
Permintaan Sisi Zhu
Setelah pemeriksaan Sisi selesai, Chandra pun berjalan keluar menghampiri sang Mama yang sudah menunggu dirinya dan Adiknya di ruang tunggu.
" Ndra... sudah selesai Nak..?, bagaimana Basil pemeriksaan Adikmu...?? " tanya Nyonya Zhu pada Chandra yang sedang mendorong Adiknya dengan kursi roda, dan Chandra pun menjawab:
" Sudah Ma..., hanya saja dokter Rena meminta untuk kontrol rutin..., dan mengenai pengobatan lanjutan dengan menggunakan ramuan khusus... " terang Chandra pada sang Mama.
" Ya sudah kalau begitu kita pulang saja, karena hari sudah mulai sore... " ucap Nyonya Zhu pada Putranya, dan di angguki oleh Chandra.
*****
Sementara disisi lain Amel terlihat sudah selesai memeriksa para pasiennya dan kebetulan saja pasiennya hari ini cukup banyak, membuat Amel begitu kelelahan.
" Huh... akhirnya selesai juga... " ucap Amelia sambil menuenderkan badannya di kursi.
" Dok... ke kantin yuk... laper nih... " ajak Cindy perawat yang menemani Amelia.
" Ya sudah yuk.., lain kali jangan panggil dok lagi ya Cin.., panggil saja Amel.., Kamu itu temanku juga Cindy... " ucap Amelia.
" Asiaapp bu dokter..." jawab Cindy
" Issshh ck... lebay dehh... " ucap Amelia memutar bola matanya malas, sambil menggeleng-gelengkan kepala heran, tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang datang menghampiri mereka berdua.
" Amelia tunggu..!!" ucapnya berteriak memanggil Amel. sementara yang merasa di panggil pun menoleh ke arah summer suara, dilihatnya ternyata dokter Rena yang memanggilnya.
" dokter Rena..., ada apa memanggilku..?? " ucap Amelia bertanya pada dokter Rena, Dan dokter Rena pun menjawab :" Boleh nggak kalau Aku ikut dengan kalian..??" tanyanya.
" Boleh banget dong..., mari dok..." ajak Amelia ramah.
" Sudah biasa saja.., biasanya juga manggilnya pakek nama... "
" Lahh iya kah...??, hehehe... ya udah deh... " ucap Amelia, justru membuat Rena dan Cindy tertawa lepas, mereka pun lalu menuju kantin untuk beristirahat.
*****
Sementara Melisha kini sedang bingung mencari Amelia, karena Ia sudah berjanji akan menemuinya terlebih dahulu, tapi justru Amelia yang malah pergi keluar duluan.
" Astagaa... kemana sih tuh anak..., baru pertama kali masuk kerja saja, bikin bingung saja tuh anak..." gumam Lisha pelan sambil berjalan cepat menuju kantin. sedangkan dari kejahuan Mirna Feriska yang melihat Lisha pun berteriak memanggilnya:" Loh... Sha..., mana Amel.., kok sendiri..??" tanyanya, sontak Lisha pun menoleh ke belakang.
" dokter Feriska..., ini lagi mau ke kantin dok, buat cari Dia..., soalnya Saya khawatir sekali dengan kondisinya dok... " ucap Lisha ramah.
" Hmmm..., ya sudah kalau gitu kita cari sama-sama... " balas Mirna ramah.
" Astagaaa... Amel.., kenapa Kamu mirip sekali dengan Vitalia, Aku yakin jika Kamu adalah Vitalia, tapi Aku nggak boleh gegabah mengambil keputusan, bisa-bisa malah bikin tambah rumit..." batin Mirna sambil berjalan berdampingan dengan Lisha.
*****
" Oh ya Mel..., tadi tuan Chandra menitipkan pesan padaku agar Kamu pergi ke rumahnya untuk mengganti perban Ibunya..." ucap dokter Rena pada Amelia.
" Hah... yang benar saja...??, ya tapi kan Aku nggak tau alamatnya Ren..." ucap Amelia.
__ADS_1
" Sudah tenang saja.., Aku punya alamatnya kok... " ucap Rena.
" Mau kemana Mel...??" tanya seseorang yang tiba-tiba saja memotong pembicaraan, ya siapa lagi kalau bukan direktur utama Sunrise Hospital yaitu Mirna Feriska yang datang bersama dengan Melisha.
" Kak Mirna... " gumamnya pelan sambil menoleh ke arah sumber suara.
" Hmm.. jadi gini loh Kak..., ada pasien memintaku untuk datang ke rumahnya.. " jelas Amelia berusaha menjelaskan pada Mirna.
