Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 144


__ADS_3

Sherlyn Telah Berubah


Bukannya bersiap, Sherlyn justru malah membuntuti Vitalia yang berjalan ke arah pintu untuk keluar dari ruangan tempatnya di kurung. Sedangkan Vitalia yang merasa sedang diikuti Sherlyn pun lalu menoleh ke arah belakang ternyata benar bahwa Sherlyn sedang mengikutinya.


"Sherlyn kenapa kau malah mengikuti ku? Bukankah tadi sudah ku bilang bahwa Aku menyuruhmu untuk bersiap?" Vitalia menatap heran Sherlyn.


"Tapi Aku tak perlu bersiap kak! Lagi pula Aku juga tidak membawa apapun ke sini," jawab Sherlyn.


"Huh..., iya juga ya, ya sudah kalau begitu, ikut denganku! Biar Risma dan Dinda yang mendandanimu!" sahut Vitalia.


"Ya sudah deh, Aku nurut saja!" sahut Sherlyn menjawab pernyataan dari Vitalia.


Saat Vitalia akan membuka kenop pintu yang tidak terkunci, Sherlyn pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, "Tunggu dulu kak, memangnya kakak yakin jika mereka akan mengizinkanku pergi dari sini?" tanya Sherlyn. Pertanyaan tersebut justru membuat Vitalia menghentikan niatnya untuk membuka kenop pintu.


"Kau tenang saja Sher, mereka pasti akan mengizinkanmu untuk pergi dari sini! Lagi pula selama kau tidak berbuat ulah, mereka juga tak akan membuatmu menderita," sungut Vitalia sambil berjalan ke arah Sherlyn yang berjarak dua langkah darinya.


"Kau benar kak! Bahkan selama Aku di kurung di sini, Aku merasa diriku lebih baik daripada diriku yang dulu! Aku di sini juga sudah belajar banyak tentang hidup mandiri, tanpa menggantungkan orang lain." balas Sherlyn dengan mengeluarkan air matanya karena terharu dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya.


"Hey, adik kakak kenapa menangis sih?" tanya Vitalia sambil memeluk Sherlyn. "Sudah jangan menangis lagi, ok! Justru itu yang selama ini kakak inginkan," balas Vitalia tersenyum manis sambil menghapus air mata Sherlyn.


"Benarkah?" tanya Sherlyn memastikan, karena setahu Sherlyn Vitalia adalah sosok yang kuat dan tak mudah di kalahkan.


"Iya Sher, kakak memang diam-diam mengamatimu!" jawab Vitalia sambil melepaskan pelukannya.


"Tapi kak, ini semua berkat kakak, hingga Aku bisa merubah sikapku! Bahkan Aku sadar bahwa Aku telah melakukan kesalahan dengan menyembunyikan sebuah kebenaran tentang kakak ..." balas Sherlyn dengan santai.


Mendengar pernyataan dari Sherlyn, Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Kebenaran apa lagi sih, Sher? Aku Putri dari Keluarga Hirata, begitu kah?" tanya Vitalia dengan mengerutkan keningnya bingung.


"Emmmh kau benar kak .." jawab Sherlyn.


"Sayangnya dalam hal itu, Aku tak mempercayai apa yang sudah kau ucapkan, Sherlyn! Namun Aku akan percaya jika ada bukti!" balas Vitalia ketus.


"Tapi kak, dengan Aku mengakui jika Mama yang telah membuangmu karena cemburu apa itu belum cukup bukti, dan kakak tetap tidak percaya?" tanya Sherlyn dengan polosnya tanpa Ada rasa bersalah sedikitpun.


Merasa dirinya disudutkan, Vitalia pun berteriak, "Cukup Sherlyn!" bentak Vitalia.


"Sudah ku bilang Aku bukanlah Putri dari keluarga Hirata, tapi Aku adalah Putri dari keluarga Wijaya! Dan Aku tak akan pernah percaya jika Mama Renita yang telah membuangku, karena Mama bukan seperti itu, Sherlyn! Jangan mencoba memisahkan ku dengan Mama!" sambung Vitalia tersulut Emosi.


"Bukan begitu, kak! Tapi ..." ucapan Sherlyn terhenti seketika karena dihentikan oleh Vitalia.

__ADS_1


"Stop Sher! Jangan bahas itu lagi!" tegas Vitalia menatap Sherlyn dengan tatapan mata tajamnya. Sherlyn yang merasa ditatap pun hanya bisa diam menunduk ketakutan. Sementara Vitalia yang melihat Sherlyn tampak ketakutan pun lalu memeluknya.


"Maaf Sher, kakak belum bisa mempercayai hal itu sepenuhnya!" pungkasnya lalu melepas pelukannya, dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Apa salah jika Aku mengatakan kebenaran itu? Aku takut kalau tiba-tiba kakak pergi hanya karena kesalahanku! Ya Tuhan maafkan Aku yang bodoh ini" batin Sherlyn sambil memejamkan matanya mencoba merenungi kesalahannya. Vitalia yang sudah sampai di ambang pintu pun lalu berbalik badan melihat Sherlyn. "Sher, kenapa berhenti? Ayo!" seru Vitalia.


Sontak saja ucapan Vitalia membuat Sherlyn membuyarkan lamunannya. "Ehhh... emmh iy iyaaa kak..." jawab Sherlyn dengan nada keterkejutannya.


