sebutkan
__ADS_1
tadi, tapi nama Saya adalah Ata. Ingat itu... !!” lantang Ata melawan perkataan Chandra ataupun Arnold. Seketika saja kedua Pria tersebut terdiam dengan pemikirannya sendiri-sendiri.
****
Sementara dilain tempat Vitalia kini sudah terbang ke Jepang bersama Mirna Feriska dan juga Nyonya Long Ai beserta Suami dan anaknya yang merupakan Ayah sekaligus Kakak Tiri dari Amelia Hirata. Selama di dalam pesawat Risa saudari Tiri dari Amelia menatap kagum dengan kemewahan pesawat tersebut. “Waahh.. bagus sekali ini dek.., bahkan Aku belum pernah melihatnya, ternyata jet itu semewah ini.” ucap Risa Kakak dari Amelia pada Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia. Ia justru malah menatap ke arah Mirna dan Mirna pun membalasnya dengan mengendikkan bahunya. “Emm, iyaa Kak... ini jet kan punya Mbak Mirna bukan punyaku..” balas Vitalia yang menyamar sebagai Amelia beralasan. Padahal sebenarnya jet yang mereka tumpangi adalah miliknya.
“Risa memanggilku dengan sebutan Dek..??, syukurlah.. semoga saja Dia sudah berubah setelah Aku bawa ke luar negeri.” gumam Vitalia dalam hati. Risa pun lalu berkata, “lain kali Kakak diajak ya dek kalau naik pesawat ini.”
“Iyaaa, Kakak tenang saja, yang terpenting Kakak bisa menjaga kesehatan.”
“Ternyata kamu baik ya Mel.., maafkan Kakak yang dulu yaa, Kakak tidak tahu jika Kau ternyata baik denganku, selain baik Kau itu mirip sekali dengan teman baik ku waktu di sekolah dasar tapi sayangnya Dia sudah berubah, kecantikannya tak sebanding dengan perlakuannya terhadapku dengan menyiksaku.” ucap Risa sambil memegang tangan saudarinya seraya meminta maaf. Betapa terkejutnya Amelia mendengar pernyataan dari Risa. Ia pun bergumam dalam hati, “Ya Tuhan, jadi ternyata Risa masih menganggap ku sebagai teman, tapi kenapa Dia berniat jahat pada keluargaku.. ??” tanya Vitalia dalam hati.
Tak berselang lama mereka kini sampai juga di tempat tujuan yaitu di Jepang. Mereka menempuh perjalanan dalam kurun waktu satu jam perjalanan, dengan menggunakan pesawat jet. Sesampainya mereka di bandara mereka pun segera menaiki mobil yang sudah di sediakan oleh tuan Feng, Di dalam mobil ketika mereka sedang berbincang-bicang, tiba-tiba saja ponsel milik Amelia palsu (Vitalia) pun berbunyi tanda ada notif pesan masuk.
Klunting....
Vitalia pun lalu merogoh ponselnya yang berada di dalam tasnya. Dilihatnya tertera sebuah pesan singkat dari anak buah geng Kalajengking, “Nona Vitalia ada kabar untukmu, bahwa Wanita yang sedang anda cari di foto dan video itu sedang bekerja di sebuah restoran pinggiran kota yang berdekatan dengan pantai, dan Saya melihat Wanita itu sedang bersama tuan Chandra dan tuan Arnold, ini Nona fotonya.”
Betapa terkejutnya Ia menatap layar ponselnya yang memperlihatkan foto seorang Wanita yang sangat mirip dengannya berada di sebuah restoran sedang bersama dengan Chandra dan Arnold. “Wanita itu...” gumam Vitalia pelan tanpa disadari terdengar oleh Nyonya Long Ai yang merupakan Mommy dari Amelia. “Ada apa Nak..??
__ADS_1
“Ehh.. Mommy.. enggak kok ini cuman masalah kerjaan saja..” ucap Amelia beralasan. Tuan Long Ai pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Amel, jika Kau sibuk antarkan saja Kami pulang ke rumah, dan Kau kembalilah bekerja Nak..” ucapnya. Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia pun lalu menjawabnya, “Iyaa Pa.. Papa tenang saja kebetulan rumah kita juga dekat kok dari bandara.” balas Amelia ramah.
“Hufftt.. Ya Tuhan.., hampir saja ketahuan Mommy.., Aku harus segera menemuinya sekarang, atau kalau tidak, bisa berantakan semua rencanaku..” gumam Vitalia dalam hati. Lalu segera membalas pesan tersebut dengan mengetiknya, “Kerja yang bagus John.., kalau begitu kirimkan alamat restoran tersebut kepadaku sekarang juga, Aku akan segera kesana setelah ini.” balasnya melalui pesan singkat.
*****
Wahh makin seru nih ya... bagaimanakah Kisah selanjutnya..??, tunggu ya....
Jangan Lupa Vote, Like, dan Komennya ya... Terimakasih..
Sambil menunggu yukk simak di novel kak Nunuk Pujiati yang pastinya tak kalah seru..
Demi kebahagiaan saudara kembarnya, Raya rela menerima permintaan Mahen untuk menikah malam itu juga dan tanpa sepengetahuan orang terdekat.
Selama menjadi suami-istri, kehidupan mereka tak ada manis-manisnya, pertengkaran serta kekonyolan selalu membuat kedua orang tua mereka geleng-geleng dan khawatir hubungan kedua anaknya akan kandas di tengah jalan.
"Jangan pernah kamu merubah batasan kita, Mahen! Lihat saja, jika kamu melanggar semua, maka saat itu juga aku akan minta cerai!"
Apakah Raya akhirnya bisa menerima Mahen sebagai suaminya atau Raya akhirnya memilih untuk bercerai, setelah semua masalah saudara kembarnya selesai?
__ADS_1