" Ijin dulu dengan Daddymu Mel..., Kakak nggak mau kalau sampai Kamu kenapa-kenapa... " ucap Mirna santai, sedangkan yang lain menatap tak percaya dengan sikap atasannya yang entah mengapa seolah-olah sangat perhatian pada Amelia, begitu pula dengan Amel, seperti sudah mengenal Mirna Feriska terlalu lama, dan Amelia pun menjawab:" Hmm.., iyaa Kak sudah tenang saja..., siapa juga yang mau ke rumahnya manusia salju itu..., ini pun dengan terpaksa Amel kesana..., soalnya nyebelin banget tuh orang.., dateng-dateng ngajakin nikah lagi.." terang Amelia.
" Maksudmu tuan Chandra ngajakin Kamu nikah gitu Mel...?? tanya dokter Rena memastikan, dan Amelia pun hanya menganggukkan kepalanya saja mengiyakan pertanyaan dari Sahabatnya sambil menyeruput Esnya, sontak membuat semua terkejut begitu saja, dan berkata:" Apa...??? tanya mereka semua terkejut, termasuk dr.Mirna Feriska.
" Astagaaa kalian ini.., biasa saja kali nggak usah teriak-teriak lagian nih ya kalau nggak karena profesi.., Aku nggak mau ketemu sama manusia brutal itu lagi... " seloroh Amelia.
" Mel... jaga mulutmu..." ucap Lisha memperingati Sahabatnya.
" Isshhh ck... iyaaa.. iyaa... bawel amat sih.., lagian tidak ada orangnya juga... " ucap Amelia, mengabaikan peringatan dari Sahabatnya.
Pletaakkk....
tangan Rena tiba-tiba saja menjitak kepala Amelia,
" Aduhhh....,apaan sih Ren main jitak saja..." ucap Amel sambil mengeluh kesakitan.
" Makanya jangan keras-keras..., banyak mata-mata disini... " ucap Rena juga berusaha memperingatkan Amelia.
" Kalian kenapa sih... ??, tuan Chandra saja ditakuti..., memangnya Dia siapa..??, Tuhan..??" kata Amelia penuh penekanan.
" Vitalia ini benar-benar Kamu Vit..., Kau bukan Amelia..., tapi bagaimana kalau sampai Amelia kesana, eh tapi tunggu dulu..., apa Chandra sudah tau ya kalau...?? Duhh gimana nih..." batin Mirna bertanya-tanya dalam hati.
" Mending Kamu minum dulu deh Mel..., nggak usah banyak tanya.. " ucap Rena sambil menyodorkan minumannya, Ia pun menatap percaya teman semasa kuliahnya, entah mengapa Amelia begitu berubah drastis semenjak kecelakaan pesawat.
" Kau benar-benar berubah drastis Mel..., terlalu bar-bar sekali Kamu... " gumam Rena dalam hati. Sementara Amel pun menatap heran para sahabatnya yang hanya diam saja, lalu berkata" Kenapa kalian malah diam saja sih...??" tanyanya heran.
" Sudaahh pokoknya tenang saja nggak usah takut sama manusia salju itu..., lagi pula siapa Dia...??, Dia bukan Tuhan dia itu manusia kenapa di takuti sih heran deh sama kalian... " ucap Amelia. tiba-tiba saja ponsel Amel pun berbunyi.
Dreett... dreettt... dreeettt...
Siapa lagi ini... " gumam Amelia pelan, sambil mengambil ponsel di dalam saku snelinya, Ia pun melihat ke arah layar, betapa terkejutnya Amel ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
" Arnold...??" ucapnya sambil menatap ke arah Melisha.
" Aduhh Mel.. gimana nih.." ucap Amelia panik.
" Ya di angkat saja kali Mel..., bukannya Arnold selama ini selalu menghubungimu.." ucap Lisha memberi tahu.
" Tapi Mel...
" Sudah nggak usah takut.., angkat saja..." ucap Lisha memberi pengertian.
" Iya deh iyaaa... " ucap Amelia menuruti perkataan Sahabatnya, Ia pun lalu mengangkat telponnya.
__ADS_1
" Halo... " ucap Amelia gugup.
" Babe.. bagaimana keadaanmu??, sudah lama Kau tak menghubungiku, apa Kamu tidak merindukanku..??" tanya Arnold ramah.
" Emm.. Ar..., maafkan Aku..., Akuuu belum sempat mengabarimu... " ucap Amelia bingung mau ngomong apa, karena Ia sendiri tak mengingat kekasihnya sama sekali jika tidak di ingatkan oleh Melisha.
" My princess... Kamu kenapa sih...??, kalau ada apa-apa bilang dong sama Aku..." ucap Arnold penuh kasih Sayang, sedangkan Amel bergumam dalam hati:" Gilaakk nih orang..., astagaaa yang benar saja Dia Kekasihku..., nggak nyangka Kekasihku ternyata sangat perhatian padaku, tapi kenapa Aku merasa asing sekali dengan suaranya...??, bahkan mengingat wajahnya saja tidak..."