...****************...


Sementara di sisi lain, Chandra yang sedang berada di ruangan tengah markas geng Tengkorak sedari tadi hanya mondar-mandir seperti nggak jelas, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ya Tuhan, entah apa yang sedang dibicarakan Istriku dengan Sherlyn? Kenapa lama sekali? Aku benar-benar takut jika Sherlyn mengatakan kebenaran di hadapan Vitalia," gumam Chandra pelan dengan raut muka yang tampak gusar.


Vitalia yang datang dari kejauhan pun menatap heran tingkah sang suami.


"Mas..." ucap Vitalia memanggil Chandra. Seketika saja Chandra pun mengarahkan pandangan menatap kedatangan sang istri, lalu segera menghampirinya, dan berkata, "Honey, kau tak apa kan?" tanya Chandra memastikan kondisi sang istri dengan melihat dari bawah sampai ke atas.


"Tidak Bee..., Aku tidak apa-apa!"


"Huhhh .., syukurlah!" ucap Chandra bernafas lega setelah mendengar pernyataan dari sang istri.


"Eh.., tunggu dulu Bee! Kita masih menunggu seseorang!" terang Vitalia menjelaskan.


"Menunggu siapa lagi sih, Honey? Kau itu belum makan sejak tadi! Apa kau tak mengkhawatirkan anak kita, haaa!


"Tapi Bee, Sherlyn harus ikut bersama dengan kita saat ini juga!" jawab Vitalia dengan tegas.


Mendengar pernyataan sang istri, Chandra pun membelalakkan matanya terkejut. "Apaaa? Bagaimana bisa?"


"Bee, please! Bukankah tadi sudah ku bilang jika Mama Renita ingin sekali bertemu dengannya?!"


"Iyaaa Honey, Aku tau! Tapi apa kau yakin ingin membawanya pergi dari sini?"


"Aku sangat yakin, Honey! Aku benar-benar tak menyangka jika Aku bisa dengan mudahnya menaklukkan Sherlyn, itu semua tak luput dari kerja keras kalian selama ini mampu merubah Sherlyn!


"Honey, apa maksudmu? Aku benar-benar tak mengerti dengan apa yang kau ucapkan!"


"Bee, kau kan yang telah memberikan hukuman pada Sherlyn untuk melakukan semua pekerjaan di markas sebesar ini?

__ADS_1


"Iya dong Honey, siapa lagi!" sahut Chandra dengan berbangga diri.


"Justru dari situlah, Mas yang telah berhasil merubah Sherlyn, makanya Aku sangat terkejut ketika melihat Sherlyn pertama kali. Dia benar-benar berubah Mas! Terima kasih..." ucap Vitalia sambil memeluk sang Suami.


"Iya Honey, u're welcome..." balas Chandra dengan membalas pelukan sang Istri.


"Eh tapi Honey, apa kau tidak takut jika suatu waktu Sherlyn berulah lagi?"


"Tidak Honey, itu tidak akan mungkin terjadi!" tegas Vitalia dengan penuh penekanan. Karena Ia sangat yakin jika Sherlyn telah berubah.


"Tapi Honey, dia bukan wanita sembarangan seperti yang kau pikirkan! Kau tau sendiri bukan jika dia ..." belum sampai Chandra menyelesaikan ucapannya Vitalia menyahutnya dengan berkata, "Dia yang telah bersekongkol dengan Arnold untuk menghancurkan Perusahaan Daddy Hirata dan Perusahaan kita kan? Bukan kah begitu yang Mas maksud?!" ucapnya dengan nada meninggi.


"Iy... iyaaa istriku..." ucap Chandra terbata karena terkejut sang Istri malah justru meninggikan suaranya.


"Hanya itu saja kan, Bee? Jika hanya itu saja, Aku sudah memaafkannya."


"Whaatt...??" ucap Chandra dengan nada keterkejutannya.


"Bee, ku mohon mengertilah, ini demi Mama!" sahut Vitalia dengan nada memelas di hadapan sang Suami.


"Huhhh, yasudah, kali ini Aku menuruti keinginanmu, tapi dengan satu syarat!" jawab Chandra dengan melontarkan sebuah persyaratan.


"Apa itu Bee?" tanya Vitalia.


"Jika dia berbuat ulah lagi, Aku tak segan-segan untuk membunuhnya!" tegas Chandra membalas pertanyaan dari sang istri.


"Aku berjanji tak akan berbuat ulah lagi, kak!" lantang seseorang menyela pembicaraan Vitalia dan Chandra. Sontak saja Vitalia dan Chandra mengarahkan pandangan menatap seseorang yang sudah berani memotong pembicaraan mereka.


"Sherlyn... kau..." ucap Vitalia.


Bersambung...


...****************...


...----------------...


^^^Hay guysss... bagaimana kabar hari ini??? ^^^


^^^Makin seru kan ceritanya...?? Terima kasih banyak parade reader yang sudah setia membaca novel Author hingga detik ini, Terima kasih juga yang sudah mau mampir di mari, jangan lupa Vote, Like, dan Komennya Yaa...... ^^^

__ADS_1


^^^Sehat selalu kalian semua 🥰🥰🙏🙏^^^


__ADS_2