" Sayang...., kenapa diam sih... " protes Arnold pada sang Kekasih, yang tampak tak seperti Amelia yang dulu.
" Ehh... maafkan Aku Ar.., Akuuu... " ucap Amel terhenti.
" Ya sudah kalau begitu nanti sepulang dari kerja, nanti Aku akan menjemputmu bagaimana apa Kau setuju...?? tanya Arnold meminta persetujuan pada Amel, tapi justru Amel mengalihkan pembicaraan dengan bertanya:" Loh... kok Kamu tahu sih Ar jika Aku...?? ucapnya terhenti.
" Sayang..., kan banyak orangku yang mengawasimu..., sudahlah sehabis ini Aku akan menjemputmu ya..., dahh Sayang emuuach..." ucap Arnold diseberang sana, lalu telponnya pun dimatikan sebelah pihak oleh Arnold.
Tut....
Sedangkan Amelia hanya diam saja mencoba mencerna ucapan Kekasihnya, yang begitu perhatian terhadapnya," Maafkan Aku Ar..., Aku benar-benar tak mengingatmu sama sekali..., tapi Aku berjanji Ar... Aku akan mencoba mengingatmu... Kau benar-benar berbeda dengan laki-laki lain..., apalagi setelah Aku mendengarkan ucapan tadi Aku benar-benar merasa bersalah..." batinnya.
*****
Sementara Chandra Zhu sudah sampai di rumahnya yang super mewah, Ia pun mendorong Adiknya dengan kursi roda untuk masuk ke dalam rumahnya, sementara Nyonya Zhu di dampingi oleh salah satu pelayan.
" Kak..., tolong berhenti sebentar..." ucap Sisi menghentikan langkah Kakaknya untuk mendorong kursi roda yang di tumpanginya.
" Ada apa sih Dik...??" tanya Chandra lembut, tapi tiba-tiba saja Sisi turun dari kursi roda, Chandra pun terkejut melihat Adiknya menuruni kursi rodanya.
" Dik... apa yang Kau lakukan...??" tanya Chandra.
" Kak... Aku itu bisa jalan sendiri.., meskipun terkadang harus memakai kursi roda Kak... "
" Hmm... terserah Kamu saja.., yang terpenting Kakak sudah menasehatimu..." ucap Chandra berusaha membujuk Adiknya, Dan Sisi pun menyelanya dengan berkata:" Kak..., Sisi mau bicara sama Kakak.." ucap Sisi meminta persetujuan dari sang Kakak.
" Memangnya apa yang akan Kamu bicarakan sama Kakak sih Dik...?? hmmm... " tanya Chandra pada Adiknya.
" Kak... menikahlah dengan dokter Amelia..., Aku sangat ingin Kakak menikah dengannya..., bukankah Kakak sudah berjanji akan membawakan Kakak Ipar untukku..." ucap Sisi dengan penuh harap sambil memegang tangan Kakaknya.
" Dik... tapi bukan berarti harus dokter Amelia kan Dik... " balas Chandra menolak keinginan Adiknya.
" Tapi Kak..., Aku hanya ingin Dia menjadi Istri Kakak..., Sisi yakin kalau Kak Amelia itu cocok dengan Kakak... " ucap Sisi sambil memegang tangan sang Kakak seraya memohon padanya, Dan Chandra pun tiba-tiba memeluk sang Adik dengan erat lalu berkata:" Dik..., apapun itu akan Kakak lakukan..., tapi untuk hal yang satu ini Kakak akan pertimbangkan lagi..., karena Kakak tidak bisa begitu saja menikah dengannya Dik..., apalagi dokter Amelia sudah mempunyai Kekasih... " ucapnya masih sambil memeluk sang Adik mencoba memberi pengertian.
" Tapi Kak..., Sisi hanya ingin Kak Amelia menjadi Kakak Ipar Sisi... " ucap Sisi terpotong karena kedatangan Nyonya Zhu, dan berkata " Setidaknya turuti saja kemauan Adikmu Ndra..., tak ada salahnya Kau berusaha mendapatkannya.. " ucap Nyonya Zhu menghampiri mereka berdua.
" Hmmm.. baiklah kalau itu mau kalian.., tapi Chandra tidak bisa berjanji untuk mendapatkannya Ma..." ucap Chandra pasrah, setelah mendengar ucapan sang Mama, yang ternyata juga menginginkan dokter Amelia menikah dengannya.
*****
Akankah Chandra bisa membujuk Amelia untuk menikah dengannya??, lantas bagaimana dengan Arnold Kekasih dari Amelia..??
Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite yaa... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏
__ADS_1